
"Sekarang Ceritakan bagaimana kisah kalian!" seru Ratu Flower yang penasaran.
"Saat kami dalam pusaran, tahu-tahu kami berada di Jaman Dinasti Ming. Dan kami terpencar ke berbagai tempat." ucap Leon.
Dan semuanya memperhatikan Leon dan Ekin yang bercerita.
"Terus siapa gadis cantik dan manis ini?" tanya selir Selena yang penasaran.
"Saya Ayumi dari abad XXX, saya seorang ilmuan perempuan di Jepang.Dan saat itu saya sedang membuat gebrakan-gebrakan di setiap penemuan saya." ucap Ayumi yang memperkenalkan diri.
"Kenapa kamu bisa sampai ke Disnaty Ming?" tanya Selena yang penasaran.
"Saya sedang mencoba alat buatan saya, "Time Travel Machine" yaitu mesin lorong waktu yang akan memindahkan kita dari zaman kita ke zaman sebelumnya dalam waktu beberapa menit." jelas Ayumi.
"Dan kamu berhasil Ayumi, kamu sekarang ada di Dinasti Ming tahun 1644, benar kan?" Ratu Flower yang mencoba menebak.
"Benar yang Mulia Ratu. Tapi penemuan aku masih ada kurangnya. Yaitu bagaimana caranya untuk kembali lagi ke jaman saya.!" ucap Ayumi yang menatap ke arah semuanya.
"Kamu kan bisa minta bantuan batu impian!" ucap Rosa yang sedari tadi diam saja.
"Nah, kalau itu biar Ekin yang menjelaskannya Bi!" seru Leon yang melirik ke arah Ekin, sembari mengulas senyumnya.
"Maksudnya?" tanya Ratu Flower, Rosa dan selir Selena bersamaan.
"Bibi Rosa, apa bibi ingat waktu Luna sedang sekarat saat terkena racun putri ratu siluman ular Cobra Ginna?" tanya Ekin yang mencoba mengingatkan kejadian masa lalu.
"Iya, aku ingat. Waktu itu AQ meminta kamu untuk memberikan tongkat pemberian Siluman Kura-kura, betul bukan?" jawab sekaligus tanya Rosa yang sedikit demi sedikit mengingat kejadian masa lalu itu.
"Dan pada saat saya berikan tongkat dari Siluman kura-kura, bibi mengatakan kalau semua demi kebaikan aku dan Luna! Dan bila kami berjodoh, maka di kehidupan yang lain kami pasti akan bertemu!" ucap Ekin yang memegang tangan Ayumi dengan erat.
"Oiya, waktu itu aku mengambil kalung mutiara siluman yang ada di dalam tongkat siluman kura-kura yang telah kamu berikan padaku. Dan aku memakaikannya pada Luna" jelas Rosa yang tiba-tiba memandang ke arah Ayumi.
"Saat itulah saat-saat terakhir bertemu Luna" ucap Ekin yang menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes di pipinya.
Ekin masih mengingat jelas detik-detik terakhir bersama Luna.
🗓️Flashback on.
"Luna, ma'afkan kami. Kami tak bisa menolongmu di kehidupan saat ini. Dan semoga kamu dan Ekin berjodoh di kehidupan yang lain." ucap Bocan yang memakaikan kalung mutiara siluman itu dan Bocan mengucapkan mantera agar kalung mutiara itu menyatu untuk dengan Luna.
__ADS_1
"E..Ekin, Sayang!" ucap panggil Luna dengan suara yang lemah.
"Lu..Luna sayang, kamu harus kuat sayang. Ayahanda dan Ibunda sudah merestui kita, kita akan menikah dalam waktu dekat ini sayang" racau Ekin yang kemudian duduk di samping Luna.
"Sa..sayang, peluk aku u..untuk yang te..rakhir kalinya" ucap Luna yang semakin lirih.
Ekin kemudian memposisikan dirinya memangku kepala dan tubuh Luna, dengan tangannya yang memegang tangan kekasihnya.
"Sa..yang Hukk...!" panggil Luna dan meneteskan air mata di sudut mata gadis yang lemah itu.
"Tidak, kamu pasti sembuh sayang! bibi, apa tak ada ramuan lainnya? dari bunga kah atau apalah!" racau Ekin diantara isakan tangisnya.
"Tidak ada Ekin, racunnyabsudah menjalar ke jantung Luna. Saat ini adalah saat terakhir kita bersama Luna." jelas Bocan yang juga tak henti-hentinya menyeka air matanya.
Kirana menarik tangan Aaron dan mereka berjalan mendekat ke samping Luna dan Ekin.
"Luna, kami minta ma'af jika kami punya salah padamu, dan kami juga telah mema'afkan semua kesalahanmu pada kami!" ucap Kirana yang memegang kaki Luna.
Dan Luna hanya bisa mengedipkan kedua matanya.
"Luna, aku juga mewakili semua yang ada di sini. Meminta ma'af atas segala kesalahan kami dan kami mema'afkan semua kesalahan kamu pada kami." ucap Andy dan Luna lagi Luna menjawabnya dengan mengedipkan kedua matanya
"A..aku juga menyayangimu dan Ju..ga mencintaimu sa..yang!" kata Luna dan dia menghembuskan nafas yang terakhirnya.
"Lunaaaaa....!" teriak Ekin yang memecahkan keheningan malam, semakin erat memeluk kekasihnya yang telah tiada itu.
Dan juga diikuti yang lainnya, di ruko itu yang terdengar suara tangisan karena sangat kehilangan orang yang mereka sayangi.
Karena tak kuasa melihat apa yang terjadi, dengan Luna dan Juga dengan Ekin, Bocan memeluk suaminya Andy.
Kirana memeluk Aaron, Maggie memeluk Tony dan juga Kelly memeluk Jimmy.
Tangis kesedihan mereka terus berlangsung sampai matahari menyingsing dari timur.
Pagi itu juga jenasah Luna di kremasi dan di makamkan di pemakaman umum di dekat kios Bunga Rose.
Tujuannya agar dekat dengan semuanya yang sayang pada Luna.
Ratu Flower dan Selir Selena yang mengetahui kabar kematian Luna, menyempatkan diri untuk turun ke bumi dan memberi semangat pada Ekin.
__ADS_1
"Ekin, kalau kalian masih ada jodoh. Pasti akan bertemu di kehidupan yang lain." Kata Ratu Flower saat mereka masih berada di makam Luna.
"Walaupun aku belum sempat melihat wajah kamu, aku yakin kamu itu cantik. Hingga putraku tergila-gila padamu!"ucap Selir Selena yang merasa menyesal karena belum sempat melihat wajah kekasih putranya yang telah tiada kini.
"Luna itu gadis cantik, cantik wajah cantik pula Budi pekertinya. Pantaslah Ekin mencintai Luna, gadis selalu ringan tangan membantu sahabat-sahabatnya." kata Kirana selesai menaburkan bunga mawar di pusara Luna.
🗓️Flashback off.
"Itu berarti gadis yang bernama Ayumi ini benar-benar reinkarnasi dari Luna!" tebak Rosa yang menghampiri Ayumi dan mengusap wajah cantik dan halus gadis dihadapannya itu.
"Apa bibi Rosa, paman Andy melihat kemiripan Ayumi dengan Luna?" tanya Ekin yang ingin menyamakan pendapatnya selama ini, kalau Ayumi adalah reinkarnasi dari Luna.
"Kamu disini saja ya nak! apa kamu mencintai putraku Ekin?" tanya Selir Selena dengan mengulas senyumnya.
"E...sa..saya" ucap Ayumi yang terbata-bata dan memerahlah kedua pipi Ayumi, bagaikan udang rebus.
"Kamu akan menjadi pendamping putraku, berbahagialah kalian" ucap Selir Selena yang memeluk Ayumi dengan erat.
"Eh" Ayumi tak menyangka akan reaksi dari ibunda dari Ekin yang begitu respeck padanya.
"Akhirnya, Ekin kamu bertemu dengan jodohnya. Terus bagaimana dengan kamu putraku Leon?" tanya Yang mulia Arthur pada Leon yang tiba-tiba begitu saja, saat semua perhatian tertuju pada Ekin dan Ayumi.
Leon sangat terkejut saat ayahandanya menanyakan masa depannya.
"Apa yang aku khawatirkan, terjadi juga!" gumam dalam hati Leon, putra Raja Arthur dan Ratu Flower itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1