
Dimana posisi Jimmy yang mengemudi dan Kelly berada disampingnya, sedangkan siluman macan kumbang berada di belakang.
Sementara itu Siluman Harimau yang telah masuk ke goa yang terang itu terus melangkahkan kakinya menyusuri lorong goa tersebut.
"Goa ini apakah benar menuju ke dunia siluman?" gumam dalam hati Siluman harimau yang terus berusaha mencari keberadaan Vivian.
"Ah, bau ini arahnya ke sana! iya kesana!" seru siluman Harimau yang mencium keberadaan Vivian.
Siluman Harimau itu terus berlari menuju jalan keluar dari goa tersebut, dan sampailah dijalan keluar dari goa tersebut.
Pada saat siluman harimau mendekat pada jalan keluar dari goa tersebut, nampak sinar masuk diantara rumput-rumput liar yang menutupi jalan goa tersebut.
"Hmmm... benar, ini dunia siluman!" gumam siluman Harimau yang menyibakkan rumput-rumput liar itu, dan dia melihat adanya pohon-pohan yang menjulang tinggi dan bentuknya hanya ada di dunia Siluman.
Siluman Harimau terus mempercepat langkah kakinya, karena penciumannya semakin mendekati ke arah dimana Vivian berada.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah pertempuran, dimana ada seorang remaja laki-laki yang menyerang siluman.
"Anak itu cekatan sekali! hei, dia berhawa dewa. Iya anak itu seorang Utara dewa!" seru Siluman harimau yang menebak-nebak seorang remaja laki-laki yang dia lihat itu.
"Siluman banteng! iya, apa yang dia mau dari anak kecil itu?'" ucap tanya dalam hati siluman harimau yang terus memperhatikan jalannya pertempuran.
Dan dia melihat kalau remaja laki-laki itu berhasil mengalahkan siluman itu dengan jurus bola-bola cahaya yang dia keluarkan.
"Bola-bola cahaya? anak laki-laki itu apa ada hubungannya dengan kerajaan langit?" gumam dalam hati Siluman Harimau yang penasaran dengan anak remaja yang berhasil mengalahkan siluman banteng itu.
Siluman harimau itu mendekat, namun anak laki-laki tersebut tak menghiraukannya dan dia berlari menghampiri seseorang.
"Hei, apa dia tak melihatku?" gumam siluman harimau yang kemudian mengambil mutiara siluman warna hitam yang keluar dari tubuh siluman banteng itu.
"Anak itu apa tidak tahu hal tentang mutiara siluman warna hitam ya?" ucap siluman harimau yang masih bertanya-tanya dengan rasa penasarannya.
Siluman harimau itu melihat anak laki-laki itu berbicara dengan seseorang di semak-semak liar.
"Dia Bicara dengan siapa?" kembali tanya dalam hati siluman harimau.
__ADS_1
Tak berapa lama muncullah gadis remaja yang bau dan wajahnya yang dia cari dari tadi.
"A..apakah itu Vivian putra tuan Jimmy?" batin siluman harimau yang penasaran dan kemudian menghampiri kedua remaja itu.
"He..he..hmm.....!"
Siluman harimau itu berdehem, yang sontak membuat kedua remaja itu sangat terkejut.
"Si..siluman!" seru anak laki-laki itu dan dalam posisi siap siaga.
"Ma'af anak muda, saya siluman baik-baik. Saya bermaksud mau menolong nona Vivian, nona yang ada di samping kamu itu anak muda!" ucap siluman Harimau itu yang sebenarnya.
"Ka..kau tahu nama a..aku?" tanya gadis cilik yang tak lain bernama Vivian itu.
"Iya, kamu kan Vivian putri dari Tuan Jimmy dan Istrinya Kelly?" tanya siluman Harimau yang menatap Vivian.
"Hah..!" Vivian sangat terkejut karena siluman harimau itu mengenal kedua orang tuanya.
"Apakah itu benar kedua orang tua kamu nona kecil?" tanya anak laki-laki itu dengan penasaran.
"I..iya itu nama kedua orang tua aku, ba..bagaimana kamu bisa tahu dan kenal nama kedua orang tua aku?" tanya Vivian pada siluman harimau dengan penasaran.
"Ja..jadi kamu temannya paman dan Bibi, apa kamu bisa membawaku pulang?" tanya Vivian penuh harap.
"Tentu saja karena tuan Jimmylah yang memintaku untuk mencari dan membawa kami ke Villa pesisir Z, karena saat ini ada tiga pernikahan disana!" jawab siluman harimau yang membuat Vivian semakin yakin kalau siluman harimau itu benar-benar baik hati.
"Kamu percaya sama dia Vian?" tanya anak laki-laki itu seraya menatap Vivian.
"Iya, Vian percaya siluman harimau ini baik kak Sean!" jawab Vian yang menyebut nama anak laki-laki itu, dengan nama Sean.
"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut dengan kamu, karena aku sangat khawatir kalau dia berubah menjadi jahat!" seru Sean yang menatap Vivian dan kemudian menatap Siluman harimau itu.
"Itu lebih baik, supaya kamu tahu kalau aku memang siluman yang baik! Ayo kalian berdua naiklah ke punggungku!" seru siluman harimau yang sudah pasang badan, agar Vivian dan Sean naik ke punggungnya.
Vivian dan Sean saling pandang dan Vivian menganggukan kepalanya, lantas keduanya naik ke atas punggung siluman harimau itu dengan posisi Sean yang di depan dan Vivian di belakang.
"Berpeganglah dengan kuat, saya akan berlari dengan kencang!" seru siluman Harimau yang memberi aba-aba pada Vivian dan Sean.
__ADS_1
"Ba..baik!" balas seru Vivian dan juga Sean secara bersamaan.
Kemudian Siluman harimau berlari dengan secepat kilat seperti hembusan angin yang tidak meninggalkan bayangan sedikit pun melesat kembali ke dasar sumur tua dan naik ke permukaan sumur tanpa diketahui kepala sekolah dan yang lainnya.
Siluman harimau yang membawa Vivian dan Sean melesat menuju ke arah villa pesisir Z.
Sementara itu Jimmy, Kelly dan siluman macam kumbang yang meninggalkan asrama dan kembali menuju kembali ke kios bunga rose untik mengambil pesanan bunga yang diinginkan oleh Kirana untuk menghiasi Villa dimana acara tiga
pernikahan itu digelar.
Setelah selesai mereka melanjutkan pejalanan mereka menuju ke arah villa pesisir Z.
Perjalanan mereka menuju ke pesisir Z kurang lebih dua jam lamanya dan mereka lebih dulu sampai dari di villa di pesisir Z.
Bunga-bunga yang dibawa Jimmy dan Kelly itu diterima oleh Maggie dan Tony.
Oleh Maggie dan Tony, bunga-bunga tersebut langsung digunakan dan dipasang pada acara tiga pernikahan tersebut.
Walaupun hanya dihadiri saudara dan kerabat, acara pernikahan itu berlangsung dengan meriah.
"Jim, sedari tadi aku tak melihat keponakanku Vivian, apa tidak kamu jemput dia?" tanya Kirana yang celingukan mencari Vivian diantara Jimmy dan Kelly, namun tak juga melihat keberadaan keponakannya itu.
"Begini kak, sebetulnya...!" belum sempat Jimmy bercerita, Kirana melihat adanya siluman macan kumbang yang keluar dari mobil Jimmy. Dan Siluman macan kumbang itu menghampiri mereka.
"Siluman macan kumbang? kenapa dia bersama kalian? apa yang terjadi?" tanya Kirana yang penasaran.
"Kak, Vivian menghilang!" seru Kelly yang tak bisa membendung lagi air matanya dan dia langsung memeluk Kirana.
"A...apa! apa benar yang aku dengar tadi?" tanya Aaron yang muncul dari dalam Villa, karena melihat Kirana yang tak kunjung masuk ke acara pernikahan untuk menerima para tamu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...