Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Di Pantai Pesisir Z, Bertemu Ruby)


__ADS_3

"Janji ya nyonya-nyonya!" seru si bibi pengurus villa itu yang sedikit tenang


"Janji bi!" seru Adelia dan Kirana seraya mengulas senyum khas mereka.


Beberapa menit kemudian, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, kedua wanita beda usia itu melangkahkan kaki menuju ke mobil Kirana.


Mereka melajukan mobilnya menuju ke arah pantai pesisir Z.


Sesampainya di perkampungan dekat pantai, Kirana memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah disediakan penduduk dekat pantai pesisir Z tersebut.


Setelah itu keduanya keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju ke pantai pesisir Z itu.


"Kak, coba kakak ilahi cerita kakak waktu kakak bermimpi semalam!" pinta Adelia saat mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Kirana.


"Baiklah dalam mimpiku aku serasa berada di bibir pantai, aku sedang bermain dengan Oyen. Namun tiba-tiba Oyen terlepas dari pelukanku, seperti kejadian dua pukul tahun yang lalu." kata Kirana.


"Oiya, dulu aku dan Senja menemukan Oyen disana!" ucap Adelia yang mengingat kejadian yang telah lampau itu.


"Nah seperti itulah, dan aku memanggilnya. Oyen, Oyen.... dimana kamu! aku terus memanggil dan mencari keberadaan Oyen sampai masuk ke perkampungan.Tiba-tiba aku mendengar seperti ada suara yang sangat mengganggu telingaku" cerita Kirana,


"Suara! apa suara seperti Siren yang terdengar semalam itu bukan ya?" tanya Adelia yang penasaran.


"Tidak sama, suaranya sangat menyayat hati, tangisan yang seperti nyanyian, dan aku yang penasaran terus melangkah mengikuti suara yang didengarkan oleh telingaku itu." jelas Kirana.


"Dan aku merasakan jika suara itu ada di sebuah gudang, dan aku berusaha masuk melalui pintu gudang itu secara perlahan-lahan. Aku menebarkan pandangan ke seluruh ruangan guna mengetahui siapa yang sedang bersedih itu." lanjut cerita Kirana.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Adelia yang penasaran.


"Ketika di dalam gudang itu terdapat sebuah akuarium yang besar dan seperti ada kehidupan di dalamnya.


Karena sangat penasaran, dengan langkah hati-hati aku mendekati akuarium itu.


"Apa yang ada di dalam akuarium itu? seperti manusia dengan kaki ada siripnya?" Adelia yang penasaran.


"Aku nyang saat ini sudah berada di depan akuarium dan nampak sesosok gadis cantik namun kakinya seperti ikan dan dia berwajah sendu."Ucap Kirana.


"Putri duyung ya?" tebak Adelia yang menghentikan langkah kakinya dan Kirana juga menghentikan langkah kakinya.


"Iya,dia Putri duyung. Dan dia seolah tahu keberadaan aku, dia menghampiri aku. Kemudian menwmpelkan telapak tangannya di dinding kaca Akuarium, seolah dia ingin mengatakan sesuatu. Waktu itu aku ikut menempelkan telapak tangannya tepat dengan telapak tangan putri duyung itu.Tiba-tiba aku mendengar putri duyung itu berbicara." jelas Kirana.

__ADS_1


"Berbicara? dia mengerti bahasa kita?" tanya Adelia yang penasaran.


"Iya, seperti bahasa kita. "Tolong... tolong selamatkan aku, selamatkan kakak aku!' seperti itu lah dia berucap walaupun di air sangat terlihat jelas dia sedang menangis. Karena dari sudut kedua matanya keluar mutiara-mutiara putih yang mengkilap dan berserakan dibawahnya." jawab Kirana.


"Terus?" tanya Adelia yang penasaran.


"Terus karena aku penasaran, aku bertanya padanya. Kamu siapa? dan apa yang bisa kami bantu? dan dia menjawab Nama saya Asia, saya putri dari Raja Federin dan Ratu Ariel dari kerajaan Blue Minch. Kerajaan kami diserang oleh kerajaan Hebrida Luar, mereka bekerja sama dengan para Siren untuk menyerang kerajaan kami. Kakakku Wallache di tahan oleh para Siren, aku bisa melarikan diri, tapi aku tak bisa menolong mereka! seperti itulah penjelasan Putri duyung itu yang ternyata bernama Asia" jelas Kirana yang menirukan ucapan gadis dalam mimpinya.


"Apa kata kakak?" tanya Adelia yang penasaran.


"Ya aku bertanya padanya, bagaimana caraku menolongnya? aku manusia, tak mungkin bisa berenang maupun menyelam di lautan lepas? dan waktu itu aku menatap kedua matanya yang sangat indah dan cantik." jawab Kirana seraya menatap laut lepas.


"Lalu apa jawaban dari gadis yang bernama Asia itu?" tanya Adelia yang penasaran.


"Datanglah ke teluk Athemoissa besok malam, nanti akan saya bantu berubah menjadi seperti aku. Dan aku tunjukkan jalan rahasia ke kerajaan Blue Minch. itulah jawaban Asia yang seraya memandang aku dan seketika itu juga semuanya menghilang dan aku terbangun dari mimpi aku" jelas Kirana.


"Jadi nanti malam kita ke teluk Athemoissa ya kak?" tanya Adelia yang menaruh tangannya di dagu dan kedua alisnya yang berkenyit.


"Iya dan sebaiknya kita tanya sama penduduk di sini, di mana keberadaan dari teluk Athemoissa" jawab Kirana.


"Lalu kita tanya siapa?" tanya Adelia yang menebarkan pandanganya ke sekitar pantai, tak ada seorang pun disekitar mereka.


Keadaan pantai saat ini memang sedang sepi. Para penduduk tak ada yang berani ke pantai sejak adanya suara dari Siren semalam.


Adelia dan Kirana saling pandang.


"Kita kembali keperkampungan!" seru Kirana dan Adelia menyetujuinya.


Kemudian keduanya melangkahkan kaki hendak menuju ke perkampungan, mendadak ada cahaya putih yang turun dari langit dan dan tiba-tiba berubah menjadi siluet seorang gadis tepat di bibir pantai pesisir.


"Siapa dia?' tanya Adelia yang penasaran dan kemudian memandang Kirana.


Kirana menarik nafas panjang dan kemudian mengeluarkannya dengan asal terus memandang gadis yang turun dari langit itu.


"Dari pakaian dan cara berdandannya, dia seperti dari kerajaan langit" jawab Kirana yang menerka-nerka.


"Kerajaan langit?" tanya Adelia yang penasaran.


"Iya, sebaiknya kita datangi dia!" seru Kirana yang dijawab anggukan oleh Adelia.

__ADS_1


Keduanya dengan setengah berlari menghampiri gadis cantik yang memakai hanfu itu.



"Tunggu nona!" seru Kirana pada saat berjalan membelakanginya.


Mendengar ada suara seperti memanggil di belakangnya, gadis itu berhenti dan menoleh untuk mencari sumber suara.


"Kalian memanggilku?" tanya gadis cantik itu.


"Iya, dari mana asal kamu?" tanya Kirana yang penasaran.


"Maksud kalian apa?' tanya gadis itu yang tidak mengerti.


"Anda tadi dari cahaya yang turun dari langit. Apakah anda dari Istana langit?'' tanya Kirana yang penasaran,


"Kalian tahu istana langit?' tanya gadis itu yang penasaran.


"Iya, saya tahu tentang kerajaan langit. Karena suami saya panglima langit yang mendapat tugas ke bumi." jawab Kirana yang membuat ekspresi gadis itu yang semula penasaran menjadi bergembira.


"Bibi Kirana!" seru gadis itu yang menebak dan tebakannya benar.


"Hei, dia tahu kamu kak!" seru Adelia yang penasaran demikian pula dengan Kirana yang juga penasaran.


"Iya saya Kirana, sebetulnya siapa kamu ini?" tanya Kirana yang memandang gadis itu


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasihf...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2