Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mengalahkan Siluman Mimpi


__ADS_3

"Luna, lindungi aku....!!" ucap Kirana yang mengendap-endap mendekati pelataran persembahan siluman mimpi yang di mana mustika siluman mimpi berada.


"Kau mau apa Kirana..?" tanya Luna yang penasaran.


"Aku ingat suatu cerita, cara mengalahkan siluman mimpi Yana harus membawa dia ke dunia nyata. Aku mau memancing dia ke dunia nyata dengan mengambil mustika


siluman mimpi itu..!" jelas Kirana yang terus berusaha mengambil batu mustika siluman mimpi itu.


"Apa yang kalian lakukan..!!" seru siluman mimpi yang tiba-tiba membelah jadi dua.


"Ka..kau kenapa ada dua...??" tanya Luna yang tersentak kaget saat ada siluman mimpi di depannya.


"Ini duniaku, terserah apa yang akan aku lakukan itu semua ada dalam kendaliku..!!" seru Siluman mimpi itu geram.


Sedangkan siluman mimpi yang satunya masih beradu jurus dengan Aaron.


"Aaghh...!!"


Aaron terpojok dan keluarlah darah segar di pojok bibirnya.


"Aaron..!!" seru Kirana dan Luna bersamaan.


"Ha..ha..! apa kalian mau seperti itu juga manis..?" tanya siluman mimpi yang ada di hadapan Luna.


"Kami tak takut..! apa pun resikonya...!" jawab Luna yang bersiap menghadapi siluman mimpi.


"Pilih mati kamu rupanya manis..? seharusnya kamu ikut denganku dan jadilah permaisuriku..!!" seru siluman mimpi itu dengan mengusap dagunya.


"Permaisurimu..? hah..! tak Sudi aku menerimanya..! Lebih baik aku melawanmu sampai titik darah penghabisan..!!" seru Luna yang sudah bersiap dengan pedangnya.


Dan adu jurus pun tak terelakkan lagi.


Kirana memanfaatkannya dengan berlari menuju altar dan dengan secepat kilat diambilnya batu mustika mimpi itu.


"Kembalikan mustika ku..!!" seru siluman mimpi yang tiba-tiba ada di hadapan Kiran.


"A..apa..! ka..kau jadi ti..tiga..!!" seru Kiran yang terkejut.


"Sudah aku bilang..!! aku yang menguasai tempat ini..! serahkan mustika itu..!" seru siluman mimpi yang ketiga di hadapan Kirana.


"Sial .! kalau aku melawannya, sama juga aku akan kalah..! aku harus cari cara..! tapi apa..?" kata dalam hati Kirana.


"Ha..ha...! kau mau kemana..? sudahlah jadi permaisuriku juga,di jamin kalian akan hidup enak..!!" seru siluman mimpi yang juga mengusap dagunya.


"Enak saja...! kak Aaron tangkap...!!" seru Kirana yang pura-pura melempar mustika ke arah Aaron.


Dan siluman mimpi di hadapannya pun terkecoh, dia mencari keberadaan Aaron yang dia sangka membawa mustikanya.


Kirana pun memanfaatkan kelengahan siluman mimpi dengan berlari menuju tirai gelembung sabun dimana dia dan yang lainnya tadi masuk ke alam mimpi.


"Hei..kau menipuku..!!" seru siluman mimpi itu dengan geram.


"Gawat .!! dia membawa mustika mimpi ke luar dunia mimpi..!" seru siluman mimpi yang melawan Luna.


"Kau dengar kata mereka Luna..?" tanya Aaron yang ada kesempatan mendekati Luna.


"Iya..! Kirana membawa mustika mimpi keluar dari sini, yang sepertinya sangat berharga bagi mereka ..!!" jawab Luna yang terus mengawasi keadaan.


"Cepat bereskan mereka dan kita kejar gadis pembawa mustika mimpi itu..!!" seru siluman mimpi yang tadi melawan Kirana.


Kedua siluman mimpi yangbmelawan Aaron dan luna, bergabung menjadi satu dan mengeluarkan cahaya merah yang langsung diarahkan ke kedua lawannya.


"Boummm...!!"


"Aargghh...!!"


"Aaagh...!!"


"Bruukkk .!!"

__ADS_1


Cahaya merah itu menghantam Luna dan Aaron dan keduanya pun terjatuh dan tak sadarkan diri dengan mulut bersimbah darah.


Siluman mimpi itu kemudian menjadi satu dan mengejar Kirana keluar dari tirai gelembung sabun itu.


Sementara itu Kirana sudah masuk ke raganya yang bersandar di bawah pohon dan tangannya memegang sebuah mustika berwarna merah delima.


Kirana membuka matanya dan berusaha mengingat apa yang terjadi.


"Kirana..! kamu tak apa-apa..?" tanya Ekin yang melihat Kirana telah bangun dari tidurnya.


"Ekin..!!" panggil Kirana dan kemudian gadis itu melihat ke sekelilingnya.


"Aaron...Luna..!!" seru Kirana yang melihat kekasih Daan temannya mulutnya yang mengeluarkan darah dan banyak luka lebam di tubuh mereka.


"Apa yang terjadi..?" tanya Ekin yang penasaran.


"Entahlah, tiba-tiba saja kami berada di dunia mimpi...!!" jawab Kirana yang menatap Ekin dengan antara percaya dan tak percaya.


Tiba-tiba ada asap merah yang keluar dari tubuh Aaron dan membentuk siluet tubuh siluman mimpi.


"Ngaaaaakkk...!! awas siluman mimpi..!!" teriak siluman Rajawali yang sedari tadi diam, dan mengingatkan mereka.


"Aapa...! dia ke sini..!!" seru Kirana yang bersembunyi di belakang Ekin.


"Huaa...ha...haa..haa...!! hei, manis..! kembalikan mustika mimpiku..!!" seru siluman Mimpi pada Kirana.


"Tidaaaaak...!! sebelum kamu mengembalikan Aaron dan Luna kembali kemari...!!" seru Kirana yang masih berlindung di balik tubuh Ekin.


"Jadi kaulah siluman mimpi itu..!!" seru Ekin yang sudah bersiap untuk menyerang siluman mimpi.


"Kau mau apa...!! apa kau mau seperti temanmu ini..!" seru siluman mimpi seraya menunjuk ke arah Aaron yang bersimbah darah itu.


"Kau kira aku penakut..? rasakan ini...!" seru Ekin yang kemudian mencoba melawan siluman mimpi dengan tangan kosong.


"Hop...!!"


"Hiaaaaa..!!"


"Bagh...!!"


"Bagh...!!"


"Aaagh...!!'


"Gawat..! jurusku tak berfungsi di sini..! tapi aku harus mengambil mustika ku .!" gumam siluman mimpi pada dirinya sendiri.


"Hei..rupanya hanya segitu kemampuanmu siluman mimpi..!!" seru Ekin yang berdiri dengan tegapnya.


"Coba saja kau di dunia mimpi..!! pastilah kau tak kan berkutik..!!" seru siluman mimpi yang bersiap dengan sinar merahnya.


Ekin pun tak ketinggalan, dan dia sudah besiap dengan bola cahaya kuningnya.


"Hopp hiaaa.....!!"


"Boumm...!!"


"Boummm...!!


"Boumm...!!"


"Boummm...!!


Cahaya merah kuning beradu dan mengeluarkan dentuman suara yang menggema.


Hasilnya pun seri, dan mereka kembali lagi bertarung dan dan saling beradu jurus.


"Hopp hiaaa.....!!"


"Boumm...!!"

__ADS_1


"Boummm...!!


"Boumm...!!"


"Boummm...!!"


Kembali mereka saling beradu, dan ketika ada kesempatan, Ekin mengeluarkan tali cahaya dari telapak tangan kanannya dan langsung mengikat siluman mimpi.


"Aaaghh..!!"


Erangan Siluman mimpi, namun dalam sekejap dia menghilang dan terdengar suara tawanya yang menggelegar.


"Hua.ha..ha..!!"


"Kau kira aku seperti bocah yang begitu mudahnya kau ikat..!!' seru siluman mimpi yang kemudian muncul di belakang Kirana.


Kirana terkejut, dan dia menghampiri Ekin, untuk berlindung.


Ekin yang menyadari Kirana yang ketakutan, mengeluarkan pedang cahayanya. Dia berniat membereskan siluman mimpi itu dengan secepatnya.


"Pedang cahaya...!!"


Keluarlah pedang cahaya warna kuning dan tangan sebelah kiri Ekin pun bersiap dengan bola cahaya warna kuningnya.


Sedangkan siluman mimpi bersiap dengan cakar mautnya.


"Hiaaat....!!"


"Trang...! Trang...! Trang...!!"


Pedang cahaya dan cakar maut itu beradu dan mengeluarkan bunyi yang nyaring.


"Hopp hiaaa.....!!"


"Boumm...!!"


"Boummm...!!


"Boumm...!!"


"Boummm...!!"


Kemudian Ekin menyerang siluman mimpi dengan bola-bola cahaya kuningnya secara beruntun.


"Aaarrgghh..!!"


Siluman mimpi itu terpental dan jatuh.


"Brukk..!!


Dan Ekin tak memberinya kesempatan untuk bangun.


Di hunuskannya pedang cahaya ke perut siluman mimpi.


"Aaaarghh....!! ka..kau...!!!"


Siluman mimpi menghembuskan nafas terakhirnya.


Muncullah mutiara siluman warna hitam dan mengkilat dari ubun-ubun siluman mimpi.


Ekin segera mengambilnya dan tubuh siluman mimpi itu tiba-tiba berubah menjadi abu, dan kini berterbangan tertiup oleh angin.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2