
"Iya Ibunda..!" jawab Ekin seraya menatap ibundanya yang kini berkaca-kaca.
"Kamu kenapa..? kan sudah ada aku, yang sudah meninggal, buat apa di tangisi..?" ucap Yang Mulia Arthur seraya menyeka air mata Selena yang turun ke pipinya.
Ratu Flower menemui Rosa dan membelakangi Yang mulia Arthur dan Selir Selena yang sedang bermesraan.
"Ma'af Yang mulia, makan siang sudah di hidangkan..!!" ucap seorang dayang seraya menundukkan kepalanya.
"Baiklah, ayo kita semua makan sama-sama..!!" ucap yang mulia Arthur pada semua orang yang ada di ruang pertemuan.
Dan semuanya makan siang dengan santai di ruang makan istana.
Setelah acara makan bersama, mereka kembali ke aula pertemuan.
Yang mulia Raja Arthur menyampaikan sesuatu pada Aaron.
"Aaron..! Kemarilah...??" seru yang mulia Arthur dan Aaron mendekat pada Yang mulia Arthur seraya menunduk hormat.
"Mulai besok, kamu menggantikan ayah kamu kembali menjadi Panglima
Langit..!!" kata Raja Arthur dengan wibawanya.
📆Flashback Off
"Kamu harus tahu apa yang dikatakan Archie padaku tentang kutukannya!" kata Aaron dengan mengulas senyumnya.
"Kalian harus menikah!!" seru Bocan yang menyela.
"Ibu...! seharusnya biarkan aku yang bicara sendiri sama Kirana Bu!" seru Aaron dengan kesal.
"Apa? kutukan hi..hilang kalau kita menikah?" tanya Kirana yang ingin mempertegas pendengarannya.
"Iya!" jawab singkat Aaron.
"Wah, aku setuju itu. kayak cerita dongeng saja!" sahut Maggie.
"Trus kita akan menikah kapan?" tanya Kirana dengan semangat.
"Setelah Aaron menyelesaikan dua misinya!" sahut Andy dan lagi - lagi Aaron menggerutu kesal.
"Ayah sama ibu sama saja! biarkan aku yang ngomong sendiri sama Kirana!" gerutu Aaron sebal.
"Ha...ha..ha...!!"
Semuanya tertawa karena ucapan Aaron.
"Aaron kenapa kamu pakai ikat kepala seperti itu, dan tadi sempat lihat kamu naik awan ya? seperti di film kesukaanku saja?" tanya Kirana penasaran.
"Ibu dan Ayah jangan menjawab, biar Aaron yang menjawab!" seru Aaron ketika ayah dan ibunya yang mau menjawab pertanyaan dari Kirana.
"Ayah dan ibukan cuma mau membantu saja, masak nggak boleh?" tanya Bocan seraya tersenyum, karena niatnya hanya menggoda putranya yang sedang kasmaran pada kekasihnya.
"Kan Kirana bertanyanya sama Aaron, iya kan sayang?" jawab Aaron sekaligus bertanya pada Kirana.
__ADS_1
"Iya-iya sudahlah! nggak baik bertengkar sama orang tua. Berdosa tau...!!" seru kirana, seraya menepuk lengan kanan Aaron.
"Iya ma'af ya ibu dan ayah!" ucap Aaron menyesali diri.
"Iya, kami juga minta ma'af! aku hanya menggoda kamu kok Aaron!" ucap Bocan seraya tersenyum.
"Nah sudah kan? ayo mulailah bercerita!" kata Kirana yang kembali menepuk lengan kanan Aaron.
"Aku mulai saat pengangkataku sebagai Panglima Langit oleh Yang Mulia Arthur. Dengarkan baik-baik ya!" seru Aaron yang kemudian mulai bercerita.
📆Flashback On
"Bersumpah lah untuk jabatanmu sekarang Aaron" kata Yang Mulia Arthur.
Aaron maju dan mengeluarkan pedang cahayanya dan memposisikan tepat di depan dahi,hidung dan mulutnya.
"Saya Aaron dewa Perang, yang menjabat sebagai Panglima di Istana Langit, bersumpah : Akan selalu menjaga keamanan dan kenyamanan istana langit dan Bumi dari segala macam bentuk serangan dan bencana Alam." ucap Sumpah Aaron.
"Bagus Aaron, ada dua misi yang menanti untuk kamu selesaikan." kata Yang Mulia Arthur yang memberi Aaron dua gulungan daun lontar dan sebuah ikat kepala yang langsung yang mulia Arthur pasangkan di kepala Aaron.
"Aaron, ikat kepala ini akan mengecil jika kamu keluar dari misi. Kamu mengerti kan?" tanya Yang mulia Arthur pada saat selesai memakaikan ikat kepala yang berwarna putih di kepala Aaron.
"Terima kasih yang mulia, hamba akan menyelesaikan misi yang anda berikan dengan sebaik mungkin." ucap Aaron seraya menyilangkan tangan kanannya di dadanya, dengan tangan kiri memegang dua gulungan misi untuknya.
Kemudian Aaron mundur beberapa langkah dan kembali menuju ke barisan para dewa lainnya.
"Untuk kedua putraku Leon dan Ekin, belajarlah tata kenegaraan. Karena kalianlah penerusku nantinya." kata Yang mulia Arthur dengan wibawanya.
"Ini misi Aaron, bukan misi kamu !" seru Yang mulia Arthur dengan menatap Ekin sedikit kecewa.
"Maaf ayahanda, ananda akan mematuhi titah yang Mulia" ucap Ekin yang menyilangkan tangan kanan di dadanya dan menunduk di tepat di hadapan Ayahandanya.
"Bagus Ekin" ucap yang mulia Arthur.
"Aaron, kemarilah dan pakailah ini" kata Ratu Flower pada Aaron.
"Baik yang mulia Ratu!" balas Aaron yang kemudian melangkahkan kaki menghampiri Ratu Flower.
Ratu memberikan sebuah kalung berliontin peluit emas.
Dan Aaron menerimanya seraya menundukkan kepala dan kemudian memakainya.
"Tiuplah" kata Ratu Flower dan Aaron menurutinya.
"Priiiiiiiit....!!"
Bunyi peluit itu melengking dan dalam sekejap datang gumpalan asap putih kecil di hadapan Aaron.
"Coba naiklah Aaron" kata Ratu Flower dan Aaron melompat menaiki awan putih kecil itu.
Awan putih kecil itu diam saja seolah menurut dengan peniup peluit.
"Aaron, pergunakanlah awan ini untuk menyelesaikan misimu." ucap Ratu Flower seraya mendongak ke arah Aaron yang kini lebih tinggi posisinya.
__ADS_1
"Baik Yang mulia Ratu" ucap Aaron yang bersikap hormat.
Semua orang di buat terkagum oleh Aaron yang langsung menguasai awan putih kecil itu.
Aaron berputar dan berkeliling di halaman Istana langit.
Beberapa saat kemudian Aaron turun dari awan tersebut, dan dia menghadap pada yang Mulia Arthur.
"Yang Mulia, apakah sebelum bertugas hamba boleh menemui Kirana?" tanya Aaron yang sebetulnya sedikit ragu, namun tetap rasa ingin tahunya yang mengalahkannya.
"Boleh, tapi sebentar saja!" kata Yang mulia Arthur.
"Terima kasih Yang mulia." balas Aaron dengan senyum mengembangnya.
📆Flashback Off.
"Dan sejak Aaron diangkat menjadi Panglima Langit, Ayahnya Aaron secara otomatis pensiun dari jabatannya sebagai Panglima Langit." Bocan yang menambahkan.
"O, begitu! trus kenapa kamu bisa naik awan Kinton?" tanya Kirana penasaran.
"Awan Kinton? apa itu?" tanya Aaron yang tak tahu maksud Kirana.
"Haa...ha...ha..! itu nama awan yang bisa di tumpangi dalam film kartun di televisi!" ucap Maggie yang mengerti maksud Kirana.
"Oh awan tadi ya, namanya awan putih kecil. Di pinjamkan oleh Ratu Flower untuk menjalankan misi yang Raja Arthur berikan pada Aaron! Jadi namanya bukan awan Kinton ya Kirana!?" jelas Aaron seraya tersenyum.
"Iya...iya, Kirana tahu. Bolehkah aku naik ke awan putih kecil itu?" tanya Kirana sembari tersenyum dan dengan tatapan memohon.
"Boleh, Ayo...!!" jawab Aaron yang langsung menggenggam jari tangan kanan Kirana dan mengajak Kirana berjalan menuju keluar kios bunga Rose.
Andy, Bocan dan Maggie tersenyum seraya menggelengkan kepala mereka masing-masing.
"Dasar seperti anak kecil saja!" seru Andy yang berada di belakang Bocan.
"Ah, suamiku dulu juga begitu!" balas Bocan seraya menyandarkan tubuhnya di dada bidang Andy.
"He..he..! aku lupa kalau juga pernah seperti itu!" ucap Andy sambil tersenyum dan di ikuti oleh Bocan yang juga tersenyum.
"Wah, seperti apa ya rasanya naik awan Kinton!?" seru Maggie yang kemudian menghamburkan dirinya keluar dari kios Bunga Rose, untuk sekedar melihat awan putih kecil itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1