
Kekalutan Apollo ini sangat mendasar karena Boots sudah mempunyai calon istri yaitu partner bisnis Boots sendiri.
Apollo membuat ramuan untuk mengubah gadis kesukaannya itu menjadi seekor kucing, hal itu dia pelajarinya dari ibunya Freyja.
Kekalutan Apollo ini sangat mendasar karena Boots sudah mempunyai calon istri yaitu partner bisnis Boots sendiri.
Apollo membuat ramuan untuk mengubah gadis kesukaannya itu menjadi seekor kucing, hal itu dia pelajarinya dari ibunya Freyja.
Setelah berhasil membawa Adelia gadis incaran Apollo keluar dari Villa, dan mereka berjalan sampai ke hutan belantara.
Di hutan tersebut terdapat Padang rumput yang luas dengan rumput yang tinggi dan berwarna merah muda yang sangat indah terbentang dihadapan mereka.
"Aku akan dibawa kemana?" tanya Adelia saat sudah sadar dari hipnotis Apollo.
"Tenang saja Adel, aku akan membahagiakan kamu. Aku sangat mencintaimu sayang" rayuan Apollo.
"Ta..tapi aku tak tahu siapa kamu! aku mau pulang!" seru Adelia yang memberontak dan mencoba melangkahkan kaki meninggalkan Apollo.
"Kamu tidak boleh pergi Adel!" seru Apollo yang mulai khawatir akan sikap Adelia.
"Aku punya keluarga, aku punya adik yang harus aku jaga, maaf aku harus pulang!" ucap Adel yang terus berlari kembali ke jalan yang telah dilaluinua tadi.
"Adel, apa memang tak ada sedikitpun perasaan kamu buat aku?" Apollo yang membatin.
"Ma'afkan aku!" ucap Adelia yang setengah berlari menjauhi Apollo.
"Adel, dengan terpaksa! aku akan memaksamu mencintaiku!" ucap dalam hati Apollo yang mengejar Adelia.
"Adel tunggu..!'' panggil Apollo yang sudah menggapai tangan Adelia dan sedikit menariknya ke belakang dengan pelan.
"Kamu mau apa!' seru Adelia dengan tatapan tajam.
"Aku akan mengantarkan kamu, tapi minumlah air ini dulu!" ucap Apollo yang menyodorkan botol yang berisi air yang bening.
"Kamu pasti haus kan?" tanya Apollo yang menyodorkan botol yang berisi air itu.
"Apa itu?" tanya Adelia yang penasaran.
"Ini hanya air putih biasa, agar kamu tidak haus!" ucap Apollo dengan menyakinkan.
"Berhubung aku juga haus, baiklah akan aku terima air ini!" ucap Adelia yang menerima botol yang berisi air putih itu dari tangan Apollo.
Adelia kemudian meminum air tersebut sampai habis, dan tiba-tiba tubuhnya mendadak merasa sangat panas.
"Ada apa dengan tubuhku!" seru Adelia yang merasakan perubahan di tubuhnya, yang saat ini mendadak di tumbuhi bulu lembut dan dia mempunyai ekor yang panjang.
"Hua...! apa yang terjadi padaku, panas sekali tubuh ini!" seru Adelia yang merasakan semakin lama semakin banyak bulu yang lembut.
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Adelia yang menatap Apollo dengan tajam.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kamu menjadi bagian dari hidupku!" ucap Apollo yang kemudian dia berubah menjadi manusia kucing seperti Adelia.

"Kau..! siapa kau sebenarnya?" tanya Adelia yang merasa wujudnya saat ini sama dengan laki-laki yang sedari dari bersamanya.
"Aku Apollo, pangeran ketiga di kerajaan Kucing." jawab Apollo yang menatap Adelia dengan intens.
"Kenapa aku bisa seperti ini?" tanya Adelia yang sedih dengan keadaannya.
'Aku menjadikan kamu bagian dari hidupku, kamu harus menjadi ratuku di kerajaan kucing." jawab Apollo yang terus menatap Adel dan meniupkan sebuah mantra pada kedua mata Adel.
Dan seketika itu juga Adel menjadi penurut dan mencintai Apollo.
"Apa kamu mau menjadi ratuku, Adelia sayangku?' tanya Apollo dengan lemah-lembut dan mencium punggung tangan kanan Adelia.
Hal itu membuat Adellia tersipu malu sekaligus berbunga-bunga.
"Iya, aku mau jadi ratu kamu. Aku sangat mencintaimu!" ucap Adelia yang sudah terpengaruh akan mantra dari Apollo.
"Baiklah sayang, ayo kita ulang ke kerajaan kucing. Kita akan menjadi raja dan ratu kucing disana!' ucap Apollo dengan mengulas senyumnya dan menggendong Adelia di punggungnya dan Apollo melesat dengan menggunakan kekuatannya.
Mereka berlari selama tiga hari dan tiga malam, berhenti pada saat mereka sedang istirahat dan juga makan.
Tibalah mereka di depan sebuah pintu yang besar, dengan berbagai macam ornamen patungnya.
Ayo kita masuk sayang!' ajak Apollo dan Adelia mengangguk dan melihat ke sekitarnya dengan takjub.
"Terbukalah...!"
Seru Apollo seraya membuat gerakan pada telapak tangannya dengan mendorong dan keluarlah cahaya kebiruan yang memancar dan mendorong pintu itu untuk terbuka.
Terciumlah hawa sejuk dan pemandangan yang begitu indah.
"Ayo kita masuk sayang!" ajak Apollo dengan menggandeng erat tangan Adelia.
Gadis yang sudah berwujud kucing itu mengikuti apa yang dikatakan Apollo.
Mereka melangkahkan kaki menyusuri jalan setapak yang terdapat bunga-bunga ayang begitu cantik dan indah.

Tak berapa lama Adelia melihat sebuah istana yang begitu indah dan Cantik.
Istana itu mirip sekali dengan istana Langit.
"Wah, indah sekali!" seru Adelia yang terpesona akan keindahan istana kucing itu.
"Kamu suka kan? itulah yang akan menjadi istana kita!' ucap Apollo yang memandang istana kucing sembari mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Benarkah? ayo kita kesana!" seru Adelia dengan semangat.
Keduanya melangkahkan kakinya dengan riang gembira.
Sesampainya di Istana, Apollo memperkenalkan Adelia pada semua keluarganya yang ada di istana kucing.
"Jadi dia calon istrimu?" tanya Boots yang memandang Adelia dengan selidik.
"Iya, dia akan menjadi istriku!" jawab Apollo seraya merangkul Adellia dengan mengulas senyumnya.
Keduanya menghadap Dewa Baasty dan Dewi Freyja.
"Hamba menghadap ayahanda dan Ibunda" ucap Apollo saat sudah berada dihadapan Baasty dan Freyja.
"Siapa yang kamu bawa itu putraku Apollo?" tanya Freyja yang terus memperhatikan Adelia.
"Dia calon istriku ibunda!" ucap Apollo dengan mantap.
"Siapa nama kamu anak manis?" tanya Freyja yang penasaran.
Dari pandangan pertama, Freyja menyukai Adelia yang cantik dan manis itu.
Adelia, Adel panggilannya ibunda" jawab Adelia seraya menundukkan kepalanya.
"Apa kebisaan kamu?" tanya Baasty yang ikut penasaran.
"saya tidak bisa apa-apa, tapi saya bernyanyi" ucap Adelia dengan merendah, Freyja dan Baasty pun saling pandang.
"Menyanyi? menyanyi itu seperti apa?" tanya Baasty yang penasaran.
"Menyanyi merupakan suatu kegiatan yang biasanya dilakukan oleh seseorang dalam mengekspresikan suasana sekitar maupun hati dan bermakna melantunkan suara dengan nada-nada yang indah dan beraturan dan juga disertai oleh alat musik dan properti lainnya" jelas Adelia.
"Bolehkah kamu contohkan?' tanya Freyja yang penasaran.
"Boleh, saya akan mulai menyanyi!" ucap Adelia yang kemudian mempersiapkan dirinya untuk bernyanyi.
...~¥~...
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...