
Sementara itu Kirana dan Ekin yang berada di atas punggung Siluman rajawali setengah harimau itu, kembali ke goa dimana mereka tinggal.
"Hei kenapa kita kembali ke sini? bukankah kita seharusnya mencari baju untuk aku?" tanya Kirana yang heran.
"Masalah baju, biar itu menjadi urusan Raja. Aku akan memberikan kamu sebuah pedang, buat menjaga diri kamu." kata Ekin yang kemudian dia masuk ke dalam goa dan beberapa menit kemudian, Ekin kembali dengan membawa sebuah pedang.
"Ini adalah pedang Awan, pedang milik sahabatku yang aku pinjam sebelum aku mendapat pedang cahaya dari petinggi kekaisaran langit." kata Ekin yang menyerahkan pedang pedang awan itu pada Kirana.
"Pedang cahaya, kekaisaran langit..? Kenapa sahabatmu itu punya pedang, sedangkan kamu tidak..? sebetulnya kamu itu siapa sih..?" pertanyaan demi pertanyaan dari Kirana yang penasaran.
"Aku Ekin Dewa Bintang putra Selir Selena yang merupakan Dewi bulan, dari kerajaan langit." jawab Ekin.
"Sedangkan pedang awan sebetulnya milik panglima langit Raymond yang merupakan Dewa pedang dan pedang awan ini telah dibawanya melanglang buana menghadapi semua musuhnya. Kemudian pedang ini diturunkan pada putranya yang sekarang menjadi sahabat sekaligus musuhku..!" jelas Ekin.
"Apa mungkin yang di maksud pemilik pedang ini adalah Aaron putra Dewa pedang Raymond yang sekarang rohnya masuk ke tubuh Andy..?" tanya dalam hati Kirana.
"Apa kamu kenal dengan Aaron?" tanya Kirana yang memberanikan diri menanyakan hal itu.
"Dialah pemilik pedang itu!" jawab Ekin.
"Hei bagaimana kamubtahubtetang Aaron?" lanjut tanya Ekin yang heran, kenapa Kiran tahu nama Aaron si pemilik pedang Awan.
Namun berbeda dengan Kirana yang mendengar kalau pedang yang di pegangnya itu milik Aaron, dia begitu ceria.
"Hanya pernah dengar saja. Ayo kita latihan, aku ingin mencoba pedang ini." kata Kirana dengan semangat namun tetap masih menutupi hubungannya dengan Aaron pada Ekin.
"Baiklah, ayo kita mulai dari cara dasar penggunaan pedang." kata Ekin yang memulai dasar-dasar beladiri menggunakan pedang.
"Satu....dua....tiga.. hiaaat..!!"
"Satu,....dua...tiga ...hiaaaat...!!"
__ADS_1
Secara berulang-ulang mereka berlatih.
"Satu....dua....tiga.. hiaaat..!!"
"Satu,....dua...tiga ...hiaaaat...!!"
"Satu....dua....tiga.. hiaaat..!!"
"Satu,....dua...tiga ...hiaaaat...!!"
Tak berapa lama terlihat siluman rajawali terbang melayang dan hinggap di depan mereka.
"Raja, apa kau sudah dapatkan baju untuk Kirana?" tanya Ekin yang menghampiri Siluman rajawali tersebut .
Dan siluman rajawali itu memberikan bingkisan pada majikannya.
Ekin menerima dan membukanya. Kemudian menyerahkannya pada Kirana.
"Terima kasih!" kata Kirana yang kemudian dia melihat baju-baju yang di bawa Siluman rajawali itu.
"Aku nitip pedang awan ya!" ucap Kirana yang kemudian menyerahkan pedang awan pada Ekin kembali
"Iya, jangan lama-lama, sebentar lagi malam. Kita belum ada persediaan untuk makan malam ini." kata Ekin mengingatkan.
"Oiya baiklah" ucap Kirana yang kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam goa.
Kirana pun memulai ritual mandinya di sebuah kolam kecil di dalam goa tersebut.
Selesai mandi, Kirana memakai pakaian Hanfu yang di bawa siluman rajawali itu.
Dan Kirana berdandan seperti gadis dari negeri bambu itu.
Kirana duduk di tepi kolam, memandang dandanannya yang kini berbeda
__ADS_1
"Kirana..! sudah selesai belum?" yanya Ekin yang merasa Kirana begitu lama.
"Eh iya Ekin..! sebentar ya!" balas kirana yang sekali lagi memastikan dandanannya di atas kolam.
Kirana segera keluar dari goa dan menghampiri Ekin untuk meminta balik pedang Awannya .
"Kirana....ka...kau..!!" Panggil Ekin yang seolah tak percaya akan keadaan gadis yang sehari ini bersamanya.
"Kirana kamu cantik sekali?" ucap dalam hati Ekin.
"Mana pedang awannya?" tanya Kirana sambil mengulurkan tangannya.
"Oh ini pedangnya!" kata Ekin yang tak melepas pandangan matanya.
"Ekin, hei...!" panggil Kirana sambil mengibas-ibaskan tangannya di hadapan Ekin.
"Eh iya...! maaf, kamu berbeda sekali!" ucap Ekin yang masih terpesona dengan kecantikan Kirana.
"Aku masih sama dengan Kirana yang sebelum ganti baju tadi" kata Kiran yang kemudian berlatih kembali dengan jurus-jurus yang di ajarkan oleh Ekin tadi.
"Oke Kirana, ayo kita mulai berburu siluman!" seru Ekin yang mulai memberi kode pada siluman Rajawali untuk merendah.
Ekin kemudian naik ke atas punggung siluman rajawali itu dan di ikuti oleh Kirana. Dan mereka pun terbang meninggalkan goa yang sebagai tempat tinggalnya itu
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...