Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Kirana yang di Teror


__ADS_3

"Hei kalian bertiga, mau sampai kapan mengenang Luna terus?" terdengar suara seorang wanita yang sangat mereka kenal.


"Ibu..!"


"Bocan..!"


"Bibi..!"


Panggil dari Aaron, Kirana dan Ekin secara bersamaan.


"Luna sudah tenang di sana. Sekarang yang kalian pikirkan masa depan kalian." kata Bocan yang berdiri di samping Aaron.


"Kami cuma kangen saat-saat bersama Luna Bocan." kata Kirana yang sembari menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.


"Kita semua kehilangan dia, dan kalian berdua harus kembali ke kerajaan langit secepatnya, agar kita bisa merayakan pernikahan Tony dan Maggie bersama-sama!" ucap Andy yang sedari tadi diam seraya menepuk pundak Aaron.


"Baiklah Aaron, aku sudah siap untuk kembali ke kerajaan Langit. Benar kata paman Andy, kita harus kembali ke kerajaan langit." ucap Ekin dan Aaron diam saja.


"Ini berarti aku akan berpisah lagi dengan Kirana?" tanya Aaron yang kemudian menatap Kirana dengan rasa yang ingin berpisah lagi.


"Tiga Minggu lagi kan kamu pulang ke sini. Jangan khawatir, aku akan setia menunggumu!" ucap Kirana seraya tersenyum.


"Baiklah, bolehkah aku memelukmu sebentar saja?" pinta Aaron yang dengan memohon.


"Iya-iya sana, dasar bucin! seru Bocan yang kemudian dia, Andy dan Ekin memalingkan tubuh mereka membelakangi kedua sejoli itu.


Aaron dan Kirana tersenyum melihat tingkah ketiganya dan kemudian mereka saling berpelukan untuk melepas kangen mereka.


"Kirana, aku merindukanmu!" bisik Aaron di telinga Kirana.


"Aku juga merindukanmu Aaron!" balas Kirana yang juga berbisik di telinga Aaron.


"Woi, sudah belum!" goda Ekin sembari mengulas senyumnya.


"Hadeuh baru saja meluk, belum cium kening, cium bibir dan lainnya! he..he..!' ucap Aaron yang terkekeh.


Kirana pun mencubit perut Aaron dengan gemasnya.


"Auw .!" Aaron yang pura-pura kesakitan.


"Aist, mereka buat aku ilfeel saja! " Ekin yang membatin dan mengusap wajahnya dengan Kasar.


"Cepatlah Aaron, ibu dan ayah juga ada kepentingan lain!" seru Bocan.


"Iya, iya! temu kangen kita dibatasi sayang!" seru Aaron yang kemudian mencium kening Kirana dan demikian Kirana juga mencium kening Aaron.


Dan tiba-tiba, "cupp!" Aaron mengecup bibir cerry Kirana.


Kirana terkejut dibuatnya.


"Sudah belum?" tanya Andy yang sedikit kesal, karena Aaron sengaja mengulur waktunya.


Aaron tak menggubrisnya, dia memeluk kembali kekasihnya itu.

__ADS_1


Bocan tanpa ragu lagi membelokkan tubuhnya, dan melihat putra dan Kirana saling berpelukan.


Tanpa sungkan, Bocan menarik daun telinga Aaron.


"A..aaauw...!" Aaron mengerang kesakitan.


"I..ibu!" panggil Aaron yang terkejut dan kemudian melepaskan pelukannya pada Kirana.


"Cukup sudah waktu yang kami berikan, cepatlah kalian kembali ke kerajaan langit. Supaya kami tidak kena marah oleh Yang Mulia raja Arthur.


Andy dan Ekin kemudian membalikkan badan mereka.


"I..iya ibu!" ucap Aaron yang kemudian mengusap rambut dan dilanjut memegang tangan Kirana.


"Aku pergi ya!" pamit Aaron yang masih enggan meninggalkan Kirana.


"Iya, jangan lupa ingat selalu Kirana ya!" ucap Kirana saat Aaron sudah melepaskan tangannya.


"Pasti!" balas Aaron sambil mengulas senyum.


"Kirana, jaga dirimu baik-baik ya!" ucap Ekin yang kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Bocan dan Andy


"Paman dan bibi, Saya pamit ke pulang ke istana langit!" ucap pamit Ekin.


"Iya, hati-hati. Sampaikan salam ku pada semua keluarga kamu ya!" ucap Bocan.


"Iya bibi!" jawab Ekin dan Aaron juga memeluk kedua orang tuanya.


Kemudian Aaron meniup peluitnya dan datanglah awan utuh kecil di hadapannya.


"Kirana, sampai jumpa lagi!" seru Aaron seraya melambaikan tangannya dan demikian dengan Ekin.


Kirana, Bocan dan Andy pun membalas lambaian keduanya.


Setelah Aaron dan Ekin menghilang dari pandangan mereka, Andy melangkahkan kakinya menuju pembangunan rumahnya yang hampir selesai.


Sementara Bocan mengajak Kirana membuat buket-buket bunga pesanan customer. Kelly dan Jimmy sedang kuliah sedangkan Tony dan Maggie sedang Fitting baju pengantin.


Sore harinya, semua pekerja bangunan sudah pulang kerja.


Andy dan Bocan mengantar pesanan buket, Maggie dan Tony belum kembali dari fitting baju pengantin.


Demikian pula dengan Kelly dan Jimmy yang juga belum pulang dari kuliah mereka


Kirana berada di kios sendirian.


Saat hendak masuk ke dalam kios, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Kirana, sayang!" suara itu tak asing di telinga Kirana.


"Aaron? apa benar itu suara Aaron?" kata dalam hati Kirana yang kemudian membalikkan badannya.


Terlihat sesosok pria dengan tubuh tegap, sama persis dengan kekasihnya.

__ADS_1



"A..Aaron, ka..aku kah itu?" tanya Kirana yang tak percaya apa yang di lihatnya.


"Iya, ini aku sayang!" ucap sesosok Aaron itu.


"Bu..bukankan ka..kamu sudah kembali ke istana langit?" tanya Kirana yang masih belum percaya.


"Kamu tak percaya padaku, sayang?" tanya sesosok Aaron itu yang kemudian mendekati Kirana.


"Belum, ceritakan bagaimana kisah kita saat saling bertemu?" tanya Kirana yang hendak menguji.


"Kita pertama kali bertemu saat wujudku menjadi seekor kucing berwarna Oranye. Saat itu aku terserempet sebuah mobil dan kamu menolongku" jelas sesosok Aaron itu.


Kemudian sesosok Aaron itu menceritakan secara detail saat mereka di dunia siluman.


"Ceritanya sama persis, tapi aku belum yakin. Mengingat apa yang terjadi dengan Luna kemarin. Siluman Ular Kobra merubah dirinya sebagai Ekin dan Luna Terpedaya!" Kirana yang membatin dan terus mencari sesuatu yang membuat orang yang ada di hadapannya itu bukan Aaron.


"Bisakah kamu ceritakan, siluman apa yang pertama kali kamu binasakan saat menjadi Oyen?" tanya Kirana penasaran.


"Siluman yang pertama aku binasakan adalah..!!" sesosok seperti Aaron itu menatap Kirana seolah membaca pikiran Kirana.


"Siluman tikus! siluman tikuslah siluman yang Oyen binasakan pertama kalinya." ucap sesok yang mirip Aaron itu.


"Apa? itu juga benar?" kata dalam hati Kirana yang bingung.


"Nona beri pertanyaan lagi, dan jangan kamu membatin jawabannya!" suara dari dalam tubuh Kirana yang memberitahu sesuatu.


"Ba..baik akan saya coba!' kata dalam hati Kirana.


"Bagaimana? masih belum percaya kalau aku Aaron?" tanya sesosok yang menyerupai Aaron itu.


"Aku masih ada satu pertanyaan, siapakah gadis yang mencintai kamu sebelum aku?" tanya Kirana yang dalam hatinya selalu menyebut Luna.


Pria itu menatap Kirana tajam dan kemudian dia menyebutkan sebuah nama.


"Luna! dialah yang pertama kali mencintaiku!" jawab pria itu.


Kirana sedikit tersenyum namun juga terbesit ketakutan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


"


__ADS_2