
"Hukk...Hukk...hukkk..!!"
Beberapa menit kemudian, terdengar suara batuk dari gadis yang terbaring itu.
"Kirana..!!" Panggil Aaron yang sedari tadi memeluk tangan Kirana.
"Aku dimana?" tanya Kirana dengan suara parau karena masih lemah.
"Kamu ada di viilaku Nona!" jawab Andy yang kemudian mendekati Kirana .
"Aaron, apakah kamu sudah menerima Andy, oh tidak! tuan Andy itu adalah ayah kamu?" tanya Kirana sambil melihat netra Aaron.
"Iya, akan aku coba. Terasa aneh bila mempunyai seorang ayah yang seumuran dengan aku!" jawab Aaron sambil menatap ke arah Andy dan Andy pun tersenyum.
"Aaron, apa kamu pernah bertemu ibu kamu?" tanya Andy yang menepuk pundak putranya yang biasa dia lakukan waktu di kerajaan langit.
"Hampir tiap hari bertemu, dia bos dimana Kirana bekerja." kata Aaron yang sudah yakin kalau orang yang di sampingnya itu adalah ayahnya.
"Betulkah? Antarkan aku ketemu ibu kamu ya!" pinta Andy yang sangat berharap.
"Baiklah ayah, aku juga rindu kebersamaan kita." balas Aaron dengan tersenyum.
"Sebentar, aku mau bayangin reaksi BoCan bila ketemu tuan Andy. he..he..!!" seloroh Kirana sambil tersenyum.
"BoCan?" tanya Andy yang bingung.
"BoCan itu Bos Cantik..! panggilan kami buat BoCan karena BoCan memang bos yang cantik. Sangat cantik malah..!" jawab Kirana yang memuji BoCan atau Rosa.
"Kamu bisa saja, tambah nih rasa kangenku padanya!" kata Andy .
Pada saat mereka sedang asyik ngobrol, Tony menghampiri mereka.
"Tuan Andy, ada tamu. Katanya dia bernama Nikholas ayah Kirana" kata Tony.
"Papamu menjemput kamu..!" kata Aaron pada Kirana dan di balas anggukan oleh Kirana.
"Apa kamu sudah bisa bangkit?" tanya Andy pada Kirana.
"Akan Kirana coba!" Jawab kirana yang kemudian mencoba bangkit dan ternyata dia berhasil walaupun dengan tertatih.
Mereka berempat menuju ke ruang tamu.
Disaat berjalan menuju ke ruang tamu, senja dan Adel menghalangi mereka
Kak Andy, dimana kucing oranye tadi?" tanya Senja sambil memeluk tangan kiri Andy dengan manja.
"Kucing?" tanya Andy yang mencoba mengingatnya.
Aaron dan Kirana hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh senja adik Andy.
__ADS_1
"Oiya, kan ada di kamar kakak?" jawab Andy yang mengingatkan.
"Tidak ada, malah pintu kamar kakak jebol!"jawab Adel yang penasaran karenanya.
"Jebol? kok bisa?" tanya Andy yang juga heran.
"Sudahlah, nanti kakak Carikan kucing lainnya ya!" kata Andi yang mencoba menenangkan adiknya.
"Janji ya kak!" kata Senja dengan netra yang menggemaskan.
"Iya" jawab Andy sambil mengusap rambut senja.
"Aaron, kalau mereka adiknya Andy, berarti mereka bibi kamu" kata Kirana yang jari telunjuk kirinya bermain, mulai menusuk lengan kanan Aaron sampai menunjuk kearah Adel dan Senja.
"Oiya ya..! ha..ha...!!" Kata Aaron.
Aaron pun tertawa kecil yang membuat kedua gadis itu terlihat kesal dan mereka pun berlalu menuju kamar mereka.
Andy, Aaron, Kirana dan Tony melangkahkan kaki mereka menuju ruang tamu di mana Nikholas berada.
"Tuan Nikholas, apa kabar!" sapa Andy seraya menjabat tangan Nikholas.Dan Nikholas pun menyambutnya jabat tangan itu dan dengan pelukan.
"Terima kasih telah menjaga putri saya, dan karena hari sudah pagi, maka saya mau mengantar Kirana pulang."kata Nikholas.
"Aku juga berencana ke kota, sebaiknya kita pergi bersama-sama." kata Andy
"Ok kalau begitu, siapa anak muda ini?" tanya Nikholas saat melihat Aaron.
"Kirana, kenapa tak bilang kalau sudah punya pasangan dan bagaimana dengan Tuan Andy?" tanya Nikholas pada Kirana.
"Tidak apa-apa tuan Nikholas, saya malah suka kalau Kirana bersama Aaron." kata Andy yang menatap Kirana dan Aaron bergantian.
."Mohon maaf dan terima kasih atas oerhatiannya tuan Andy."Kata Nikholas yang tak enak hati.
"Kalau begitu, kita ke kota sekarang saja!" ajak Tony.
"Kalau begitu, kita bisa selamatkan mamaku ya Aaron?" tanya Kirana pada Aaron.
"Iya, kita bisa selamatkan mama kamu Kirana..!" jawab Aaron dengan semangat.
"Memangnya mama kamu kenapa Kirana?" tanya Nikholas bingung.
"Susah jelasinnya pa, tapi apa nanti papa percaya?" tanya Kirana dengan terus menatap papanya.
"Sebaiknya kita ceritakan dalam mobil nanti, kita berangkat ke kota sekarang juga." kata Andy yang sudah tak sabar ingin bertemu istrinya Rosa.
"Iya kita seharusnya berangkat sekarang" Aaron menimpali.
"Ok aku mau pamit sama senja dan Adel lebih dulu,dan aku titipkan mereka sama pengasuhnya. Karena kami mungkinakan lama di kota." kata Andy.Yang di jawab anggukan oleh semuanya.
__ADS_1
"Ayo kita menuju ke mobil lebih dulu, dan kita tunggu tuan Andy di sana!" ajak Tony dan mereka pun melangkahkan kakinya mengikuti Tony.
Dan setelah selesai berpamitan dengan Senja dan Adel, Andy pun menyusul mereka.
Mereka segera berangkat dengan mengendarai mobil mewah milik Andy menuju ke kota.
📆Flashback Off.
"Oh, jadi begitu, baiklah bagaimana kalau besok kita ke sana?" pinta Bocan sambil tersenyum.
"Kemana Bocan?" tanya Kirana bingung.
"Ya ke Villa di pesisir, aku kepingin ketemu dua gadis itu. Nanti aku angkat jadi adik-adiknya Aaron. He..he..!!" jawab Bocan seraya tersenyum.
"Nanti kita berangkat bertiga saja, yang lainya biar mengurus kios." ucap Andy dan di setujui oleh Bocan dan juga Kirana.
Hari telah beranjak sore, Tony tiba kembali di kios bunga Rose.
"Tony, jadi ceritanya kamu mengantar empat Bidadari nih?" goda Andy saat Tony menghampiri Andy dan melihat para gadis yang sedang sibuk menutup kios bunga Rose.
"Ya begitulah! dan nanti di kawal oleh seekor siluman Harimau, he..he..!!" jawab Tony seraya melirik ke arah siluman Harimau.
Siluman harimau itu hanya menguap saja.
"Daa..Bocan, daa.. tuan Andy!" pamit keempat gadis seraya melambaikan tangan mereka saat berada di samping mobil yang di kemudikan Tony.
"Daa...hati-hati ya!" balas Bocan dan Andy yang juga melambaikan yang mereka secara bersamaan.
"Iya...!!" jawab semuanya secara kompak dan mereka kemudian masuk ke dalam mobil.
Sedangkan siluman harimau mengikuti dari belakang mobil dengan berlari.
Bocan dan Andy setelah mengunci kios, mereka pergi mencari tahu pemilik lahan tanah kosong di samping kios.
Setelah bertemu dengan si pemilik, Andy membeli tanah tersebut secara langsung.
Dan selama perjalanan balik ke kios, Bocan sibuk mencari tukang bangunan yang akan membangun rumah di samping Kios.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...