
"Sudah aku duga sebelumnya kalau dia bukan dari bagian kita." kata Boots dengan senyum sinisnya.
"Ayahanda dan Ibunda, ma'afkan aku. Akulah yang bersalah, aku yang memaksa Adelia untuk masuk menjadi bangsa seperti kita yaitu bangsa kucing." jelas Apollo.
"Apapun alasannya, kami harus memenjarakan Adellia ke ruang bawah tanah!" seru Freyja geram.
"Ini kesalahan saya, biar saya yang menggantikan posisi Adelia." ucap Apollo yang dengan rasa beraalahnya pada istrinya.
"Hamba sudah bisa menerima kenyataan, kalau memang hamba harus di penjara. Tapi bolehkah saya bertemu dengan putri hamba untuk terkhir kalinya?" tanya Adelia yang memohon.
"Baiklah, akan kami penuhi apa yang jadi permintaanmu itu.";ucap Freyja yang sebetulnya masih ada rasa perhatian pada Adelia.
"Ovinnix, panggilkan Caty kemari!" seru Freyja pada cucu pertamanya.
"Baik Nenek!" ucap Ovinik yang kemudian berangkat menuju ke kamar Caty.
Belum sempat Ovinix sampai ke kamar Caty, Caty sudah keluar dari kamarnya dan melangkahkan kakinya menghampiri Ovinix.
Hari sudah menjelang malam, dan Caterina berubah menjadi kucing.
"Caty!" panggil Ovinnix saat melihat Caty yang berjalan tergesa-gesa.
"Ada apa Ovi?" tanya Caty yang menghampiri Ovinnix
"Ibu kamu ingin bertemu dengan kamu!" jawab Ovinnik.
"Iya, aku juga mau ketemu dengan ayahanda dan Ibunda." ucap Caty yang kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke kamar kedua orang tua Caty.
Caty sangat terkejut saat melihat ibunya yang dalam wujud manusia di kerumuni banyak orang.
"Ibu!" panggil Caty yang berubah wujud menjadi kucing tiga warna saat ini.
"Caty!" balas Adelia yang keduanya saling berpelukkan.
"Ayah ibu, saya mohon biarkan sebentar kami saling bicara secara pribadi" ucap Apollo yang tak tega melihat keadaan keluarganya.
"Baiklah kami memberikan ijin pada kalian untuk berkomunikasi yang terakhir kalinya." ucap Freyja dengan tegas.
"Terima kasih Bu!" ucap Apollo dan kemudian semua keluar dari kamar Adeline dan Apollo itu, semuanya meninggalkan keluarga kecil itu berbicara untuk yang terakhir kalinya.
🗓️Flashback off.
"Nah dari situlah kecurigaan kami benar adanya. Maka dari itu kedua orang itu perlu dihukum!" seru Boots dengan geram.
"Archie sayang sekali, saudara kamu itu telah melanggar peraturan yang ayahanda buat. Maka layaknya lah mereka di penjara." ucap Baasty.
"Sayang sekali, padahal Ibunda sudah sangat menyukai Adelia. Dia begitu Manis dan perhatian pada bunda." ucap Freyja yang menyesalinya.
"Apakah boleh kami membawa Adelia kembali ke dunia manusia?" tanya Oyen dengan hati-hati.
"Membawa Adelia itu tidak boleh!" seru Baasty dengan tatapan tajam.
"Kenapa? apa alasannya ayahanda, bukankah yang bersalah itu saudara Apollo, Adelia itu korbannya saudara Apollo?" tanya Archie yang melihat kenyataannya
"Apa kamu ingat yang Ibunda katakan saat kalian kecil? " tanya Freyja yang berubah sangat khawatir.
"Apa tentang penyihir Kadabra, bunda?" tanya Archie yang mencoba menebaknya.
"Benar, ancaman dari Penyihir Kadabra yang kami takutkan!" jawab Baasty yang mengingat masa lalunya melawan penyihir Kadabra.
🗓️Flashback On
__ADS_1
"Bersiaplah kau penyihir Kadabra!" seru Baasty yang bersiap dengan jurus bayangannya.
"Meoooong....!"
Baasty mengeluarkan suara kucingnya dan tubuhnya begetar hebat.
Keluarlah bayangan hitam yang melesat ke arah penyihir Kadabra dengan secepat kilat.
Bayangan Baasty dengan secepat kilat bagaikan anak panah menembus dada penyihir Kadabra.
"Jlebb...!"
"Aaaghh...!" Penyihir Kadabra mengerang kesakitan dan keluarlah darah hitam di dadanya.
"Menyerahkan kau penyihir Kadabra!" seru Baasty lantang.
"Menyerah! tidak ada dalam riwayatku menyerah!" balas Penyihir Kadabra dengan geram.
Dengan sekali kibasan, luka di tubuh penyihir itu kembali utuh seperti tak terluka sama sekali.
"Ke..kenapa bisa seperti itu!" seru Baasty yang terkejut.
"Ha..ha..ha..! ayo coba lagi, dan itu semakin membuatku geli!" ucap penyihir Kadabra dengan senyum kemenangannya.
"Kurang ajar!" umpat Baasty yang sekali lagi dia menggunakan jurus Bayangannya.
Dan lagi bayangan secepat kilat menembus dada penyihir Kadabra.
"Jlebb...!"
"Aaaghh...!" Penyihir Kadabra mengerang kesakitan dan kembali keluarlah darah hitam di dadanya.
Dan lagi dengan sekali kibasan, luka di tubuh penyihir itu kembali utuh seperti tak terluka sama sekali.
"Sial, apa kelemahan penyihir itu!" umpat Baasty yang masih tetap dalam posisi siaga.
"Sekarang giliranku!" seru penyihir Kadabra.
"Wuzzzz...!"
Penyihir Kadabra menghembuskan nafasnya kearah Baasty, dan beberapa detik kemudian membuat Baasty tak bisa menggerakkan badannya.
"A..aku kenapa? kenapa tubuhku tak bisa di gerakkan?" gumam dalam hati Baasty yang risau.
"Sekaranglah saatnya kau mati Baasty!" seru penyihir Kadabra yang mengarahkan sinar dari tongkat dengan kristal hitamnya kearah Baasty.
"Sriiiiit...!"
"Bughh...!"
Belum sempat sinar dari tongkat itu menyentuh Baasty, Baasty ambrug karena ada sinar putih yang mendorongnya.
"Aaagh...!" suara erangan Baasty saat Baasty ambrug dan tertimpa bayangan putih itu, yang kini mulai memudar dan perlahan-lahan terlihat siluet seekor kucing wanita yang sangat dikenal oleh Baasty.

"Freyja!" panggil Baasty saat melihat seekor kucing yang tadinya mendorong dan menindihnya.
Dan kini kucing itu sudah berdiri tegak disamping Baasty.
"Baasty kamu tak apa-apa?" tanya kucing perempuan itu yang dipanggil Baasty dengan nama Freyja.
__ADS_1
Freyja adalah Dewi Kucing kesuburan dan kekayaan. Freyja dan Baasty adalah teman sejak kecil dan mereka telah menjadi pasangan kekasih.
.
Mereka terpisah karena Freyja menghilang saat dalam misinya memberikan kesuburan dan kekayaan di Desa Tse.
Baasty ikut dalam pencarian pada waktu itu.
"Ohw, kalian mau reunian ya! Tak kan kubiarkan kalian bahagia!" seru penyihir Kadabra yang kembali bersiap dengan tongkat kristal hitamnya.
"Sriiiiiit....!"
"Awaaass.!" seru Freyja dan keduanya menghindari sorotan dari tongkat kristal hitam itu dengan melompat ke kanan dan ke kiri.
"Duarr..!" bunyi ledakan dari sinar tongkat kristal hitam itu di tempat hampa.
"Kurang ajar!" umpat Penyihir Kadabra yang geram dan kembali menyerang Baasty dengan tongkat kristal hitam dengan cepat.
"Sriiit...!"
Freyja tiba-tiba ingat salah satu penangkal sihir, diambilnya cermin tangannya yang selalu dibawanya.
"Tarrr.....!" bunyi dari cermin yang menangkis serangan tongkat kristal hitam penyihir Kadabra, dan serangan itu berbalik menyerang penyihir Kadabra dan mengenai wajah penyihir Kadabra.
"Ceshhh....!"
"Aaaghh...!" Penyihir Kadabra mengerang kesakitan dan kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Baasty yang mengeluarkan jurus bayangannya dan diikuti pancaran mata biru Freyja ke arah penyihir Kadabra secara bersamaan.
"Jlebb..!" bunyi jurus bayangan dari Baasty yang mengenai dada Penyihir Kadabra.
"Ceshhh...!" bunyi pancaran sinar biru dari Freyja yang mengenai perut Penyihir Kadabra.
"Aaaghh..! kalian tak akan aku biarkan bahagia, kalian tidak bisa kembali ke istana langit lagi! Dan aku akan hidup dan mengganggu kalian kembali, jika ada anak keturunan kalian yang menikah dengan manusia! Tunggulah kedatanganku nanti, ha..ha..ha..!' ancaman dari Penyihir Kadabra yang kemudian dia menjadi gumpalan asap dan menghilang.
"Fyuh akhirnya, musnah juga penyihir jahat itu!" ucap Baasty yang lega.
"Tapi ancamannya!" seru Freyja yang khawatir.
"Ancaman? dia kan sudah mati, mana mungkin dia bisa hidup kembali?" ucap Baasty yang mengernyitkan kedua alisnya.
"Kau lupa, dia penyihir Kak Baasty!" seru Freyja yang mengingatkan Baasty.
"Ah, iya!" kata Baasty dan mereka saling pandang.
"Kita sebaiknya segera pergi dari tempat ini!" ucap Freyja yang melangkahkan kaki meninggalkan rumah penyihir Kadabra.
🗓️Flashback off
"Jadi yang kami takutkan adalah ancaman penyihir Kadabra yang tidak akan biarkan kita bahagia, dan selama ini tiap kali ayah dan ibu berusaha ke istana langit, untuk melaporkan kejadian ini, namun kami tidak bisa kembali ke istana langit lagi!" ucap Baasty yang mengingat ancaman Kadabra.
"Dan Penyihir Kadabra akan hidup dan mengganggu kalian kembali, jika ada anak keturunan kita ada yang menikah dengan manusia!" ucap Freyja yang menambahi.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...