Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Masih Cerita Kirana


__ADS_3

"Cerita kamu seru sekali, Saya penasaran dengan kelanjutannya. Iya kan istriku?" kata Andy seraya menengok ke arah Bocan.


"Iya suamiku, teruskan Kirana!" seru Bocan yang menganggukan kepalanya sebentar.


"Baiklah, Aaron dengarkan dan tahan emosi kamu ya!" pinta Kirana.


"Apakah yang ini lebih seru ?" tanya Aaron yang penasaran.


"Ya bisa di bilang begitu!" jawab Kirana sembari tersenyum agar mengurangi sedikit kemarahan Aaron.


"Baiklah, coba kamu ceritakan Kirana!" pinta Aaron yang ikut menyunggingkan senyumnya.


"Aku dan siluman harimau terus berlari hingga kami bersembunyi di rumah warga. Tetap saja Alexander mengejar kami hingga kami sampai di rumah sakit dan membawa pulang paksa Jimmy dari Rumah Sakit.":cerita Kirana.


"Kami membawa Jimmy ke mari, tapi Alexander mencari kami sampai ke rumah mama. Dan dia menahan Papa." jelas Kirana.


"Apa menahan Nikholas?" tanya Andy yang penasaran.


"Iya ayah, dan kami pun menyerang markas geng motor Elang Hitam untuk membebaskan papa. Dan ternyata Alexander telah membuat pasukannya menjadi pasukan khusus, yaitu pasukan yang terdiri dari para vampir. Kami bisa membebaskan Papa dan semua pasukan di buat baberque sama Tony." kata Kirana seraya mengulas senyumnya.


"Eh, kok kepikiran acara bakar-bakar?' tanya Bocan tertawa kecil.


"Tony yang pakai jurus halilintar ya!" jawab Maggie yang masuk dan ikut nimbrung.


"Cie..yang kekasih Tony langsung conection! he..he..!" goda kirana seraya tersenyum.


"Apa sih...!" seru Maggie seraya hendak mencubit kecil kirana, namun Kirana dapat mengelaknya.


"Lanjut ceritanya lagi Kirana!" seru Aaron yang kemudian Kirana melanjutkan ceritanya.


"Kemarin kios bunga rose mendapat pesanan yang aneh, mengharuskan aku yang mengantarkannya. Dan terpaksa aku antarkan." kata Kirana.


" Setelah aku sampai di tempat yang di tunjukkan, ternyata alamat itu alamat rumah orang tua Alexander." lanjut Kirana.


📆Flashback On


Nampak seorang wanita dengan memakai dress ketat panjang selutut yang berwarna hitam dengan rambut mengkilap yang di ikat menggantung ke bawah.


Dia duduk dengan anggun di sofa tamu, dan menatap Kirana dengan tatapan tajam dan senyuman yang sinis.


"Ma..ma'af..! a..apa anda nyonya Lilith..?" tanya Kirana yang sedikit gemetaran.


"Iya saya Lilith, dan kamu duduklah di sampingku...!" seru Lilith seraya menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.


"Baik nyonya, ta..tapi buketnya..!!" balas Kirana seraya menunjukan bullet yang dia bawa.


"Oh, letakkan di atas meja..!" seru Lilith seraya menunjuk meja di hadapannya


Kirana meletakkan buket bunga mawar di atas meja yang di tunjukan oleh Lilith.


Kemudian dia duduk di sofa samping Lilith.


"Kirana...Kirana..! sayang sekali kau harus mati di tanganku..!!" gumam Lilith dalam hati seraya menatap Kirana dengan tajam.


Sementara itu Kirana mempunyai pandangan sendiri pada Lilith.


"Wanita ini dari nama sudah aneh, cara memandangku pun aneh..? apa dia orang jahat..?!" gumam dalam hati Kirana saat melihat tatapan mata Lilith yang tajam.


"Apa hubunganmu dengan Alexander..??" tanya Lilith tiba-tiba.


"Alexander..?" tanya Kirana yang penasaran .


"Iya, Alexander..! dia suamiku, dasar pelakor..!!" seru Lilith yang tiba-tiba dengan kedua mata yang memerah.


"Siapa yang pelakor..! Dia bukan siapa-siapa saya..! saya sudah punya kekasih..!!" seru Kirana yang kemudian berdiri dari duduknya.


"Oya..? aku tak percaya..!" seru Lilith yang yang juga bangkit dari duduknya dan mendekat pada Kirana.


Kirana mundur menjauhinya, dan tiba-tiba Lilith sudah berada di belakang gadis itu.


"A..apa..! apa kau Bu..kan manusia..?!" seru Kirana yang berusaha mengelak namun Lilith bisa menangkapnya.


"Aku siluman kelelawar, akulah yang menjadikan Alexander seorang Vampir..!!" ucap siluman kelelawar itu seraya menarik rambut Kirana dan terlihat leher jenjang Kirana. Membuat air liur Lilith menetes karena ingin menggigit dan menghisapp darah suci Kirana.


"Aaaghh...! A..apa..! si..siluman...?" ucap Kirana yang kini bingung harus bagaimana.


"Lilith...! apa yang akan kau lakukan padanya...!!" seru seseorang laki-laki yang baru masuk dan berlari menghampiri Lilith yang sudah siap menggigit Kirana.


"Alexander..! kau sudah pulang..??"tanya Lilith yang menoleh ke arah Alexander.


"Iya, jangan kau sentuh Kirana..! lepaskan dia..!" seru Alexander dengan geramnya.


"Aku ingin darahnya, darahnya bisa membuatku awet muda..! ha..ha...!!" balas Lilith dengan seringai senyum yang mematikan.


"Tak kan ku biarkan...!!" ucap Alexander yang berusaha melepaskan Kirana dari Lilith dan dia berhasil.


Lilith dan Kirana kini terpisah, Kirana berlari menjauh.


"Pergi dari sini Kirana..! cepat pergi..!!" seru Alexander yang memeluk Lilith agar tak mengejar Kirana.


Dan Kirana berlari menuju ke pintu keluar rumah.


"Aaaghh..! sialaan...! tak kan ku lepaskan kau pelakor..!!" seru Lilith dengan geram dan dia menghempaskan tubuh Alexander ke sofa.


Lilith mengejar Kirana, dan Alexander berusaha bangkit dari duduknya dan dia mengejar Lilith yang juga mengejar Kirana.

__ADS_1


"Aku berada di bawah matahari, mungkin dia bisa hangus seperti vampir kemarin...!!" kata dalam hati Kirana yang kini sudah naik sepeda jatuhnya .


Namun tidak seperti yang di bayangkan oleh Kirana, Siluman kelelawar itu sudah berdiri tepat di hadapannya.


"Ka..kau..! kenapa tidak hangus?" tanya Kirana dengan ketakutan dan penasaran.


Secara dia sekarang ini ada di luar rumah dengan matahari tepat diatas kepala.


"Ha ..ha...! kau kira aku seperti cecunguk-cecunguk kemarin!" seru Lilith dengan tertawa lebar.


"Kau...! jangan mendekat...!!" seru Kirana yang kemudian mundur beberapa langkah dan berusaha mencari jalan lain, untuk menghindar dari Lilith.


"Kau tak kan bisa lari dari tanganku..!!" seru Lilith dengan mata yang memancarkan sinar merah dan dengan mengibaskan tangannya, dia melempar sepeda kayuh Maggie yang di pakai Kirana.


"Ahh... sepeda Maggie..! Kau kejam...! itu kan sepedanya temanku...!" racau Kirana saat melihat sepeda itu terlempar.


"Siapa yang peduli...!" seru Lilith yang tangannya hendak meraih leher Kirana, dan Kirana berusaha mengelak dengan mundur beberapa langkah.


Ketika jari tangan Lilith hampir menyentuh leher Kirana, tiba-tiba ada yang menubruk tubuh Lilith dan mereka sempat berguling-guling di tanah beberapa saat.


Tiba-tiba si penubruk itu mengeluarkan asap.


"Cssss...!!"


"Alexander sayangku...!!" seru Lilith yang kemudian mengangkat Alexander dan mereka masuk ke dalam rumah.


"A..Alexander..!! di..dia menolongku..?" ucap Kirana tak percaya seraya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Pergi...pergi Kirana...!!" seru Alexander yang mengingatkan Kirana.


Kirana tersadar dari lamunannya, dia kemudian berlari tanpa menghampiri sepeda kayuh Maggie, karena sepeda kayuh itu telah patah menjadi dua.


"Gadis itu..! grrr....!!" seru Lilith yang menatap ke arah dimana Kirana berlari.


Alexander berusaha menahan Lilith, namun tak bisa.


"Aaaghh..!!"


Lilith menghempaskan Alexander begitu saja.


"Ma'af sayang, aku saat ini sangat tertarik dengan darah gadis itu..!!" seru Lilith yang sedetik kemudian melesat ke arah dimana Kirana berlari.


Sementara itu Alexander dengan sisa tenaganya mengambil mantel hujan dan memakainya.


Kemudian dia mengejar Lilith dengan sekuat tenaganya.


Sementara itu Kirana yang terus berlari, kini sudah berada di jalan raya.


Kirana berusaha memberhentikan beberapa kendaraan, namun tak ada yang mau berhenti.


Dan saat dia menoleh ke belakang, Kirana melihat Lilith yang berlari kearahnya.


Belum sempat Kirana melanjutkan pelariannya, rambutnya kembali di tarik dari belakang oleh Siluman kelelawar itu.


"Aaargghhhh...!!"


Kirana mengerang kesakitan.


"Kau tak akan ku biarkan kau lepas lagi..!!" seru Lilith yang mengendus leher Kirana.


"Lepaskan aku..!!" Kirana yang memohon dengan Isak tangisnya.


Tiba-tiba ada yang menghempaskan tangan Lilith yang menarik rambut Kirana, dan dia memberikan pukulan tepat di pipi Lilith.


"Aaghh..!!"


Lilith sedikit menjauh dari Kirana.


Yang menyerang Lilith tak lain adalah Alexander yang memakai mantel hujan dan kembali memberikan pukulan pada Lilith dengan sekuat tenaganya.


"Alexander kah itu..?" gumam dalam hati Kirana yang juga khawatir dengan keselamatan Alexander.


"Kenapa kau masih juga membantu gadis itu...!!' seru Lilith yang geram saat mengetahui kalau yang menyerangnya adalah Alexander.


"Dia terlalu baik jika di bandingkan dirimu. Dia tidak akan makan anaknya sendiri jika sudah melahirkan. Tidak seperti kamu..!!" seru Alexander yang membandingkan.


"Apa..! di..dia memakan bayi..!?" tanya Kirana yang penasaran..


"Iya, dia memakan bayi kami..!!" jawab Alexander sedikit kesal.


"Kau punya anak..?" tanya kita yang belum percaya.


"Aaghh..!! sudah, tidak ada acara reuni-reunian segala..!" seru Lilith yang sudah bangkit dan siap menangkap Kirana, namun Alexander berusaha menghajar kembali Lilith.


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Aaaghh....!!"


"Blukk..!!"

__ADS_1


Alexander terpental jatuh terduduk, dan mengerang kesakitan.


"Alexander .!!" seru Kirana yang terkejut melihat Alexander yang terpental.


Dan kini siluman kelelawar itu dengan sorot sinar merahnya, kembali berusaha menangkap Kirana.


Gadis itu terus berlari dan sampai ada tangan yang menepuk bahu dan menariknya ke belakang.


"Kini tak akan ada lagi yang bisa menahan ku dan juga menolongmu..! he..he...!" seru Lilith dengan seringai senyum yang menakutkan, mengeluarkan taring di giginya dan siap menggigit Kirana.


Tiba-tiba ada cahaya biru yang keluar dari dalam tubuh Kirana.


Dan membuat siluman kelelawar itu terpental beberapa meter ke belakang.


"Aaaaghhh...!! kurang ajar..! apa yang ada dalam tubuhmu..!!" umpat Lilith dengan rasa penasarannya.


"Cahaya biru..? ah..pedang Awan, iya ini karena pedang awan..!!" seru Kirana yang sedikit tersenyum saat teringat pedang Awan.


"Pedang Awan...!!"


Seru Kirana yang memanggil pedang Awan, dan pedang awan itu muncul di tangan kanan Kirana.


"Ka..kau...! dari mana mendapat pedang i..itu..?" tanya siluman kelelawar yang terkejut.


Demikian pula dengan Alexander yang menahan rasa sakitnya dan masih memegang dadanya yang sakit.


"Ini adalah pedang Awan, pedang milik dewa pedang dari kekaisaran langit. Dan pedang ini di turunkan pada putranya dewa perang. Dan dewa perang itulah kekasihku..!!" jelas Kirana yang memegang pedang Awan itu dengan penuh keyakinan.


"Aku tahu itu pedang Awan..! pedang itulah yang membunuh semua keluargaku..!!" seru siluman kelelawar yang kini lebih beringas dan dengan sinar merah di matanya, dia berusaha menyerang Kirana.


"Ceesss....boommm...!!"


Kirana menghindari sinar itu dan sinar merah itu mengenai ruang hampa.


Dan sekali lagi sinar merah itu mengarah pada Kirana, dan lagi-lagi mengenai ruang hampa.


"Ceesss....boommm...!!"


"Kurang ajar..! jangan menghindar kau..!!" umpat siluman kelelawar itu dengan geramnya.


"Baik , saya tidak akan menghindar. Coba serang lagi..!!" seru Kirana yang tangan kanannya berlagak menyuruh siluman kelelawar itu untuk maju dan menyerangnya.


Siluman kelelawar itu tersulut emosinya dan menyerang Kirana dengan membabi buta.


"Ceesss...!! Ting....! Ting..!!"


Kirana menangkis semua serangan Lilith dengan menahannya memakai pedang Awan.


"Pedang Awan bantu aku...!!" seru Kirana dan tanpa menunggu lama, pedang Awan bergerak dengan sendirinya menyerang Lilith.


Lilith tersentak kaget ketika pedang itu bergerak sendiri sendiri dan menyerangnya.


"Kurang ajar..! pedang itu seperti bernyawa..!!" seru Lilith yang terus menyerang pedang Awan dengan sinar merah di kedua matanya.


Dan kemudian siluman Kelelawar itu mengeluarkan senjata tombaknya dan menyerang pedang Awan, yang mengeluarkan bunyi yang berdenting.


"Ting...! Ting....! Ting....!!"


Sekali dua kali pedang Awan itu meladeni serangan siluman kelelawar.


Namun akhirnya pedang itu bergerak menghujam jantung siluman kelelawar dan siluman itu ambruk tak berdaya.


"Aaaaghh..!!"


Tak berapa lama pedang awan itu keluar dari dada siluman kelelawar dan dengan cepat pedang itu memisahkan kepala dengan badannya.


"Sreet...!!"


"Aagghh.,!!


Kini kondisi Siluman kelelawar yaitu dengan kepala terpisah dari badannya.Dan itulah akhir dari siluman Kelelawar.


Lalu muncullah mutiara siluman berwarna putih, Kirana mengambil dan menyimpannya dalam tasnya.


Jasad siluman kelelawar itu kemudian menjadi abu dan beterbangan di angkasa.


Alexander tercengang melihat hal itu.


"Kirana, aku tak percaya kalau itu semua Kamu yang melakukannya...!!" seru Alexander saat Kirana menghampirinya.


"Awalnya aku juga seperti dirimu Alexander. Berhubung aku sudah terbiasa melihat pembunuhan para siluman itu hampir tiap hari. Karena kekasihku setiap hari harus menelan mutiara siluman." jelas Kirana yang sudah berada di hadapan Alexander.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2