Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mencari Keberadaan Nikholas


__ADS_3

Pagi hari pukul 04.00 Wib.


Kirana bangun dan segera membersihkan dirinya.


"Aku harus ke pasar ikan, iya pasar ikan. Aku harus tahu, yang aku lihat kemarin ayah atau bukan" kata Kirana dalam hati.


Gadis itu langsung mengambil tas yang sebelumnya sudah di isi dompet dan ponsel.



"Meooww...!!"


Oyen dengan mata mengantuk memperhatikan Kirana.


"Eh, Oyen..! mau ikut..?" tanya Kirana yang sudah menyerempangkan tasnya.


"Meeoooww..!!"


"Mau ke pasar tradisional, kemarin Kirana melihat orang yang mirip dengan papa. Ikut ya..?" jelas Kirana.


"Meooww...!!"


Oyen berjalan mendekati Kirana. Lalu Kirana menggendongnya.


Mereka melewati Jimmy yang masih tertidur.


Dengan setengah berlari Kirana menuruni tangga dan membuka pintu rukonya.


Gadis itu menaruh Oyen dalam keranjang sepedanya lalu mengeluarkan sepeda dan menutup rukonya.


Kirana bersiap mengayuh sepedanya menuju pasar tradisional terdekat.


Sesampainya di pasar, Kirana menitipkan sepedanya pada tukang parkir.


Dan setelah itu dia melangkah masuk kedalam pasar dan menuju bagian ikan segar.


Begitu banyaknya manusia yang sedang bertransaksi jual beli ikan segar.


"Papa..dimana kamu..!!" kata Kirana lirih.


"permisi pak..! saya mau lewat..!!" kata Kirana saat melewati beberapa orang yang sedang bertransaksi ikan segar.


"Nona..! hati-hati bawa kucingnya..!! jangan sampai dia mencuri ikan kami..!!" ancam salah satu warga.


"I..iya pak, lagi pula kucing saya tidak suka ikan mentah pak..!! kecuali Sushi...he..he..!!" balas Kirana yang terus melanjutkan langkahnya.


Kirana melihat sesosok laki-laki yang dia cari, dia sedang menghitung uang dari para pelanggannya.


"Papa....!!"


Seru Kirana yang kemudian dengan setengah berlari mencoba menghampiri pria setengah baya itu.


Tiba-tiba.. "Brukk...!!"


Kirana jatuh terduduk namun masih menggendong Oyen.

__ADS_1


Ada laki-laki setengah baya yang menabraknya, juga jatuh terduduk.


"Kalau jalan lihat-lihat dhong..! punya mata di pakai..!!' bentak laki-laki itu.


"Yang menabrak siapa yang minta maaf siapa...!!" batin Kirana.


"Maaf...! permisi..!!" kata Kirana yang taka mau berlama-lama, karena tujuannya mencari papanya.


"Ah..sial.! kemana papa tadi ya..?" kata Kirana yang pandangannya menyapu ke seluruh area pasar itu.


"Papa..! dimana kamu..!" ucap lirih Kirana.


Tak berapa lama, dia melihat sesosok seperti papanya sedang masuk ke dalam mobil pick up nya.


"Papa..!!" seru Kirana, dia pun langsung mempercepat langkahnya.


Namun laki-laki itu sudah menyalakan mobilnya dan Kirana berusaha mengejarnya.


"Papa...papa...paaaaappaaaaaa...!!"


Dengan terengah-engah Kirana mengejarnya namun tak bisa di kejar juga.


Kirana pun duduk bersimpuh karenanya.


"Gagal lagi menemui papa...!!" kata Kirana lirih dan bersamaan air mata yang mengalir.


"Ngeong...,!" ngeong...!!" ngeeeeoooong..!!"


Tiba-tiba gerombolan kucing pasar menghadang mereka.




"Meooowww...!!"


Translate on ;


Kucing pasar 1 : "woi...! kucing kecil..! ngapain di sini..!"


Kucing pasar 2 :" Ini daerah kekuasaan kami...! enyahlah...!!"


Kucing pasar 3 : " atau kau mau kami gunduli..!!"


Oyen :" Coba saja kalau bisa..!!"


Kucing pasar 4 :" Nantang dianya...!! Seraaaaang...!!"


Oyen ;" Woi...! A..apa-apaan ini, main keroyokan..!"


Kucing pasar 2 : kelamaan, ayo kita gunduli dia rame-rame...!!"


Kucing pasar 1 :" Ayoooo...!!"


Mereka beramai-ramai menyerang Oyen. Oyen hanya bisa menghindar dan menghindar.

__ADS_1


Dan Oyen pun tersudut.


Oyen :" Oke kalau itu cara kalian..! aku pakai caraku juga..!!"


Diangkatnya kaki depan sebelah kanannya, dan diayunkanlah kaki tersebut.


Muncullah gelombang udara yang kemudian menjadi angin.


Angin tersebut semakin lama semakin besar. Dan...


"Wwwwuzzzzz.....!!!"


Keempat kucing itu terlempar ke tempat sampah.


Oyen :"Makan tuh bau sampah...!!ha..ha...!!"


Translate Off.


Kirana yang menyaksikan itu tak menyangka kalau Oyen juga punya kekuatan, karena dia mengira kekuatan oyen kalau jadi Aaron.


"Dah Oyen ,ayo kita pulang..!!" ajak Kirana yang kemudian menggendong Oyen.


"Meowww..!!"


Sebelum pulang, Kirana bertanya-tanya pada orang-orang yang ada di pasar tentang Papanya.


"Maaf bapak-bapak, saya mau tanya..! apakah di antara kalian ada yang kenal dengan bapak Nikholas..?" tanya Kirana dengan segenap keberaniannya.


"Nikholas..? aku tidak tahu..! maaf ya..! mungkin mas yang itu tahu..!!" kata penjual ikan 1


"Baik pak terima kasih..!!" kata Kirana, yang kemudian beralih ke penjual ikan yang di tunjuk oleh penjual ikan 1.


"Pak Maaf ganggu waktunya sebentar. Saya mau tanya, apa bapak kenal yang namanya Pak Nikholas..?" tanya Kirana.


"Nikholas..? Niko mungkin..? apa dia pemasok ikan pada kami?" kata penjual ikan 2.


"I..iya, bapak tahu alamatnya..?" tanya Kirana bersemangat.


"Dia nelayan, rumahnya di sekitar pesisir "Z" kalau malam biasanya dia melaut..!" kata penjual ikan 2


"Ohw..! terima kasih pak..! permisi..!" kata Kirana yang kemudian berlalu dari pasar tersebut.


...~¥~...


Mohon maaf bila Upnya sedikit. Dan tidak ada Siluman, tunggu episode berikutnya ya..🙏😍


...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author dan yang telah memberi semangat pada Author....


...Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin....


...Terima kasih....


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2