
Aaron dan Kirana naik motor, sedangkan BoCan, Andy, Nikholas dan Jimmy naik mobil dan mereka menuju ke rumah Dona.
Rumah di mana Kirana dan Jimmy yang merasakan bahagia saat masih kecil.
Mobil dan sepeda motor itu melaju dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah rumah besar nan mewah namun tak terawat dan terkesan angker.
Saat sampai di halaman rumah, setelah sesuatu yang menyapa mereka pertama kali adalah bau anyir yang dibawa oleh hembusan angin.
Kirana dan Aaron segera turun dari sepeda motornya. Dan demikian juga yang lainnya turun dari mobil yang di kendarai Nikholas.
"Huekkk.....huekkkk...!!"
Karena tak tahan dengan bau anyirnya, Kirana serasa ingin mengeluarkan semua isi perutnya.
"Kirana..! kamu tak apa-apa?" tanya Aaron yang cemas dengan kondisi Kirana.
"Aku nggak tahan baunya" jawab Kirana sambil menutup hidungnya.
"Belum-belum sudah di hadang Siluman..!!" seru Andy yang sudah merasakan hawa siluman di sekeliling mereka.
"Berhenti kalian..!" Seru siluman semut Hitam yang berjajar menghadang mereka berukuran sebesar seekor sapi dewasa.
"Siluman semut hitam...!!" sebut Andy yang kemudian meningkatkan kewaspadaannya.
"Serahkan gadis itu, dan kalian pergi dari sini..!!" seru siluman semut hitam yang mulai mengepung Kirana dan yang lainnya.
"Apa..!! serahkan..? langkahi dulu mayatku..!!" ucap Aaron yang menyembunyikan Kirana di belakang punggungnya.
__ADS_1
Sedangkan Andy dan BoCan melindungi Nikholas dari serangan puluhan siluman semut hitam itu.
"Ayah.. bawa Kirana, Nikholas dan ibu ke dalam rumah..!! akan aku hadapi siluman semut hitam ini..!!" seru Aaron yang sudah bersiap dengan pedang cahayanya.
"Baik, kamu hati-hati..!!" pesan Andy yang kemudian membuka jalan dengan membabat habis siluman-siluman semut hitam di sebelah arah menuju pintu rumah Dona.
"Hiaaat...!!"
"Crasshh...!!"
"Crasshh...!!"
Aaron membabat beberapa siluman semut hitam dengan pedang cahayanya, namun mereka seolah hidup lagi dan hidup lagi.
Tenaga Aaron habis di buatnya. Dan Aaron menelan beberapa mutiara siluman hitam yang ada dalam kantung kainnya.
"Kau coba menambah kekuatan ya..?? ha..ha..! sampai mutiara silumanmu habis, kau tak akan bisa mengalahkan kami..!!" seru salah satu siluman semut hitam itu.
"Craasssh..""
"Craaassshh..''
"Aaaarghhh..."
Siluman itu banyak yang terkapar dan banyak pula yang muncul.
"Kalau begini terus aku bisa kewalahan. Pasti ada kelemahan mereka..! iya... Ratunya..! aku yakin pasti kelemahan mereka ada pada ratunya..!! Sekarang..dimana ratu siluman semut hitam berada..?" tanya dalam hati Aaron yang terus berpikir.
"Pasti ada dalam sarangnya..! aku cari sarangnya..!!" seru Aaron, yang kini bersiap dengan meringankan tubuhnya dia mencari sarang maupun tempat di mana siluman hitam itu muncul.
Aaron pun melompat dari kepala siluman semut hitam satu ke kepala siluman semut hitam lainnya dengan lincahnya.
__ADS_1
"Itu dia sarangnya...!" batin Aaron yang melihat lubang cahaya hitam yang dimana banyak siluman semut hitam yang keluar dari lubang cahaya hitam itu.
Aaron kembali memasukkan Pedang cahayanya itu ke dalam tubuhnya.
Dan kini dengan kekuatan cahaya dari kedua telapak tangan nya, Aaron meledakkan sarang siluman semut hitam.
"Duuummm....! Duuuummm..!!"
Cahaya itu masuk ke dalam lubang hitam itu dan membuat ledakan-ledakan dan langsung mengenai ratu siluman semut hitam.
"Aarghh....!!"
Ratu siluman semut hitam itu terkapar dan mutiara hitam keluar dari tubuh Ratu siluman hitam itu.
Segera Aaron mengambil mutiara siluman warna hitam itu, dan seketika tubuh ratu siluman semut hitam itu berubah jadi abu dan di ikuti siluman-silumah semut hitam yang lain ju
Semua siluman semut hitam itu berubah menjadi abu.
Aaron kemudian masuk ke dalam rumah.
Betapa terkejutnya dia, saat masuk ke dalam rumah. Dia mendapati keluarganya di kepung para siluman-siluman yang lebih tinggi ilmunya dari siluman semut hitam.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...