Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Lembah Sihir)


__ADS_3

Baasty terus melesat dengan kekuatannya melewati persawahan, hutan belantara sampai pegunungan.


Hingga tibalah dirinya di sebuah lembah yang bernama Lembah sihir.


Yang konon menurut ceritanya, disanalah tempat munculnya para penyihir di muka bumi.


Baasty turun di daerah yang datar, dan dengan langkah yang hati-hati dia melangkahkan kaki masuk ke perkampungan para penyihir itu.


Namun sebelumnya dia merubah wujudnya dari kucing menjadi seorang manusia yang berpakaian ala penyihir.


"Dimana rumah penyihir Kadabra itu ya?" ucap dalam hati Baasty yang berkeliling di sekitar perkampungan penyihir itu.


Baasty melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang bermain dengan bola dengan menggunakan kekuatannya.


"Permisi adik kecil" ucap Baasty saat menghampiri anak laki-laki itu.


"Iya, apa ada yang bisa saya bantu ya?" tanya penyihir kecil itu dengan ramah.


Seperti halnya manusia pada umumnya, penyihir ada yang baik dan ada yang jahat.


Penyihir Kadabra di kategorikan penyihir jahat, dan anak kecil itu dikategorikan penyihir yang baik hati.


"Saya sedang mencari penyihir yang bernama Kadabra. Apakah dia ada di perkampungan ini?" tanya Baasty dengan hati-hati.


"Apa perlu tuan mencari penyihir jahat itu?" tanya penyihir kecil itu pada Baasty.


"Jadi benar dia penyihir jahat?" tanya Baasty yang terperanjat karena perkataan penyihir kecil itu.


"Iya, dia jahat karena telah menyalah gunakan kemampuannya dalam meramu obat." jelas Penyihir kecil itu.


"Maksudnya meramu obat, itu apa?" tanya Baasty yang penasaran.


"Kadabra ahli dalam meracik tanaman atau lainnya yang bisa untuk obat maupun racun." jawab penyihir kecil itu.


"Apa mungkin dia menggunakan ramuannya untuk menggugurkan kandungan yang mulia Ratu Flower?" gumam Baasty sambil terus berpikir.


"Kandungan Ratu dari kerajaan Langit?" tanya Penyihir kecil itu yang ternyata kenal dengan Ratu Flower.


"Iya, kamu mengenal beliau?" tanya Baasty yang penasaran.


"Iya, saya mengenal beliau. Karena jasa Ratu flower lah lembah Sihir ini subur. Dan kemarin sebelum beliau menikah, beliau sering ke perkampungan penyihir dan beliaulah yang menyuburkan aneka tanaman di sekitar perkampungan, Dan hal itu menjadikan kami tidak kelaparan maupun kehausan lagi!" jelas Penyihir kecil itu.


"Memang sungguh mulia hati Ratu Flower. Dan semua yang terjadi pada ratu Flower, ada yang mengkambing hitamkan bahwa akulah penyebab Ratu Flower keguguran!" ucap Baasty geram.


"Kalau begitu, aku akan tunjukkan rumah penyihir Kadabra pada anda!" ucap penyihir kecil itu yang kemudian menghentikan aksinya bermain bola.


"Terima kasih penyihir kecil!" ucap Baasty.


"Ayo ikuti saya!' ajak penyihir kecil itu.


"Baiklah!" ucap Baasty yang mengikuti langkah kaki penyihir kecil itu.


Keduanya melangkahkan kaki mengikuti jalan besar di perkampungan, dan kemudian menyusuri jalan kecil dan bebatuan.


Tiba-tiba penyihir kecil itu berhenti dan menarik Baasty untuk bersembunyi di balik semak-semak.

__ADS_1


"Nah, itu rumah penyihir Kadabra!" bisik Penyihir kecil itu yang memberi kode yang menunjuk ke satu-satunya rumah dihadapan mereka.


"Rumah yang beratap ijuk itu?" tanya Baasty yang juga dengan berbisik


"Iya, saya mengantarkan sampai di sini ya. Ilmu saya belum tinggi, jadi ma'af saya tidak bisa membantu lebih jauh lagi." ucap penyihir itu dan Baasty memberinya satu kantong benih bunga yang di dapat ya dari ratu Flower.


"Benih bunga!" ucap lirih penyihir kecil itu yang teramat senang sekali.


"Iya, itu dari Ratu Flower" ucap Baasty dengan mengulas senyumnya.


"Terima kasih" ucap penyihir kecil itu.


"Aku juga mengucapkan terima kasih karena sudah diantar sampai di sini" balas Baasty.


"Ya, saya pamit, permisi!" ucap Penyihir kecil itu seraya menganggukkan kepalanya dan perlahan meninggalkan Baasty seorang diri.


Baasty hanya bisa tersenyum melihat kepergian penyihir kecil itu.


Dan setelah penyihir kecil itu pergi, Baasty kembali dengan tujuannya yang semula.


Dia terus mengawasi sebuah rumah yang beratapkan ijuk dan seperti sedang memasak sesuatu. Karena ada kepulan asap diatasnya.


"Aku akan masuk ke rumah itu!" ucap Baasty yang kemudian bangkit dari persembunyiannya dan melangkahkan kaki menuju ke rumah beratapkan ijuk itu.


Dengan langkah perlahan namun pasti, Baasty berjalan lurus tanpa menoleh ke lain tempat.


"Siapa di luar!" seru suara dengan keras dari dalam rumah beratapkan ijuk itu.


Tiba-tiba ada suara dari dalam rumah yang menyatakan bahwa pemilik rumah sudah mengetahui keberadaan Baasty.


"Aku si pencari kebenaran!" jawab Baasty dengan lantang.


"Ho.ho..ho...! rupanya kamu kucing istana!" seru Laki-laki setengah baya berambut dan berjanggut hitam dan panjang hampir selutut dengan memakai topi usang di kepalanya dan membawa tongkat yang terdapat bola kristal warna hitam dan mengkilap.


"Jadi ini wujud asli kamu penyihir Kadabra?" tanya Baasty saat sudah berhadapan dengan Penyihir Kadabra.


"Ha..ha..ha..! ya beginilah wujud asliku!" jawab Penyihir Kadabra dengan cengengesan.


"Aku tanya, apa tujuanmu memfitnah aku!" seru Baasty yang geram.


"Ha..ha..ha..! kau rupanya cerdik juga, bisa tahu aku pelakunya!" ucap Penyihir Kadabra yang masih dengan cengengesan.


"Tentu saja itu mudah bagiku!" seru Baasty lantang.


" Boleh juga, tapi tak akan aku katakan hal yang sebenarnya!" ucap penyihir Kadabra yang sudah memposisikan dirinya bersiap untuk menyerang Baasty.


Baasty yang mengetahui hal itu tak tinggal diam, dia juga sudah bersiap untuk menyerang penyihir Kadabra.


Dengan sorot mata merahnya Baasty berusaha menyerang Penyihir Kadabra.


Namun penyihir kadabra melawannya dengan tongkat dengan bolabkristal hitamnya.


"Sriiiiiiit....!" bunyi suara pancaran dari mata Baasty dan tongkat penyihir Kadabra.


"Duarr...!" Suara pertemuan kedua sinar itu yang sangat menggelegar.

__ADS_1


"Sriiiiiiit....!"


"Duarr...!"


"Sriiiiiiit....!


"Duarr...!"


"Aaaghh..!" Baasty terdorong mundur beberapa meter


Dan sekali lagi mereka beradu dengan pancaran yang sama.


"Sriiiiiiit....!"


"Duarr...!"


"Sriiiiiiit....!


"Duarr...!"


"Aaaghh...!" kembali Baasty terdorong ke belakang.


"Sial! apa kelemahan penyihir ini!" gerutu dalam hati Baasty yang merasakan dadanya sakit.


Dengan segala upaya, dia bangkit dan masih berusaha menyerangnya dengan sisa kemampuannya.


Baasty mengubah dirinya menjadi wujud aslinya. Dan dia menggunakan jurus andalannya.


"Jurus Bayangan...!"


Seru Baasty yang sudah berubah menjadi kucing, dan menatap penyihir Kadabra itu dengan tajam yang tajam.


"Jurus Bayangan? apa dia punya jurus itu!" gumam dalam hati Penyihir Kadabra yang sedikit gentar.


"Bersiaplah kau penyihir Kadabra!" seru Baasty yang bersiap dengan jurus bayangannya.


"Meoooong....!"


Baasty mengeluarkan suara kucingnya dan tubuhnya begetar hebat.


Keluarlah bayangan hitam yang melesat ke arah penyihir Kadabra dengan secepat kilat.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2