Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Penjaga Rumah Sharla


__ADS_3

Tanpa banyak bicara, Aaron menghampiri kedua orang laki-laki dan perempuan yang berpelukan itu.


"Apa yang kau lakukan..!!" seru Aaron yang menarik kerah belakang Nicky dan kemudian menghempaskan ke lantai.


"Aaaugh..!!


Nicky pun jatuh terduduk dan merasakan sakit di tulang ekornya.


"Si..siapa kau..!!" tanya Nicky yang berusaha bangkit.


"Aku pacar Kirana, jangan coba-coba menyentuhnya atau kau mati di tanganku...!!" seru Aaron dengan amarahnya.


"Kau yang akan mati di tanganku...!!" seru Nicky yang kemudian bersiap memukul Aaron.


Aaron mengelak dan memegang tangan Nicky dengan tangan kirinya dan kemudian dengan siku kanannya, Aaron memukul lengan Nicky dengan kuat.


"Argghhh....!!"


Tak ayal Nicky pun meronta dan kesakitan.


Merasa lawannya sudah kesakitan, Aaron berbalik menghampiri Kirana.


Kirana melihat di belakang Aaron, Nicky sudah siap memukul Aaron dengan sebuah balok kayu, yang entah dari mana dia mendapatkan balok tersebut.


"Aaron aaawaaaasss...!!" jerit Kirana.


Aaron yang menyadari hal itu langsung mengelak dan dalam sekejap menangkap balok tersebut dan menarik lalu memukul perut Nicky.


"Bugh...!!"


"Bugh...!!"


"Bugh...!!"


"Argh...!!"


Tiga pukulan di perut itu bisa membuat Nicky muntah darah, dan dia terkapar tak sadarkan diri.


Kirana menutup mata ya dengan telapak tangannya, karena dia tak sanggup melihatnya.


Apa yang di buat Aaron membuat semua tamu undangan yang melihat itu tercengang tak bisa berbuat dan berkata apa-apa.


Aaron segera menarik tangan Kirana setengah memaksa.


"Ayo kita pulang..!!" seru Aaron, dan Kirana menuruti saat tangan Aaron menarik tangannya.


Ketika sampai di ruang tengah, tiba-tiba Aaron merasakan hawa siluman yang pekat.



"A..apa itu..!!" seru Kirana yang melihat ekor ikan yang panjang.


"Dewa setengah peri yang dikutuk...!! mau apa di sini..!!" seru Siluman itu.


" Aku menghadiri acara ulang tahun tuanmu..!!" jawab Aaron dengan lantang.


"Hmm... serahkan gadismu itu padaku..!!" seru siluman itu.


"Apa...? langkahi dulu mayatku..!!" seru Aaron dengan lantang.


"Kurang ajar...! matilah kau...!!" ucap siluman itu yang melayang dan kemudian siluman itu menangkupkan kedua tangannya.


Dan tiba-tiba muncul bola api, bola api itu perlahan membesar.


Siluman itu menyerang Aaron dengan melempar bola api yang sudah membesar itu pada Aaron dan Kirana.


Tiba-tiba tangan Aaron bergerak seolah telapak tangannya menahan bola api yang besar itu dan sebuah cahaya setengah lingkaran melindungi mereka.

__ADS_1


"Doummm....!!"


"Doumm...!!"


Berkali-kali bola api itu menyerang, berkali-kali pula bola api itu terpental.


Doummm....!!"


"Doumm...!!"


Tangan kanan Aaron ditariknya ke belakang dan kemudian di dorongnya kembali ke depan, dan cahaya setengah lingkaran itupun melesat maju menghantam siluman itu.


"Duuuooooooommmmm...!!!


"Aarrghhh... !!"


Siluman itu terpelanting dan tanpa membuang waktu Aaron bersalto dan mendaratkan tendangan ke arah dada siluman itu.


"Dugh...!!


"Arrghh..!!"


"Brukkk...!'"


Siluman ikan ekor panjang itu menghantam ke tembok.


"Arrghh..!"


Dan siluman itu jatuh mengelepar tak kuasa menahan sakit.


Tak berapa lama Aaron mencoba menghampiri siluman itu.


"Ka..kau akan menerima akibatnya....!!" seru siluman itu yang kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


Aaron pun tersenyum tipis.



Dengan cepat Aaron mengambil dan menelannya, karena dia sudah merasakan adanya siluman yang akan menghadangnya.


Jadi dia butuh lagi tenaga tambahan, yang tentunya dari mutiara siluman warna hitam itu.


Tak berapa lama jasad siluman ikan ekor panjang itu berubah menjadi abu.


Aaron kembali menghampiri Kirana yang masih tercengang melihat aksi Aaron melawan siluman itu


"Ayo..! kita pergi dari sini ..!!" seru Aaron dan kemudian menarik lengan Kirana.


Kirana pun pasrah ketika tangannya di tarik oleh Aaron.


Sesampainya di rumah Sharla di bagian depan, tiba-tiba mereka kembali di hadang Siluman lagi.


Kali ini siluman itu seekor katak berwarna putih.



"Ka..katak Al..albino...!!" seru Kirana gugup yang kemudian bersembunyi di balik punggung Aaron.


"A..apa yang kau buat pada temanku, kau akan rasakan juga...!! bersiaplah..!!" seru siluman kayak putih itu dan dia mengeluarkan gelombang suara yang menemukan telinga.


"Nggroooookkk....!!"


"Nggroooooookkk...!!"


Aaron menutup telinganya, dan hampir saja dia kehilangan konsentrasi.


Demikian pula dengan Kirana.

__ADS_1


Gadis itu menutup telinganya sampai-sampai berjongkok.


Tiba-tiba siluman katak putih itu mengeluarkan lidah panjangnya dan hendak mengambil Kirana.


"Kirana....!! awaaas...!!" seru Aaron yang kemudian memeluk Kirana dan mereka berguling-guling menghindari lilitan lidah siluman katak putih itu.


Kembali siluman katak itu mengeluarkan suaranya.


"Nggroooookkk....!!"


"Nggroooooookkk...!!"


"Aku tak bisa biarkan seperti ini terus...!" gumam Aaron yang menutup telinganya dan juga Kirana yang menutup telinganya.


Aaron kemudian berdiri tegap dengan sikap siap menghadapi jurus-jurus siluman katak putih itu.


Kembali siluman katak menjulurkan lidahnya.


Dengan sigap Aaron menangkap lidah siluman kodok putih itu, dan adegan tarik menarik antara Aaron dan Siluman katak putih itu pun terjadi.


Tiba-tiba Aaron dengan sengaja melepaskan lidah siluman katak putih itu, dan siluman katak putih itu terpelanting mundur beberapa langkah.


"Kurang ajar..! rasakan ini..!!" teriak siluman katak itu geram dan bersiap menjulurkan lidahnya kembali untuk menyerang Aaron.


Aaron kembali menangkap lidah tersebut dan kemudian mengikatnya di sebuah tiang penyangga rumah tersebut.


"Arrghh...!!"


Siluman itu kesakitan. Dan Aaron tak pedulikan hal itu.


Pemuda itu meninju tubuh siluman katak putih itu bagaikan samsak tinju.


"Bugh...bugh...bughhh....!!"


"Bugh...bugh...bughhh....!!"


"Aaaaghhh...!!"


Siluman katak putih itu terkulai lemas.


"Ka..kau....!!" kata terakhir dari siluman katak putih itu dan perlahan-lahan dia menghembuskan nafas yang terakhir


Lalu keluarlah mutiara hitam dari tubuh siluman katak putih itu.


Aaron segera mengambil dan menelannya.


Dan seketika siluman itu berubah menjadi abu yang berterbangan tertiup angin malam.


Aaron segera menarik tangan Kirana dan mereka menuju ke tempat dimana sepeda motor Jimmy terparkir.


Tak berapa lama, mereka meninggalkan rumah Sharla yang pestanya masih tetap berlanjut meski ada insiden yang mengakibatkan Nicky terluka parah dan dua siluman penjaga rumah Sharla telah menjadi abu.


...~¥~...


...Hai..hai...haaaai...! semuanya..!...


...Mohon maaf author hanya bisa Up satu episode tiap Novel, karena author harus Up empat novel sekaligus....


...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author dan yang telah memberi semangat pada Author....


...Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin....


...Terima kasih....


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2