
Aaron dan Sheila sudah sampai di istana langit.
Kemudian Aaron melaporkan semua kejadian pada saat melakukan misi yang di tugaskan padanya, kepada Yang Mulia Arthur.
"Kerja bagus Aaron, kamu memang bisa diandalkan" kata Yang Mulia Arthur dengan senyum bangganya.
"Terima kasih yang Mulia, hamba masih dalam tahap belajar, masih kalah jauh di bandingkan dengan ayahanda Raymond Yang Mulia," ucap Aaron yang merendah.
"Ha..ha...! bagus Aaron pertahankan lah sikap merendah kamu itu.!" kata Yang Mulia Arthur.
Tiba-tiba saja muncul Ratu Flower muncul di samping Raja Arthur.
"Permaisuriku, kamu membuatku terkejut!" seru Raja Arthur yang menatap permaisurinya itu.
"Ma'afkan hamba paduka yang Mulia, hamba membawa kabar genting dari bumi." ucap Ratu flower yang nampak tegang.
Aaron dan Raja Arthur pun terkejut dan penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh Ratu Flower.
"Ada apa permaisuriku?" tanya raja Arthur seraya menatap permaisurinya.
"Rosa mengabarkan kalau saat ini, Luna sedang di teror siluman. Ada dendam lama, yang mengharuskan Ekin untuk turun ke bumi." jelas Ratu flower.
"Luna, Ekin dan dendam lama? apakah tentang kejadian di dunia siluman?" tanya Aaron penuh selidik.
"Mungkin saja!" kata Sheila yang sedari tadi diam saja.
"Ada yang menyinggung namaku?" tanya seorang pemuda yang baru saja masuk bersama seorang pemuda lainnya.
Mereka adalah Ekin dan Leon yang baru saja selesai belajar tentang tata negara.
"Ekin..!" panggil Ratu Flower yang kemudian memeluk putra tirinya itu.
"Ada apa bunda permaisuri? apakah ada hal penting yang harus hamba lakukan?" tanya Ekin yang penasaran.
"Kamu harus ke bumi sekarang juga!" perintah Ratu Flower saat melepaskan pelukannya.
"Kebumi? tentu saja bunda, akan segera ananda lakukan" ucap Ekin dengan wajah berseri.
"Apa ke bumi? tidak boleh!" seru seorang wanita yang tak lain Selena.
"Tapi bunda, Ananda rindu sekali dengan calon menantu ibunda" kata Ekin memohon.
"Selirku Selena, jika keadaan di bumi sangat membutuhkan Ekin, relakan dan restuiputramu untuk kembali ke bumi." kata Yang mulia Arthur.
__ADS_1
"Kalau begitu apa gunanya Aaron, di bumi kan sudah ada Tony, Raymond dan Rosa! kenapa masih butuh Ekin?tanya Selir Selena yang tak rela.
"Adikku selir Selena, apa kamu tahu siapa yang meneror calon menantumu?" tanya Ratu Flower yang menghampiri Selir Selena.
"Apa maksudmu kakak Permaisuri?" selir Selena yang ganti bertanya.
"Informasi yang Rosa berikan, kalau Luna di teror seseorang yang mempunyai racun ular kobra. Dan semua beranggapan kalau itu anak dari Ratu siluman ular kobra dan siluman Naga laut. Karena menurut siluman kura-kura sebelum dia wafat, mereka berdua mempunyai seorang putri yang keturunan ular kobra " jelas Ratu Flower yang menempuh pundak selir Selena.
"Betulkah begitu?" tanya selir Selena seraya menatap suami dan putra ya.
"Dan kedua laki-laki beda Usia itu menganggukan kepalanya.
"Baiklah, asal kamu janji cepat kamu menikahi gadis itu secepatnya, kalau perlu menikahnya bersama dengan Tony!" pesan Selir Selena.
"Bunda, Siap bunda!" balas Ekin seraya memeluk dan menciumi kedua pipi ibundanya.
"Ekin, sebentar lagi kamu akan jarang mencium ibundamu ini!" ucap Selir Selena sembari tersenyum.
Dan semuanya tersenyum karena merasa lega. Karena akhirnya selir Selena mengijinkan Ekin untuk kebumi.
"Ekin dan kamu Aaron, selesaikan urusan ini dengan secepatnya.!" pesan Yang Mulia Arthur.
"Baik Yang Mulia!" jawab Aaron dan Ekin dengan serempak.
"Sheila, kamu di sini saja!" ucap Aaron tegas.
"Tapi aku ingin ikut!" seru Sheila manja.
"Sheila, ada tugas penting untuk kamu!"ucap yang mulia Arthur.
"Ba..baik yang mulia!" ucap Sheilla yang meletakan telapak tangan kanannya di bahu sebelah kirinya, dan dia menundukkan kepalanya.
Aaron dan Ekin kemudian melanjutkan perjalanan mereka keluar dari istana.
🗓️Flashback off.
"Pada waktu itu aku kira kamu mendapat tugas memberi hujan pada semua wilayah yang kekeringan." ucap Sheila.
"Aku kira kamu menyukai Aaron pada waktu itu!" ucap Leon yang penuh selidik.
"Iya, pada awalnya sih aku memang menyukai Aaron. Bahkan sejak kita masih kecil" balas Sheila seraya berjalan dan membelakangi pangeran Leon.
"Terus kenapa kamu tak mengejar dia?" tanya Pangeran Leon yang penasaran.
__ADS_1
"Karena aku tahu aku bukan jodoh Aaron, ada gadis yang lebih menyayanginya dan lebih pantas bersama dia." jawab Sheila sembari berjalan peelahan-lahan.
"Kenapa kamu tidak ke bumi lagi dan mencari kekasih atau pendamping hidup, untuk kelanjutan hidup bahagia?" tanya Leon yang berjalan dengan mensejajarkan langkah kakinya dengan Sheila.
"Selain mendapat tugas memberikan hujan untuk bumi, aku juga mendapat tugas merawat semua tanaman Yang Mulia Ratu Flower. Jadi aku tak ada kesempatan untuk ke bumi atau mencari kekasih" jelas Sheila yang kemudian berhenti dan menatap Pangeran Leon.
"Degh...!" Jantung keduanya seolah mau berhenti.
"Sheila!" panggil Pangeran Leon dalam hati yang merasakan debaran yang sangat kencang.
"Panngeran..!' panggil Sheila yang mengumpulkan semua keberaniannya.
"Ya, ada apa Sheila?" tanya Pangeran Leon yang tak mau melepas pandangannya.
"Bolehkan hamba tahu kenapa pangeran Leon belum juga mempunyai kekasih?" tanya Sheila yang penasaran.
"Oh itu karena...!" jawab Pangeran Leon yang belum selesai, dia membalikkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya ke arah bunga-bunga yang bermekaran dan menyebarkan aroma wangi di sekitar taman paviliun Ratu Flower itu.
"Karena apa pangeran?" tanya Sheila yang penasaran dan mensejajarkan posisi berdirinya dengan pangeran Leon.
"Sejak kecil, aku menyukai seorang gadis. Aku kira rasa sukaku itu seperti rasa suka antar teman. Pada waktu itu aku tidak begitu menghiraukannya, sampai aku berusaha menyukai beberaoa orang gadis. Namun anehnya tidak seperti aku menyukai gadis itu." jelas Pangeran Leon.
"Apakah gadis itu masih hidup sampai sekarang?" tanya Sheila yang penasaran dengan siapa gadis yang sangat dicintai Pangeran Leon itu.
"Tentu saja gadis itu masih hidup sampai sekarang" jawab Pangeran Leon.
"Apakah dia dari kalangan manusia?" tanya Sheila yang penasaran.
"Bukan, dia bukan dari bumi maupun manusia." jawab Leon dengan menghela nafas dan sekali-kali menoleh ke arah gadis yang ada disampingnya.
"Lantas siapa gadis yang beruntung itu, dari kalangan mana yang bisa menautkan hatinya untuk pangeran Leon?" tanya Sheila yang semakin dibuat penasaran.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...