
Mobil mewah yang membawa Kirana dan Alexander dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah hutan belantara.
Kirana ingat akan tempat itu, namun dia sudah merasa perasaannya sedang tidak enak.
Tapi gadis itu mencoba menepiskan ya.
"Tetap berpikiran positif Kirana..!!" ucap dalam hati Kirana..
"Apakah Alexander membawaku ke villa keluarganya..? viila di tengah hutan...!' kata dalam hati Kirana yang terus menatap dan menerawang ke luar jendela mobil.
"Apa kamu masih ingat tempat ini Kirana..?" tanya Alexander tiba-tiba seraya menatap ke arah Kirana dengan mengulas senyum.
Kirana melihat ada senyum yang menakutkan di sudut bibir Alexander.
"Senyumannya itu..!!" seru dalam hati kirana yang sedikit bergidik.
"Iya, jalan ini menuju ke villa keluarga kamu kan..?" tanya Kirana yang berusaha tetap berpikiran positif.
"Iya, benar sekali. Banyak kenangan kita di sini ya..! Bermain dengan teman-teman dan kakakku Lucifer juga..!!" kata Alexander Alexander dan mendengus kesal saat menyebutkan nama Lucifer.
"Kenapa dengan Lucifer..?" tanya Kirana yang melihat raut wajah beda dari Alexander saat menyebut nama Lucifer.
"Ah enggak, enggak apa-apa kok..!!" ucap Alexander yang menutupi hal yang sebenarnya.
Mobil mewah itu tak berapa lama berhenti tepat di depan villa.
Setelah Kirana dan Alexander turun, sopir Alexander menurunkan barang-barang miilik Alexander dan Kirana.
Dan mereka membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam villa.
Tak berapa lama penjaga villa dan sopir menemui Alexander, sedangkan Kirana berkeliling bernostalgia melihat ruangan dalam villa.
Dan Kirana mengingat kenangan-kenangan manis dulu waktu masih jalan bersama Alexander dan yang lainnya.
"Kalian berdua, tinggalkan tempat ini..! dan kembali lagi besok pagi. Ini ada uang, kalian bagi berdua..!!" perintah Alexander pada sopir dan penjaga villanya.
"Baik tuan..!!" jawab keduanya serempak dan mereka pun melangkahkan kaki menuju pintu keluar.
"Mereka mau kemana..?" tanya Kirana penasaran saat menghampiri Alexander.
"Oh, aku menyuruh mereka untuk belanja. Karena kita akan menginap di sini cukup lama, jadi takut kekurangan bahan makanan..!!" jawab Alexander bohong.
"Oh begitu..! tapi kita nggak lama kan disininya..! aku nggak mau menginap..!!" seru Kirana seraya menatap Alexander.
"Itu maumu, mauku..ya kita menginap..!!" ucap Alexander yang melangkahkan kaki dan duduk di sofa.
__ADS_1
Kirana mengikuti Alexander dan duduk di sofa di sisi yang lain.
"Nggak..! aku mau pulang saja..! takut di sini kalau malam-malam ..!!" ucap Kirana yang mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruang villa itu.
"Iya..iya..! tapi peluk aku dulu ya..! kitakan belum berpelukan dari tadi..!!" goda Alexander seraya tersenyum.
"Yee...pelukan-pelukan...! dari dulu kita nggak ada pelukan, apalagi pelukan sahabat .!!" bantah Kirana seraya melemparkan bantal sofa pada Alexander.
"Ya diadakanlah..!!" balas Alexander seraya melempar bantal ke arah Kirana sebagai balasannya.
"Pokoknya nggak..!!" jawab Kirana yang kembali melemparkan bantal sofa ke arah Alexander.
"Iya...!" seru Alexander seraya menangkap bantal sofa dan kembali melemparkannya pada Kirana.
Mereka saling serang bantal sofa sampai beberapa menit kemudian, Alexander duduk mendekati Kirana.
"Kita keluar yuk..!!"ajak Kirana karena merasa bosan.
"Kalau keluar, kulitku akan terbakar..!" kata dalam hati Alexander yang berpikir cara menolak Kirana.
"Tidak mau, maunya aku di sini saja .!!" jawab Alexander seraya menatap Kirana.
"Kalau begitu aku sendirian saja main keluarnya..!!"ucap Kirana yang kemudian bangkit dari duduknya.
Namun Alexander tak membiarkannya, di tariknya lengan Kirana agar kembali duduk.
"A.apa-apaan sih..!!" seru Kirana yang mendorong tubuh Alexander ke belakang.
"Aagh..!!"
Kirana tak menyia-nyiakan waktu, dia bangkit dari duduknya dan setengah berlari menuju keluar villa.
Kirana yang merasakan hawa di luar villa yang begitu sejuk dan gadis itu menyukainya.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke taman dan ayunan yang dimana dulu banyak kenangan disana antara dia dan Alexander.
Alexander hanya bisa melihat Kirana dari balik jendela, dan pandangannya menerawang mengingat masa lalu dia dengan Kirana.
Alexander dan Kirana yang dulunya merupakan pasangan kekasih, yang belum ada kata putus.
Mereka terpisah karena Alexander yang pergi meninggalkan kirana yang hampir lima tahun lamanya tanpa kabar.
Yang bagi Kirana itu sudah merupakan kata putus, namun tidak bagi Alexander.
Dari kejauhan kirana melihat seekor rusa kecil yang berkeliaran di sekitar halaman Villa.
Kirana pun tertarik untuk melihatnya, dia mencari-cari keberadaan anakan rusa yang sedang berlari-lari dengan lincahnya itu.
__ADS_1
Ketika berjalan di taman samping villa, tepatnya di sudut depan gudang, Kirana melihat ceceran darah.
Gadis itu mengendap-endap melihat apa yang terjadi.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat sesosok laki-laki yang sedang menghisapp leher anak rusa itu dengan nikmatnya.
"A..Alexander..di..dia kah i..itu..!!" kata dalam hati Kirana seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, seakan tak percaya dengan yang di lihatnya.
"Drakula..vampire atau siluman kah dia..? yang jelas aku harus pergi dari sini secepatnya..!!" gumam dalam hati Kirana yang kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan tempat dimana dia melihat sosok Alexander yang menggigit leher anak rusa yang di carinya.
Alexander yang mendengar suara langkah kaki, dia pun menoleh dan mencari sumber suara.
"Ki..Kirana..apakah itu dia..!" seru Alexander yang kemudian mencari sumber suara.
Alexander melihat, sesosok gadis yang berjalan melewati pagar villa dan sedetik kemudian hilang dari pandangannya.
"Ki..Kirana jangan pergi..! Kiranaaaaaa.....kiranaaaaaa...!!" seru Alexander yang kemungkinan tak di dengarkan oleh gadis itu.
"Sial...! kenapa kulitku harus melepuh di siang hari..! aku tak bisa mengejar Kirana ku..!!" seru Alexander yang begitu kecewa, dan dia membanting apa saja yang ada di hadapannya.
Sementara itu Kirana terus berlari, dia mengandalkan ingatanya saat berangkat naik mobil tadi pagi.
"Di film-film, orang yang menggigit dan meminum darah baik itu manusia maupun hewan, itu cenderung vampire, dracula atau pun siluman, ih..ngeri..!" gumam Kirana yang terus melangkahkan kakinya.
"Aku harus keluar dari hutan ini sebelum gelap..!!" ucap Kirana untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Andai saja ada Aaron, Ekin dan Luna...aku tak akan mengalami ketakutan seperti ini..!!" kata Kirana lagi dan terus melangkahkan kakinya, walaupun dia sudah sangat letih.
"Grrrr....!!"
Tiba-tiba ada suara bintang buas dari belakang punggungnya, gadis itu menoleh pelan dan dia sangat terkejut.
"Si..siluman a..atau binatang...!" seru Kirana yang ketakutan.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1