Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Bantuan Dewi Hujan


__ADS_3

"Baiklah, walaupun seratus siluman kera ekor panjang, aku tidak gentar!" seru Aaron yang sudah berdiri di depan sepuluh siluman kera ekor panjang tersebut.


"Uuk...aak....uuk....aakk...!!"


Ke sepuluh siluman kera ekor panjang itu menjulurkan ekornya ke arah Aaron.


"Hopp.....! blesh...bleshh...blesh...!!"


Aaron memotong ekor semua siluman kera ekor panjang itu.


Namun apa yang terjadi, Siluman ekor panjang itu semakin bertambah banyak.


"Apa? berarti ekor itu bukan kelemahan dia!" Gerutu Aaron dalam hati.


"Ha..ha..ha...! ayo lawanlah aku dewa perang..!" seru siluman kera ekor panjang itu dengan tawa penuh kemenangan.


"Baiklah...!"


"Pedang langit, masuklah kembali!" seru Aaron dan pedang langit itu masuk kembali ke dalam tubuh Aaron.


Kini Aaron menggunakan jurus bola-bola cahaya untuk melawan Siluman kera ekor panjang itu.


Aaron menangkupkan telapak tangannya dan di putarlah telapak tangan itu, kemudian membentuk bola cahaya di telapak tangan kanan dan kirinya.


"Boummm...,! Boummmm....!!"


Di lemparkannya bola-bola cahaya warna biru itu ke arah siluman-siluman kera itu dan mereka banyak yang tumbang.


"Aaaghh..!"


'"Kurang ajar..! dia sudah tahu kelemahan ku!' seru siluman kera ekor panjang itu.


Dan dari beberapa siluman ekor panjang yang tersisa itu, mereka berusaha melilit kembali Aaron dengan ekor panjang mereka.


Siluman ekor panjang itu berhasil mengepung Aaron.


Aaron kembali menangkupkan telapak tangannya dan kembali dengan mengeluarkan bola cahaya yang lebih besar dan dahsyat.


"Boouummmmm.......!!!"


Dan seketika tinggalah satu ekor siluman ekor panjang yang tersisa.


"Ka..kau..! memang sehebat ayahmu!" kata siluman kera ekor panjang itu dengan terbata-bata.


"Siluman..! mengapa kamu menculik Dewi hujan?" tanya Aaron yang penasaran.


"Hukk...Hukk...!" sisa-sisa nafas siluman kera ekor panjang yang kesakitan.


"Karena selain aku mencintai Dewi hujan, bila ada hujan maka siluman api bisa mati!" jelas siluman kera ekor panjang itu dengan terbata-bata.


"Kau mencintaiku? tapi ma'af aku tak mencintaimu!" seru Dewi hujan itu yang berjalan menghampiri Aaron dan siluman kera ekor panjang, yang sedang sekarat.


"Ma'af jika caraku salah, tapi cintaku tulus padamu Dewi" kata siluman kera ekor panjang itu, untuk yang terakhir kalinya.


Dan siluman kera ekor panjang itu menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya.


Muncullah mutiara siluman dari ubun-ubun siluman kera ekor panjang itu.


Aaron pun segera mengambil dan memasukkan dalam kantung mutiara silumannya.


"Selanjutnya kamu mau kemana, Aaron?" tanya Dewi bulan pada Aaron yang sedang memasukkan mutiara siumannya.


"Target selanjutnya adalah siluman Api, jadi akan aku cari siluman api itu.!" seru Aaron yang menatap Dewi bulan.

__ADS_1


"Kalau siluman api! serahkan pada saya!" ucap Dewi hujan pada Aaron dengan yakin.


"Tapi ini tugasku!" seru Aaron.


"Anggap saja saya balas budi, karena telah kamu selamatkan!" ucap Dewi hujan dengan tersenyum manis.


"Baiklah, apa rencana kamu?" tanya Aaron penasaran.


"Wilayah ini lama tak turun hujan, akan aku turunkan hujan yang sangat lebat. Biar tanah bisa kembali subur!." jelas Dewi hujan dan Aaron menyetujuinya.


"Baguslah, aku setuju." ucap Aaron.


"Ma'af, aku harus ke atas awan hitam itu" kata Dewi ikan seraya menunjuk ke arah awan hitam itu.


Dan kemudian dia menghentakkan kakinya dan terbang ke atas awan hitam itu.


Di atas sana, Dewi hujan menari dengan gemulainya untuk memanggil hujan.


Sedangkan Aaron menyaksikannya ritual tarian Dewi hujan yang memanggil hujan dari bawah, tempat semula di goa siluman kera ekor panjang.


"Gludukk...gludukk...gludukk...!!"


"Blesh...blesh...blesh....!!"


Hujan deras pun membasahi wilayah pegunungan awan putih itu.


Aaron bergegas berteduh di dalam goa kera siluman ekor panjang.


Cukup lama hujan deras itu turun, dan terdengar suara yang sangat keras dari lembah pegunungan.


"Ceesshh..!!"


"Aaghh...!!"


"Dimana suara itu tadi berasal ya?" tanya dalam hati Aaron yang dengan nekatnya turun dari atas pegunungan diantara lebatnya hujan.


Dengan jurus meringankan tubuhnya, Aaron turun ke dasar lembah dan menebarkan pandangan dan pendengarannya.


Cukup lama Aaron tak menemukan keberadaan siluman Api.


Hingga hidungnya mencium aroma yang begitu menusuk.


Aromanya seperti tanah yang kering terkena hujan.


"Sepertinya siluman api itu sembunyi di goa dasar lembah itu!" gumam Aaron dalam hati.


Aaron dengan cepat turun ke bawah lembah dan mencari goa yang di maksudnya.


Benar saja, ada cahaya terang di bawah sana dan aroma menyengat itu keluar dari sana.


"Siluman Api! keluarlah..!!" seru Aaron ketika sudah berada di depan goa di mana siluman Api berada.


"Kau...! mau apa kemari?" tanya siluman api saat tahu ada yang mencarinya di depan goa.


"Yang jelas memusnahkanmu..!" seru Aaron dengan entengnya.


"Kurang Ajar..! Rasakan ini..!!" umpat siluman Api yang kemudian lidah api yang memanjang lewat kedua tangannya dan mengarah langsung ke arah Aaron.


"Hop hiaaa...!!"


Dengan sigap Aaron melompat menghindari jilatan lidah api itu.


"Aku harus memancing dia untuk keluar dari goa!"kata dalam hati Aaron yang mengingat kata-kata terakhir siluman Kera Ekor panjang yang mengatakan kalau kelemahan siluman api adalah hujan atau Air.

__ADS_1


Aaron melompat berkali-kali dan lama-kelamaan dia menjauh.


Siluman api itu pun terpancing untuk keluar dari goa.


"Ceesssss...!!"


Kepulan asap dari tubuh siluman api dengan membawa aroma yang menyengat.


"Sialan..! aku terlalu jauh dari goa.Tubuhku...! aaaaghh..!!" seru siluman Api dengan di iringi rintihannya.


Kepulan asap di tubuh siluman Api semakin tebal.


Aaron tak menyia-nyiakan kesempatannya.


Di keluarkannya bola-bola cahaya, dan bola-bola itu menghantam tubuh siluman Api yang sudah tak berdaya itu.


"Aaaagh...!!"


Tubuh siluman api telah menjadi debu, dan muncullah mutiara siluman berwarna putih.


Aaron segera mengambilnya dan menyimpannya dalam kantung mutiara siluman miliknya.


Hujan sudah reda, dan langit di pegunungan awan putih kini sudah tak menghitam lagi.


Kekasih Kirana itu kemudian memegang kalung peri pemberian ibundanya Rosa.


Setelah merapalkan mantera, Aaron dalam sekejap berganti baju.


Aaron meniup peluitnya untuk memanggil awan putih kecil.


Dan awan putih kecil itu mendatangi Aaron.


"Tuan, dalam sekali tempat ini? hampir saja saya tak menemukan tuan!" ucap awan putih kecil itu saat tiba di hadapan Aaron.


"Tapi kamu bisa menemukanku bukan?" tanya Aaron seraya naik ke atas awan putih kecil itu


"Iya sih...!" jawab singkat awan putih kecil itu.


"Berarti kamu cerdas!" ucap Aaron yang memuji awan putih kecil itu.


'Ah tuan bisa saja!" ucap awan putih kecil itu sedikit berwarna merah muda.


Dan Aaron pun tersenyum.


"Awan sudah kembali putih, apa kamu sudah menemukan orang tua kamu?" tanya Aaron penasaran.


"Baru saja saya mau mencari, tuan memanggil saya!" Jawab Awan putih kecil itu.


"Oh begitu ya? ma'af ya, ayo kita cari sama-aama!" ucap Aaron.


"Baik tuan!" balas awan putih kecil itu dan kini mereka melesat keatas awan untuk mencari orang tua awan putih kecil.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2