Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Kenangan Bersama Luna


__ADS_3

Setelah pemakaman, Ratu Flower dan Selir Selena mengajak Ekin dan Aaron untuk balik ke istana langit.


"Ekin, sebaiknya kita kembali ke istana langit!" ucap Selir Selena seraya menepuk pundak putranya Ekin.


"Biar Ekin di sini sebentar bunda! Ekin masih ingin melihat kenangan bersama Luna!" ucap Ekin yang masih terduduk lesu halaman belakang kios Bunga Rose.


"Ya sudah, tapi kamu harus balik ke istana langit dengan secepatnya." ucap Selir Selena yang mengusap kepala putranya dan memeluk Ekin dengan rasa kasih sayang.


"Kami pamit ya Ekin" ucap ratu Flower dan Ekin melepaskan pelukan ibundanya dan memeluk ibu tirinya ratu Flower.


"Iya bunda!" jawab Ekin, kemudian Ratu Flower dan Selir Selena melangkahkan kaki menuju ke dalam kios dan berpamitan dengan yang lainnya.


Tak berapa lama Kirana dan Aaron menghampiri Ekin dengan membawa nampan yang ada makanan an minuman di atasnya.


"Ekin, kamu makan dulu! kamu belum makan seharian ini!" ucap Aaron pada Sahabatnya Ekin.


"Rasanya aku ingin mati saja, biar bisa bersama Luna!" racau Ekin yang mengusap wajahnya secara kasar.


"Jangan begitu Ekin, biarkan dia tenang di sana!" ucap Kirana yang meletakkan makanan dan minuman buat Ekin di atas meja di samping Ekin.


"Aku juga seperti tak percaya! Rasanya baru kemarin ketemu kucing imut itu! sekarang dia sudah meninggalkan kita!" ucap Aaron yang mengingat kembali saat pertama bertemu Luna.


📆 Flashback On.


Meowww...!! Meowww...!!"


"Toloooong....!! toloooong...!!"


Terdengar suara minta tolong, yang suaranya seperti seekor kucing.


"Siluman kucing, kenapa kau?" tanya Oyen yang melihat kucing kecil yang tak berdaya karena ke empat kakinya di ikat dengan tali cahaya.


"Tali cahaya? apa ada dewa di sini?" tanya dalam hati Oyen.


Oyen segera membuka ikatan tali cahaya itu.


"Meow...!"


"Siapa yang menyerangmu? " tanya Oyen yang telah membebaskan ikatan tali cahaya itu.


"Dia seorang pemuda, sepertinya dia seorang pemburu siluman. Siluman yang di burunya selalu di buat tewas!" kata kucing kecil itu.



"Lantas, kenapa kamu tidak di buat tewas olehnya?" tanya Oyen penasaran.


"Karena aku bukan siluman!" kata kucing kecil itu yang menggerak-gerakkan tubuhnya yang sudah terbebas dari tali cahaya itu.


"Apa maksud kamu?" tanya Oyen pada kucing imut itu penasaran.


"Pada waktu itu aku tak sengaja menabrak seekor kucing yang berwarna hitam, tak lama kemudian tubuhku berubah menjadi kucing." kata kucing imut itu dengan wajah sedih.


"Apakah kucing hitam itu Archie?" tanya dalam hati Oyen.


Archie adalah kucing hitam kesayangan Leon yang mempunyai keahlian mengutuk mahkluk yang mengganggunya.


"Coba kamu telan mutiara siluman warna putih ini" kata Oyen yang mengeluarkan mutiara Siluman warna putih miliknya.


"Apa reaksinya bila aku menelannya..?" tanya kucing imut itu yang penasaran


"Kemungkinan kamu bisa jadi manusia!" kata oyen yang sedikit yakin, karena dirinya memeang begitu.

__ADS_1


Namun ketika, kucing itu hendak menelannya, Oyen mengambil kembali mutiara itu.


Hal itu membuat si kucing imut tadi sedikit kesal.


"Hei katanya suruh menelannya..? kenapa kau ambil kembali..?!" tanya si Kucing itu dengan gemas.


"Kalau mau berubah wujud, kau harus sedia baju. Karena tubuh kamu nanti akan tanpa busana pada saat berubah nanti dan tentu saja akan menyusahkan, terutama aku!" jelas Oyen yang mengingat akan dirinya.


"Kau tahu banyak, apa kau seperti aku?" tanya kucing imut itu.


"Iya, aku juga kucing kutukan, seperti kamu. Dan aku kemari mencari kekasihku yang di telan oleh kaca benggala." jelas Oyen sambil duduk di atas rerumputan.


"Wah beruntung ya jika jadi kekasihmu" kata kucing imut itu yang juga ikut duduk di rerumputan.


"Oiya, tadi kamu bilang pakaian ya? aku ingat, di sebelah sana ada pasar siluman. Kita beli baju disana saja!" kata kucing imut itu yang kemudian berdiri dengan semangatnya.


"Eh, Siluman punya pasar juga?" tanya Oyen yang juga ikut berdiri.


"Iya, siapa tahu ada sesuatu yang bisa kita butuhkan!" kata kucing imut itu yang mulai


"Iya!" Jawab Oyen.


"Oiya nama kamu siapa?!" tanya Oyen yang kemudian melangkah beriringan dengan kucing imut itu.


"He..he..kita tadi belum kenalan ya! namaku Luna, kalau nama kamu siapa?" tanya kucing imut yang bernama Luna itu.


"Kalau jadi kucing, Namaku Oyen dan kalau jadi manusia namaku Aaron." jawab Oyen yang terus berjalan beriringan dengan Luna.


Tiba-tiba Oyen mendengar langkah siluman yang berlari.


"Luna, sembunyi!" seru Oyen pada dan mereka kemudian mencari tempat persembunyian.


Di atas gundukan tanah yang di tumbuhi ilalang-ilalang yang rimbun, mereka bersembunyi.


Dua siluman itu tak lain siluman Rusa dan siluman Lembu.


"Kurang ajar..! kita kehilangan jejak manusia itu!" umpat siluman lembu itu pada siluman Rusa.


"Itu gara-gara kau yang emisional!" ucap Siluman Rusa pada siluman lembu dengan rasa kecewa.


"Aah, dia lebih tampan dariku dan aku nggak mau ada pria di sampingmu sayang!' ucap Siluman lembu yang menatap Siluman Rusa.


"Kalau ada yang lebih baik kenapa enggak!?" seru siluman rusa sambil tersenyum sinis.


"Kau..! kau memang keterlaluan! akan aku bunuh laki-laki itu!" seru siluman Lembu itu yang kemudian menarik lengan siluman Rusa.


Siluman rusa itu menghempaskan tangan siluman lembu.


"Bagh..!"


"Bugh...!"


Bagh..!"


"Bugh...!"


"Ugh...!!"


Siluman Rusa berhasil memukul siluman Lembu.


"Kau...!!" seru siluman lembu.

__ADS_1


"Bagh..!"


"Bugh...!"


Bagh..!"


"Bugh...!"


"Ahh....!!"


Siluman lembu berhasil membalikkan situasi.


"Bagh...!"


"Bugh...!"


Bagh..!"


"Bugh...!"


"Aarghh...!!"


Dia berhasil membuat pukulan tepat di perut siluman Rusa.


.


Dan siluman Rusa kini tak berdaya dan dia tak sadarkan diri.


Tak berapa lama Siluman Lembu itu membopong istrinya, dan mereka menuju ke perkampungan siluman, dimana mereka tinggal saat ini.


Sementara itu, Oyen dan Luna keluar dari persembunyian mereka.


"Oyen, ayo kita ikuti siluman lembu itu. Dia pasti akan ke perkampungan siluman. Dan di sana tentunya ada pasarnya!" seru Luna yang kemudian melangkahkan kakinya dan di ikuti oleh kucing oranye si Oyen.


"Ngomong-ngomong, mata uang di dunia siluman apa ya?" tanya Oyen yang terus melangkah beriringan dengan Luna.


"Eh iya, aku sendiri juga tidak tahu..!!" jawab Luna yang juga terus melangkah dan sesekali melihat Oyen.


"Kita lihat saja nanti" lanjut Luna.


Dan mereka terus melangkahkan kaki ke arah dimana siluman Lembu yang membopong Siluman Rusa tadi pergi.


Perjalanan mereka memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit lamanya, untuk sampai di perkampungan siluman.


Di perkampungan siluman, perkampungan ini tidak seperti umumnya perkampungan manusia.


Para Siluman kebanyakan tinggal di pohon yang besar-besar.


Sementara pasarnya terletak di tengah-tengah pepohonan itu, dan terdapat banyak batang pohon besar yang sengaja tertata beraturan untuk para siluman yang mau berjualan.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


"


__ADS_2