Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Kelinci


__ADS_3

"Aku akan pindah majikan..!!" ucap siluman Rajawali dan Ekin pun tak percaya akan jalan pikiran siluman rajawali itu.


Sementara itu Aaron yang sedang mencari sesuatu yang bisa mereka makan.


Tiba-tiba ada sesuatu yang mendekatinya, seekor kelinci tapi bertanduk dan bertaring.



"Siluman kelinci..! mau apa kau di sini..?" tanya Aaron bahwa itu siluman bukan binatang yang akan dia santap.


"Aku yang mau tanya, kenapa para manusia ada di wilayahku..?" tanya siluman kelinci itu dengan geramnya.


"Ini wilayahmu ya..! ya maaf, karena aku adalah si pemburu mutiara siluman..!!" jawab Aaron dengan senyum simpulnya.


"Pemburu mutiara siluman..? kurang ajar..!!" umpat siluman kelinci itu yang kemudian dia berubah wujud menjadi manusia, berkepala kelinci yang bertanduk.


"Wauw..kau bisa berubah wujud juga rupanya..!!" ucap Aaron yang kemudian dia bersiap siaga untuk melawan siluman kelinci itu.


"Orang yang berani menginjakkan kaki di wilayahku, berarti harus mati..!" seru siluman kelinci itu yang bersiap menyerang dengan tangan kosong.


Dan Aaron siap meladeninya.


"Hupp hiaaaaa...!!"


"Bagh....!!"


"Bugh...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


Tak ada yang terpukul mundur, hasilnya seri. Dan perkelahian pun semakin memanas.


Siluman kelinci itu kemudian terdiam menutup matanya dan kemudian menggerakkan tangannya, dan tiba- tiba ada cahaya merah menyebar ke seluruh tanduknya.


Mulailah dia menunduk dan cahaya itu menyerang ke arah dimana Aaron berada.


"Derr....! ,derr.....! ,derr...!" suara Serangan cahaya dari tanduk kelinci itu.


Aaron melompat kesana kemari untuk menghindarinya.


Pada saat ada kesempatan, Aaron pun tak menyia-yiakannya.


"Bola-bola cahaya..!!


Dia menyerang balik Siluman Kelinci itu dengan bola-bola cahaya.


"Hiaaaat ...!!"


""Bouuumm...!!"


""Bouuumm...!!"


""Bouuumm...!!"


Bola-bola cahaya itu mengenai siluman kelinci itu berkali-kali.


"Aaaghh..!!"


Siluman kelinci itu terdorong dan seketika itu dia ambruk.


"Brukkk....!!!"


Darah segar muncul di sudut bibirnya.


Siluman kelinci itu kembali bangkit dan hendak kembali menyerang Aaron.


Namun sepertinya, Aaron tak memberikan kesempatan siluman kelinci itu untuk menyerang kembali.


Kembali Aaron menyerang siluman kelinci itu berkali-kali, dengan menggunakan bola-bola cahaya itu kembali.


"Hiaaaat ...!!"


""Bouuumm...!!"


"Bouuumm...!!"


"Bouuumm...!!"

__ADS_1


Siluman itu kembali terdorong dan terpental beberapa meter dari tempat siluman kelinci itu berdiri.


"Aaaughh...!!"


"Brukk...!"


Siluman itu pun akhirnya tak berdaya dan dia ambruk dan tak bangkit lagi.


Mutiara siluman berwarna hitam muncul dari dalam tubuh siluman kelinci itu.


Dan Aaron dengan cepat mengambilnya, dan memasukkannya dalam kantongnya.


"Kukluklukuuuuukk......!!"


"Kukluklukuuuuukk......!!"


Aaron mendengar sesuatu, dan dia mencari sumber suara itu.


Dan akhirnya dia menemukannya.



"Ouh..ayam kalkun rupanya..! dia bukan siluman..! oke..kemari manis..! kamu akan sangat berjasa pada kami..! iya berjasa..mengisi dua perut manusia dan dua perut manusia...! he..he..!" ocehan Aaron sambil berusaha menangkap ayam kalkun itu.


Namun berkali-kali ayam kalkun itu menghindarinya.


"Wah...lumayan gesit juga si Kalkun ini..!"


"Baiklah kau yang mengajakku berolah raga...! akan aku tangkap kamu..!!"


Dengan usaha yang lumayan keras, akhirnya ayam kalkun itu bisa di tangkap juga.


"Kukluklukuuuuukk......!!"


"Kukluklukuuuuukk......!!"


"Ayam kalkun untuk manusia dan siluman kelinci untuk siluman rajawali...! hmm... lumayan juga..! he..he..!!" kata Aaron sambil senyum sendiri dengan hasil tangkapannya.


Kemudian dia menyembelih ayam kalkun itu dan membersihkannya.


Aaron kemudian melangkahkan kembali ke tempat dimana Kiran dan yang lainny berada.


"Kau seharusnya bersama Ekin saja, buat apa kamu kembali sama Aaron..!" seru Luna dengan sedikit mendorong pundak Kirana.


"A..apa-apa'an ini..! Aaron itu memang kekasihku, kau yang seharusnya jangan dekati Aaron..!!" seru Kirana dengan lantang.


"Hah...! kita lihat saja..! akan aku buat kau jadi kekasih yang tak di anggap..!!" seru Luna dengan sinisnya.


"Kau..!! Sungguh tak tahu diri..!!" seru Kirana dengan geramnya.


"Heh..sekali aku menyukai Aaron, tak akan aku biarkan dia jatuh ke wanita lain. Walaupun itu kekasihnya..!! karena aku lebih cantik dan lebih jago darimu..!" seru Luna dengan songongnya.


"Cih...sombong sekali kau..! ayo aku siap meladeni kamu sampai jurus terakhirmu...!" balas Kirana yang kemudian bersiap melawan Luna.


Dan Luna tak kalah siapnya. Kedua gadis itu saling beradu kesaktian mereka dalam berkelahi dengan tangan kosong.


"Hupp hiaaaaa...!!"


"Bagh....!!"


"Bugh...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Aaaaghh...!!"


Luna pun terpukul di bagian perutnya oleh telapak tangan kanan Kirana.


"Kurang Ajar..! rasakan ini..!!" seru Luna yang kemudian melepaskan pedangnya dari sarungnya.


"Sraang....!!


"Hei, nekat juga dia..! pedang Awan bantu aku untuk bertahan. Jangan sampai melukai dia, bagaimanapun kita sama-sama gadis..!" kata Kirana yang berbicara dengan pedang Awan seolah pedang awan bisa mendengarkannya.


Namun yang sebenarnya,roh yang ada di pedang awan memang bisa mendengarkannya.


Pertempuran sengit itu pun terjadi lagi, dan kali ini memakai senjata pedang masing-masing.

__ADS_1


"Hiaaaatt....!!"


"Traaaang..!!"


"Traaaang...!!"


"Traaaang..!!"


"Traaaang...!!"


"Aaaaghh..!!"


Kali ini Kirana yang terpukul mundur, karena dia hanya bertahan tanpa melawan sama sekali.


"Hei kawan aku..! jangan hanya menghindar saja..!!" seru Luna kesal.


"Melukai seseorang itu bukan ciri khas aku..! aku hanya ingin membuatmu sadar kalau akulah kekasih Aaron, bukan kamu..!!" balas Kirana dengan lantang.


"Cihh..! kalau begitu, rasakan lah ini...!!" seru Luna dan mereka kembali beradu pedang.


"Hiaaaatt....!!"


"Traaaang..!!"


"Traaaang...!!"


"Traaaang..!!"


"Traaaang...!!"


Ekin dan siluman hanya diam dan menyaksikan pertempuran kedua wanita itu.


Tak berapa lama kemudian, Luna melihat Aaron dari kejauhan.


"Aaron..! membuat Kirana agar melukaiku itu tak mungkin. Lebih baik akan aku buat diriku terluka..!!" ucap Luna dalam hati yang kemudian dia menggores lengan kirinya sendiri. Dan dia pun mengaduh.


"Aduuuuhh..!!"


"Lunaaaa...! ke..kenapa kau melakukannya..??" tanya Kirana yang kemudian dia merobek bajunya dan hendak mengobati luka di lengan Luna.


"Pergi kau..! tega sekali kau...! " seru Luna yang mengetahui kalau Aaron sudah mendekat,


"Lunaaaa...ka..kau tak apa-apa..?" tanya Aaron yang melihat lengan luna yang berdarah.


"Kirana melukaiku...!!" jawab Luna sambil mengeluarkan air mata buayanya.


"Bukan aku, Aaron...! dia melukai dirinya sendiri.!!" ucap Kirana yang membela dirinya.


"Apa kamu percaya kalau aku melukai diriku sendiri..!?" tanya Luna yang meminta perhatian dari Aaron.


Aaron hanya diam, dia melihat ke arah Kirana yang sudah merobek bajunya dan siap mengobati Luna.


"Kirana, obatilah luka Luna sebelum dia kehabisan darah nantinya...!!" perintah Aaron pada Kirana.


"Ya..baiklah..!" ucap Kirana yang kemudian mencari daun-daun yang bisa menghentikan pendarahan di lengan Luna.


"Tidak mau, aku maunya kamu yang merawatku Aaron..!" pinta Luna sambil merengek.


"Kau bilang Kirana yang melukaimu, ya biar Kirana yang mengobatimu..! lagi pula kerjaanku banyak..!" balas Aaron yang kemudian menghampiri siluman rajawali dan memberikan tubuh siluman kelinci pada siluman rajawali.


Siluman Rajawali menyantap daging Siluman kelinci dengan lahapnya.


Aaron kemudian membuat perapian untuk memanggang daging ayam kalkun yang di tangkapnya tadi.


Sambil menunggu daging kalkun matang, Aaron menghampiri Ekin yang sedari tadi melihat Kirana mengobati Luna.


"Apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kedua gadis itu Ekin..?!" tanya Aaron yang meminta kesaksian Ekin.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2