Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Aaron Tiba di Kerajaan Langit)


__ADS_3

"Apa sudah ingat sayangku?" tanya Aaron sambil mengulas senyumnya.


"He..he..! ma'af ya sayang, tadi lupa'' ucap Kirana yang kemudian memeluk suaminya dan juga memberikan beberapa kecupan pada suaminya.


"Aku pamit ya, jaga diri kamu baik-baik!" pesan Aaron seraya mengecup kening istrinya dan dia bangkit dari duduknya.


Aaron kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu balkon.


Kirana juga bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian melangkahkan kaki mengikuti suaminya.


Sesampainya di balkon, Aaron membunyikan peluitnya untuk memanggil awan putih kecil.


"Priiit....!"


Tak berapa lama awan putih kecil datang tepat di depan Aaron.


"Sayang aku pergi dulu ya" ucap Aaron yang sudah naik ke atas punggung awan putih kecil.


"Iya, hati-hati. Salam untuk semua orang yang ada di kerajaan Langit ya!' seru Kirana seraya melambaikan tangannya.


"Termasuk dayang dan prajurit ya?" goda Aaron sembari tersenyum dan membalas lambaian tangan isterinya.


"Iya kalau suamiku mau menyampaikan salam ku sama satu persatu dari mereka! he..he..!" balas Kirana yang terkekeh membayangkan Aaron yang sibuk menyampaikan salamnya pada ratusan dayang dan prajurit istana Langit.


Aaron hanya bisa menggelengkan kepala dan mengulas senyumnya.


Awan putih kecil yang membawa Aaron itu kemudian melesat menuju ke Istana langit.


Setelah suaminya menghilang dari pandangannya, Kirana masuk kembali ke kamarnya dan menutup serta mengunci pintu yang menuju balkon itu.


Kurang lebih satu jam lamanya, Aaron telah sampai di halaman istana langit.


Setelah Awan putih kecil itu terbang merendah dan berhenti, Aaron turun dari punggung awan putih kecil itu.


"Terima kasih awan putih kecil, nanti panggil lagi saat aku mau turun ke bumi." ucap Aaron pada Aawan putih kecil.


"Iya tuan, jawab Awan putih kecil itu yang kemudian melesat meninggalkan Aaron dan Istana Langit.


Aaron kemudian melangkahkan kakinya menuju ke Aula pertemuan dimana Yang Mulia Arthur dan para petinggi kerajaan sedang berkumpul membahas kemajuan kerajaan.


"Berhenti panglima Aaron!" seru seorang Prajurit penjaga pada saat Aaron hendak masuk ke ruang aula pertemuan.


"Ma'af, saya mau bertemu dengan yang mulia. Ada hal penting yang harus saya sampaikan!" ucap Aaron pada prajurit penjaga itu.


"Baiklah akan saya sampaikan, sebaiknya anda disini terlebih dahulu!" ucap Penjaga itu pada Aaron dan Aaron menyetujuinya.

__ADS_1


"Baiklah saya akan tunggu sampai yang mulia memberikan ijin pada saya" ucap Aaron yang mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang aula pertemuan.


Prajurit itu kemudian masuk ke ruang aula pertemuan.


"Mohon ma'af yang Mulia Raja Arthur, hamba mengganggu sebentar." ucap sang prajurit itu dengan sopan.


"Ada apa prajurit? apakah ada yang datang ke Istana Langit ini?" tanya Yang Mulia Raja Arthur yang penasaran.


"Iya yang mulia, ada panglima Aaron yang datang . Dan beliau ada di depan pintu ruan Aula Pertemuan ini yang mulia." ucap prajurit itu dengan hormat.


'' Cepat suruh dia kemari, pasti ada berita penting dari Bumi!' seu Yang Mulia Raja Arthur.


"Baik Yang Mulia!" ucap Prajurit itu yang kemudian undur diri dari hadapan Yang Mulia Raja Arthur.


Prajurit itu kemudian keluar dari ruangan dan menemui Aaron yang berdiri membelakangi Aula pertemuan, karena sedang menebarkan pandangannya ke seluruh halaman Istana Langit dengan kedua tangannya di belakangnya.


"Panglima Aaron, anda dipersilahkan untuk masuk. Yang Mulia sudah memberikan ijin" kata Prajurit itu.


Aaron membalikkan badan dengan wibawanya dan menepuk bahu sebelah kanan prajurit itu, dengan tangan kirinya.


"Terima kasih" ucap Aaron yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke ruang Aula Pertemuan dimana Yang Mia Arthur menantinya dengan rasa penasaran.


"Hamba Panglima utusan ke Bumi datang menghadap yang Mulia Raja Arthur!" ucap Aaron sembari menyilangkan tangannya dibahu sembari menundukkan kepalanya.


"Yang mulia, hamba mau menyelamatkan manusia yang terjebak di dunia kucing" jawab Aaron yang membuat Archie yang berada di ruangan itu menoleh, yang sebelumnya dia bersikap acuh dan tak menghiraukan kedatangan Aaron.


"Manusia yang terjebak di dunia Kucing?" tanya Archie yang penasaran.


"Siapa kah dia Aaron, apa kita mengenal dia?" tanya Andy yang berdiri berdampingan dengan Rosa isterinya.


"Ayah, dia adik dari tubuh ayah!" jawab Aaron lirih namun bisa di dengar semua orang.


"Adik dari Andy? apakah Adel, Adelia yang kamu maksudkan?" tanya Andy yang penasaran.


"Benar ayah, dia Adelia yang diculik oleh saudara dari si kucing hitam pengutuk ini." jawab Aaron sembari melirik ke arah Archie.


Archie pun menoleh dan tak percaya, dan dia bertanya kembali pada Aaron.


"Apollo atau Boots? kamu tahu dari mana?" tanya Archie yang penuh selidik.


"Putraku Kiaro berkenalan dengan seorang gadis, dan tak tahunya dia manusia setengah kucing." ucap Aaron yang mencoba menjelaskan.


"Manusia setengah kucing?" tanya Yang Mulia Raja Arthur yang penasaran.


"Iya, namanya Caterina. Putri dari Apollo dan Adelia." jawab Aaron.

__ADS_1


"Pada waktu itu Kiaro hendak mengenalkan seorang gadis pada kami. Dan pada sore malam harinya, gadis itu tidak ada, kami pun menyelidikinya dan yang kami lihat di kamera Cctv, tidak ada seorang gadis yang pergi dari kamar tamu tersebut Tapi yang ada seekor kucing dengan tiga warna." lanjut cerita Aaron.


"Apa kucing itu perubahan wujud dari Caterina?" tebak Ratu Flower yang ikut menyimak cerita Aaron .


"Pada waktu itu kami tak menaruh curiga, tapi istri hamba yang mencurigainya." ucap Aaron yang kemudian bercerita.


🗓️Flashback on.


Tokk...! tokk....! Tokk...!"


Kirana mengetuk pintu kamar Kiaro.


"Ya sebentar!" seru Kiaro yang menanggapinya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


"Klek... klek...ceklek..!"


"Ibu, ada apa ya Bu?" tanya Kiaro yang membuka pintu dan mendapati ibunya yang ada dihadapannya.


"Ibu hanya ingin bersama kamu sebentar!' ucap Kirana yang kemudian masuk ke kamar Kiaro.


"Tumben Bu, memangnya ada apa?" tanya Kiaro yang penasaran.


"Ibu boleh memangku kucing kamu?" tanya Kirana yang melihat Caty dengan berkenyit, dan Caty tak berani melihat kearah Kirana.


Kucing itu merasakan sesuatu pada Ibunda Kiaro.


"Boleh Bu, kenapa ibu tiba-tiba ingin memangku kucing itu?" tanya Kiaro penasaran.


"Ibu kangen Oyen, kucing perwujudan Ayah kamu saat bertemu ibu dulu." ucap Kirana seraya memindahkan Kucing tiga warna itu ke pangkuannya, dan Kirana membelai kucing itu dari kepala hingga ke punggungnya.


"Tapi Oyen bulunya kan Oranye Bu" ucap Kiaro yang mensejajarkan duduknya disamping ibunya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2