Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Oyen terpisah dari Kirana


__ADS_3

Kirana menitipkan Oyen pada papanya.


"Papa, Kirana titip Oyen ya Pa!" pinta Kirana sambil meletakan Oyen di dekat papanya yang sedang Istirahat


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Nikholas yang tak merubah posisi berbaringnya.


"Andy mengajakku jalan-jalan sebentar!" jawab Kirana.


"Oh kalian mau pendekatan ya? lama juga nggak apa-apa!" kata Nikholas yang kemudian bangun dan mengambil Oyen dan memangkunya


"Kirana pamit pa..!" pamit Kirana sambil mencium punggung tangan papanya.


"Hati-hati ya!" seru Nikholas.


"Iya pa!" balas Kirana.


"Daaa oyen!" pamit Kirana sambil melambaikan tangannya.


"Meowww....!"


Oyen meronta seolah tak ingin Kirana meninggalkannya.


"Berisik sekali kamu, aku taruh kamu dalam kardus saja. Jangan kemana-mana, aku mau Istirahat!" seru Nikholas yang kemudian menaruh Oyen dalam kardus.


Dan setelah itu, Nikholas kembali melanjutkan tidurnya karena nanti malam dia akan melaut mencari ikan.


"Meoww.."


Oyen berusaha keluar dari kardus tersebut.


Bukan Oyen namanya kalau tak bisa keluar dari kardus itu.


Tak butuh waktu lama, Oyen keluar dan mengetahui papanya Kirana sedang tidur pulas sampai mendengkur.


"Herrrrr..herrrrr....!"


Oyen pun keluar dari ruangan dan kemudian dia mencari Kirana ke seluruh ruangan rumah, namun Kirana tidak ada.


Oyen pun keluar rumah. Dilihatnya pemandangan yang asing baginya, pantai yang luas dengan banyak kapal nelayan dan orang yang lalu-lalang entah itu turis, warga sekitar maupun pedagang asongan.


Sedangkan Oyen kucing yang imut dan kecil, bisa-bisa di injak orang atau di tangkap anak-anak dan di buat mainan.


"Meoww..!"


"Kenapa saat ini aku sangat berharap berubah jadi manusia. Seandainya ada siluman bermutiara putih." keluh Oyen.


"Sudahlah cari saja terus, siapa tahu nanti ketemu siluman bermutiara putih!" kata Oyen menyemangati dirinya sendiri.


Karena bagi dia mencari Kirana saat ini bagaikan mencari jarum di atas tumpukan jerami.


"Meow...!"



Oyen terus berlari, mencoba mengendus keberadaan Kirana.


"Kirana..! apa kamu lupa perkataan Ibu, kalau kita tak boleh berjauhan." kata oyen dalam hati uang merasa khawatir dan juga ada rasa cemburu.


Benar saja di saat oyen berjalan, ada begitu banyak rintangan yang di hadapinya.


Hampir beberapa kali dia di injak orang-orang yang berlalu lalang, di kejas sesama kucing disana sampai anak kecil yang mau mengambilnya


"Kirana..! kamu dimana?"


Sementara itu, Kirana diajak oleh Andy berkeliling melihat beberapa villanya.

__ADS_1


"Kamu capek ya, kita istirahat sebentar ya!" kata Andy, dan Kirana mengangguk tanda menyetujuinya.


Andy kemudian mengajak Kirana duduk di kursi yang ada di villa yang menghadap ke pantai.


"Terima kasih!" ucap Kirana saat Andy menarik kursi untuk dia.


Andy membalasnya dengan senyuman.


"Tunggu sebentar ya,aku buatkan minuman" kata Andy.


"Eh, nanti ngerepotin!" kata Kirana sungkan.


"Ah sudahlah nggak apa-apa kok!" jawab Andy yang bergegas melangkah masuk ke dalam villa.


Kirana memandang deburan pantai yang begitu indah.


Entah mengapa, hatinya merasa ada perasaan gundah.


"Oyen..! kenapa aku kepikiran sama kamu? Semoga kamu nggak apa-apa ya di rumah sama papa!" batin Kirana yang berkecamuk.


Sementara itu Andy sedang berbincang dengan seseorang.


"Menurutmu bagaimana dengan gadis itu?" tanya Andy pada seseorang di hadapannya.



"Cantik juga, hei, dia seperti di tandai siluman!" seru orang yang jadi kepercayaan Andy.


"Maka dari itu Tony, aku mengajaknya kemari. Agar kamu melihat tanda itu juga, dia akan mendatangkan para siluman. Dan aku akan memperoleh banyak mutiara siluman nantinya" kata Andy yang sudah siap dengan dua kelapa mudanya.


Tony adalah orang kepercayaan Andy, maka dia yang selalu membantu Andy dalam menjalankan bisnis dan menjaga laut dan pantai.


Andy kemudian berjalan menghampiri Kirana.


"Lama ya nunggunya?" tanya Andy saat menghampiri Kirana dengan membawa dua buah kelapa muda.


"Ah enggak juga!" jawab Kirana setelah menghempaskan perasaan galaunya.


"Nah sudah jadi minumannya,cocok sama suasana pantai nih!' kata Andy sambil tersenyum.


"Makasih" kata Kirana saat Andy menyerahkan satu kelapa muda yang dia bawa pada Kirana.



Kirana pun meminumnya, tenggorokannya yang kering pun segar kembali.


"Haus ya?" tanya Andy yang melihat Kirana yang langsung meminum kelapa muda pemberiannya.


"He..em..!" jawab Kirana tanpa membuka mulut namun di barengi anggukan kepalanya.


Andy pun meminum air kelapa mudanya.


"A..apa kamu tahu papa menjodohkan kan kita?" tanya Kirana di sela-sela menikmati kelapa muda dan menikmati pemandangan.


"Ya, aku tahu" kata Andy santai.


"Lantas apa keputusan kamu?" tanya Kirana penasaran.


"Kamu umpan bagiku, kamulah sumberku mendapat mutiara siluman!" kata dalam hati Andy.


"Kamu cantik dan menggemaskan, aku menyukaimu" kata Andy seraya melihat Kirana dengan tatapan meyakinkan.


"Degh..!" jantung kirana serasa berhenti


"Aku benci di situasi seperti ini" kata dalam hati Kirana.

__ADS_1


"Tapi aku sudah punya calon suami, jadi maaf" kata Kirana yang tak mau berbohong dengan statusnya.


"Aku tak peduli, aku akan tetap menyukaimu!" kata Andy mantap.


"Aku mau pulang" pinta Kirana yang kemudian berdiri.


"Hei..kenapa kamu? kita kan belum menikmati matahari tenggelam" kata Andy yang mencoba membuat Kirana duduk kembali.


Namun bukannya duduk kembali gadis itu melangkah menuju pintu keluar Villa.


"Kirana, tunggu!" seru Andy yang mengejar langkah Kirana.


"Aku ingin pulang, hiks..!" isak gadis itu


Andy berhasil mendahului langkah Kirana dan berhenti tepat di depan Kirana.


Kirana berhenti dan menunduk.


Telapak tangan kiri Andy memegang lengan kanan Kirana, dan jari telunjuk kanan Andy berada di bawah dagu Kirana dan berusaha mengangkat wajah Kirana.


Wajah Kirana terangkat, Andy melihat mata Kirana yang berair.


"Kau menangis?" tanya Andy yang tak tega melihat air mata gadis di depannya.


"Aku mau pulang!" kirana mengulangi kata-katanya.


"Baiklah., ayo aku antar kamu pulang" kata Andy yang kemudian menggandeng tangan Kirana.


Andy terus menggandeng Kirana menyusuri bibir pantai dan melewati banyak orang.


"Tuan Andy, itu pacarnya ya?" sapa orang-orang yang mengenal Andy.


Andy hanya tersenyum dan tetap menggandeng Kirana seolah tak boleh lepas.


Tanpa mereka sadari, Oyen melihat hal itu.


"Kirana..! apa kau sudah melupakan aku, apa aku tak pantas untuk mu!" kata Oyen yang terdengar hanya ngeongan.


"Meoowww...!"


Kirana yang berjalan di gandeng Andy, seolah merasakan sesuatu. Dia kemudian berhenti dan melihat ke sekelilingnya.


"Kamu kenapa?" tanya Andy penasaran kenapa Kirana tiba-tiba berhenti


"Ada yang memanggilku!" jawab kirana yang terus memandang ke sekelilingnya dengan penasaran.


"Mungkin perasaanmu saja, di sini mana ada yang mengenalmu" kata Andy dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.


"Meowww.!" (Kiranaaaa...)


Oyen berusaha mengejar Kirana, seolah tahu kalau Kirana tadi mendengar suaranya.


Tanpa di sadari Oyen.


"Ketangkeeepp....!"


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2