
Keesokan harinya Andy, Bocan dan Kirana pergi ke villa pesisir untuk menjemput Senja dan Adel.
Setelah siang sampai sore kemarin Andy dan Tony bertemu dengan para tukang bangunan yang di pesan Andy untuk membangun rumah di lahan tanah kosong, di samping kios bunga Rose.
"Ayah yakin dengan para tukang bangunan itu?" tanya Kirana, secara Andy dan Bocan meninggalkan mereka saat mereka mulai mengerjakan rumah mereka.
"Semua ayah percayakan pada Tony, ayah yakin Tony bisa mengatasi semuanya" jawab Andy dengan mengulas senyumnya.
"Oh, Ok ayah" kata Kirana.
"Kira-kira, Aaron dalam misinya berhasil tidak ya Yah?" tanya Bocan yang pandangannya menerawang jauh ke depan.
"Entahlah, kita tunggu saja nanti kabarnya." jawab Andy yang masih mengemudi.
Dan tak terasa mereka telah sampai di Villa milik Andy di pesisir.
"Pak, Senja dan Adel ada dimana ya?" tanya Andy pada satpam penjaga villa yang penasaran kenapa keadaan villa begitu sepi.
"Ma'af tuan, dari sebulan yang lalu saya menghubungi tuan, tapi ponsel tuan tidak aktif!" kata satpam penjaga villa.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Andy yang penasaran.
"Ma'af tuan, waktu itu non senja bermain di pantai. Tiba-tiba dia menghilang. Semua penjaga pantai dan polisi yang mencarinya tidak bisa menemukannya sampai sekarang." kata satpam itu.
"Apa menghilang? lantas Adel dimana?" tanya Andy yang penasaran.
"Non Adel juga sibuk mencari non senja, tiba-tiba ada seorang anak muda yang mengaku pangeran membawa Non Adel, dan sampai sekarang belum juga di ketemukan." jelas satpam itu.
"Jadi Adel dan Senja sama-sama di culik?" tanya Kirana yang khawatir.
"Tujuan kami adalah menjemput mereka!" seru Andy yang cemas.
"Boleh aku lihat foto ke dua gadis itu?" tanya Bocan yang juga khawatir.
"Ada di kamar mereka! ayo kita kesana!" jawab Andy, dan kemudian bersama Bocan dan Kirana meninggalkan satpam dan melangkahkan kaki mereka ke kamar Senja dan Adel.
Sesampainya di kamar Senja, Andy memberikan pigura yang ada foto Adel dan Senja pada istrinya.
Bocan pun melihat wajah kedua gadis itu dan kemudian dia menutup matanya dan berkonsentrasi untuk menerawang keberadaan kedua gadis itu.
"Kasihan sekali!" ucap Bocan yang wajahnya memucat.
"Ada apa istriku?" tanya Andy yang penasaran.
"Kita harus selamatkan Senja terlebih dulu, sebelum terlambat!" jawab Bocan yang membawa pigura itu dengan setengah berlari keluar dari kamar.
Andy dan Kirana saling pandang, kemudian mereka mengejar Bocan.
"Istriku, Senja ada dimana?" tanya Andy saat bisa mengejar bocan sampai di depan mobil yang mereka kendarai tadi.
"Suamiku, Senja di culik siluman Ubur-ubur. Dan nyawanya...nyawanya! ayo cepat kita tolong dia!" seru Bocan yang kemudian masuk ke dalam mobil.
Kirana dan Andi bergegas masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Dan Andi melajukan mobil itu keluar dari villa.
"Kita kemana sekarang?" tanya Andy seraya mengemudi.
"Ke pantai! Ngebut ya suamiku!" jawab Bocan.
"Bocan, ceritakan apa yang terjadi?" tanya Kirana yanag penasaran.
"Siluman ubur-ubur telah mengambil nyawa Senja perlahan-lahan untuk kesempurnaan ilmu mereka.!" jelas Bocan.
"Kenapa harus senja sih?" tanya Kirana yang tak habis pikir.
"Siluman ini punya dendam pada Andy, karena dia menjadi pemburu siluman. Dan keluarga siluman ubur ada yang tewas di tangan Andy!" jelas Bocan yang membaca hasil terawangannya.
"Tak bisa aku bayangkan, gadis itu begitu kecil dan mungil harus menjadi berdaya karena siluman ubur-ubur!" ucap Kirana yang meneteskan air matanya.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di tepi pantai.
"Kirana, kamu disini jangan keluar dari mobil. Mengerti!" pesan Bocan saat melepas sabuk pengamannya.
"Iya Bocan!" jawab Kirana yang memang tak bergeming dari tempat duduknya.
"Waspadalah dan minta bantuan pedang awan jika terjadi sesuatu!" pesan Andy yang kemudian membuka pintu mobilnya.
"Baik ayah. Dan kalian hati-hatilah!" jawab Kirana.
"Pasti sayangku!" ucap Bocan. Dan kini kedua orang tua Aaron itu meninggalkan Kirana yang sendirian di dalam mobil.
Andy dan Bocan melangkahkan kaki menuju ke bibir pantai.
Sesampainya di tempat yang di tuju, keduanya berhenti dan saling pandang kemudian mengangguk seolah memberi kode.
Mereka kemudian secara kompak berputar dan keduanya turun ke dasar laut.
Sesampainya di dasar laut, mereka melihat sebuah pintu gerbang.
Pintu gerbang itu adalah pintu gerbang istana ubur-ubur.
Andy dan Bocan menghampiri pintu gerbang itu untuk masuk ke istana.
Namun mereka di hadang dua prajurit ubur-ubur.
"Ini bagianku!" seru Andy yang sudah bersiap dengan pedang cahayanya.
"Hop hiaaat...!"
"Weet....weeett.....seeettt....!!"
Awalnya dua prajurit itu bisa menghindari serangan Andy, namun beberapa saat kemudian mereka lengah dan tubuh mereka terpotong menjadi tiga bagian.
"Aaaghh..!"
Suara erangan terakhir kedua ubur-ubur penjaga itu.
__ADS_1
Bocan dan Andy kemudian masuk ke istana dan mendapati puluhan ubur-ubur mengelilingi tubuh gadis kecil yang bernama Senja, yang terbaring lemah tak berdaya di altar mereka.
"Kurang ajar!" umpat Andy yang kemudian mengeluarkan tali cahayanya.
"Tali cahaya!"
Keluarlah tali yang bercahaya dari telapak tangan Andy, tali cahaya itu kemudian mengikat semua uburu-ubur yang mengelilingi Senja menjadi satu.
"Aaaghh...! siapa kamu!" seru salah satu dari Ubur-ubur yang di ikat Andy.
"Aku dewa pedang, mau membebaskan gadis itu!" seru Andy yang kemudian mengangkat Ubur-ubur itu ke atas menjauhi Altar di mana Senja terbaring.
Bocan berlari menghampiri Senja dan berusaha memberi hawa murni ke tubuh Senja.
Namun gadis itu terlalu lemah untuk menerima hawa murni dari Bocan.
Melihat nyawa Senja diujung tanduk, dengan pedang cahaya Andy membabat habis semua ubur-ubur itu.
Keluarlah mutiara-mutiara siluman yang kemudian di ambil dan di simpan Andi dalam kantung silumannya.
Andy kemudian membopong tubuh Senja dan mereka berdua pergi meninggalkan istana ubur-ubur itu.
Bocan dan Andy naik ke permukaan laut, dan keduanya melesat ke bibir pantai.
Andy kemudian meletakkan Senja di Dipan bambu yang ada di depan sebuah warung yang sudah tutup.
Andy dan Bocan terus berusaha menyembuhkan gadis cilik itu dengan tenaga dalam mereka.
"Kak A..Andy, ca..cari kak A..Adel!" racau Senja yang kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Mengetahui hal itu, Kirana keluar dari mobil dan menghampiri kedua orang tua Aaron itu.
"Senja, kenapa dia?" tanya Kirana saat sampai di samping Bocan.
"Kita terlambat Kirana, gadis ini sudah tiada!" kata lirih Bocan dan kedua matanya berkaca-kaca.
"Betulkah itu ayah?" tanya Kirana yang belum yakin.
"Iya, ma'afkan kakak senja! kakak janji akan mencari kakakmu Adel!" ucap Andy dengan suara paraunya.
"Senjaaaaaaaaaaa.....!!"
Teriak Kirana yang kemudian memeluk jasad gadis malang itu dan tangisnya pun pecah karenanya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...