
Yibo perlahan-lahan menepikan mobilnya tepat di depan Kios Bunga Rose, kios dimana Caterina sedang membantu Maggie dan Kelly dalam menjaga dan melayani pembeli.
"Kita sudah sampai di kios bunga langganan keluarga Yibo nek!" seru Yibo saat sudah memberhentikan mobilnya.
"Oiya, bunganya cantik-cantik dan segar serta wangi baunya, mengingatkanku taman di Istana Kucing" gumam Ovinnix pada saat membuka pintu dan melihat Yibo sudah keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menghampiri pelayan kios yang saat ini yang dia temui adalah Kelly. karena Maggie sedang membuat beberapa pesanan hand buket.
Sedangkan Caterina sedang sibuk memindahkan bunga yang ada di halaman belakang ke depan kios.
"Aku merasakan ada Caty di sekitar tempat ini, apakah hanya perasaanku saja?" kata dalam hati Ovinnix yang belum mengetahui perwujudan manusia dari Caty.
"Lebih baik aku keluar dan menyelidikinya." batin Ovinnix yang kemudian keluar dari mobil dan menebarkan pandangannya ke sekitarnya.
"Kenapa aku mencurigai gadis yang membawa pot bunga itu ya? Apakah Caty juga bisa menjadi manusia seperti ibunya!" tanya dalam hati Ovinnix yang terus memandangi Caterina.
Ovinnix kemudian masuk kembali ke mobil dan terus memperhatikan Caterina dari dalam mobil.
Sementara itu di teras kios Bunga Rose, Kelly sedang menanyai keperluan Yibo.
"Ma'af ada yang bisa saya bantu?" tanya Kelly dengan ramah.
"Saya mau menjenguk kerabat saya yang sedang sakit, maka dari itu saya butuh hand buket sebagai buah tangan saat menjenguk kerabat saya itu" ucap Yibo pada Kelly.
"Ohw, saudara tuan laki-laki apa perempuan?" tanya Kelly.
"Perempuan" jawab Yibo.
"Biasanya dia suka bunga apa?" tany Kelly lagi.
"Bunga mawar merah" jawab Yibo.
"Baiklah, akan kami buatkan. Sebaiknya anda duduk di kursi yang ada di sana tuan" ucap Kelly seraya menunjuk ke arah kursi yang ada do dekat tembok teras Kios Bunga Rose.
"Baiklah" ucap Yibo yang kemudian duduk di kursi tersebut.
Kelly masuk ke dalam kios dan memberitahukan pada Maggie tentang pesanan hand buket Yibo.
"Kak, ada yang pesan hand buket mawar untuk perempuan yang sedang sakit." ucap Kelly pada Maggie.
"Ok, ambil saja yang ini dulu. Biar dia tidak terlalu lama menunggu" ucap Maggie yang sudah menyelesaikan tiga buah Hand buket bunga mawar dan bunga lili.
"Baik kak, Kelly ambil yang ini saja!" ucap Kelly yang mengambil hand buket bunga mawar yang cantik.
__ADS_1
"Iya, harga seperti biasanya ya!" seru Maggie.
" Siap kak!" ucap Kelly yang kemudian meninggalkan maggie yang masi sibuk dengan rangkaian bunga-bunga untuk membuat hand buket pesanan.
Kelly keluar dengan membawa hand buket mawar itu dan memberikannya pada Yibo.
"Ini hand buket ya Tuan" ucap Kelly.
"Cepat sekali? Terima kasih, dan ini uangnya nona!" ucap Yibo yang menerima hand buket dan menyodorkan beberapa lembar uang pada Kelly.
"Terima kasih tuan, semoga kerabatnya cepat sembuh!" ucap dan do'a Kelly.
"Amin" sahut Yibo yang kemudian melangkah meninggalkan Kelly dan berpapasan dengan Caterina.
Caterina menunduk melihat Yibo dan ketika mengenakkan wajahnya kembali, Yibo sudah membuka pintu mobilnya.
Pandangan Caterina tiba-tiba tertuju pada wanita tua di belakang Yibo.
"Wanita itu? seperti ada sesuatu pada dirinya? entah apa itu, aku seperti punya hubungan dengan dia!" gumam dalam hati Caterina pada saat kedua matanya beradu pandang pada sesosok wanita tua dibelakang pemuda yang tadi membeli buket bunga.
"Kamu kenapa?" tanya Kelly seraya menepuk pundak Caterina. Karena melihat gadis yang ada dihadapannya yang seperti memikirkan sesuatu.
"Oh tidak apa-apa bi, hanya kenapa wanita tua yang duduk di kursi belakang itu menatap aneh kearah Caterina!" jawab Caterina yang penasaran.
Keduanya segera menyelesaikan pekerjaan mereka dan demikian dengan Maggie.
Sedangkan Ovinnix yang penasaran dengan Caterina, meminta pada Yibo untuk berhenti saat mobil yang mereka tumpangi sudah berada beberapa meter dari kios bunga Rose.
"Cucuku Yibo, saya berhenti di sini saja!" ucap Ovinnix yang terkejut dan menghentikan laju kendaraannya.
"Berhenti di sini? apa nenek yakin disini arah ke rumah saudara Nenek?" tanya Yibo yang penasaran.
"Iya, aku sedikit mengingat seperti di daerah sekitar tempat ini!" ucap Ovinnix yang berbohong.
"Baiklah, dan ini kartu nama saya nek, kalau belum juga bertemu dengan saudara nenek bisa hubungi saya di nomor yang sudah tertera di kartu nama ini" ucap Yibo seraya memberikan kartu namanya pada Ovinnix.
"Terima kasih akan saya simpan kartu nama ini dan sampai jumpa" ucap Ovinnix yang membuka pintu mobil dan dia keluar dari mobil Yibo.
"Hati-hati ya nek!" seru Yibo seraya melambaikan tangannya.
"Iya!" balas Ovinnix yang juga melambaikan tangannya.
Kemudian Yibo melajukan kendaraannya perlahan dan selanjutnya dengan kecepatan sedang menjauh dari tempat Ovinnix berdiri.
__ADS_1
Setelah Yibo dengan mobilnya menjauh pergi, Ovinnix melangkahkan kakinya mencari semak-semak dan dia merubah diri menjadi kucing kampung.
Ovinnix yang menjadi kucing kampung itu berjalan kembali menuju ke Kios bunga Rose.
Sementara itu di kios bunga rose, Maggie sudah berangkat mengantarkan pesanan hand buket.
Kelly pulang ke rumah Kirana untuk menyiapkan makan siang mereka, dan Caterina menunggu kios sendirian.
Ovinnix yang berjalan kaki menuju ke kios bunga Rose itu telah sampai dan dia bersembunyi diantara bunga-bunga di kios bunga rose itu
Dia terus mengawasi pergerakan Caterina.
Tak berapa lama dua sepeda motor yang di tumpangi dua orang laki-laki tampan itu berhenti di samping kios bunga Rose dan memarkirkan sepeda motor mereka di sana
"Caty...Caterina!" panggil laki-laki itu pada Caterina, yang tak lain adalah Kiaro dan Dicky di sampingnya.
Nama panggilan itu membuat Ovinnix yang mendengarkan pun terkejut.
"Caty...Caterina? jadi benar gadis itu Caty sepupuku?"ucap dalam hati Ovinnix yang terkejut dan terus memperhatikan pergerakan dan mendengarkan apa yang di bicarakan antara Caty dan dua pemuda yang saat ini bersama Caterina.
"Malam ini kita nonton yuk!" ajak Kiaro pada Caterina.
"Kata Ibunda kamu kita tidak boleh kemana-mana sebelum ayah kamu pulang!" ucap Caterina yang mengingatkan pesan ibundanya.
"Ah, sebentar saja! lagi pula kita perginya bertiga, Kamu, aku dan Dicky
itu saja dan aku sudah bawa mutiara siluman warna putihnya. Jadi jangan khawatir kalau akan berubah jadi Caty!":jelas Kiaro seraya memandang Caterina dengan penuh harap.
Caterina melirik ke arah Dicky dan Dicky menganggukbmemberi kode pada Caterina untuk mengikuti apa kata Kiaro.
Kemudian gadis itu mengulas senyumnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...