Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Aaron Berpamitan, Andy Bercerita


__ADS_3

"Aaaarghh...!!"


"Aaron mengerang kesakitan di bagian kepalanya.


"Ka..kamu kenapa sayang?" tanya Kirana yang penuh kekhawatiran.


"Ikat kepalaku! seakan menjepit kepalaku!" jawab Aaron dengan menahan rasa sakitnya.


"Nampaknya kamu harus memulai misi kamu!" kata Kirana yang tak tega melihat Aaron yang kesakitan sampai berguling-guling di lantai.


"Hei, kekasih Kirana itu kena apa?"tanya siluman Harimau yang penasaran.


"Aaron sebaiknya kamu cepat selesaikan misi kamu!" seru Bocan yang juga khawatir akan keadaan putranya.


"Iya Aaron, lekaslah kamu berangkat. Kamu tidak maukan melihat kirana semakin khawatir padamu!" seru Andy yang kemudian dia memeluk Aaron untuk memberi semangat pada putranya dalam menjalankan misi.


Demikian pula Bocan, memeluk putranya yang akan berangkat bertugas.


"Hati-hatilah di sana, jangan salah mengambil langkah!" pesan Bocan yang kemudian melepaskan pelukannya pada Aaron putranya.


"Aaron, kalau kamu di sana ingat aku ya! " ucap Kirana yang kemudian memeluk kekasihnya dengan erat.


"Tentu sayang, aku akan selalu merindukanmu!" balas Aaron yang memegang dagu Kirana dan melumatt bibir mungil kekasihnya itu.


Dan Kirana menerimanya dengan senang hati.


"Hmm... giliran kiss-kissan tidak sakit?" celetuk Luna yang sebetulnya dia menginginkannya dari Ekin.


"Dasar pengganggu..!!" seru Aaron kemudian bangkit dari duduknya bersamaan dengan Kirana.


"Sudahlah..!!" seru Kirana agar konflik kekasihnya dengan sahabatnya bisa tak berkepanjangan.


Aaron segera meniup peluitnya.


"Priiiiit....!!"


Muncullah Awan putih kecil turun dari langit dan berhenti tepat di hadapan Aaron.


"Ayah, Ibu, Kirana dan semuanya! saya berangkat ya!" seru Aaron yang kemudian naik ke atas Awan putih kecil itu.


Aaron pun pergi seraya melambaikan tangannya dan diikuti yang lainnya yang juga melambaikan tangan mereka.


"Kirana, kamu yang sabar ya, semoga Aaron cepat menjalankan misi ini. Dan Kalian cepat menikah." kata Maggie yang kemudian merangkul sahabatnya.


"Iya, semoga saja!" balas Kirana.


Kemudian Tony mengantar Dona pulang, karena Jimmy berada di rumah sendirian.


Sementara Bocan dan Andy mencari tahu dan menemui pemilik tanah lapang di samping kios.


Karena Andy dan Bocan berencana membangun rumah di tanah lapang itu. Karena lokasinya berdekatan dengan Kios Bunga Rose .


"Bocan, kok mendadak sekali sin membeli tanahnya?" tanya Kirana penasaran.


"Iya, walaupun aku mempunyai rumah di pesisir, tapi keluargaku semuanya kan ada di sini!" Jawab Andy sebelum berangkat bersama Bocan.


"Oiya papa Andy, bagaimana keadaan Senja dan Adel ya?" tanya Kirana yang tiba-tiba kangen dengan dua gadis cilik yang pernah usil dengan Oyen.


"Iya, aku juga rindu sama mereka." jawab Andy.


"Senja dan Adel? siapa mereka?" tanya Bocan yang penasaran.


"Ayo kita masuk dulu, nanti aku ceritakan." ucap Andy yang menggandeng tangan Bocan dan mereka masuk ke dalam kios.


"Nah kita kan sudah ada di dalam nih, cepat dong ceritakan!" seru Bocan yang penasaran.


"Baik-baik, akan aku ceritakan!" ucap Andy yang membenarkan posisi duduknya.


"Adel dan Senja adalah adik dari tubuhku ini, mereka dua gadis yang sangat usil namun menggemaskan. Keduanya pernah menculik putra kita saat menjadi kucing. Waktu itu tujuanku hanya mengumpulkan mutiara sebanyak mungkin, untuk menghilangkan kutukan Archi pada Aaron. Jadi aku pernah memanfaatkan Kirana untuk memancing para siluman." jelas Andy.


"Terus bagaimana Aaron bisa bersama kalian!?" tanya Bocan yang penasaran.


"Waktu itu kami berada di pantai dan hendak memancing para siluman untuk keluar." kata Andy yang kemudian menceritakan kisah masa lalunya.


📆Flashback ON


Aaron pun menghampiri Andi yang mengawasi Kirana.


"Lepaskan Kirana...!!" seru Aaron pada saat sampai di dekat Kirana dan Andy.


"Aa....aaarooon...!!" panggil Kirana.


Andy yang yang semula cuek, mendengar Kirana menyebut nama Aaron, langsung menolehke arah yang di maksud.


Andy terkejut, karena nama dan orangnya tak asing baginya.


"Aa..Aron...!" panggil Andy pada Aaron dan dia ingin memeluknya.


Namun Aaron menolaknya.


Kirana dan Aaron saling pandang dan menaruh curiga pada Andy,


" Siapakah Andy itu?"


Pertanyaan dalam hati mereka.

__ADS_1


"Lepaskan Kirana..!!" Seru Aaron pada Andy dengan geramnya.


"Aaron..! ka..kau kembali ke wujudmu..?" tanya Andy yang begitu rindu pada putranya yan tanpa sadar dia memeluk putranya.


"A..apa..apa'an ini..!" seru Aaron yang kemudian mendorong Andy dan dengan cepat membebaskan Kirana dengan mantra yang dia kuasai.


"Kirana tetap di belakangku..!!" kata Aaron saat Kirana bebas dari tali cahaya dan Kirana sekarang berada di balik punggung Aaron.


"Aaron, aku ayahandamu..!!" kata Andy yang berusaha meyakinkan Aaron, Namun Aaron tak percaya begitu saja.


"Ngaku-ngaku ayahandaku..! memangnya kau tahu siapa ayahku..?" tanya Aaron yang tetap waspada.


"Ayah kamu ya aku, Raymond seorang dewa pedang dan ibu kamu Rosa seorang peri bunga. Dan kamu menggantikan aku menjadi panglima langit. Dan kamu di kutuk kucingnya pangeran Leon menjadi kucing..!" jelas Andy


Aaron menoleh ke belakang dimana Kirana berada dan netra mereka saling beradu.


Seolah Aaron minta pertimbangan pada Kirana.


"Ah .aku belum percaya..! sebelum aku mengetahui jurus-jurus mu...!!!" seru Aaron.


Dan mereka saling beradu jurus, mulai dari tangan kosong memukul dan menendang.


"Hiaaaat...!!"


"Hupp...!!"


"Baghh..!!"


"Bughh...!!"


Andy berhasil menangkis semua serangan Aaron.


"Apakah dia benar-benar ayah..?" tanya dalam hati Aaron yang kemudian dia mengeluarkan pedang cahaya warna biru miliknya.


Dan demikian juga Andy mengeluarkan pedang cahaya warna merah yang memang hanya dimiliki Raymond.


"Traaanng...!!"


"Traaanng...!!"


"Traaaangg...!!"


"Apa benar kau ayahku...!!" seru Aaron yang berusaha meyakinkan dirinya.


"Aku benar ayah kamu Aaroon...!!" Seru andy yang berusaha meyakinkan Aaron.


Tiba-tiba Kirana berteriak.


"Aarooon...Toloooong...!!" seru Kirana yang membuat Aaron dan Andy mencari sumber suara.


"Diam kau..!!" seru siluman kepiting Merah yang kemudian memukul Kirana dari belakang dengan kasarnya.


"Bughhh..!!"


"Aaaghh...!!"


Kirana jatuh tak sadarkan diri.


Kiranaaa .!!" panggil Aaron.


"Kurang Ajaar...! kau apakan gadis itu...!!" seru Andy yang kemudian mendekat dimana siluman kepiting Merah itu sudah membuat Kirana tak sadarkan diri.


"Ha..ha..! biar dia tak ganggu kita..!!" ucap siluman kepiting Merah.


"Hadapi aku..!!" ucap Aaron yang sudah bersiap menyerang.


"Baiklah, kawanmu itu biar bermain dengan muridku..!! siluman kepiting Biru..! keluarlah..!!" seru siluman kepiting Merah yang memanggil muridnya.


Dan munculah seekor kepiting yang belum berwujud manusia seperti Siluman kepiting merah.


"Rasakan serangan ku..!!" seru Andy yang mengawali pertempuran.


Malam ini di pesisir pantai menjadi kacau karena pertarungan tiga dewa melawan tiga Siluman.


Aaron melawan siluman kepiting merah yang sudah berusia ratusan tahun, Andy atau Raymond melawan siluman kepiting yang baru berusia puluhan tahun.


Sedangkan Tony yang semula sudah mengalahkan siluman pari, kini melawan Siluman ikan Mola-mola dari dalam laut.


Dan dia berusaha membuat siluman Mola-mola naik ke bibir pantai.


Tony dengan kekuatan Halilintar ya berusaha melawan Siluman Mola-mola.


"Craasssh...!!"


"Craasssh...!!"


"Craasssh ..!!"


Seperti orang mencari ikan dengan menggunakan tombak, Tony memburu siluman Mola-mola yang bertumbuh besar itu.


Siluman Mola-mola berusaha menghindar namun akhirnya terkena halilintar juga.


"Aaaghh...!!"


Keluarlah mutiara hitam dari tubuh siluman ikan Mola-mola itu yang terkena tancapan halilintar dari Tony.

__ADS_1


Sementara itu Andy atau Raymond menghadapi siluman kepiting biru.


Siluman kepiting biru itu menyerang Andy dengan menyemprotkan cairan warna biru yang merupakan air raksa yang akan membuat kulit melepuh jika terkena cairan biru itu, yang keluar dari mulut siluman kepiting biru.


Andy melompat kesana-kemari guna menghindari cairan biru itu.


Di saat Siluman kepiting biru itu lengah, Andy melompat keatas dan memotong kaki siluman kepiting biru itu.


"Weeett....!! weeeeett..!!"


Weeett...!! weeeeett...!!"


"Aaaarghhh....!!"


Siluman kepiting biru itu kesakitan dan mengeluarkan cairan biru dari kaki-kaki yang terpotong itu.


Hampir saja cairan itu mengenai Aaron dan Andy, mereka berdua melompat-lompat begitu lincahnya.


Tidak demikian dengan Siluman Kepiting Merah yang tidak sempat menghindar dari cairan biru itu.


Tubuhnya sebagian melepuh dan menguap.


"Sialan kau..! murid tak berguna...!!" gerutu Siluman kepiting merah dengan kesalnya.


Sedangkan siluman kepiting biru kini telah menyusut dan muncullah mutiara siluman warna hitam.


Andy segera melompat dan mengambilnya.


Sementara itu, Aaron kembali melawan Siluman Kepiting Merah.


Dengan sisa kekuatannya, kepiting merah itu melawan Aaron denganb melepas capitnya yang menyerang Aaron bak boomerang.


"Traaang...!! Traaang..!! Traaang..!!"


Bunyi Capit yang berbenturan dengan pedang cahaya.


Aaron dengan kekuatan pedang cahaya, melempar ke lautan.


Dan sebelum capit itu kembali ke si empunya, Aaron melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya menyerang Siluman kepiting Merah dengan secepat kilat membentuk huruf Z.


"Weeett....!! Weeett....!! Weeeettt..!!"


Tubuh Siluman kepiting merah itu terbelah menjadi tiga bagian.


"Aaaaghh...!!"


Siluman kepiting merah itu ambruk dengan seketika. Muncullah mutiara siluman warna hitam.


Aaron segera menangkapnya dan memasukkannya dalam kantong kain bersama mutiara-mutiara siluman lainya yang dia ketemukan di kamar Andy.


Pada saat peristiwa itu, banyak angin yang menderu-deru dan mengakibatkan gelombang pasang di pinggir pantai.


Para nelayan yang semula hendak melaut, dengan terpaksa mengurungkan niat mereka.


Demi keselamatan hidup mereka masing-masing.


Semua warga yang tinggal di tepi pantai pun berlarian mencari perlindungan


Mereka ada yang menjauh dari pantai dan ada yang menuju ke bukit-bukit atau tempat yang lebih tinggi.


"Tsunami....tsunami....!!"


Teriak sebagian warga yang mengira terjadi bencana alam tsunami.


Dan ketika para siluman itu dikalahkan oleh ketiga dewa itu, seketika keadaan mulai tenang kembali.


"Kiranaaaaaa...!!" panggil Aaron yang kemudian melesat menghampiri tubuh kekasihnya.


"Kirana...kiranaa banguuuun...!!" Racau Aaron dengan memegang pipi halus Kirana.


"Sebaiknya kita kembali ke villa, kita obati Kirana di sana. Di sini masih banyak siluman berbahaya lainnya!!" ucap Andy dan di setujui Aaron dan Tony.


Aaron segera membopong Kirana dan ketiganya menuju mobil Andy yang tadi di bawanya dari villa


Mobil yang di kemudikan Tony, melaju dengan kecepatan sedang menuju ke villa kepunyaan Andy.


Sesampainya di Villa, Andy mengarahkan Aaron agar membawa Kirana ke kamar tamu.


Setelah membaringkan Kirana, Aaron mengeluarkan hawa murninya untuk memberi kekuatan pada Kirana agar cepat sadar dan pulih seperti sedia kala.


"Kirana...ayo banguuuun...!! Banguuuun kiranaaaa...!!!"


Aaron yang terus memanggil Kirana, namun yang di panggil masih saja memejamkan matanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2