Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Gumiho Lokal dan Pedang Cahaya


__ADS_3

"Mungkin saja ada di dalam..!!" kata dalam hati Kirana dan dia pun melangkah masuk ke dalam kios bunga Rose.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa.......!!!!!!!!"


Betapa terkejutnya Kirana saat melihat dua orang laki-laki dan perempuan di atas sofa sedang memadu kasih.


Dan lebih terkejutnya lagi laki-laki itu Aaron, pujaan hatinya.


Aaron yang mendengar teriakan Kirana pun segera bangun dari bercumbunya dengan Kirana palsu di atas Sofa dan melihat apa yang terjadi.


"Kirana..! kenapa Kirananya ada dua..??" tanya Aaron yang bingung.


"Kirana ada dua..? Aaron, aku yang Kirana..! jelas-jelas dia bukan Kirana..! tega sekali kau menduakan aku..!" seru Kirana dengan suara parau.


"Aku yang Kirana sayang..! percayalah aku Kirana gadis pujaan hatimu..!!" seru Kirana palsu tak mau kalah, dia bangun dari duduknya dan menghampiri Aaron.


Kirana palsu itu mencoba mempengaruhi Aaron, dia menatap Aaron dengan tatapan mata merahnya.


Aaron hanya diam dengan kebingungannya sendiri, siapa Kirana yang Asli.


Kirana melihat ada yang tak beres, ketika wanita itu menatap Aaron dengan tatapan mata merahnya.


Kirana menangkap adanya bayangan kepala rubah pada wanita itu.


"Dia Siluman Rubah..!!apakah itu Gumiho..??" kata dalam hati kirana karena ingat akan film Drama Korea yang sering dia tonton.



Kirana segera menarik lengan Aaron dan membawanya masuk ke ruangan Bocan.


Kini dia yakin kalau Aaron dalam pengaruh Gumiho itu.


Kirana palsu alias Kimy segera mengejar Kirana dan Aaron.


"Aaron milikku..!! mau kau bawa kemana dia..!!" seru Kimy yang tiba-tiba dia terpental saat akan masuk ke ruangan Bocan.


"BoCan melindungi ruangan ini..!!" seru Kirana yang bergegas menelan kelopak bunga mawar putih dari BoCan.


Kirana kemudian menyuapi Aaron dengan kelopak mawar putih itu, dan Aaron yang tadinya diam dalam kebingungannya, akhirnya sadar dan mulai bertanya pada Kirana.


"Aa..apa yang terjadi padaku..?" tanya Aaron yang mulai sadar.


"Kau kena manteranya si Gumiho itu..!!" jawab Kirana sekenanya.


"Mantera..! Gumiho..?" tanya Aaron mau melihat seperti apa Gumiho yang di maksud Kirana.


"Jangan melewati pintu itu...!!" teriak Kirana saat Aaron akan keluar dari ruangan dan melihat seorang wanita sedang berusaha masuk namun terpental lagi dan lagi.


"Apa dia si Gumiho itu..?" tanya Aaron yang memperhatikan wanita di luar ruangan yang berubah menjadi Rubah dengan satu ekor dan kemudian berubah kembali dengan wujud manusia.


"Iya..siluman rubah...Gumiho..!" jawab Kirana yakin.


"Gumiho itu ekornya sembilan, sedangkan dia cuma satu..! mana mungkin dia Gumiho..!!" jelas Aaron saat Kirana mendekatinya.


"Ya..! Dia Gumiho Lokal..!!" kata Kirana yang masih ngeyel.


Aaron pun gemas dibuatnya, dia menarik hidung Kirana dengan gemas.


"Aaw ..sakit..!" seru Kirana.


"Kamu di sini..!! aku habisi dia...!!" seru Aaron.


"Hati-hati..!!" seru Kirana


yang khawatir.


Aaron bukannya menjawab, dia berdiri di hadapan Kirana dan mengangkat dagu Kirana dan ..


"Cupp..!!"


Aaron mencium bibir mungil Kirana.

__ADS_1


"Huph...! Aaron...!" kata Kirana pelan dan Aaron pun tersenyum.


"Beh...! sempat-sempatnya bermesraan dengan orang lain..!! kau milkku bukan milik dia..!!" seru Kimy kesal.


"Sekarang aku sudah tahu siapa Kirana yang asli dan siapa Kirana yang palsu..!" kata Aaron yang selesai mencium Kirana dan menatap gadis pujaannya itu dalam-dalam.


Aaron pun tersenyum dan keluarlah dari ruangan Bocan.


"Siluman rubah..! sempat-sempatnya kau ganggu hubunganku dengan Kirana...!!" seru Aaron yang kesal.


"Kau sudah tahu aku ya..!! Baiklah kenapa aku begitu..! karena aku menyukaimu..!!" seru Kimy yang kemudian bersiap menyerang dengan sinar mata merahnya.


"Pedang Cahaya..!!" Aaron berusaha memanggil pedang cahaya yang merupakan senjatanya sejak berada di kekaisaran langit.


Pedang itu tak juga muncul.


Aaron menghindar kekiri saat sinar mata merah siluman rubah itu mengarah padanya.


"Seeet..! "


"Tarr...!!"


Sinar mata merah itu mengenai ruang hampa.


"Aku harus memancingnya keluar dari Kios..!!" gumam dalam hati Aaron.


"Hupp...hiaaat...!!"


Aaron berhasil memancing Kimy keluar dari kios bunga Rose dan menggiringnya pergi tanah lapang samping kios.



"Rupanya kau memilih mati dari pada bersamaku..!!" seru Kimy geram yang terus menyerang Aaron dengan mata merahnya.


Aaron bisa menghindarinya, dan kimy mengeluarkan cakarnya yang panjang.


"Weeet...!!"


Aaron berusaha menghindar dari serangan cakar Siluman rubah yang bertubi-tubi.


"Argghh...!!"


Kekasih Kirana itu terkena sabetan cakar Siluman rubah itu di lengan kanan Aaron.


Darah segar mengalir di tiap goresan cakar Siluman rubah itu.


"Aaron....!" teriak Kirana yang khawatir saat melihat pertempuran itu dari jendela ruangan Bocan.


"Aku tak apa-apa Kirana...!! Jangan khawatir...! tetaplah disana...!!" seru Aaron yang berusaha mengeluarkan pedang cahayanya.


"Pedang Cahaya....!!"



Akhirnya pedang itu muncul juga.


"Ka..kaau...!!" nyali Siluman Rubah itu sedikit menciut.


"Kau takut ya..!!" goda Aaron yang melihat Siluman rubah itu mundur beberapa langkah,namun kemudianmaju kembali dengan cakar yang juga bercahaya kemerahan.


"Grrr...!!"


Siluman Rubah itu sudah bersiap untuk menyerang.


"Hopp hiaaa..!!"


"Trang..!!"


"Trang..!!"


Suara dua senjata yang beradu.

__ADS_1


Tiba-tiba...


"Weeeettt...!!"


satu cakaran medarat lagi di dada Aaron.


"Aughh....!! sial..!!" gerutu Aaron.


"Aaron...!!" seru kirana., ingin rasanya dia keluar dari ruangan itu.


Namun bila dia keluar, maka Aaron juga dalam bahaya.


"Pedang cahaya..!!"


seolah punya nyawa, pedang itu bergerak sendiri melawan siluman rubah.


"Trang...!!"


"Trang...!!"


"Sreeet..!!"


"sreett..!"


Pedang cahaya berhasil memotong habis cakar-cakar siluman rubah itu.


"Arrghh....!!"


Siluman rubah itu kesakitan. Tanpa menunggu waktu, siluman itu menyerang Aaron dengan sinar mata merahnya membabi buta.


"Derr ..!!"


"Derr...!!"


Suara sinar mata merah yang mengenai gundukan tanah di tanah lapang itu.


Ketika ada kesempatan, Aaron memutar pedang cahayanya dan kemudian maju menyerang lawan dan mencari titik melemahannya.


"Taaannnng..!!"


"Taaaanng..!"


Bunyi suara pedang cahaya yang menahan sinar mata merah siluman rubah itu.


Hingga akhirnya Aaron bisa mengecoh Siluman Rubah itu dan pedang cahaya bersarang di jantung siluman rubah itu.


"Jleebbb...!!"


"Aaaaaahhh....!!"


Siluman rubah itu kesakitan dan duduk bersimpuh saat Aaron sudah mencabut pedang cahaya yang menancap di tepat di jantung siluman Rubah.


"Ka..kau hebat anak muda ...!" seru siluman rubah itu yang kini terbaring dan tak berapa lama keluarlah mutiara putih berpelangi.


Aaron pun segera mengambil dan menelannya dan dalam waktu beberapa detik, tubuh siluman rubah itu menjadi abu yang banyak.


Dan di terbangkan oleh angin.


Setelah aman, Aaron kembali masuk ke kios menemui Kirana tapi sebelumnya dia menyimpan pedang cahaya terlebih dahulu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2