Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Oyen Bertemu Adelia)


__ADS_3

"Dan Penyihir Kadabra akan hidup dan mengganggu kalian kembali, jika ada anak keturunan kita ada yang menikah dengan manusia!" ucap Freyja yang menambahi.


"Nah, itulah yang sangat kami khawatirkan, Penyihir Kadabra bisa hidup kembali, entah melalui siapa. Kita tidak tahu." kata Baasty.


"Maka dari itu, kami tak bisa memastikan akan kemunculan penyihir Kadabra, entah bisa melalui Adelia, Apollo atau bahkan Caterina!" jelas Freyja seraya menatap semua kucing dihadapannya.


"Yang kami khawatirkan saat ini adalah Caterina, gadis itu akan menginjak usia tujuh belas tahun. Karena di dunia penyihir, penyihir yang punya kekuatan diatas rata-rata bisa muncul pada anak manusia yang berusia tujuh belas tahun" lanjut Freyja.


"Apa itu berarti ada kemungkinan penyihir Kadabra masuk ke tubuh Caterina?" tanya Kity yang sedari tadi diam memperhatikan jalan cerita yang berada di aula pertemuaan itu.


"Iya, maka dari itu kami sedari tadi membahas untuk mencari Caterina, kami sangat khawatir jika kemunculan penyihir Kadabra menyerang orang-orang disekitarnya." jelas Freyja dengan perasaan khawatir.


"Ayahanda, biarkan Ovinnix yang mencari keberadaan Caterina di dunia manusia" saran Boots yang ingin menonjolkan kemampuan putrinya.


"Saya rasa tidak perlu, karena sekarang ini Caterina bersama keluarga kami" ucap Oyen yang secara tak langsung menolak tawaran Boots.


"Kalau begitu keluarga kamu dalam bahaya sekarang ini!" seru Boots dengan menyunggingkan senyum sinis.


"Hah, betul juga jika benar penyihir Kadabra menjelma di tubuh Caterina! aku harus hubungi ibu sekarang juga!" kata dalam hati Oyen.


Oyen kemudian memejamkan mata dan mencoba bertelepati dengan ibundanya Rosa yang menunggu dan berjaga di pintu gerbang pintu masuk ke dunia kucing bersama ayahnya Andy.


^^^☁️"Ibunda, Ibunda.. apakah kamu mendengarkan ananda?" ucapan dari dalam hati Oyen.^^^


^^^☁️"Ibunda, Ibunda.. apakah kamu mendengarkan ananda?" dan sekali lagi Oyen memanggil ibunya dari dalam hati.^^^


☁️"Ada apa putraku? apa ada masalah di dalam sana?" tanya Rosa yang sayup-sayup terdengar di telinga Oyen.


^^^☁️"Ibunda, ada kemungkinan Penyihir Kadabra bisa menjelma di tubuh Caterina. Jadi, apakah Ibunda bisa menghubungi Kirana dan Tony untuk berhati-hati?" pinta Oyen yang mencemaskan keluarganya.^^^


☁️"Mengapa tak terpikirkan olehku? baiklah putraku, Ibunda akan usahakan bagaimana caranya yang terbaik untuk semuanya." ucap Rosa yang menyembunyikan rasa khawatirnya.


...☁️"Terima kasih bunda, Ibunda dan ayahanda hatilah disana" ucap Aaron...


☁️"Iya putraku, kamu juga berhati-hatilah disana" ucap Rosa .


Dan telepati pun berhenti, Oyen mukai memperhatikan apa yanga ada dihadapannya.


Tanpa disadari semuanya Valeri tiba-tiba menghilang, meninggalkan semua yang ada di aula pertemuan.


Isteri Boots itu pulang ke rumahnya, dan dia mencari putrinya yang sedang berlatih mengasah kemampuannya.


"Ovinnix! Ovinnix..!" panggil Valeri saat sudah berada di dalam rumah.


Gadis seumuran Caterina itu menghentikan latihannya. Dan dia mencari keberadaan suara yang memanggilnya itu.

__ADS_1


"Ibu, Ovi ada disini" jawab Ovinnix yang menghampiri ibunya, Valery.


"Ovi, kemampuan kamu sudah lebih baik jauh diatas Caterina. Ibu ada tugas buat kamu!" seru Valery yang saat ini sudah berhadapan dengan putrinya Ovinnix


"Tugas? tugas apa Bu?" tanya Ovinnix yang penasaran.


"Kamu pergilah ke dunia manusia, cari Caty dan bawa dia kembali ke dunia kucing!" perintah Valery.


"Kalau dia tidak mau atau Ovinnix tak bisa membawanya, terus bagaimana Bu?" tanya Ovinnix yang merasa belum sanggup menerima tugas itu.


"Bunuh dia! agar tak ada saingan kamu di masa yang akan datang!" seru Valery dengan tatapan yang tajam.


"Membunuhnya?" gumam Ovinnix yang sedikit ragu.


"Iya, dia akan menjadi batu kerikil kamu kelak Ovi! mengingat dia lebih segalanya daripada kamu!" seru Valery yang membuat Ovinnix itu paham.


"Iya sih, warna bulu dia yang lebih cantik dari pada aku!" ucap Ovinnix yang mengakui bukunya yang warnya tak menarik untuk dilihat, dan itu bisa mempengaruhi di setiap aktifitasnya.


Seperti halnya setiap harinya dia tak berani keluar rumah, karena akan jadi bahan olokan para kucing lainnya.


"Baik ibu, Ovi akan berkemas terlebih dahulu!" ucap Ovinnix dan Valery kemudian memeluknya dengan erat.


"Hati-hatilah kamu disana! Dan ingat" pesan Valery dan Ovinnix menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian Ovinnix berkemas-kemas dan mulai berangkat ke dunia manusia mencari Caterina.


Sementara Valery kembali ke aula pertemuan,seperti tak terjadi sesuatu.


Sedangkan di aula pertemuan sendiri keadaan semakin memanas, antara keinginan Oyen yang berharap supaya Adelia dibebaskan dan keinginan Baasty yang tetap mengurung Apollo dan Adellia.


Karena ketakutan mereka kalau penyihir Kadabra muncul diantara Apollo dan Adelia.


"Jika penyihir Kadabra muncul di tubuh Adelia, yang saya takutkan Adelia telah memiliki sebagian ilmu sihirku!" seru Freyja dengan cemas.


"Kami akan mengatasinya di dunia manusia, jika memang Adelia yang menjadi penyihir Kadabra!" ucap Oyen yang yakin akan hal itu.


"Baiklah kalau itu mau kalian, akan aku perintahkan prajurit untuk membawa Adelia dan Apollo kemari!"


seru Baasty yang kemudian memanggil para prajuritnya.


"Prajurit, bawa tawanan Adelia dan Apollo kemari!" seru Baasty pada empat prajurit yang menghadapnya


"Baik yang Mulia!" ucap prajurit itu dan mereka melangkahkan kaki meninggalkan Aula oertemuan dan menuju ke ruang bawah tanah.


Dimana ruangan itu untuk tahanan-tahanan yang berbahaya.

__ADS_1


Dua orang prajurit membawa Adelia dan dua prajurit lagi membawa Apollo.


Dan tak berapa lama Apollo dan Adelia sudah di berada di aula pertemuan dan berada diantara para kucing-kucing yang berada di Aula pertemuan itu.


"Adelia!":Panggil Oyen yang melihat Adelia yang saat ini sangat kurus dengan wajah sangat pucat dan rambut yang berantakan.


"Isteriku, kenapa ka-kau jadi seperti ini?" gumam Apollo yang tak percaya dengan apa yang terjadi pada isterinya.


Semua mata tertuju pada Adelia yang tertunduk denga sangat lemah itu.


"Meong..!"


"Oyen, kamu mau kemana?" tanya Kity yang penasaran saat melihat Oyen bergerak ke arah Adelia.


"Aku ingin bicara dengan Adelia!" ucap Oyen yang sudah berada dihadapan Wanita yang tertunduk lesu itu.


"Meoww...! meoww...!"


Oyen berusaha membuat Adelia memperhatikannya.


Namun Ibunda Caterina itu tetap saja diam membisu dengan kepala yang tertunduk dan pandangan kedua matanya kosong.


"Meow...! meow...!"


Sekali lagi Oyen mencoba memanggil Adelia dengan suara kucingnya.


Adelia tetap tak bergerak sama sekali, dan Oyen terus memutar otaknya agar membuat Adelia tersadar kembali.


Lantas Oyen meletakkan kaki depan sebelah kanannya di atas punggung tangan kanan Adelia yang ada di pangkuan Adelia.


Tiba-tiba ada reaksi dari tubuh Adelia, kedua mata Ibunda Caterina tak lagi kosong. Namun tetap tersirat kesedihan yang sangat dalam.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2