Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mendadak Vampir II


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Alexander keluar dari kamar mandi yang dengan sudah menggunakan pakaian santainya.


Dan kini dia sudah harum dan terlihat segar. Setelah menyisir rambutnya, Alexander mengambil ponselnya di dalam tas.


Alexander mematikan ponselnya, dia tak mau dihubungi maupun menghubungi orang-orang yang di kenalnya untuk sementara waktu.


"Biarlah aku akan mulai dengan kehidupan yang baru...! Ini demi masa depan kita Kirana...! jangan sampai kau lupakan aku..!!" kata dalam hati Alexander yang terus melihat foto Kirana dalam dompet yang baru di bukanya.


Tiba-tiba muncul asap putih di sekitar kaki Alexander, dan setelah itu Alexander merasakan hawa kantuk yang amat sangat menyerang Alexander.


"Huaaahaaaheeeemm...!!"


”Tidur sajalah, mungkin aku terlalu kecapekan..!!" gumam Alexander yang kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang berukuran jumbo itu.


Dan dalam hitungan detik, Alexander akhirnya menutup kedua matanya dan dia terlelap dalam buaian mimpinya.


Tiba-tiba sosok makhluk kecil yang sedari tadi mengawasi Alexander terbang rendah mengitari Alexander dan pada akhirnya dia turun tepat di samping Alexander.



Makhluk kecil itu tak lain seekor kelelawar yang bertelinga panjang.


Kelelawar itu berjalan perlahan mendekati tubuh Alexander, dan terutama pada bagian lehernya.


Setelah mengendus beberapa kali, kelelawar itu kemudian menggigit leher Alexander dan dia menghisap darah pemuda itu.


"Aghh....aaaghh...!!"


Alexander merasakan kesakitannya, namun dia sudah tak biasa berbuat apa-apa.


Pemuda itu tak sadarkan diri dengan wajah memucat.



Sangat mengejutkan kelelawar yang menghisap darah Alexander, kini berubah menjadi sesosok wanita cantik namun bertaring.


"Hmm...segar sekali darahmu hai pemuda, ha..ha..kau akan jadi pengikut setiaku..!" gumam wanita itu yang tertawa penuh kemenangan.


Keesokan paginya, Alexander membuka kedua matanya perlahan-lahan.


"A...aku dimana..? tu..buhku ke..Napa ka..ku sekali..?aaarrgghh....!! leherku..!!" ucap Alex seraya memegangi lehernya yang terasa sakit.


Kemudian Alexander bangkit dengan terhuyun-huyun menuju ke sebuah meja rias, dan dia melihat keadaan lehernya.


"A..apa..! apa ada binatang buas disini..??" tanya Alexander pada dirinya sendiri.


"Rupanya matahari sudah muncul, aku ingin lihat keadaan di rumah besar ini..!!" ucap Alexander yang kemudian tertatih-tatih menuju ke jendela kamar itu.


Alexander mencoba menyibak korden tebal yang menutupi jendela.

__ADS_1


"Sreet....! aaaah....!!"


Ketika Alexander menyibak korden itu, cahaya matahari masuk kedalam kamar dan melewati Alexander.


"Cssshhh....!!"


Alexander merasakan tangan dan tubuhnya yang panas dan hampir melepuh, dan kemudian menutup korden itu kembali.


Dan merasakan tubuhnya kembali dalam keadaan nyaman.


"A..apa yang terjadi padaku..?" tanya Alexander lirih seraya melihat ke tangannya yang tadi hampir melepuh.


Kembali Alexander melihat dirinya di dalam cermin. Dan dia sangat takut akan keadaannya yang sangat pucat.


"A..aku kenapa..? seperti mayat hidup, aku seperti tak punya darah lagi..!" ucap Alexander dengan menangkupkan telapak tangannya pada kedua pipinya.


Alexander terduduk lemas. Tiba-tiba dia merasakan rasa lapar dan haus yang luar biasa.


"Sepertinya aku masih punya sepotong roti dan air mineral, kan lumayan buat pengganjal perut..!" ucap Alexander yang kemudian mencari tas ranselnya dan mengambil roti dan air mineral yang dia inginkan.


Saat Alexander mengigit roti di tangannya, tiba-tiba dia memuntahkannya.


"Behh...! Apa ini..! kenapa roti ini berasa pahit..!" gerutu Alexander.


Dan kemudian dia mencoba meminum air mineralnya, dan lagi-lagi dia memuntahkannya.


"Air putih ini juga terasa asin..! kenapa bisa seperti ini..!!" gumam Alexander yang memandang botol air mineralnya itu.


"Aargh....aku keluar saja..! mungkin ada sesuatu yang bisa aku makan...!!" ucap Alexander yang kemudian berjalan dengan terhuyun-huyun menuju keluar kamar.


"Rumah sebesar ini, di mana letak dapurnya ya..?" gumam Alexander yang melihat kesekitarnya.


Tiba-tiba kedua matanya tertuju pada sesosok wanita cantik yang sedang menuang sesuatu yang berwarna merah dari teko ke dua buah cangkir di hadapan wanita itu.


"Hei..tenyata ada orangnya di rumah sebesar ini selain aku..!" gumam Alexander saat melihat wanita itu.


Alexander kemudian melangkahkan kakinya mendekati wanita itu.


Ada rasa bergejolak dalam diri Alexander, saat melihat benda cair berwarna merah yang di tuangkan wanita itu dalam dua buah cangkir.


"Hm..hm.. Halo Miss...!" Alexander yang mencoba menyapa.


"Hai, Hallo tampan..! sudah bangun ya, bagaimana tidurmu..nyenyak..?" tanya wanita itu pada Alexander dengan tersenyum penuh arti.


"Kau tahu aku di sini dari semalam..?" Alexander yang balik bertanya.


"Aku melihat semuanya..!" jawab wanita seraya menghidangkan cangkir yang berisi sesuatu yang seperti darah itu tepat di depan Alexander yang duduk di kursi meja makan itu.


"Apa melihat semuanya..? tapi semalam tidak ada siapa-siapa..?" tanya Alexander yang heran.

__ADS_1


"Lupakanlah..! cepatlah kau minum..! kau pasti haus kan..!" ucap wanita itu yang kemudian meminum sesuatu dalam cangkir itu dengan lahapnya.


Alexander yang sedari tadi penasaran pun segera meminumnya karena merasakan perutnya yang kelaparan.


"Bagaimana rasanya..??" tanya wanita itu pada Alexander, dan Alexander mencoba merasakannya.


"Manis, tapi manisnya aneh..! seperti ada tembaga- tembaganya..!" jawab Alexander yang mencoba menerka-terka minuman yang baru saja dia minum.


Wanita itu bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri Alexander dan dia dengan sengaja memeluk Alexander dari belakang dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Kau sudah menjadi pengikutku, kau sekarang seorang vampir..!!" bisik wanita itu di telinga Alexander.


"Vampir...? A..apa seperti drakula..?" tanya Alexander dengan gemetar membayangkan beberapa film tentang Drakula dan Vampir yang pernah dia tonton di televisi.


"Iya, seperti itu..! tapi kau bukan dari serigala, tapi kau dari aku... siluman Kelelawar..! he..he..!!" jelas wanita itu yang semakin erat memeluk Alexander.


Alexander tak merespon pelukan dari wanita itu, dia masih belum percaya apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


"Kau tahu..!!" kata wanita itu yang kemudian berdiri dan mendudukkan dirinya tepat di pangkuan Alexander.


Pemuda itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan wanita itu.


"Yang kamu minum tadi bukanlah jus stoberri, tapi darah kelinci...!" lanjut wanita itu seraya mengaitkan kedua tangannya di leher Alexander.


"Da..darah kelinci..!!" seru Alexander yang belum percaya dan dia menatap mata wanita yang juga menatapnya dengan tatapan yang aneh.


"Iya, darah kelinci. Kau merasakan darah itu manis, berarti kau sudah menjadi vampir sekarang .!!" jelas wanita itu dengan mengulas senyumnya.


"Aku masih belum percaya..!!" kata Alexander dengan menggelengkan kepalanya secara pelan.


"Lama-lama kamu akan percaya..!! ha...ha..!!" ucap wanita itu dengan tertawa lebar.


"Aku Lilith Margaret, panggil saja Lilith. Akulah penguasa kastil ini, aku sangat menyukaimu. Siapkan nama kamu pemuda tampan..??" tanya wanita siluman kelelawar itu seraya mengusap pipi Alexander dengan lembut.


"A..aku Alexander..!!" jawab Alexander yang tak kuasa menahan hasrat kelakuannya, saat Lilith menciuminya dengan lembut.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2