Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Waktu yang Berlalu)


__ADS_3

Dan siluman kelelawar buah itu hangus dan sudah tak bernafas lagi.


Keluarlah mutiara siluman yang berwarna hitam dari tubuh siluman kelelawar buah itu.


Aaron segera mengambil mutiara siluman hitam itu dan kemudian menyimpannya dalam saku celananya.


Tak berapa lama, jasad siluman kelelawar buah itu menjadi abu dan beterbangan dibawa angin.


Suami Kirana itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pohon mangga Arum manis di sampingnya.


Aaron mengambil beberapa mangga yang masak dipohon.


Setelah merasa cukup, Aaron memanggil awan putih kecil.


"Priiiiit...!"


Dan satubdetik kemudian datanglah awan putih kecil yang menghampiri Aaron.


"Aku sudah dapat mangga dan mutiara siluman berwarna hitam, sebaiknya kita cepat pergi dari sini!" seru Aaron pada saat sudah berada diatas punggung awan putih kecil itu.


"Baik tuan, kita pulang sekarang!":seru awan putih kecil yang kemudian melesat ke arah kota Ghuanzhou.


Tak berapa lama Aaron dan Awan putih kecil tellah sampai di kediaman Aaron dan Aaron mendarat dengan sempurna di halaman rumahnya.


"Awan putih kecil, kamu boleh pergi sekarang. Terima kasih atas tumpangannya" ucap Aaron sembari melamlambaikan tangannya.


"Sama-sama tuan...!" balas Awan Putih Kecil sembari terus melesat menuju melangit biru.


Sementara itu Aaron melangkahkan kakinya masuk ke rumah.


"Istriku!" panggil Aaron dan belum mendapat jawaban dari isteri Aaron itu.


"Aaron kemudian mencuci mangga yang didapatnya, kemudian menyiapkan piring serta garpunya.


Aaron mengulas mangga Arum manis itu dan kemudian memotongnya kecil-kecil.


Potongan mangga itu dikatakannya di atas piring.


Dan setelah tertata rapi, Aaron membawanya ke kamar tidurnya.


"Pasti Kirana ada di kamar tidur sekarang ini!" gumam Aaron yang terus melangkahkan kakinya dan akhirnya sampailah di depan pintu kamar tidurnya.


Setelah dilihat, ternyata pintu kamar itu tidak terkunci .


Aaron membuka pintu dan melihat isterinya tidur dengan berselimut sampai setengah badannya.


Kemudian di letakannya mangga diatas meja di samping tempat tidur dan Aaron membangunkan Kirana yang sedang tertidur pulas.


"Kirana, isteriku bangun sayang!" ucap Aaron seraya membelai lembut kepala isterinya.


Kirana membuka matanya dan melihat suaminya ada dihadapannya.


"Suamimu ini sudah bawa mangga pesanan kamu sayang, di makan ya!" ucap Aaron yang mengambil mangga tersebut.

__ADS_1


"Wah, sepertinya enak! suapin ya yang?" ucap Kirana yang manja.


"Iya-iya duh adik bayi besok kalau dah keluar jangan manja ya!" ucap Aaron seraya mengusap perut isterinya


Kirana mengulas senyum bahagia, dan acara makan mangga pun berlangsung dengan saling suap-menyuapi.


Dan ternyata dari pasangan Maggie dan Tony juga mengalami hal yang sama dengan Kirana. Maggie juga mengidam.


Namun ngidamnya Maggie tidak pada makanan. Tapi suka mengerjai suaminya.


Tony tak bisa marah karenanya, semua demi anak mereka yang dikandung isterinya Maggie.


Satu bulan berlalu, kerajaan langit kembali mengadakan perhelatan besar.


Yaitu pengangkatan pangeran Leon dan Dewi hujan Sheila sebagai raja dan Ratu kerajaan langit.


Serta Pangeran Ekin dan Ayumi sebagai Raja dan Ratu kerajaan petir.


Aaron dan Tony tidak bisa menghadiri acara tersebut, dikarenakan istri-istri mereka yang sedang hamil.


...***...


Sembilan bulan kemudian, Kirana dan Maggie melahirkan dengan jarak waktu yang tak begitu jauh, dan mereka melahirkan sama-sama berjenis kelamin laki-laki.


"Sayang siapa nama putra kita?" tanya Aaron yang sedang belajar menggendong putranya yang masih mungil itu.


"Kirana sudah siapkan nama Kiaro, Kirana dan Aaron." jawab Kirana sembari tersenyum.


"Kairo adalah nama bagus dan indah untuk anak bayi laki-laki yang di berkahi, berwajah tampan, mempersona, dan berguna bagi sekitarnya." jawab Kirana.


"Nama yang bagus untuk cucu kami" kata dua orang yang bersamaan. Mereka adalah Rosa dan juga Andy yang baru tiba dari kerajaan langit.


Mereka sengaja meminta cuti untuk melihat cucu pertama mereka.


Selain melihat cucu mereka, Rosa dan Andy juga melihat putra Toni dan Maggie.


"Tony, kalian akan menamai siapa putra kalian ini?" tanya Rosa yang penasaran.


"Putra kami akan kami namai Dicky, yang artinya bahwa orang yang memiliki kemauan keras, bakat bisnis, dan wibawa. Nama Dicky terlahir untuk melakukan bisnis dan cermat dalam urusan kebersihan, dapat dipercaya dan gemar menolong." jawab Maggie yang membuat semuanya tersenyum bahagia.


"Nama yang luar biasa" ucap Andy yang kemudian mengecup kening bayi laki-laki yang bernama Dicky itu.


Dicky dan Kiaro tumbuh selalu bersama dan segala fasilitas pun mereka gunakan bersama-sama.


Pada saat Kiaro dan Dicky berusia dua tahun, Sheila dan Ayumi mengandung dan melahirkan juga hampir bersamaan.


Leon dan Sheila mempunyai anak seorang laki-laki yang bernama Daniel sementara Ekin dan Ayumi mempu yai seorang Puteri yang diberi nama Ruby.


Keduanya juga selalu bermain bersama. Daniel tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan, dan Ruby juga anak perempuan yang cantik dan cerdas.


...****...


Dua tahun kemudian, Jimmy dan Kelly menikah, Kiaro dan Dicky saat itu berusia lima tahun.

__ADS_1


Satu tahun kemudian Kelly melahirkan seorang putri yang cantik. Dan diberi nama Vivian.


Vivian menjadi kesayangan semuanya, terutama Kiaro dan juga Dicky.


"Bibi, bibi Kirana ..! panggil Vivian dengan gaya dan suara khasnya.


"Ada apa gadis kecilku!" tanya kirana yang menghentikan kegiatannya menyiram bunga di halamannya.


"Kak Kiaro ambil mainan Vivian!" rengek Vivian dengan manja.


"Kiaro, jangan usil sama adikmu ya!" seru Kirana pada putranya.


"Bukan Kiaro bunda, tapi Dicky yang usil!" seru Kiaro.


"Apa'an bukan aku Tante!" ucap Dicky yang membela diri.


"Kamu kan yang menyembunyikan mainan Vivian!' seru Kiaro yang sedikit meninggi.


"Bukan aku, tapi kamu!" bela Dicky.


"Pokoknya kamu ya kamu!" seru Kiaro


"Bukan aku tapi kamu!" tetap Dicky yang membela diri.


"Sudah-sudah, kalian berdua! tidak dapat uang saku!" seru Kirana yang pura-pura marah.


"Ma'af bunda, Kiaro yang salah. Kiaro hanya iseng saja sama Vivian dan Dicky" ucap Kiaro yang mengakui perbuatannya.


"Baiklah bunda ma'afkan. Lain kali jangan begitu ya?" ucap Kirana seraya menatap ke arah putranya.


"Baik bunda" balas Kiaro sembari memeluk ibundanya.


Kirana mengusap kepala putranya dengan lembut.


"Sekarang, kembalikan mainan Vivian!"'seru Kirana dan Kiaro mengerti dan melepaskan pelukannya pada bundanya


Kemudian pemuda itu melangkahkan kaki mengambil mainan yang tadi si sembunyikan.


.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2