Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Cerita kekalahan Simon si Dewa Badai


__ADS_3

"Oh kau cantik juga kucing imut..! siapa nama kamu tadi..?" tanya Bocan ketika melihat perubahan Luna.


"Terima kasih ibundanya Aaron...! nama saya Luna.." jawab Luna seraya menundukkan kepalanya.


"Panggil saja aku Bocan, seperti Kirana dan yang lainnya..!!" kata Bocan seraya duduk di samping Luna.


"Ibu, Ayah, Tony dan yang lainnya di mana Bu...?" tanya Aaron yang melihat ke sekitarnya.


"Waktu itu,ada utusan dari langit yang mengatakan istana dalam kondisi gawat darurat" jawab Bocan dengan serius.


"Gawat darurat..?" tanya Aaron yang meyakinkan dirinya sendiri dan Ekin pun menyimak dengan seksama.


"Istana langit telah di tinggalkan lima eh..enam petinggi istananya. pertama kamu Aaron, ibu, Ayah kamu Raymond yang sekarang berubah menjadi Andy, Tony, Ekin dan yang terakhir Simon...!" jelas Bocan.


"Simon..!!" seru Ekin yang mengingat-ingat siapa pemilik nama itu.


"Kalian masih ingat Simon..?" tanya Bocan seraya melihat ke arah Aaron dan Ekin.


"Masih ingatlah Bu..! Dialah rivalku di setiap ikut sayembara..!!" jawab Aaron yang mulai mengingatnya.


"Simon putra dari Dewa Angin penasehat Ayahanda, dosa juga dapat julukan dewa Badai...!!" kata Ekin yang masih mengingat siapa Simon.


"Yang aku dengar dia sangat menyukai Leony, dan sebelum aku ke dunia siluman Aaron sempat bertemu Leony yang masuk ke tubuh seorang gadis." kata Aaron mengingat kejadian di Istana langit beberapa waktu yang lalu.


"Iya, ibu tahu semuanya dari Ratu Flower yang menelepatiku. Yang lebih membahayakan lagi, Simon mencuri pusaka langit yang akan di musnahkan dan menculik gadis yang jadi media Leony. Dan kabar yang aku dengar dari Kity, Simon tewas di tangan manusia, yaitu gadis yang dia culik itu dan tunangan gadis itu...!!"jelas Bocan serius.


"Apa..? Simon kalah dengan manusia..? aku penasaran, seberapa hebatnya pasangan kekasih itu..! hingga dia mampu mengalahkan Dewa Badai..!!" seru Ekin yang penasaran.


"Aku juga demikian...!!" kata Aaron yang mengambil minuman di dalam lemari es di dapur.


"Apalagi aku, yang dengar ceritanya langsung dari Ratu Flower." ucap Bocan dengan merubah tempat duduknya.


"Kalau aku nyimak saja deh..! nggak tahu apa yang kalian bicarakan..!" kata Maggie, yang duduk di samping Luna.


"He..em..aku juga idem saja..!!" ucap Luna.


"Ibu coba ceritakan, mereka itu menggunakan Jurus apa..? kok Simon bisa tewas begitu..?" tanya Aaron yang penasaran.


"Baiklah, ini cerita dari Ratu Flower, bahwa gadis itu bernama Rani dan tunangannya bernama Komisaris Saga. Rani menggunaka Pedang Azuya, yang merupakan pedang pemberian dari Leony. Dan komisaris saga adalah seorang polisi, menggunakan pedang pusaka langit yang di pinjamkan Kity. Mereka menggabungkan dua senjata itu dengan jurus yang telah mereka pelajari di perguruan mereka." jelas Bocan panjang.


📆Flashback on


Kisah dimana seorang gadis bernama Rani yang di culik Simon, berusaha melawan Simon.


Dan dia sempat pingsan dan kemudian sadar kembali.


A..aapa yang terjadi..??" tanya Rani yang masih mengingat-ingat apa yang terjadi padanya.


"Meoowww....!!"


Kity yang berusaha bersuara, namun di telinga Rani terdengar Meongannya saja.


" Suara Kucing..!" kata Rani yang mendengar suara Kity.


"Kucing putih..Kity...!!" seru Rani yang kemudian memeluk Kity dengan eratnya.


"Meooww.."


Kity mengeong dengan mengarah ke arah komisaris Saga, seolah dia ingin memberitahukan keadaan komisaris Saga yang terjepit melawan Simon.


"Astaga..! kak Sagaaa...!!" teriak Rani yang kemudian menurunkan Kity dari pelukannya.


Rani segera berdiri dan memasang kuda-kuda untuk menyerang Simon.


"Kak Saga..!! kau tak apa-apa..??" tanya Rani yang melihat komisaris Saga sudah berdiri dan bersiap menyerang kembali.


"Rani...! oh syukurlah kau telah sadar kembali..!" jawab Komisaris Saga yang wajahnya yang tadinya tegang kini berseri saat Rani menyebut namanya.


"A..apa kau kembali jadi kucing liar..!!" gerutu Simon yang kesal.


"Seenaknya saja kau sebut aku kucing liar..!! rasakan seranganku Ini..!!" seru Rani yang kemudian menyerang Simon dengan tangan kosong.


"Hupp...hiaaat...!!"


"Baghh....!!"


"Bughh....!!"


"Baghh...!!"


"Bughh...!!"

__ADS_1


Setiap jurus Rani dengan mudah di tangkis oleh Simon, akhirnya Rani mundur beberapa langkah untuk mengatur strategi.


"Ha...ha..kalian berdua tidak bisa mengalahkanmu..!!" seru Simon dengan songongnya.


"Kak, kita harus bagaimana..?" tanya Rani yang minta pendapat, dengan sesekali melirik komisaris Saga yang berada disampingnya.


"Coba kita serang bersamaan..!!" usul Komisaris Saga yang di jawab anggukan oleh Rani.


Mereka berdua menyerang Simon dari dua sisi, sebelah kanan Rani dan sebelah kiri komisaris Saga.


"Jadi kalian berdua betul mau menyerang ku bersamaan ya..! baiklah terima ini..!!" Simon pun melancarkan serangan anginnya ke arah komisaris Saga, dan membuat Komisaris terjungkal ke belakang.


"Wussss.....!!"


"Aaauuh....!!"


Rani tak menyia-nyiakan waktunya, dengan jurus tendangan berputarnya, Rani menendang secara berputar dan menendang kepala Simon.


"Dughh...!!"


"Aaaarghh...!!"


"Kurang ajar..!!" umpat Simon yang kemudian dia berdiri kembali dengan tenangnya seolah tak terjadi apa-apa.


"Hah...! apa..! padahal ini jurus andalanku.! seolah angin lalu baginya..!!" seru Rani yang sedikit cemas.


"Keluarkan semua jurusmu..! kalau kau masih kalah..! kau harus jadi milikku...!!" ucap Simon yang yakin dirinya akan mendapatkan Rani seutuhnya.


"Mengapa aku lupa kalau dia itu dewa..!! harus pakai tak-tik kalau menyerang dia...!! akan aku cari titik kelemahannya..!!" kata dalam hati Rani yang kembali bersemangat.


Komisaris Saga sedang memulihkan tenaga dalamnya yang hampir terkuras dengan mengatur pernafasannya..


Dan kini Rani menyerang Simon kembali tetap dengan tangan kosong.


"Bagh....!!"


"Bugh...!!"


"Baaghh...!!"


"Bughh....!!"


"Aaaagh...!!"


"Sialan..! aarghh....!!"


Umpat Rani yang kemudian dia membebaskan dirinya dengan menendang milik Simon di antara paha Simon dengan lututnya.


"Bughh...!!"


"Aaaghh....!!"


"Gadis sialaaaann...!"


Simon pun mengumpat dengan sekeras-kerasnya.


Rani tak menyia-nyiakannya dan terus menyerang Simon.


"Bagh....!!"


"Bugh...!!"


"Baaghh...!!"


"Bughh....!!"


"Aaaagh...!!"


Dan kini Simon pun kewalahan dan mundur beberapa langkah.


"Kurang ajar..! tak ada kata dewa dikalahkan manusia biasa seperti kalian..!!" gerutu Simon, yang kemudian dia mengeluarkan senjatanya


"Tongkat angin..!!"


Tongkat berwarna ke emasan itu muncul sendiri dari telapak tangan Simon.


Dan Simon menggerakanya secara berputar-putar.


"Rani..! kita lawan dia dengan pedang sepasang..!!" usul Komisaris yang sudah pulih keadaannya.


"Benar kak..!!" ucap Rani yang kemudian mengeluarkan pedang Azuya-nya.

__ADS_1


"Pedang Azuya..!!"


muncullah dari dalam dada Rani sebuah pedang berkilau biru yang kini ada di genggaman pemiliknya.


"Pedang langit..!!"


Seru Komisaris Saga yang membuat liontin bambu itu berubah menjadi pedang yang berkilau putih yang sudah siap di genggaman Komisaris Saga.


Kini Rani dan Komisaris Saga sudah bersiap denga pedang Azuya dan Pedang Langit.


Keduanya bertekad melawan Simon yang mengandalkan tongkat anginnya dengan Jurus Pedang sepasang.


Deru angin dan suara ledakan dari efek jurus pedang sepasang, membuat gua itu runtuh.


Ketiga orang dan satu ekor kucing dengan membawa guci yang mengurung leony itu keluar dari gua yang akan runtuh itu.


Di luar goa yang sedang terjadi badai itu semakin membuat serunya perkelahian itu.


"Hiaaat...!!"


"Traaang...!!"


"Traaaangg...!"


"Traaaangg...!!"


Suara ketiga senjata kelas atas itu beradu silih berganti.


Sesekali mereka berhenti untuk memulihkan pernafasan mereka.


"Traaaang...!!"


"Traaang...!!"


"Traaaangg...!"


"Traaaangg...!!"


Dan kembali saling serang, sampai beberapa jam kemudian.


Pada saat Simon berkonsentrasi menyerang Komisaris Saga, Rani melompat ke atas dengan bantuan punggung komisaris Saga.


Gadis itu menyerang dari atas dan memisahkan kepala Simon dari badannya.


Dan pada saat kesempatan yang sama, komisaris Saga bisa melepaskan tongkat angin dari pemiliknya. Dan..


"Jlebb...!"


Pedang langit bersarang tepat di dada Simon si Dewa Angin itu.


"Argghh..!!"


"Brugh..!!"


Kata terakhir dari Simon sebelum kepalanya terlepas dari badannya, karena pedang langit telah bersarang di dadanya.


Tubuh Simon pun jatuh bersimbah darah dan kepalanya pun menggelinding di samping tubuhnya.


"Akhirnya beres juga..!!" ucap Komisaris Saga yang penuh kelegaan dan mengembalikan pedang langit ke wujud semula.


"Iya..! Akhirnya..!" sahut Rani yang juga dengan kelegaan, memasukkan kembali ke dalam tubuhnya.


📆Flashback Off


"Oh, jadi begitu rupanya..!" ucap Aaron dan Ekin yang hampir bersamaan.


...~¥~...


Untuk lebih jelasnya bisa di baca dilihat kembali novel GADIS TIGA KARAKTER pada season ketiga.


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2