
"Kalian menyingkirlah, biar kami yang menghadapi penyihir Kadabra ini!" seru Andy yang sudah bersiap siaga bersama Rosa.
Saat ini kedua orang tua Oyen sudah bersiap siaga.
"Wah suatu kebanggaan ternyata panglima langit bersama istri ya samai menangani langsung! ha..ha...!" seru penyihir kadabra sambil tertawa lepas
.
"Sebaiknya kita cepat selesaikan, karena kita harus cepat kembali pulang untuk .elihat keselamatan menantu dan cucu kita!" bisik Rosa.
"Benar juga, menghadapi ilmu sihir, harus pakai sihir pula!" ucap Andy dan Rosa mempunyai ide.
"Suamiku sebaiknya kita gabungkan jurus bola-bola cahaya besar dengan matera peri bunga milikku" usul Rosa yang kemudian Andy bersiap dengan jurus bola cahaya besar.
Sedangkan Rosa merapalkan manteranya yang kemudian dia salurkan pada jurus bola cahaya besar milik Andy.
"Jurus apa itu?" tanya penyihir kadaba yang terus memperhatikan jurus yang digunakan Andy.
"Entahlah yang penting ini jurus ini akan memusnahkanmu!" seru Andy yang siap untuk menyerang penyihir Kadabra .
"Hop hiaaat... !"
"Bouuummmm...!"
Andy melempar bola cahaya yang sudah di beri mantra oleh Rosa ke arah penyihir Kadabra.
Penyihir Kadabra berusaha untuk menahannya dengan tongkat bermata mutiara hitam itu.
Namun kekuatan bola cahaya jauh lebih besar dan mampu menerobos tongkat dan menerobos kepada pemiliknya.
"Duaaarr...!"
"Aaaghh...!"
Dan meledaklah tongkat dan penyihir kadabra dan sekali lagi Andy mengeluarkan jurus bola cahaya besarnya yang juga sudah di manterai oleh Rosa.
"Buooommmm...!"
"Duaarr...!'
Ledakan itulah yang memastikan kalau penyihir Kadabra sudah lenyap sempurna.
"Akhirnya sudah beres juga!" seru Freyja yang kemudian melangkahkan kaki menghampiri Adelia yang memeluk kucing putih dan belang itu.
Dan ternyata semuanya juga sedang mengerumin Adelia.
"Adelia,, apa kamu baik-baik?" tanya Andy seraya menghampiri Adelia.
"Suamiku..!" ucap Adelia yang terus memanggil Apollo
"Sa-sayang, ma'afkan aku. Karena aku sangatlah mencintaimu, hingga membuatmu begini.Sa-aayang, jaga baik-baik putri kita!" racau Apollo.
"Suamiku, kamu pasti sembuh!" ucap Adelia yang mencoba meyakinkan suaminya.
"Ma'afkan a-aku sayang, i-ibu, a+Aya a-aku minta ma'af. Bu-bukan maksud aku membohongi kalian. karena aku sangat. cinta sama isytriku" ucap Apollo yang kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"Suamiku..!" teriak histeris Adelia.
"Putraku ..!" teriak Fryja yang tak kalah histerisnya.
Freyja shock, karena dalam sehari harus kehilangan dua putranya,
Istana kucing sedang berkabung, saat ini dalam prosesi pemakaman jenazah Apollo.
Sementara itu Andy dan Rosa membantu memindahkan patung Boots dan Valeey ke taman kerajaan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah prosesi pemakaman selesai, Andy menghampiri Adelia yang masih berduka.
Mereka saat ini berada di rumah lama Apollo, rumah sebelum menjabat sebagai raja di kerajaan kucing.
"Adel, bagaimana kondisi kamu saat ini?" tanya Andy yang sangat khawatir.
"A-aku...!"ucap Adelia yang terbata-bata.
"Bugh...!" Tiba-tiba Adelia menubruk ke tubuh Andy dengan erat memeluk tubuh kakaknya itu.
"Kak, bisa cerita bagaimana Senja meninggal?"tanya Adelia yang penasaran.
"Apa kamu siap menerima cerita kakak?" tanya Andy yang khawatir.
"Iya, saya sudah siap kak. Walau bagaimana pun, hal ini sudah terjadi biarlah terjadi. Adelia sudah kuat menerima cerita kakak!" ucap Adelia seraya menyeka air matanya.
"Baiklah, kakak akan bercerita. Tapi kuatkan diri kamu ya, karena yang menimpa Senja waktu itu sangatlah
"Siap, aku sudah siap menerimanya" ucap Adelia yang berusaha untuk tegar.
"Baiklah jika kamu memaksa, kakak akan menceritakan apa yang terjadi pada senja waktu itu" ucap Andy dan ternyata semuanya menyimak pembicaraan mereka.
🗓️Flashback on
Kisah perjalanan Andy, Bocan dan Kirana pergi ke villa pesisir untuk menjemput Senja dan Adel.
Setelah siang sampai sore kemarin Andy dan Tony bertemu dengan para tukang bangunan yang di pesan Andy untuk membangun rumah di lahan tanah kosong, di samping kios bunga Rose.
"Ayah yakin dengan para tukang bangunan itu?" tanya Kirana, secara Andy dan Bocan meninggalkan mereka saat mereka mulai mengerjakan rumah mereka.
"Semua ayah percayakan pada Tony, ayah yakin Tony bisa mengatasi semuanya" jawab Andy dengan mengulas senyumnya.
"Oh, Ok ayah" kata Kirana.
"Entahlah, kita tunggu saja nanti kabarnya." jawab Andy yang masih mengemudi.
Dan tak terasa mereka telah sampai di Villa milik Andy di pesisir.
"Pak, Senja dan Adel ada dimana ya?" tanya Andy pada satpam penjaga villa yang penasaran kenapa keadaan villa begitu sepi.
"Ma'af tuan, dari sebulan yang lalu saya menghubungi tuan, tapi ponsel tuan tidak aktif!" kata satpam penjaga villa.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Andy yang penasaran.
"Ma'af tuan, waktu itu non senja bermain di pantai. Tiba-tiba dia menghilang. Semua penjaga pantai dan polisi yang mencarinya tidak bisa menemukannya sampai sekarang." kata satpam itu.
"Apa menghilang? lantas Adel dimana?" tanya Andy yang penasaran.
"Non Adel juga sibuk mencari non senja, tiba-tiba ada seorang anak muda yang mengaku pangeran membawa Non Adel, dan sampai sekarang belum juga di ketemukan." jelas satpam itu.
"Jadi Adel dan Senja sama-sama di culik?" tanya Kirana yang khawatir.
"Tujuan kami adalah menjemput mereka!" seru Andy yang cemas.
"Boleh aku lihat foto ke dua gadis itu?" tanya Bocan yang juga khawatir.
"Ada di kamar mereka! ayo kita kesana!" jawab Andy, dan kemudian bersama Bocan dan Kirana meninggalkan satpam dan melangkahkan kaki mereka ke kamar Senja dan Adel.
Sesampainya di kamar Senja, Andy memberikan pigura yang ada foto Adel dan Senja pada istrinya.
Bocan pun melihat wajah kedua gadis itu dan kemudian dia menutup matanya dan berkonsentrasi untuk menerawang keberadaan kedua gadis itu.
"Kasihan sekali!" ucap Bocan yang wajahnya memucat.
"Ada apa istriku?" tanya Andy yang penasaran.
__ADS_1
"Kita harus selamatkan Senja terlebih dulu, sebelum terlambat!" jawab Bocan yang membawa pigura itu dengan setengah berlari keluar dari kamar.
Andy dan Kirana saling pandang, kemudian mereka mengejar Bocan.
"Istriku, Senja ada dimana?" tanya Andy saat bisa mengejar bocan sampai di depan mobil yang mereka kendarai tadi.
"Suamiku, Senja di culik siluman Ubur-ubur. Dan nyawanya...nyawanya! ayo cepat kita tolong dia!" seru Bocan yang kemudian masuk ke dalam mobil.
Kirana dan Andi bergegas masuk ke dalam mobil.
Dan Andi melajukan mobil itu keluar dari villa.
"Kita kemana sekarang?" tanya Andy seraya mengemudi.
"Ke pantai! Ngebut ya suamiku!" jawab Bocan.
"Bocan, ceritakan apa yang terjadi?" tanya Kirana yanag penasaran.
"Siluman ubur-ubur telah mengambil nyawa Senja perlahan-lahan untuk kesempurnaan ilmu mereka.!" jelas Bocan.
"Kenapa harus senja sih?" tanya Kirana yang tak habis pikir.
"Siluman ini punya dendam pada Andy, karena dia menjadi pemburu siluman. Dan keluarga siluman ubur ada yang tewas di tangan Andy!" jelas Bocan yang membaca hasil terawangannya.
"Tak bisa aku bayangkan, gadis itu begitu kecil dan mungil harus menjadi berdaya karena siluman ubur-ubur!" ucap Kirana yang meneteskan air matanya.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di tepi pantai.
"Kirana, kamu disini jangan keluar dari mobil. Mengerti!" pesan Bocan saat melepas sabuk pengamannya.
"Iya Bocan!" jawab Kirana yang memang tak bergeming dari tempat duduknya.
"Waspadalah dan minta bantuan pedang awan jika terjadi sesuatu!" pesan Andy yang kemudian membuka pintu mobilnya.
"Baik ayah. Dan kalian hati-hatilah!" jawab Kirana.
"Pasti sayangku!" ucap Bocan. Dan kini kedua orang tua Aaron itu meninggalkan Kirana yang sendirian di dalam mobil.
Andy dan Bocan melangkahkan kaki menuju ke bibir pantai.
Dengan gerakan meringankan tubuh, keduanya berjalan diatas air pantai dan menuju ke tengah laut lepas.
Sesampainya di tempat yang di tuju, keduanya berhenti dan saling pandang kemudian mengangguk seolah memberi kode.
Mereka kemudian secara kompak berputar dan keduanya turun ke dasar laut.
Sesampainya di dasar laut, mereka melihat sebuah pintu gerbang.
Pintu gerbang itu adalah pintu gerbang istana ubur-ubur.
Andy dan Bocan menghampiri pintu gerbang itu untuk masuk ke istana.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1