
Dan akhirnya mereka sampai di pekarangan rumah orang tua Ricky.
Setelah Aaron menepikan mobilnya, dia dan yang lainnya keluar dari mobil tersebut.
Rumah baru beberapa minggu ditinggalkan pemiliknya itu, sudah terlihat tak terawat.
Rumput liar bermunculan dan ketika merekelangkahkan kaki ke teras rumah, terdapat banyak rumah laba-laba yang menghiasi atap sampai dinding rumah.
Ditambah lampu rumah yang belum dinyalakan, menambah kesan seram rumah orang tua Ricky itu.
Rumah yang telah terjadi kasus tiga kematian yang tak wajar itu, yang kini tak dihuni satupun manusia, dan hanya tikus serta binatang-binatang pengerat lainnya yang menempati rumah itu.
"Ricky, apa lampu rumah ini masih menyala?" tanya David yang terlihat tegang.
"Masih bisa menyala,ada yang mau temani aku menyalakan lampu?" tanya Ricky yang sedikit gemetaran
"Kiaro, temani Ricky. Coba kalian nyalakan lampu ponsel kalian!" seru Aaron yang sudah menyalakan lampu ponselnya.
Mereka kemudian menyalakan lampu ponsel mereka.
"Blekk.....blekk....blekk...!"
Tiba-tiba banyak bayangan hitam yang lewat diatas mereka.
Aaron melihat semuanya itu demikian pula Caterina dengan mata kucingnya dia melihat banyak makhluk halus yang ada di sekitar mereka.
"Berikan pemuda itu padaku! hi...hi....hi...hi...!"
Terdengar suara melengking yang memekikkan telinga dan diikuti suara lolongan binatang malam.
"Kiaro! waktunya tugas kamu!" seru Aaron yang ingin melihat kemampuan putranya dalam menghadapi si Kunti ini.
"Baik ayah!" seru Kiaro yang mengumpulkan segala keberaniannya untuk menghadapi makhluk halus yang ada dihadapannya itu.
"Hei kau! tampakkanlah wujud kamu!" seru Kiaro yang melangkahkan kakinya menuju ketengah-tengah ruang tamu yang luas itu.
Tiba-tiba bermunculan wanita-wanita yang berpakaian putih dan berambut panjang terurai yang mengelilingi Kiaro.
Dan Aaron menyadari adanya si Kunti merah yang menghampiri dia dan yang lainnya
Dengan cepat Aaron mengeluarkan jurus pagar cahaya untuk melindungi mereka, terutama David dan Ricky.
Karena Aaron mengetahui sasaran para Kuntilanak itu adalah Ricky dan David.
Si Kunti itu terpental pada saat menabrak pagar cahaya yang dibuat oleh Aaron.
"Blukk ...... aaaaa.....!"
Suara dari si Kunti merah yang terpental itu.
Sementara itu Kiaro yang dalam posisi siaga berusaha berkomunikasi dengan para Kunti itu.
"Kalian ini mau berniat baik atau jahat! kalau baik, saya mohon pergilah! Tapi kalau kalian berniat baik, maka bersiaplah untuk terbakar oleh jurus bola-bola cahaya dariku!" seru Kiaro yang menebarkan pandangannya ke sekitarnya.
__ADS_1
Kiaro bersiap dengan jurus bola-bola cahaya yang baru saja dia pelajari dari ayahnya.
"Kiaro..! jangan gunakan jurus itu didalam ruangan, kamu bisa merobohkan bangunan ini!" seru Aaron dalam telepatinya pada Kiaro.
Dan Kiaro mendengarkannya, dia kemudian mencari strategi lainnya,
Diambilnya belati pemberian Kirana ibundanya, dan Kiaro mengaliri belati itu dengan jurus bola-bola cahayanya yang mengakibatkan belati yang ada di tangan Kiaro itu bercahaya.
"Aaaghhh....!":
Sebagian dari Kuntilanak putih itu pergi tanpa pamit dan sebagian lagi nekat menyerang Kiaro.
Dengan cekatan Kiaro menyabetkan belati yang bercahaya itu, dan sebagian dari si Kunti itu terkena belati bercahaya itu.
"Sret...! sret.....! sret....!"
"Aaaghhh....!"
Kuntilanak putih yang terkena sabetan belati Kiaro itu menghilang dengan sendirinya.
Dan tiba-tiba muncullah kembali Kuntilanak-kuntilanak yang berpakaian warna merah.
Kiaro kembali mengaliri belatinya dengan jurus bola-bola cahayanya.
Kembali cahaya kemilau berwarna kebiruan keluar dari belati yang dipegang Kiaro.
Tiba-tiba saja lengan para Kuntilanak merah itu memanjang dan hendak mencekik Kiaro.
Dengan sigap Kiaro menghentakkan kakinya ke tanah dan dia melesat naik tepat diatas para Kunti merah itu.
Kemudian Kiaro menggunakan belati nya dan diarahkan pada para Kunti merah itu secara berputar saat belati mengeluarkan sinar seperti laser yang berwarna biru.
"Sreeet....sreeet....sreeet....!"
"Aagh.....!" dan para Kunti merah itu menghilang dengan tiba-tiba.
"Kurang ajar....!" umpat si Kunti Merah yang tadi hendak menyerang Ricky.
Si Kunti itu saat ini berada dihadapan Kiaro yang kedua matanya mengeluarkan sinar merah yang terlihat di balik rambut terurainya.
"Sebetulnya siapa kamu sebenarnya! kenapa mengganggu keluarga Ricky,ha..gerutu kiaro dengan geram.
"Itu bukan urusan kamu! hi...hi...!" seru si Kunti merah itu yang kemudian menyerang Kiaro dengan memanjangkan tangannya dan mencekik Kiaro dengan cepat, sampai-sampai Kiaro tak sempat menghindarinya.
"Aaaghhh...!" suara yang keluar dari tenggorokan Kiaro yang di cekik oleh Si Kunti merah itu.
"Kiaro..!":panggil Caterina yang melihat situasi Kiaro yang dalam bahaya.
Caterina hendak melangkahkan kaki untuk membantu Kiaro, namun tindakannya dicegah oleh Aaron.
"Biarkan dia berusaha sendiri!" seru Aaron yang sebetulnya juga tak tega melihat putranya yang kesakitan itu.
Sementara itu Kiaro yang masih menggenggam belati yang bercahaya itu, dengan cekatan menghujam perut dan yang membuat si kunti itu mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Aagh...!" si Kunti merasakan energi panas dari belati yang dialiri jurus bola-bola cahaya itu.
Kiaro memanfaatkan situasi si Kunti yang sedang lemah itu, dia menyabetkan kembali belati bercahayanya.
"Sreeet...!"
Si Kunti merah berhasil mundur dan dan belati Kiaro menebas rambut panjang si kunti yang panjang dan tergerai kedepan itu sekarang terpotong membentuk poni sebatas alis si Kunti merah itu.
Dan kini terlihat jelas wajah cantik dan pucat dari si Kunti.
Tiba-tiba saja Ricky mengenali wajah tersebut.
"Me ...Melani...!" panggil Ricky yang sang terkejut.
"Kamu mengenali Kunti merah itu Ricky?" tanya Aaron yang penasaran.
"Melani?" batin David yang seperti mendengar nama itu.
"Di..Di...dia kekasihku yang hilang!" jawab Ricky yang masih belum percaya jika si Kunti merah itu adalah Melani.
"Melani! benarkah kamu Melani?" tanya Aaron yang masih berada di dalam pagar cahayanya.
"Iya, aku Melani!' jawab si Kunti merah itu yang merasakan kesakitan di bagian perutnya.
"Ceritakanlah kenapa kamu bisa menjadi si Kunti?" tanya Aaron yang menatap tajam si Kunti Melani itu.
"Awalnya aku berpacaran dengan Ricky yang berjalan dua tahun. Hubungan kami tak direstui oleh kedua orang tua Ricky." cerita si Kunti Melani yang melangkahkan kaki mendekati Ricky.
"Waktu itu kita nekat melakukan hubungan suami istri. Dan aku hamil, dan waktu usia kandunganku yang masih berusia dua bulan, aku pergi ke rumah kedua orang tua Ricky yang diantarkan oleh sahabat aku, Samantha." ucap Si Kunti Melani itu.
"Samantha?" ucap David yang sangat terkejut.
"Kamu ke rumahku?" tanya Ricky yang penasaran.
"Iya, aku datang ke rumah ini bersama Samantha. Dengan tujuan untuk meminta pertanggung jawaban pada kamu Ricky!" jelas si Kunti Melani.
"Ma'afkan aku Melani, tapi waktu itu aku tak diberitahu sama sekali oleh kedua orang tuaku. Saat itu aku sedang diberi wewenang memegang perusahaan keluarga di kota Ghuanzhou!" ucap Ricky yang merasa ada rasa bersalah karena tak memberitahukan kepergiannya pada Melani.
"Kamu tahu apa kata orang tua kamu padaku waktu itu?" tanya si Kunti Melani yang berkaca-kaca dan meneteskan air mata darah di pipinya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1