
"Ah masak nggak paham juga? kita buat adik yuk untuk Kiaro ya?" ucap Aaron yang kemudian memposisikan wajahnya mendekati wajah Kirana.
"Eh, ya..tapi apa harus disini?" tanya Kirana yang melihat kearah jendela.
Aaron kemudian menekan tombol pengganti kaca mobil menjadi kaca tanpa tembus pandang, yang artinya tidak bisa di lihat dari luar mobil.
"Apa ada yang kamu khawatirkan lagi sayang?" tanya Aaron sembari mengulas senyumnya.
Kirana tersenyum melihat yang dilakukan suaminya, kemudian dia memeluk suaminya dan Aaron mulai dengan ciuman-ciuman kecil dan Kirana membalasnya.
Satu persatu pakaian mereka tanggalkan, dan keduanya mulai bermain di dalam mobil itu.
Siapapun yang melihat dari luar mobil itu nampak gelap namun bergoyang, dan beberapa jam kemudian berhenti.
Dan ternyata keduanya telah tertidur saling berpelukan karena kelelahan.
Beberapa jam kemudian, ponsel Kirana berbunyi. Ada yang mengirim chat padanya.
Kemudian Kirana mencari dan mengambil ponselnya dan kemudian membaca isi chat tersebut.
"Pesan dari siapa?" tanya Aaron yang masih malas membuka kedua matanya dan semakin erat memeluk isterinya.
"Dari Adelia, dia sudah berada di teluk Athemoissa. Dan dia meminta kita menjemputnya" jawab Kirana yang kemudian menutup ponselnya dan menangkupkan telapak tangannya pada kedua pipi suaminya.
"Ayo kita jemput Adelia" ucap Kirana seraya mengecup kening suaminya
"Satu ronde lagi ya!" pinta Aaron sembari mengulas senyumnya.
"Nanti kalau kita sampai di villa mau beberapa kali ronde juga boleh" ucap Kirana sembari tersenyum.
"Benar ya sayang, aku mau dua puluh satu ronde'' ucap Aaron seraya menatap wajah isterinya dengan manja.
"Dua puluh satu ronde? memangnya bulu tangkis? ada-ada saja, yang pasti aku siap melayani kamu! hemm...!" ucap Kirana yang mengusap pipi kiri Aaron dan kemudian mengenakkan pakaiannya satu persatu.
Aaron mengulas senyumnya dan kemudian dia juga memakai pakaiannya satu persatu.
Setelah selesai Kirana keluar terlebih dahulu dan Aaron masih membereskan kembali posisi kursi mobilnya.
"Nah akhirnya sudah beres, ayo kita jemput Adelia sekarang!" seru Aaron yang kemudian menutup pintu mobil dan menguncinya.
"Ayo!" seru Kirana yang kemudian menggandeng tangan suaminya dan mereka melangkahkan kaki menuju ke tepi pantai pesisir Z seperti yang di katakan oleh Adelia.
Setelah berjalan cukup lama dibawah sinar bulan purnama di atas pantai pesisir Z, mereka melihat dua pasang manusia yang berjalan ke arah mereka.
"Apakah itu Adel? tapi bersama siapa dia?" tanya Aaron yang memicingkan kedua matanya untuk melihat lebih jelas, siapa yang bersama Adelia itu.
__ADS_1
"Iya itu Adelia, sepertinya itu Wallache!" jawab Kirana yang mencoba menebaknya.
"Wallache? bukankah dia putra duyung?" tanya Aaron yang penasaran.
"Iya, dulu menurut cerita duyung kan bisa jadi manusia!" jawab Kirana dan Aaron mengangguk tanda mengerti maksud Kirana.
Keduanya masih berjalan dan akhirnya bertemu dengan Adelia dan Wallache.
"Kak Kirana, kak Aaron!" panggil Adelia sembari mengulas senyumnya.
"Adelia, Pangeran Wallache!" balas panggil Kirana pada saat sudah berhadapan dengan Adelia dan Wallache.
"Wallache sayang, ini Aaron suami kak Kirana." ucap Adelia pada Wallache yang memperkenalkan Aaron pada Wallache.
Keduanya saling berjabat tangan dan menyebut nama masing-masing.
"Aaron"
"Wallache"
"Apa kamu ingat perkataan yang mulia Federin?" tanya Adelia pada Wallache.
"Tentang apa ya?" tanya Wallache yang lupa tentang apa yang dimaksudkan oleh Adelia.
Kemudian Adelia menceritakan pada saat berada di kerajaan Blue Minch.
Sesampainya di kerajaan Blue Minch, Adelia mohon diri pada Raja Federin dan Ratu Ariel.
"Adelia, ingatlah kalian akan menikah dan kami akan menggelarnya di kerajaan Ryugu dan aku juga meminta agar dari keluarga kamu juga tidak jauh dari pantai. Karena kami tak bisa berlama-lama jauh dari perairan." pesan Raja Federin.
"Saya akan ingat itu yang mulia, pesta pernikahan dari pihak kami nantinya akan diadakan di Villa pesisir Z. Yang letaknya tak jauh dari pantai." ucap Adelia sembari menundukkan kepalanya.
"Hm.. kenapa di Villa itu? bukankah selama ini kamu tinggal di kota Ghuangzhou?" tanya Ratu Ariel yang penasaran.
"Sedari kecil saya tinggal di Villa itu yang mulia, lebih tepatnya sejak kakak saya meninggal dan tubuhnya dipakai oleh panglima Langit waktu itu." jelas Adelia.
"Panglima Langit? apa maksud kamu Raymond?" tanya Raja Federin yang penasaran.
"I..iya, Yang mulia mengenal beliau?" tanya Adelia yang penasaran.
"Tentu saja, dia sahabat aku. Dialah yang dulu selalu membantu aku kalau aku dalam kesusahan." jelas Raja Federin.
"Kenapa tidak bilang dari kemarin ya yang mulia Raja, kalau yang mulia mengenal panglima langit Raymond?" tanya Adelia yang bersemangat.
"Aku juga tahunya sekarang kalau kamu ada hubungannya dengan panglima langit Raymond, itu pun dari kamu." jawab Raja Federin yang penasaran.
__ADS_1
"Kemarin yang membantu kita itu kak Tony, adalah salah satu anggota dari kerajaan langit dan dialah dulu yang selalu bersama panglima langit Raymond dalam pencariannya mencari anak dan isterinya." jelas Adelia.
"Ha, pantas saja kemampuannya dalam melawan para prajurit Hibrida luar dan juga para Siren menurut cerita Asia waktu itu, aku seperti mengenal jurus-jurusnya." ucap raja Federin.
"Dan satu lagi yang mulia, perempuan bernama Kirana yang selalu bersama saya waktu itu, adalah menantu beliau" jelas Adelia. yang membuat Raja Federin dan yang lainnya sangat terkejut.
"Jadi Kirana itu menantu Panglima Langit Raymond?" tanya Wallache yang memastikannya.
"Iya, benar sekali.Dan Kak Kirana dan suaminya yang merupakan putra dari panglima langit Raymond, merekalah yang mengantarkan saya sampai ke pantai pesisir Z dan mereka saat ini berada di villa pesisir Z." ucap Adelia.
"Ah, kalau begitu sampaikanlah salam hangat kami untuk mereka. Dan nantinya dalam acara pernikahan kalian akan menjadi ajang reuni bagi aku dan panglima langit Raymond. he..he..!" ucap Yang mulia Federin sembari mengulas senyumnya.
"Iya yang mulia, nanti akan hamba sampaikan pesan anda" ucap Adelia yang juga ikut mengulas senyum dan demikian pula dengan yang mulia Ratu Ariel dan Wallache.
"Terima kasih calon menantuku, hati-hatilah dalam perjalanan kamu pulang nanti ya!" pesan Ratu Ariel seraya mengusap kepala Adelia dan kemudian memeluknya.
"Iya yang mulia permaisuri, dan hamba undur diri yang mulia" ucap Adelia yang tak berapa lama mereka melepas pelukan mereka.
🗓️Flashback off.
"Oiya aku ingat apa yang dikatakan ayahandaku, jadi Aaron ini putra Panglima langit Raymond?" tanya Wallache yang memperhatikan Aaron dengan seksama.
.
"Iya, saya Aaron putra dari Raymond yang sekarang berganti nama menjadi Andy." jelas Aaron.
"Ohw, begitu ya" ucap Wallache seraya menganggukkan kepalanya.
"Ternyata ayah Raymond banyak kenalannya ya!" seru Kirana dan semuanya tersenyum karena ucapan Kirana.
"Jelas saja banyak yang mengenal ayahanda, karena ayah kan panglima langit waktu itu." ucap Aaron dan Kirana memeluk suaminya seraya mengulas senyum dan menatap wajah ganteng suaminya.
"Jadi kesepakatan kami kalau pernikahan kami akan dilangsungkan bulan depan dan diadakan di kerajaan Ryugu dan di Villa pesisir Z." jelas Adelia.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...