Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mengobati Kirana


__ADS_3

Sesampainya di Ruko, Aaron memasukkan sepeda motor Jimmy yang dipakainya untuk jalan-jalan bersama Kirana.


Setelah itu Aaron membopong kembali tubuh Kirana naik tangga menuju lantai atas.


Sesampainya diatas, dilihatnya Jimmy sudah tertidur di sofa dengan wajah ditutup buku.


Aaron menurunkan Kirana diatas tempat tidur secara pelan-pelan.


"Maafkan Aaron,tak bisa menjaga dan melindungimu..!" kata Aaron yang menyesal.


"Kamu sudah melakukannya lebih dari biasanya Aaron. Sudahlah mungkin jika aku baringkan tubuhku sebentar, rasa sakitnya akan hilang dengan sendirinya."Kata Kirana dengan masih menahan rasa sakitnya.


"Kirana, bisa kamu angkat baju kamu bagian belakang ke atas?"tanya Aaron sedikit berhati-hati


"Untuk apa..?" tanya Kirana curiga.


"Aku ingin mengobatimu, akan aku salurkan hawa murniku agar mempercepat penyembuhannya." kata Aaron yang duduk di samping Kirana.


"Oke kalau begitu..!" jawab Kirana yang kemudian duduk membelakangi Aaron dengan duduk bersila sesuai arahan Aaron.


Aaron juga dalam kondisi duduk bersila dan dia menelan salivanya ketika melihat punggung mulus Kirana yang walaupun terhalang satu garis pengait pelindung gunung kembar Kekasihnya.


"Kirana, andai kita sudah jadi suami istri...!!" gumam dalam hati Aaron


"Setelah ini kamu mau apa..?" tanya Kirana yang sebetulnya risih dengan keadaannya saat ini.


Aaron pun tersadar dari lamunannya.


"Oiya...,aku sedang memeriksa dari tulang punggung sampai tulang ekor kamu, ternyata terdapat luka lebam. Kirana tahan sebentar ya..!!" kata Aaron yang kemudian mengusap kedua telapak tangannya hingga muncul cahaya putih kebiruan yang semakin lama semakin menebal dan kemudian di tempelkan pada pinggung Kirana perlahan-lahan dari atas ke bawah.


"Aaaaaghhh...!!"


Kirana mengerang kesakitan.


"Tahan Kirana...tahan..!!" seru Aaron yang terus menyalurkan hawa murninya.


"Aaaghhh...! sakiiit...!!!"


Erangan Kirana yang seperti tak bisa menahan rasa sakitnya.


Jimmy yang mendengar suara-suara aneh, membuka matanya namun dia masih mengumpulkan nyawanya.


"Suara apa itu..? kak Kirana diapain


sama pacarnya yang aneh itu? jangan-jangan..!?" kata dalam hati Jimmy.


Dia segera bangun dan mencari tahu apa yang terjadi.


Jimmy terkejut dengan apa yang di lihatnya. Di lemparnya buku yang tadi menutupi wajahnya ke kepala Aaron


"Tokk...!!"


"Aish..!!"


Transfer hawa murni Aaron ke tubuh Kirana terhenti mendadak.


Kirana jatuh pingsan kepangkuan Aaron dengan hidung mengeluarkan darah, Sedangkan Aaron masih dalam keadaan sadar duduk besila dan dari hidungnya keluar darah segar.

__ADS_1


"Jimmy..apa yang kau lakukan..!!" seru Aaron dengan suara paraunya.


"Aku yang harusnya tanya, apa yang kau lakukan pada kakakku..?" tanya Jimmy dengan kedua tangannya berkacak pinggang.


"Aku sedang mengobati kakakmu..!!" jawab Aaron yang kemudian mengatur posisi Kirana untuk tidur yang nyaman.


"Bohong ya..!! Ngapain pakai pegang-pegang punggung kak Kirana segala..?" tanya Jimmy yang masih belum percaya dan menghampiri Kirana yang terbaring dengan wajah pucat.


"Aahh terserah kaulah dasar Jerry...!!" ucap Aaron yang gemas dengan ulah adik Kirana itu, saat dia mengusap darah di hidung Kirana dengan tissu dan demikian juga dengan hidungnya.


"Apa kau bilang? Jery..? okey kalau begitu kau si Thomasnya..! he..he..!!" canda Jimmy.



"Apa...! aku tetap Oyen, sekali oyen tetap Oyen ..!! bukan kucing lainnya..!" seru Aaron kesal.


"Ngapain dulu kak Kirana nyamain kamu Oyen? kenapa nggak Lucifer atau princes John...! Dasar kucing nyebelin...! minggir..! kalian belum sah..! tidur sana di sofa, eh di bawah saja..!" kata Jimmy yang menghalau Aaron agar tak dekat-dekat dengan Kakaknya.


Aaron yang gemas dengan tingkah Jimmy, dia mengusap rambut Jimmy kasar.


"Dasar kau ya .!!' ucap Aaron.


"Wekkk ..!!" ucap Jimmy sambil menjulurkan lidahnya.


"Aku tidur di sofa, kau di bawah saja ya...! he..he..!!" ucap Aaron yang kemudian merebahkan dirinya di atas sofa.


"Enak saja..! kau di lantai bawah sana..!!" ucap Jimmy yang menghampiri Aaron dan menariknya.


"Eh..apa-apaan sih..! aku menjaga calon istriku..!!" seru Aaron yang terjatuh kebawah sofa akibat di tarik Jimmy.


"Oke kalau itu maumu..!" kata Aaron yang kemudian melangkah kembali ke tempat tidur dimana Kirana masih tak sadarkan diri.


"Thomas...mau apa kau..!!" seru Jimmy yang kemudian bangkit dari duduknya.


"Ya tidur di samping Kirana lah..! kan biasa aku lakukan..!!" jawab Aaron dengan enteng.


"Aapa..! itu kalau kau jadi kucing..! sekarang kau jadi orang..! nggak boleh kalau belum nikah..!!" seru Jimmy yang kemudian menarik lengan Aaron dan terjadilah perebutan tempat tidur diantara kedua laki-laki beda umur itu.


Dan tiba-tiba..."Meeoowww...!!"



"Haa...ha..ha..!! akhirnya kau jadi kucing juga." seru Jimmy yang kemudian kembali ke sofa dan merebahkan tubuhnya kembali.


Dan Oyen melompat naik ke tempat tidur dimana Kirana terbaring belum juga sadarkan diri.


Tiba-tiba terbesit niat jahil Jimmy.


Dia berjalan mengendap-endap menuju ke arah dimana oyen sedang tidur.



"Pantas saja kak Kirana memberi nama kamu oyen..! ngegemesin gitu sih..!!Hadeuh..! Jimmy..! ingat rencana jahilmu..!!" kata dalam hati jimmy


Jimmy mengangkat tubuh Oyen yang sedang tidur, kemudian dia membawanya ke kamar mandi


"Meoww...!!"

__ADS_1


Oyen terbangun dan menggeliat ingin melepaskan diri.


Jimmy kemudian meletakkan Oyen ke dalam kamar mandi.


"Bye..bye..Oyen, selamat tidur bersama kecoa ya..!!" ucap Jimmy seraya menutup pintu kamar mandi.



"Sungguh terlalu kau Jimmy..! aku kan calon kakak iparmu..!!" batin Oyen yang meratapi nasibnya.


Membayangkan semalaman tidur di kamar mandi.


"Meowww..!! meowww...!! meoww..!!"


Oyen terus mengeong, berharap Kirana bangun dan menolongnya.


Namun sampai lelah dia mengeong, tak kunjung juga pertolongan.


Oyen akhirnya tertidur juga.


Tak berapa lama, Kirana membuka matanya.


"Aku dimana ya. ?' tanya dalam hati kirana sambil mengingat-ingat sesuatu.


"Ternyata aku di kamarku sendiri, tadi kan Aaron mau mengobatimu? Sekarang dia dimana ya!?" pertanyaan dalam hati Kirana lagi.


"Hadeuh kok Hampis gini ya..!!" ucap Kirana yang bergegas bangkit dan menuju ke kamar mandi.


(Hampis : HAsrat Mau piPIS) 🤭✌️


"Ceklek..!!"


Kirana membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu dan langsung berbunyi.


"Ngeeeong...!!"


"Astagaaa...! Oyeeen...! kenapa di sini?" tanya Kirana yang kemudian mengeluarkan Oyen keluar dari kamar mandi, dan Kirana menuntaskan hasrat mau pipisnya yang sedari tadi dia tahan.


Setelah selesai, Kirana keluar dari kamar mandi.


Dilihatnya, Oyen sudah melingkar di tempat tidurnya.


"Kenapa Oyen bisa sampai terkunci di kamar mandi? Apa saat jadi Aaron dia ke kamar mandi lalu dia menjadi Oyen? tapi tadi jelas terkunci dari luar? Jangan-jangan Jimmy yang melakukannya ya?" tanya dalam hati Kirana yang kemudian mengusap-usap Oyen agar tertidur.


Dan perlahan mereka terlelap dalam mimpi masing-masing.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2