Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mojok (Berduaan di Sudut Ruangan)


__ADS_3

Keesokan harinya Aaron, Kirana, Ekin dan Luna berlatih di tanah lapang.


Aaron dan Ekin mengajarkan jurus yang lebih tinggi dari yang kemarin pada Kirana dan Luna.


"Hopp hiaaat...!!"


"Traaang...!!"


"Traaaang...!!'


"Traaaang...!!"


"Kirana..lihat aku..!!" seru Aaron yang mengajari tehnik memutar pedang.


Kirana pun memperhatikan dengan seksama dan kemudian mempraktekkannya.


Demikian pula dengan Luna, kedua gadis itu berlatih dengan giat.


Setelah Aaron, kini giliran Ekin mengarahkan cara melempar pedang saat lawan menjauh atau melarikan diri.


Susah-susah gampang, namun mereka tetap berusaha sebaiik mungkin.


Tak berapa lama Magie datang dan mereka menemui Bocan yang sedang melayani pembeli bunga.


"Maggie, tolong beli sarapan untuk enam orang ya..!!" perintah Bocan saat selesai melayani pembeli bunga dan memberi Maggie beberapa lembar uang untuk membeli makanan.


"Baik Bocan.!!" jawab Maggie yang menerima uang dari Bocan.


Dan tak berapa lama, Maggie kembali dengan membawa dua kantung plastik yang masing-masing berisikan tiga sterofoam makanan.


"Makanannya bawa masuk ke dalam, biar aku panggil mereka yang sedang latihan." ucap Bocan yang melangkahkan kakinya menuju ke tanah lapang, dimana Aaron, Kirana, Ekin dan Luna.


"Aaron dan semuanya, ayo kita sarapan dulu..!!" seru Bocan pada saat ada di tepi tanah lapang.


"Baik Bu..!!" jawab Aaron dan semuanya pun menghentikan aktivitasnya.


Aaron berjalan beriringan dengan Kirana, sedangkan Ekin beriringan dengan Luna.


Dan mereka pun masuk kedalam kios untuk sarapan bersama.


"Nanti aku tinggal sebentar untuk bertemu customer yang pesan bunga untuk pernikahan putrinya. Aku harap kalian tetap latihan." kata Bocan.


"Baik Bu ..!!" ucap Aaron.


"Baik Bi..!" jawab Ekin dan,


" Baik Bocan..!!" balas Kirana dan Luna.


"Oiya ,nanti malam ke istana langitnya sama-sama. Ibu ada urusan dengan ratu Flower...!" ucap Bocan sambil tersenyum.


"Hmm...urusan dengan Bocan apa mau ketemu tuan Andy eh Raymond..??" goda Kirana seraya menarik turunkan kedua Alisnya.


"Kau ini ya berani godain calon mertuamu, bikin gemes saja..!!" seru Bocan seraya mencubit pipi kanan Kirana.


"Auww...sakit Bocan..!!' seru Kirana yang mengerang kesakitan.


"Ibu, lepasin .! Aaron saja yang ibu cubit ya..!!" ucap Aaron yang pasang pipinya.

__ADS_1


Bukanya melepaskan cubitannya pada Kirana, Bocan malah mencubit kedua nya.


"Aaauuwww..!!" keduanya serempak mengerang kesakitan.


Ekin dan Luna yang melihatnya, saling pandang dan kemudian tertawa bersamaan.


"Ibu, biar aku saja yang ibu cubit..! kenapa Kirana masih saja ibu cubit sih..?" tanya Aaron yang sedikit kesal dengan ibunya


"Habisnya kalian menggemaskan, sama seperti ibu dan ayahmu dulu..!!" seru Bocan yang akhirnya melepaskan cubitannya pada anak dan calon menantunya itu.


Kini pipi kanan Kiran dan pipi kiri Aaron memerah bekas cubitan Bocan.


Aaron dan Kiran pun menggosok-gosok pipi mereka yang memerah itu.


"Ibu berangkat ya..!!" ucap pamit Bocan seraya menyrempangkan tas kesayangannya di bahunya.


Bocan melangkahkan kakinya keluar kios, lalu menemui Maggie.


"Maggie, jaga kios sebentar ya..! aku mau temui customer dulu..!!" ucap Bocan dan Maggie pun mengangguk dan bilang "Iya Bocan..!"


Bocan pun tersenyum dan meninggalkan Maggie, sedangkan Maggie kembali melayani pembeli bunga


"Ekin, kamu dan Luna ke tanah lapang dulu ya..! ada yang ingin aku bicarakan dengan Kirana sebentar..!!" kata Aaron sambil mengulas senyum.


"Oke, ayo Luna..!!" ajak Ekin pada Luna, dan Luna mengikuti Ekin dari belakang.


Sementara itu Aaron menggeser duduknya mendekat dimana Kirana duduk.


"Kamu mau ngomongin apa..?!" tanya Kirana penasaran dan menatap bola mata Aaron.


"Aaron..!!" seru Kirana sedikit kesal.


Aaron meraih dan menggenggam tangan Kirana dan kemudian mencium punggung tangan kekasihnya itu.


"Kirana.,aku cinta padamu...!!" kata Aaron sambil tersenyum.


"Aku juga cinta padamu Aaron..!" balas Kirana yang juga mengulas senyum.


"Kita akan berpisah cukup lama, aku akan merindukanmu sayang..!!" ucap Aaron dengan mesra.


"Aku juga demikian, andai saja kamu bisa bolak-balik ke sini atau aku yang ke istana langit, untuk sekedar melepas kerinduan kita..!" kata Kirana seraya menatap intens kedua mata Aaron.


"Tapi itu tak bisa sayang, sebelum aku mendapat kepercayaan keadaan istana langit benar-benar aman. Dan kamu tidak bisa ke istana langit karena kamu manusia, bukan Dewi atau pun peri." ucap Aaron yang terus menggenggam erat tangan Kirana.


Aaron pun memiringkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Kirana .


Dan Kirana menyambutnya, keduanya saling merasakan kenyalnya bibir kekasihnya.


Sementara itu Maggie masuk ke dalam kios, dia hendak mengambil air minum.


Tanpa sengaja dia melihat dua sejoli yang sedang bercumbu itu.


"Hadeuh...! permisi,nggak lihat ya...!!" kata Maggie ya g terus melangkahkan kakinya menuju dispenser dan mengambil air minum dan meminumnya.


"Ada Maggie..!!" bisik Kirana pada Aaron.


"Biarkan saja..!! dia enak, Tony nggak ke istana langit. Sedangkan kita harus berpisah..!!" balas Aaron yang kini mencium leher kirana.

__ADS_1


"Aaron..geli tau..!" bisik Kirana seraya menggeliat karena merasa kegelian.


Namun Aaron tak menghiraukan, dan tetap dengan aksinya.


Sedangkan Maggie segera menghabiskan air minumnya dan kembali ke depan kios tanpa menoleh ke arah Kiran dan Aaron.


Aaron pun semakin menggila, dia memberikan stempel kepemilikan ke leher Kirana.


"Aaron apa yang kamu lakukan..?" bisik Kirana yang sedikit cemas.


"Kamu adalah milikku dan tetap milikku...!!" balas bisik Aaron di telinga Kirana.


"Aku memang milikku Aaron, sampai kapanpun..!!" uca Kirana seraya memegang pipi Aaron dengan lembut dan terus memandangi wajah ganteng kekasihnya itu.


Sementara itu Ekin dan Luna yang berada di tanah lapang, menunggu Aaron dan Kirana dengan kesal.


"Ngapain sih mereka .? kok nggak kesini-kesini..! katanya mau latihan..!!" gerutu Ekin yang kesal.


"Mungkin banyak yang bereka bicarakan..!!" ucap Luna tanpa curiga.


"Kalau begitu, kita sembunyi aja..! pasti mereka nanti cari kita , dan biar tahu rasa mereka..!!" ucap Ekin yang kemudian menarik tangan Luna dan mengajaknya sembunyi di rimbunnya ilalang yang meninggi.


Mereka duduk berhadapan sambil melihat ke tanah lapang, jika Aaron dan Kirana berada di tanah lapang pasti akan mencari mereka.


Namun lama mereka menunggu, Aaron dan Kirana tak juga muncul.


"Ah, kemana sih mereka..! Jangan-jangan mereka cuma mengerjai kita..!!" seru Luna sedikit kesal.


"Luna..!" panggil Ekin dan Luna menatap Ekin dan menjawab panggilan Ekin." ya, ada apa Ekin..!"


"Ada bunga rumput menempel di rambutmu...!" kata Ekin pelan.


"Ha..bunga rumput..!!" seru Luna yang kemudian tangan kanan Luna meraba rambutnya.


Ekin pun menyentuh tangan kanan Luna. Dan kemudian mencium punggung tangan Luna.


Luna pun tersentak kaget.


"Ekiiin....!!" panggil Luna dan Ekin mendongak mengulas senyum.


"iya, ini aku Luna..!!"jawab Ekin seraya mengusap lembut pipi Luna dengan lembut.


"Apa kamu mau mengisi hatiku..?" tanya Ekin dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Luna.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2