Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Menuju Villa di Pesisir )


__ADS_3

"Iya, Ginna adalah putri siluman Ular kobra yang datang untuk menuntut balas atas kematian ibundanya yang menurut dia sangat sadis, dan akhirnya putri siluman ular kobra itu dengan berhasil menuntut balas dengan membunuh satu persatu orang terdekat kami. Yang pertama kedua orang tua kami dan kemudian Luna sahabat kami." Ucap Kirana yang mencoba mengingat setiap kekejaman si Ginna itu.


🗓️Flashback on.


Kirana menceritakan di mana saat dia bertarung melawan Ginna bersama Ekin putra selir Selena dan Raja Arthur.


Kalian tahu, aku melihat semuanya dari tempatku sembunyi." kenang Ginna dengan menitikkan air matanya.


"Walaupun aku tahu kalau kakekku siluman Kura-kura juga ikut andil di dalamnya." lanjut kata Ginna yang kembali bersiap menyemburkan bisa racunnya.


Lagi-lagi pedang Awan membuat sebuah tameng untuk melindungi Kirana.


"Kurang ajar! " umpat Ginna yang kemudian mengubah dirinya menjadi manusia dan memunculkan sebuah tongkat berkepala ular dan dengan cepat menyerang Kirana .


"Trang...Trang...Trang..!"


"Trang...Trang...Trang..!"


Kirana meladeninya dengan pedang awan.


Tanpa di duga Ginna menggunakan sinar mata merahnya menyerang Kirana dan kirana terlambat menghindarinya.


"Cashh...!" Sinar merah itu mengenai tangan kiri kirana.


"Aaaghhh...!" Kirana mengerang kesakitan.


"Kirana..!" panggil Aaron saat masuk ke dalam rumah bersama Ekin.


Aaron bergegas menghampiri Kirana dan Ekin bersiap menyerang Ginna.


"Aaron, coba kamu tiup seruling ini!" seru Kirana seraya memberikan Aaron sebuah seruling pemberian Siluman kura-kura.


Setelah menerima seruling itu, Aaron meniupnya.


Tiba-tiba saja tubuh Ginna meliuk-liuk mengikuti irama alunan nada seruling sakti itu.


Keluarlah darah segar dari mulut dan telinga putri siluman ular kobra itu.


Aaron terus meniup serulingnya dan putri siluman ular kobra itu terus menari walau dengan rintihan karena sakitnya.


"Hentikan seruling itu...!" seru Ginna putri siluman ular kobra itu yang menutup telinganya.


"Hentikan..! tidak akan sebelum kamu menyerah!" seru Ekin yang terus mengawasi keadaan.


"Ekin, biarkan perempuan ini jadi urusanku!" seru Kirana yang berusaha berdiri dan mencoba dalam posisi siaga walau kakinya sedang terluka.


Sementara Aaron terus meniup seruling sakti itu.


"Kamu yakin Kirana?" tanya Ekin yang cemas.


"Iya, aku yakin sekali!" ucap Kirana mantap.


"Hati-hati!" ucap Ekin dan di jawab anggukan kepala oleh Kirana.


"Aaron, hentikan serulingnya!" ucap Kirana yang sudah bersiap dengan pedang awannya.

__ADS_1


"Ginna, ayo kita lanjutkan perseteruan kita!" seru Kirana yang sudah berhadapan dengan Ginna.


"Siapa takut!" balas seru Ginna yang mengeluarkan sinar merah di matanya.


Kirana memakai pedang Awan sebagai tamengnya.


"Ting..Ting..Ting...!"


Berkali-kali pedang Awan membantunya menangkis serangan Ginna.


"Kurang ajar!" umpat Ginna yang terus menyerang Kirana dengan tongkatnya.


"Trang...Trang...Trang..!"


"Trang...Trang...Trang..!"


"Trang...Trang...Trang..!"


Dan pada saat ada kesempatan, Kirana menghunuskan pedang awan ke perut Ginna.


"Aaaghhh...! ka...kau..!"


"Ini untuk sahabatku Luna!" seru Kirana dan kekasih Aaron itu menarik kembali pedang awannya.


Beberapa detik kemudian pedang awan itu memisahkan kepala Ginna dari badannya.


"Sreet...!"


"Ini untuk pernikahan Sahabatku Maggie yang telah kau hancurkan!" seru Kirana dengan geram dan mulailah nampak senyum kemenangannya.


"Aih, Aaron kekasihmu ikutan sadis seperti kamu!" celetuk Ekin yang kemudian dia tertawa lebar.


Muncullah mustika siluman dari tubuh Ginna dan Kirana mengambil mustika itu.


Beberapa detik kemudian, tubuh Ginna menjadi debu yang berserakan di lantai dan Kirana menempatkan abu dari Si Ginna ke dalam sebuah wadah dari keramik kecil.


"Mustika? kenapa bukan mutiara?" tanya Kirana yang penasaran.


"Nanti kita tanyakan pada Bunda, yang penting sekarang ini kamu tidak apa-apakan?" tanya Aaron saat menghampiri Kirana.


"Iya, Kirana tidak apa-apa!" balas cinta seraya memeluk kekasihnya.


🗓️Flashback off.


"Jadi seperti itu ya?" kata Adelia yang sudah mengerti.


Kemudian Kirana memberikan satu buket bunga yang kedua untuk pusara Ginna, dan selanjutnya dia mengajak Adelia melangkahkan kaki menuju makam kedua Orang tuanya yang letaknya lumayan jauh dari makam Ginna.


Setelah sampai di makam kedua orang tuanya, Kirana segera mendoakan dan memberikan dua buket bunga untuk ayah dan ibunya.


Kemudian Adelia ikut mendoakan kedua orang tua Kirana.


Setelah selesai, keduanya melangkahkan kaki menuju ke tempat di mana mobil mereka terparkir.


Setelah itu mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju ke pesisir Z tepatnya di villanya Andy.

__ADS_1


Di mana Senja dimakamkan di dekat villa tersebut.


Tak berapa lama mereka telah sampai di villa pesisir, dan setelah itu Kirana menepikan kendaraanya.


Mereka berdua keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju ke teras Villa.


Adelia tak henti-hentinya melihat ke sekitar villa.


"Villanya tak berubah sama sekali" ucap Adelia yang terus melihat ke setiap sudut villa tersebut.


"Iya, sebaiknya kita ke makam senja dulu. Setelah itu kita istirahat" usul Kirana.


"Boleh juga, ayo kita ke makam dulu!" ucap Adelia dan kemudian mereka mengambil hand buket untuk dibawa dari kota Ghuangzhou tadi.


yang masih ada di mobil.


Setelah itu mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat satpam dan menanyakan tempat makam umum di mana tubuh senja disemayamkan.


Satpam villa itu kemudian memberikan petunjuk pada Kirana dan juga Adelia.


"Sebentar, apa benar perempuan yang ini non Adel?" tanya satpam itu yang menebak wajah Adelia yang dulu dan Adelia yang sekarang.


"Iya, ini saya pak satpam, saya Adelia kakak dari senja. Kami ingin mendoakan sejenak senja di makamnya." jawab Adelia.


"Saya titip mobil sejenak ya pak!" ucap Kirana pada Satpam itu.


"Baik nona!" ucap satpam itu, kemudian Kirana dan Adelia berangkat menuju tempat pemakaman umum di pesisir Z itu.


Tak berapa lama keduanya menemukan pemakaman itu dan mereka masuk kemudian mencari nisan yang bertuliskan nama Senja.


Setelah menemukan makam yang di cari, Adelia dan Kirana meletakkan hand buket dan kemudian berdoa kepada Tuhan untuk menerima semua amal dan ibadah Senja selama hidup di dunia.


Selesai berdoa, keduanya melangkahkan kaki meninggalkan tempat pemakaman umum itu.


Arah kaki mereka melangkah kembali ke villa.


"Nyonya, sebaiknya kalian menginap saja malam ini di sini. Hari sudah hampir gelap, pastinya kalian akan kemalaman di jalan!" saran satpam villa pada saat mereka akan melewatinya.


"Pekerjaan kami banyak di kota pak! Jadi kami harus pulang agar besok pagi bisa bekerja lagi!" ucap Kirana.


"Ya terserah kalian saja, saya hanya sekedar menyarankan saja!" seru satpam itu.


"Terima kasih pak, permisi!" ucap Kirana dan Adelia yang hampir bersamaan.


Adelia dan Kirana melangkahkan kaki masuk ke Villa yang kemudian membersihkan diri lanjut mengganti pakaian mereka ke pakaian yang bersih dan mereka bersiap untuk kembali ke kota.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihf...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2