Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Leon bertemu Sheila)


__ADS_3

Aaron kemudian mengajak Leon untuk pergi ke pavilium Ratu Flower.


"Leon, ayo kita jalan-jalan lagi!" ajak Aaron yang bangkit dari duduknya.


"Mau kemana lagi sih? kita kan sudah menjelajahi seluruh area kerajaan" balas Leon.


"Kalau begitu rasakan ini!' seru Aaron sembari memberikan sebuah pukulan kecil di lengan Leon.


"Dugh...!"


"Auh...!" Leon mengerang walaupun tak seberapa sakitnya.


"Ayo kejar aku dan balas!" seru Aaron yang berlari, dia sengaja memancing Leon untuk berlari dan mengejarnya.


Leon pun terpancing dan dia mengejar Aaron yang juga dengan berlari.


Aaron sengaja berlari menuju ke tempat paviliun Ratu flower dan menuju ke arah taman, dia melihat Sheila sedang menyiram bunga-bunga yang ada di taman itu.


Suami Kirana kemudian sembunyi di balik rimbunnya dedaunan.


"Semoga saja Leon tak menemukanku!" ucap dalam hati Aaron dalam persembunyiannya.


Tak berapa lama Leon datang dengan nafas terengah-engahnya.


"Host...host...!"


"Kemana perginya Aaron ya?';tanya Leon lirih yang entah siapa yang akan menjawabnya.


Setelah mengatur nafasnya, Leon melangkahkan kakinya mengelilingi taman, seraya mengedarkan pandangannya.


"Aaron kemana ya?" tanya dalam hati dan terus mencari dimana keberadaan Aaron.


Tiba-tiba saja dia melihat sesosok perempuan yang tak asing dilihatnya.


Perempuan itu sedang menyirami bunga-bunga dengan hanya menggerakkan tangannya seperti penari dan munculah hujan sesuai yang dia kekendaki.


"Apa aku tak salah lihat?" tanya dalam hati Leon yang mengucek kedua netranya pada saat melihat perempuan yang sedang bersenandung merdu itu.


Leon melangkahkan kakinya menghampiri keberadaan gadis itu.


"Sheila, kau kah itu?' tanya Leon yang mampu membuat gadis itu menghentikan aksinya.


"Pangeran Leon!" seru Sheila yang setelah menoleh dan melihat laki-laki yang sudah ada di sampingnya itu.


"Kamu ada di sini?" tanya Leon yang penasaran.


"Iya saya ada disini saat yang mulia Ratu Flower memerintahkan untuk berada disini setelah dibebaskan Aaron saat berada di pegunungan awan putih." jelas Sheila.


"Apa kamu bisa ceritakan pada saat kenapa kamu bisa di tahan siluman kera dan ditolong oleh Aaron waktu itu?" tanya Leon yang penasaran.


"Baiklah akan saya ceritakan, bagaimana saat itu Aaron membebaskan saya dari siluman kera" jawab Sheila, dan kemudian dia mulai bercerita.


"Pada waktu itu saya ditahan oleh siluman Kera di goa tempat persembunyiannya. Saya mendengar adanya suara perkelahian dia luar goa. Dan saya berinisiatif untuk meminta tolong, walaupun belum tahu siapa nanti yang akan menolong saya" ucap Sheilla yang mengenang kejadian kala itu di pegunungan Awan putih.


🗓️Flashback on.


"Tolooooong...! Tolooooong....!"

__ADS_1


Sheila berusaha bersuara, saat mendengar suara perkelahian di luar goa.


"Dewi hujan..!' seru seorang laki-laki yang teringat dengan tujuan semula, yaitu menolong dirinya yang tak lain adalah Aaron.


"Apa kau mau berlagak menjadi pahlawan? menolong diri kamu saja tidak bisa, apa lagi mau menolong dewi hujan!' seru siluman kera itu dengan tersenyum sinis.


"Aaarghh..! kurang ajar..! " umpat Aaron yang kini tubuhnya hampir lemas karena kehabisan nafas.


Tiba-tiba di pelupuk matanya ada bayangan Kirana yang berlatih pedang Awan.


"Hop hiaaat....!"


"Weeeet.....! weeett......! weeet...!"


" Ki..Kirana semangatlah berlatih! aargh..,!!" racau Aaron yang terus mengingat Kirana.


"Pedang Awan? hei..! aku kan punya pedang cahaya! kenapa sampai lupa ya?" gumam Aaron yang kini tahu jalan keluar dari masalahnya.


"Pedang cahaya....!!"


Seru Aaron yang memanggil pedang cahaya dari dalam dadanya.


Dan secara otomatis, pedang itu keluar dari dalam dadanya dan memotong ekor siluman kera ekor panjang yang melilitnya itu.


"Aaaaghhh...!"


Kini giliran siluman kera yang kesakitan.


"Bedebah sialan...!"


Umpat siluman kera ekor panjang yang dengan amarahnya.


Siluman kera ekor ekor panjang itu memegangi ekornya yang putus.


Aaron mengendap-endap masuk lebih dalam ke goa.


Dia mencari di mana suara minta tolong tadi.


"Dewi hujan...! dimana kau..!!" seru Aaron yang mengedarkan pandangannya ke dinding dan sudut goa.


"A..aku di sini...!"


Seru suara seorang perempuan yang kedua tangannya terikat pada dinding.


"Dewi hujan....!"


Seru Aaron yang kemudian membebaskan. Dewi hujan.


"Terima kasih, bukankah kamu Aaron dewa perang?" tanya Dewi hujan itu saat sudah bebas.


"iya, saya Aaron! sebaiknya kita cepat pergi dari tempat ini! " seru Aaron dan Dewi bulan itu meng-iyakan.


Sementara itu, siluman kera ekor panjang sudah berada di luar goa.


Wujudnya kini berubah menjadi sepuluh dengan ekor yang sama panjangnya diikuti para pengikutnya.


Aaron yang sudah membebaskan Dewi bulan, juga keluar dari goa bersama Dewi hujan.

__ADS_1


"Apa? siluman kera itu menjadi sepuluh?" tanya Aaron yang begitu terkejut saat melihat pemandangan apa yang ada di depannya.


"Iya, dia ada sepuluh!" jawab Dewi hujan yang tak kalah terkejutnya, ada sepuluh siluman kera ekor panjang dan puluhan pengikutnya.


"Baiklah, walaupun seratus siluman kera ekor panjang, aku tidak gentar!" seru Aaron yang sudah berdiri di depan sepuluh siluman kera ekor panjang tersebut.


"Uuk...aak....uuk....aakk...!!"


Ke sepuluh siluman kera ekor panjang itu menjulurkan ekornya ke arah Aaron.


"Hopp.....! blesh...bleshh...blesh...!!"


Aaron memotong ekor semua siluman kera ekor panjang itu.


Namun apa yang terjadi, Siluman ekor panjang itu semakin bertambah banyak.


"Apa? berarti ekor itu bukan kelemahan dia!" Gerutu Aaron dalam hati.


"Ha..ha..ha...! ayo lawanlah aku dewa perang..!" seru siluman kera ekor panjang itu dengan tawa penuh kemenangan.


"Baiklah...!"


"Pedang langit, masuklah kembali!" seru Aaron dan pedang langit itu masuk kembali ke dalam tubuh Aaron.


Kini Aaron menggunakan jurus bola-bola cahaya untuk melawan Siluman kera ekor panjang itu.


Aaron menangkupkan telapak tangannya dan di putarlah telapak tangan itu, kemudian membentuk bola cahaya di telapak tangan kanan dan kirinya.


"Boummm...,! Boummmm....!!"


Di lemparkannya bola-bola cahaya warna biru itu ke arah siluman-siluman kera itu dan mereka banyak yang tumbang.


"Aaaghh..!"


'"Kurang ajar..! dia sudah tahu kelemahan ku!' seru siluman kera ekor panjang itu.


Dan dari beberapa siluman ekor panjang yang tersisa itu, mereka berusaha melilit kembali Aaron dengan ekor panjang mereka.


Siluman ekor panjang itu berhasil mengepung Aaron.


Aaron kembali menangkupkan telapak tangannya dan kembali dengan mengeluarkan bola cahaya yang lebih besar dan dahsyat.


"Boouummmmm.......!!!"


Dan seketika tinggalah satu ekor siluman ekor panjang yang tersisa.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2