
"Kumbang! nampaknya kita harus masuk ke dalam sumur itu!" seru siluman harimau yang terus menatap ke arah sumur tua itu.
"Iya kau benar harimau!" balas siluman Macan Kumbang yang menatap siluman Harimau.
"Tuan Jimmy dan nyonya Kelly, sebaiknya anda sekalian disini bersama kepala sekolah dan juga yang lainnya, kami akan masuk ke dalam sumur tua itu" ucap siluman Harimau pada Jimmy dan Kelly.
"Baiklah siluman harimau dan siluman macan kumbang, selamatkan lah putri saya!" ucap Jimmy yang memohon.
"Percayakan lah pada kami tuan." ucap siluman Macan Kumbang.
"Iya, kami sangat berharap sekali!" ucap Kelly yang menyeka air matanya yang sedari tadi tak berhenti untuk menangis.
"Kami akan masuk ke dalam sumur!" ucap Siluman Harimau yang kemudian meluncur ke bawah dan diikuti siluman macan kumbang.
Sesaat kemudian siluman harimau dan siluman macan kumbang telah tiba di dasar sumur.
"Kemana mereka?" tanya siluman harimau.
Siluman macan kumbang melihat dua buah goa, yang satu gelap dan satunya terang.
"Goa apa itu?" tanya siluman macan kumbang pada siluman harimau.
"Sepertinya yang terang itu portal ke dunia lain!" terka siluman harimau.
"Hmmm....! kalau begitu, kita bagi dua, aku yang akan ke goa yang gelap itu dan kamu ke goa yang terang itu, Bagaimana?" tanya Siluman macan kumbang.
"Baiklah aku setuju!" jawab siluman harimau.
Namun belum sempat mereka melangkah, datanglah sesosok wanita berambut panjang.
"Si Kunti!" seru siluman Harimau.
"Kamu fokus cari anaknya Tuan Jimmy. Aku akan hadapi dia harimau, dan nanti akan antara tuan Jimmy dan istrinya ke acara pernikahan!" usul siluman macan kumbang.
"Baiklah, lagi pula aku mencium bau Vivian yang mengarah ke portal itu!" ucap siluman harimau yang sangat yakin.
"Cepatlah, waktu kita sangatlah terbatas!" seru siluman macan kumbang yang sudah bersiap siaga menghadapi si Kunti.
"Iya, sampai berjumpa lagi sahabatku!" ucap perpisahan siluman harimau yang kemudian melompat masuk ke goa yang terang itu.
Dalam sekejap Siluman Harimau itu menghilang dari pandangan mata.
Sementara siluman macan kumbang sudah berhadapan dengan si Kunti.
__ADS_1
"Mau apa kalian disini! hi....hi...hi....!" seru si Kunti dengan tawa khasnya.
"Apa kau yang membawa gadis cilik berkulit putih dan berambut panjang kemari?" tanya siluman macan kumbang yang penasaran.
"Iya, tapi dia memilih kabur ke tempat yang tambah berbahaya! hi...hi...hi...!' jawab si Kunti tetap dengan tawanya.
"Apa maksud kamu?" tanya siluman macan kumbang itu dengan geregetan.
"Awalnya aku ingin memakan gadis cilik yang rupawan itu, pastinya darah dan dagingnya manis seperti wajahnya! hi...hi....hi...! tapi dia malah kabur ke dunia kamu hai para siluman!" jawab si Kunti dengan geram.
"Hmm...dunia siluman ya! Baguslah, semoga siluman Harimau bisa menemukannya!" gumam dalam hati siluman macan kumbang yang sedikit lega karena masih ada harapan untuk menemukan Vivian di dalam dunia siluman selama siluman Harimau mengejarnya.
"Pergilah kau siluman macan kumbang, ini tempat dan wilayah aku!'' seru si Kunti dengan nada mengusir.
"Oh, kau mau mengusir aku rupanya! Baiklah akan aku lenyapkan kau dari tempat ini! karena keberadaan. kamu sangat mengganggu para manusia!" seru siluman macan kumbang.
"Kurang ajar! itu memang tugas aku mengaggu mereka!" seru si Kunti dengan geram.
"Oh, begitu ya! bersiaplah untuk musnah!" seru siluman kumbang yang bersiap dengan cakar macannya.
Sementara si Kunti menyerang dengan tangannya yang memanjang dan bersiap mencekik siluman macan kumbang.
Siluman macan kumbang menyerang tangan panjang si Kunti dengan cakar macannya.
Cakar siluman macan kumbang mengenai tangan si Kunti dengan mudahnya.
"Aaagh...!" si Kunti merasakan tangannya yang terluka karena cakaran siluman macan kumbang.
Tak mau berlarut-larut menghadapi si Kunti, siluman macan kumbang itu mengeluarkan cahaya putih dari tubuhnya yang hitam itu dan diarahkannya pada si Kunti.
"Boummm...!" cahaya putih itu mengenai tubuh si Kunti.
"Wusss....!" tubuh si Kunti menjadi kepulan asap putih.
"Aaaghh.....!" suara terakhir dari si Kunti yang memekikkan telinga yang mendengarkannya.
"Akhirnya beres juga!" seru siluman macan kumbang dengan senyum kemenangannya.
"Siluman harimau! semoga kamu bisa menemukan Vivian!" ucap siluman kumbang yang kemudian melesat ke atas, dimana Jimmy, Kelly, kepala sekolah dan yang lainnya masih berada di bibir sumur tua itu.
Siluman macan kumbang itu berdiri tepat di belakang Jimmy yang membuat Jimmy dan Kelly sangatlah terkejut. Karena siluman macan kumbang hanya menampakkan dirinya pada Jimmy dan Kelly saja.
Hal itu dilakukan untuk menghindari semua yang ada di dekat sumur tua itu.
__ADS_1
"Tuan Jimmy dan nyonya, putri anda saat ini berada di dunia siluman, dan siluman harimau sedang mengejarnya!" seru laporan siluman macan kumbang.
"Apa dunia siluman? itu sangat berbahaya buat anak gadisku!" seru Kelly dengan kecemasannya.
"Istriku, ingat cerita kak Kirana dan kak Aaron. Di dunia siluman tidak semua siluman itu jahat, mereka seperti kita ada yang jahat dan ada yang baik!" ucap Jimmy yang berusaha menenangkan istrinya.
"Iya, tapikan putri kita tak punya kemampuan sedikitpun seperti kak Kirana maupun kak Aaron!" balas Kelly dengan Isak tangis yang sudah membayangkan apa yang terjadi pada putrinya.
"Sebaiknya aku antar kalian ke acara pernikahan, Siluman harimau berjanji akan membawa Vivian ke acara kalian" ucap siluman macan kumbang seraya menatap Jimmy dan Kelly bergantian.
"Benar juga, kita minta bantuan kak Aaron dan kak Kirana!" sambung Jimmy dan akhirnya Kelly menyetujuinya.
"Baiklah kita ke villa pesisir, tapi sebelumnya kita pamitan dengan kepala sekolah dan yang lainnya." usul Kelly.
"Iya, ayo kita pamitan lebih dahulu" ucap Jimmy dan keduanya melangkahkan kaki menghampiri kepala sekolah dan yang lainnya.
"Mohon Ma'af kami mau pamit, karena sampai saat ini belum ada kabar dari Vivian. Jadi kami akan mencari bantuan yang lainnya" ucap pamit Jimmy pada kepala sekolah dan yang lainnya tanpa memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi.
"Baiklah tuan, kalau ada kabar tentang Vivian kita saling memberi kabar ya!' ucap kepala sekolah itu seraya mengulurkan tangannya pada Jimmy dan Jimmy menerimanya.
"Iya, tentu saja pak" balas Jimmy.
Dan berjabt tangan itu berlanjut dengan yang lainnya dan juga pada Kelly.
Setelah selesai pamitan, Jimmy dan Kelly melangkahkan kaki menuju ke mobil mereka yang dimana siluman macan kumbang berdiri disamping mobil itu.
"Ayo kita masuk dan cepat ke villa pesisir Z sekarang juga!" seru Jimmy dengan semangat.
"Iya suamiku" jawab Kelly dan semuanya kini sudah masuk ke dalam mobil.
Dimana posisi Jimmy yang mengemudi dan Kelly berada disampingnya, sedangkan siluman macan kumbang berada di belakang.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...