
Setelah mobil menjauh dan hilang dari pandangan mata Kirana dan yang lainnya, mereka masuk kembali ke rumah dan melanjutkan perbincangan mereka.
Sementara itu mobil sport merah yang di kemudikan oleh Aaron itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.
Tiga orang dan dua kucing itu memikirkan apa yang akan terjadi nantinya saat mereka sampai di dunia kucing.
Perjalanan mereka memakan waktu kurang lebih dua hari dua malam.
Mereka sesekali beristirahat di tempat penginapan atau hanya di dalam mobil saja.
"Biar Ayah yang gantikan mengemudi putraku Aaron!" ucap Andy pada saat mereka sehabis makan di sebuah warung makan.
"Boleh Ayah, Aaron mau istirahat. Nanti kalau ayah capek, bisa kita gantian lagi mengemudinya" ucap Aaron yang kemudian memberikan kunci mobil pada ayahnya dan kembali Archie sebagai penunjuk jalan dan duduk di jok depan.
Dan saat ini Aaron duduk di samping ibunya Rosa dan dia mulai mengistirahatkan tubuhnya. Demikian pula dengan Rosa yang Rosa.
Tak berapa lama mobil telah sampai di sebuah pintu gerbang yang disampingnya terdapat banyak patung.
"Rupanya ingatanku belum memudar, itu dia pintu gerbang untuk masuk ke dunia kucing." ucap Archie yang kemudian turun dari mobil dan diikuti oleh Kity yang juga ikut turun dari mobil itu.
Aaron, Rosa dan Andy juga turun dan kemuar dari mobil, menghampiri kedua kucing yang berwarna satu hitam dan satu putih itu.
"Lantas bagaimana aku bisa jadi Oyen?" tanya Aaron pada Archie.
"Tetaplah kedua bola mataku Aaron, maka kutukan aku akan terjadi lagi pada kamu!" seru Archie yang menatap Aaron dengan tajam.
"Hah, menatap kamu ya? baiklah" ucap Aaron yang kemudian menatap kedua mata Archie dalam-dalam.
Dan seketika itu juga, Aaron berubah menjadi Oyen.
"Ayah dan Ibu, Aaron pamit untuk masuk ke dunia kucing menyelamatkan Adelia!" ucap Oyen yang rupanya bisa bicara dan di dengarkan oleh kedua orang tuanya.
"Iya putraku, hati-hatilah. Semoga kamu dan yang lainnya bisa selamat dan kita bisa berkumpul kembali!" ucap Rosa sembari melambaikan tangannya.
"Eh, ibu bisa mendengar ucapan aku?" tanya Oyen yang penasaran.
__ADS_1
"Tentu saja di dunia kucing, semua kucing bisa bicara Oyen!" seru Archie yang kemudian mengucap melangkahkan kakinya sampai tepat di depan pintu gerbang.
Kemudian Archie merapalkan mantera dan dalam sekejap terbukalah pintu gerbang itu.
Dan ketiga kucing beda warna itu masuk ke melewati pintu gerbang itu.
Namun sebelumnya Oyen menoleh ke arah kedua orang tuanya yang berdiri di samping mobil sport merah itu, sedang memandang ke arahnya dengan perasaan khawatir.
Oyen menganggukkan kepala dan melambaikan kaki depan sebelah kanannya, seolah memberi kode untuk pamit.
Andy dan Rosa membalas dengan anggukan kepala dan lambaian tangan juga.
Setelah ketiga kucing itu masuk, pintu gerbang dimensi itu menutup sendiri.
Oyen mengedarkan pandangannya ke sekitarnya dan dilihatnya selain hutan juga ada perkampungan. Dimana terdapat rumah-rumah yang tak terlalu tinggi dan hampir bentuknya sama.
Yang membedakan adalah warna dan juga taman di depannya.
Aaron, Kity dan Archie menyusuri hutan dan kemudian memasuki beberapa perkampungan.
"Archie, ternyata kampung halaman kamu asri dan indah!" seru Kity yang terpesona akan keindahan suasana di dunia kucing.
"Dari cerita Caterina kemarin, aku juga beranggapan begitu. Ayah Caterina sampai segitunya merubah Adel menjadi kucing dan kakak kami Boots selalu membuat Adik-adiknya buruk di mata kakek kamu" pendapat Aaron.
"Iya, memang itulah adanya, kenapa aku tak betah di kampungku sendiri. Aku tak gila harta maupun tahta. Karena itulah aku memilih menjadi peliharaan pangeran Leon." jelas Archie saat mereka menghentikan langkah mereka untuk beristirahat.
"Itu disana ada ada mata air, kita minum dan basuh muka dulu. Biar hilang semua rasa capek dan lelah kita." ajak Kity saat melihat ada mata air yang keluar diantara sela-sela bebatuan.
"Iya, aku juga sudah lelah dan haus. Bolehlah kita minum sebentar" ucap Oyen dan mereka bertiga meminum air dari mata air tersebut untuk menghilangkan dahaga.
"Ahh, segarnya!" seru Archie yang telah meminum air dari mata air tersebut.
"Iya, segar sekali. Jadi ingat air terjun di perguruan lereng gunung" ucap Kity yang mengingat masa lalunya.
Setelah mereka puas minum air dari mata air itu, mereka melanjutka perjalanan menuju ke istana kucing
Pada awalnya semua penduduk di sekitar istana tidak mengenal Archie, namun ketika Archie tiba di pintu gerbang istana kucing, para prajurit mengenalnya dan segera menunduk hormat.
Aaron dan Kity terkesima melihat istana kucing yang begitu mirip dengan Istana Langit itu.
__ADS_1
"Pangeran Archie, Anda telah kembali!" seru salah satu pengawal pintu gerbang itu.
"Iya, apakah ayahanda ada di dalam?" tanya Archie seraya menebarkan pandangannya ke arah istana kucing yang ada di hadapannya.
Banyak sekali perubahan setelah Archie meninggalkan dunia langit beberapa tahun yang lalu.
"Yang Mulia ada diruangannya Pangeran Archie, tapi anda tunggu sebentar. Saya akan melapor pada Yang Mulia Raja Baasty terlebih dahulu, karena suasana hati yang mulia raja sedang tidak bisa diduga lagi" ucap prajurit itu.
"Oh, baiklah akan kami tunggu di sini ." ucap Archie yang mengeri dan paham maksud kucing penjaga pintu gerbang itu .
Salah satu kucing penjaga itu kemudian melangkahkan kaki meninggalkan satu teman jaganya serta Archie beserta dua kucing temannya.
Kucing penjaga yang bulunya berwarna abu-abu itu, dengan setengah berlari menyusuri lorong dan taman-taman yang sengaja dibuat untuk mempercantik istana kucing itu.
Akhirnya dia sampai di ruang aula dimana terdapat singgasana untuk raja kucing Baasty dan beberapa kursi untuk para tamu yang kesemua tatanannya mirip dengan Istana langit.
"Mohon ma'af hamba lancang menghadap yang Mulia Raja Baasty" ucap prajurit itu dengan hormat.
"Apa gerangan yang membuatmu kemari hai prajurit prajurit penjaga pintu gerbang?" tanya Yang mulia Baasty
"Pangeran Archie ada di pintu gerbang yang Mulia Raja Baasty" jawab prajurit penjaga pintu gerbang itu.
"A-apa putraku Archie pulang ke istana kucing ini? cepatlah ajak kemari!" seru Freyja yang ada dalam ruang aula pertemuan itu.
"Iya yang mulia Ratu Fryja, hamba akan memanggil Pangeran Archie dan dua teman pangeran Archie " ucap prajurit penjaga pintu itu.
"Archie membawa dua teman?"
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...