Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Kunti (Masih Cerita di Warung Makan)


__ADS_3

Tangisan Asep pecah saat ia melihat jasad istrinya. Ia juga melihat kaki Lasmi yang dipenuhi darah. Ia telah kehilangan dua orang yang dicintainya dalam hidup.


Lasmi yang melihat tangisan Asep ingin sekali memeluk sang suami. Di hari itu juga jasad Lasmi dimandikan. Rumah Asep yang biasanya sepi tiba-tiba dipenuhi orang yang berbela sungkawa.


Sebelum dikuburkan, janin yang ada di perut Lasmi dikeluarkan. Asep begitu terpukul dan keluarganya mencoba menenangkan Asep dan memberi tahu Asep agar mengikhlaskan kepergian Lasmi dan calon anaknya.


Merasa bahwa kematiannya menyebabkan banyak kesedihan, Lasmi nggak terima dengan kematiannya tersebut. Ia dendam pada orang yang menabraknya. Dendam kesumat yang menyelimutinya membuat wujudnya berubah. Tatapan matanya yang sebelumnya teduh berubah menjadi sorotan berwarna merah darah. Wajahnya yang ramah berubah menyeramkan. Saat menyadari sosoknya berubah menjadi kuntilanak merah, ia berteriak dan tertawa melengking. Sebuah tawa yang menakutkan sekaligus memilukan.


Lasmi tetap datang menemani sang suami yang kesepian. Lasmi tahu usahanya sia-sia namun ia ingin tetap dekat dengan sang suami. Lasmi selalu menunggu di tempat dirinya meninggal. Menunggu mobil yang menabraknya melintas.


🗓️Flashback off.


"Boleh percaya atau tidak, semua dikembalikan ke kalian. Entah itu kerjaan Lasmi beneran atau cuma kerjaan jin untuk memperdaya manusia" ucap si kakek itu.


"Aku juga punya cerita, horor paling seram yang diangkat dari kisah nyata seorang mantan Mahasiswa yang pernah kuliah di Kampus desa Lawers. Menurut pengakuan Adi salah satu mahasiswa, cerita horor paling seram tersebut memang nyata adanya, dimana ia pernah bertemu dengan sosok makhluk halus berwujud wanita." ucap pemilik warung, Aaron dan yang lainnya menyimak cerita tersebut.


"Kisahnya seperti ini...!" ucap pemilik warung yang menghidangkan makanan yang tadi dipesan dan kemudian menceritakan apa yang dia dengarkan dan ketahui.


Latar tahun kejadian adalah berkisar 2017-2018 yang notabene di tahun tersebut menjadi awal-awal merebaknya game online via mobile atau Handphone.


Adi pun seringkali menghabiskan waktunya untuk bermain game online hingga larut malam di dalam rumah kostnya.


Pada suatu malam, di sela-sela jeda bermain, Adi mulai merasa lapar, ia pun memutuskan untuk keluar dan mencari makanan di warung dekat kampusnya.


Kejadian saat itu menunjukkan waktu sekitar 00.15, atau tengah malam. Adi memutuskan untuk berjalan kaki menuju warung yang sudah menjadi langganannya.


Adi memilih jalan kaki saat tengah malam tersebut bukan tanpa alasan, sebab motornya saat itu sedang dalam perbaikan, sehingga belum bisa digunakan.


Ia berjalan kaki dari kost menuju warung di dekat kampus dengan memilih jalan yang menurutnya memiliki waktu tempuh lebih singkat.


Namun, jalanan tersebut sangat sepi dan sunyi jika dibandingkan jalan utama lainnya yang kala itu juga masih ramai oleh aktivitas banyak orang di malam hari.

__ADS_1


Jalan yang dipilih oleh Adi tersebut adalah sebuah jalan kompleks perumahan yang sepi, sebab kebanyakan digunakan sebagai perkantoran.


Sedangkan aktivitas perkantoran biasanya berlangsung hanya pada siang hari hingga sore. Alhasil di malam harinya tidak ada lagi aktivitas manusia disana.


Singkat cerita, Adi telah selesai membeli makanan dari warung langganannya, dan ia pun memutuskan untuk pulang ke kost dengan melewati jalan kompleks yang sebelumnya dilalui.


Adi berjalan dengan tenang sambil membawa makanan yang dibungkus dalam plastik. Di tengah perjalanan, ia merasakan hal yang tidak biasa.


Suasana kala itu tidak sama seperti ketika ia berangkat menuju warung sebelumnya, dimana saat itu udara terasa begitu dingin hingga sedikit membuat perasaan Adi was-was.


Adi berjalan di sepanjang jalan komplek yang sepi sambil berusaha menenangkan perasaannya yang mulai merasa tidak nyaman.


Ia secara tak sengaja menangkap sebuah sosok berwarna putih sedang duduk di atas pohon dari ujung matanya.


Adi yang tidak ingin terlihat ketakutan, akhirnya memutuskan untuk terus berjalan sambil terus bersikap tenang seakan di sana ia tidak melihat apapun.


Langkah demi langkah, Adi pun kian mendekat ke arah jalan di mana pohon tempat sosok putih itu berada, ia mulai mendengar suara lantunan seperti tembang atau nyanyian dari atas pohon tersebut.


Tidak hanya itu, ternyata ada helaian rambut memanjang dari atas pohon yang dilaluinya itu, ia pun terpaksa harus menginjak helaian rambut yang menjulur di ruas jalan tersebut.


Namun, seketika sosok kuntilanak yang tadinya berada di atas pohon tersebut berpindah secara tiba-tiba di depan wajah Adi.


Lantas kuntilanak itu kemudian menirukan bacaan istighfar yang diucapkan Adi karena Adi itu seorang muslim.


Kuntilanak itu menyebut astagfirullahaladzim sebanyak tiga kali sambil menggerakkan leher dan kepalanya ke kiri dan ke kanan secara cepat.


Sontak membuat Adi tidak sadarkan diri seketika, ia pingsan di jalan kompleks. Ia kemudian dibangunkan oleh seorang tukang sapu di kompleks tersebut saat menjelang subuh.


"Jadi begitulah ceritanya" ucap pemilik warung makan itu yang menyelesaikan ceritanya.


"Sudah, sebaiknya kalian makan dan habiskan makanan yang sudah dihidangkan oleh si pemilik warung tadi" kata si Kakek yang tadi juga bercerita.

__ADS_1


"Oiya, mari makan kek!" ajak Kiaro sembari mengulas senyumnya.


"Aku sudah makan dan sudah kenyang, karena baru saja selesai makan. Kalian saja makan yang banyak, karena setelah warung makan ini di desa Lawers kalian tak akan menemukan warung makan lagi." ucap si kakek.


"Kalau begitukah? kalau begitu kami pesan lagi makanan yang sama dan jumlah yang sama pula ya!" pesan Aaron pada pemilik warung makan.


"Iya, akan saya buatkan tuansetelah melayani pembeli yang lain dulu!" balas pemilik warung itu.


"Oiya!" balas Aaron.


Kemudian Aaron dan yang lainnya makan makanan yang ada dihadapannya itu.


Tak berapa lama, mereka telah selesai makan dan masih tetap di warung makan itu karena menunggu pemilik warung makan itu membuatkan makanan.


"Sudah selesai ya makannya ya?" tanya si kakek yang melihat Aaron dan yang lainnya telah selesai makan.


"Kami sudah selesai makan, apa kakek masih punya cerita lagi?" jawab sekaligus tanya Kiaro.


"Ha..ha..! benar, kakek masih punya banyak cerita tentang makhluk halus yang sedang merekabicarakan.


Kemudian si kakek itu kembali akan bercerita tentang apa yang dia ketahui tentang si Kunti itu ,


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2