Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Pertemuan Caterina dengan Kiaro)


__ADS_3

Caterina kemudian melanjutkan perjalanannya.


Tak henti-hentinya dia bertanya kesana dan kemari tentang kota Ghuanzhou dan juga Andy.


"Kota ini memang kota Ghuanzhou yang aku cari, tapi semua orang tak ada yang mengenal Paman Andy?" gumam dalam hati Caterina yang teramat kesal.


"Aku harus bagaimana ini?' tanya dalam hati Caterina yang terus melangkahkan kakinya.


Kembali Caterina bertanya pada semua orang yang berpapasan dengannya.


"Ma'af tuan, apa tuan tahu dengan paman saya ini. Namanya Andy, dulu tinggal di pesisir Z?"tanya caterina lagi yang mencoba mengembalikan semangatnya lagi.


"Oh, saya pernah lihat. Dia orang yang masuk daftar lima orang terkaya di kota Ghuangzhou, kamu siapanya Beliau?" tanya laki-laki paruh baya yang ada dihadapan Caterina.


"Saya keponakan beliau, ibu saya dalam bahaya. Kami butuh pertolongan beliau." jawab Caterina yang sedikit lega karena mulai ada titik cerahnya.


"Coba kamu ke kampus itu" kata orang itu sembari menunjuk ke arah kampus ternama di Ghuangzhou.


"Kampus?" tanya Caterina yang belum begitu paham dengan kata-kata kampus.


"Itu, sekolah orang dewasa. Yang fari sini kanan jalan!" jelas Orang itu.


"O, yang banyak yang keluar masuk orang itu?" tanya Caterina dengan semangat.


"Iya, coba kamu bertanya sama orang-orang disana. Pasti mereka mengenal Paman kamu, karena kampus itu kampus yang mahasiswa dan mahasiswinya kebanyakan orang-orang kaya." jelas laki-laki itu dengan yakin.


"Begitu ya? Baiklah saya akan kesana!" ucap Caterina.


"Iya, mumpung belum waktunya masuk pelajaran mata kuliah. Kamu bisa bertanya pada semua mahasiswa dan mahasiswinya." jelas Orang itu.


"Oh, baik. Teima kasih, saya permisi tuan" ucap Caterina dengan melambaikan tangan kanannya.


"Hati-hati sama mahasiswanya ya nona! jangan sampai anda terpikat, mereka kebanyakan buaya! he..he..!" ucap laki-laki itu sembari terkekeh.


"I-iya" balas Caterina sembari menundukkan kepalanya, walaupun dalam hati dia bingung.


"Apa yang dimaksud laki-laki itu ya? aku tidak paham sama sekali!" ucap Caterina dalam hati.


Caterina kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kampus yang ditunjukkan laki-laki paruh baya tadi.


Setelah sampai di kampus yang dimaksudkan, Caterina memulai aktivitasnya semula.


Yaitu bertanya dan terus bertanya, hingga tanpa sadar ada yang menubruk tubuhnya.


"Brugh..!" Caterina itu terjatuh.


"Aduh..!" suara kesakitan dari Caterina.


"Ma..ma'af, apa ada yang sakit?" tanya seoran pemuda seraya mengulurkan tangan kanannya, berniat membantu Caterina berdiri.


"Ma..ma'af-ma'af, sakit tahu..!' seru Caterina yang menampik uluran tangan pemuda itu dan dia berusaha berdiri sendiri.

__ADS_1


Secara tiba-tiba caterina ingat apa yang dikatakan laki - laki paruh baya tadi untuk berhati-hati dengan mahasiswa kampus.


Pemuda itu menarik kembali uluran tangannya dan berusaha tetap tersenyum pada Caterina yang sedang membersihkan tubuhnya dari debu yang menempel.


Setelah selesai Caterina menyibakkan rambutnya dan berdiri tegak berhadapan dengan pemuda itu.


Pemuda itu nampak terpesona akan kecantikan Caterina yang ada dihadapannya dan demikian pula dengan Caterina yang juga terkesima akan ketampanan pemuda yang ada dihadapannya.


Kurang lebih dua menit mereka saling menatap intens pada kedua netra mereka.


"Foto! ah iya foto itu!" ucap Caterina yang kemudian menundukkan kepalanya, berkeliling mencari foto yang lepas dari tangannya di sekitar tempat dimana dia terjatuh tadi.


"Dimana foto itu ya?" gumam Caterina yang terus mencari foto Andy.


"Apa yang kamu cari?" tanya pemuda itu, namun tak digubris boleh Caterina.


Tiba-tiba pandangan Caterina tertuju pada sebuah kertas yang menempel di hak sepatu seorang dosen.


Caterina terus mengejar dosen itu dan sudah tak menghiraukan pemuda yang menabraknya tadi.


"Hei nona! siapa nama kamu?" seru pemuda itu yang terus memandangi Caterina.


"Kiaro! kamu sedang memandang siapa?" tanya pemuda yang kembali menghampiri pemuda itu yang tak lain bernama Kairo dengan rasa penasaran.


"Ada gadis cantik, aku bantu berdiri. Eh malah dia sok jual mahal!" jawab Kiaro yang kemudian mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke fakultas mereka.


Sementara itu yang ditabrak Kiaro, tak lain adalah Caterina, terus memburu dosen yang sepatunya membawa selembar kertas yang berupa foto Andy, kakek Kiaro.


Dosen itu seperti memburu waktunya untuk mengajar. Dan tak menyadari kalau ada yang mengikutinya.


Caterina terus mengikuti dosen itu tanpa mengenal lelah hingga dosen itu sampai di depan sebuah fakultas dan dia masuk ke dalam fakultas itu.


"Yah, dia masuk ke dalam fakultas. Mana aku tak paham tentang materi pelajaran marusia!" gerutu caterina yang sedikit bingung.


"Ah masuk saja! dan pura-pura aku mahasiswi disana." ucap Caterina yang nekat untuk masuk ke dalam fakultas itu.


Ternyata di dalam fakultas itu ada Kiaro dan juga Dicky, pemuda yang menabrak Caterina bersama temannya.


"Kiaro! lihat ada gadis bening!" seru Dicky yang terus memperhatikan gadis yang baru masuk itu tanpa berkedip.


Kiaro yang semula cuek, akhirnya penasaran dengan sikap Dicky.


Kemudian Kiaro memperhatikan gadis yang dimaksud oleh Dicky.


"Hei, diakan gadis sombong tadi!" seru Kiaro geram.


"Jadi dia gadis yang menampik kamu tadi?" tanya Dicky yang penasaran.


"Iya, memang dia!" jawab Kiaro yang mengalihkan pandangannya pada dosen pembimbing mereka.


"Pantas saja dia sombong. Cantiknya setara dengan artis begitu!" celetuk Dicky yang tak lepas memandang gadis itu.

__ADS_1


Dalam hati Kiaro sebetulnya juga penasaran dengan gadis itu.


Diam-diam dia juga memperhatikan apa yang dilihat gadis itu.


"Kenapa gadis itu selalu memandang kaki dosen itu ya?" tanya dalam hati Kiaro yang penasaran.


"Kertas putih itu! iya, gadis itu mengincar kertas putih yang menempel di sol sepatu dosen itu!" Kiaro yang membatin.


Bel istirahat pun berbunyi, semua mahasiswa dan mahasiswi melangkahkan kaki mereka keluar dari ruangan dan menuju ke kantin kampus.


Demikian dengan Dicky yang hendak keluar dari raungan, namun dia menyempatkan diri memperhatikan gadis yang membuatnya penasaran itu.


Sementara Kiaro melangkahkan kaki mendekati dosen yang juga hendak keluar dari ruangan.


"Mister tunggu!" panggil Kiaro yang ada di belakang dosen yang dipanggilnya itu.


"Ada apa ya?" tanya Dosen itu dengan penasaran.


"Ma'af, ada sesuatu yang menempel di sol sepatu Mister."Jawab Kiaro seraya menunjuk kearah sol sepatu dosen itu yang ada kertas putih yang menempel dibawahnya.


"Wah iya, nak Kiaro, Terima kasih ya sudah memberitahu" ucap Dosen itu yang kemudian mencoba melepaskannya.


Dan ketika hendak membuang kertas itu, Kiaro menahan dosen itu.


"Tunggu pak, saya boleh minta kertas itu?" tanya Kiaro dengan hati-hati.


"Boleh saja! memangnya ada apa?" tanya Dosen itu dengan penasaran dan memberikan kertas yang terkena permen karet itu.


"Tidak tahu, ada yang menginginkannya!" jawab Kiaro seraya menerima kertas dan melihat ada bekas permen karetnya.


"Hiyuh, jijik sekali!" Kiaro yang membatin namun tetap dia menerima kertas itu.


Setelah dosen itu pergi, caterina yang sedari tadi memperhatikan Kiaro bersama dosen itu, segera menghampiri Kiaro.


"Kak, boleh minta kertas itu?" tanya caterina pada Kiaro.


"Kertas ini?" tanya Kiaro yang pura-pura tidak tahu dan menunjukkannya pada gadis itu.


"I..iya kak!" jawab Caterina dengan memohon.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2