
"Iya ibunda" jawab Wallache seraya mengulas senyumnya. Dan diikuti oleh Asia dan Ariel mereka melanjutkan perjalanan.
Perjalanan mereka lancar sampai ke kerajaan Blue Minch.
Kembali ke dua mobil yang berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke arah kota GhuangZhou.
Mobil pertama di kemudikan oleh Tony dan Kirana juga Adelia ikut bersama dalam mobil itu.
"Tumben kamu mengalah sama putra kamu Ton?" tanya Kirana yang duduk bersama Adelia di kursi belakang mobil yang dikemudikan oleh Tony.
"Iya, memberi kesempatan pada yang muda dalam usaha untuk masa depannya. He..he..!" balas Tony sembari tersenyum.
"Oalah, paham-paham aku! ha..ha..!" seru Kirana sembari menatap Adelia dan Adelia membalasnya. .ereka pun saling membalas Senyuman.
"Semoga saja Dicky dan Ruby berjodoh!" ucap Adelia seraya menepuk pundak Tony secara pelan-pelan.
"Iya, semoga mereka berjodoh dan kamu bisa berbesanan dengan Ekin dan Ayumi" ucap Kirana yang ikut senang.
"Iya, semoga saja!" ucap Tony yang terus tersenyum karena membayangkan bisa berbesanan dengan Ekin, yang artinya keturunannya akan kembali menjadi penguasa kerajaan petir.
Sedangkan Dicky dan Ruby yang masih malu-malu, mengendarai mobil tepat di belakang Tony dengan kecepatan sedang.
"Dicky, kok kamu tega sih menyuruh ayah kamu satu mobil sama Tante Kirana dan Tante Adelia?" tanya Ruby yang sedikit tak enak hati.
"Nggak apa-apa, lagian biar ayah bisa menjaga dua wanita disana, sedangkan gadis di sini biar aku yang menjaganya." balas Dicky sambil tersenyum.
"Bisa saja kamu ini!" ucap Ruby yang tersipu malu saat mendengar ucapan Dicky baru saja.
Dicky menepikan mobilnya dan kemudian dia menghentikan laju mobilnya.
"Selama kamu belum ada yang memiliki, bolehkah aku menjadi penjaga hatimu?" tanya Dicky seraya memandang wajah putih bersih dan cantik bersinar milik Ruby itu.
Ruby terdiam sejenak, dan kemudian memandang ke arah Dicky dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.
Lalu gadis itu mengangguk seraya mengulas senyumnya.
"Jadi benar kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Dicky sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.
"Iya, aku mau menjadi kekasihmu kak Dicky" ucap Ruby yang kini meneteskan air matanya.
"Aku mencintaimu Ruby" ucap Dicky seraya menyeka air mata Ruby.
"Aku juga mencintaimu kak Dicky" balas Ruby seraya menggenggam jari-jari tangan Dicky yang menyeka air matanya.
Dicky kemudian menarik punggung tangan kanan Ruby dan menciumnya dengan mesra.
"Terima kasih Ruby, karena kamu telah menerima aku, aku janji akan menjagamu dengan sekuat dan semampu aku. Semua demi cinta kita" ucap Dicky yang kini wajahnya sangat berdekatan dengan Ruby.
"Iya kak Dicky" ucap Ruby yang saat ini dia memejamkan kedua matanya karena wajah Dicky yang semakin lama semakin dekat.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Dicky berbunyi,
"Drrrtt.... drrtt.... drrrtt...!"
Ciuman dari keduanya pun gagal terjadi, Dicky mengembalikan posisinya ke semula dan mengambil ponselnya di saku celananya.
Sementara Ruby membuka kedua matanya karena tak merasakan sentuhan dari Dicky.
Dicky kemudian membuka ponselnya dan membaca siapa yang menghubunginya itu.
"Ayah!" ucap Dicky yang kemudian .enerima telepon dari ayahnya Tony.
^^^📲"Halo ayah, ada apa?"^^^
📲"Kamu sekatang ada dimana?"
^^^📲"Ma'af ayah, Dicky berhenti sebentar. Karena ada uang sedang Dicky sampaikan pada Ruby"^^^
📲"Cepatlah sedikit, kami sudah sampai di perbatasan kota Ghuangzhou!"
^^^📲"Iya ya, Dicky akan segera menyusul!'^^^
📲"Cepatlah!"
^^^📲"Iya, iya yah"^^^
Dicky segera menutup ponselnya dan mulai melajukan mobilnya.
"Bigbos yang menelepon" jawab Dicky sembari mengulas senyumnya dan mobil itu melaju menuju ke perbatasan kota Ghuangzhou.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di perbatasan kota Guangzhou.
Dan mereka melanjutkan perjalan, dan tak berapa lama mereka telah sampai diperbatasan kota Guangzhou.
Sementara kisah di kota Ghuangzhou
Cerita di mana ketika suasana di rumah Aaron setelah di tinggalkan oleh Kirana dan Adelia yang pergi ke pesisir Z untuk berziarah ke makam Luna dan Senja yang akhirnya bertemu keluarga duyung.
Siang itu Caterina membantu Kelly dan Maggie untuk menjaga Kios bunga Rose.
Tiba-tiba ada sepasang pembeli yang membuat Maggie dan Kelly kewalahan.
Pembeli wanita meminta dibuatkan hand bucket yang cukup banyak, membuat Kelly ikut sibuk membantunya.
Sementara pembeli laki-laki sibuk memindahkan pot-pot bunga ke mobil mereka.
Caterina datang dari dalam kios karena selesai dari kamar mandi dan hendak kembali membantu Maggie dan Kelly dalam melayani pembeli.
"Kak, ada yang bisa Caterina bantu?" tanya Caterina menawarkan diri.
__ADS_1
"Tidak usah, kamu jaga saja hand buketnya dah ditunggu sama pemesan." jawab Kelly tanpa menoleh sama sekali ke arah Caterina.
"Anda pemesan hand buket ini?" tanya Caterina yang penasaran.
"Iya, saya pemesan buket ini, memangnya ada apa ya?" tanya wanita itu.
Terus siapa yang memasukkan pot bunga dalam mobil itu?" tanya Caterina yang sambil menunjuk ke arang laki-laki yang memindahkan pot bunga ke dalam mobil.
Mendengar ada yang memindahkan pot bunga ke dalam mobil, Maggie dan Kelly langsung menoleh dan kemudian meninggalkan pekerjaannya karena penasaran dengan oerkataan Caterina.
"Orang yang memindahkan pot bunga? hei dia malling!" seru Maggie yang langsung keluar dari dalam kios yang kemudian melihat apa yang terjadi,di luar kios, Maggiedengan seketika berteliak dan maling laki-laki itu.
"Maling...! maling ..!"
Kelly berteriak dan setengah berlari menghampiri laki-laki itu.
Wanita yang tadi memesan bunga itu merasa sudah keadaannya sudah tidak aman lagi, berlari menjauhi Maggie dan Caterina.
Merasa ada yang mencurigakan, Caterina menarik tangan si wanita itu kemudian dengan menggunakan tehnik penguncian, Caterina menarik kedua kedua tangan si wanita itu.
*Aaaghh..!" wanita itu mengerang kesakitan karenanya.
"Apa! jadi mereka mau maling di kiosku ya!" seru Maggie yang kemudian mengambill bilah bambu yang bersandar di dinding dan segera menghampiri laki-laki itu.
"Dasar maling! kembalikan semua pot-pot bunga itu!" seru Kelly pada saat sudah berada di depan maling laki-laki itu.
Maling laki-laki itu melihat ke arah teman perempuannya dan segera dia mengambil pisau dari balik bajunya dan hendak menodongkan ke arah Kelly.
Maggie yang membawa bilah bambu itu menggunakan bilah bambu itu untuk memukul tangan maling laki-laki itu agar melepaskan pisau yang dia pakai untuk menyerang Kelly. itu.
"Plukk..!" pisau itu jatuh ke lantai di bawah kaki si maling laki-laki itu.
Tak berapa lama, Kiaro datang bersama Vivian yang pulang dari sekolahnya.
"Vivian pulang!' ucap Vivian saat turun dari seketika sepeda motor.
"Vivian tetap disini!" seru Kiaro saat selesai memarkirkan sepeda motornya dan melihat suasana kios yang tak seperti biasanya.
Gadis cilik itu menurut saja dan tak bergerak dari posisinya.
...~Â¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Tpafa saa'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...