Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Kunti (Ketegangan di Panti Asuhan Bahagia Il)


__ADS_3

"Benar, mau sekarang atau nanti mereka tetap saja akan menyerang kita!" seru kakek Bongol bersemangat untuk melawan para pengikut siluman kegelapan itu.


"Sebaiknya kita keluar dan melawan mereka!" seru Kiaro dan si Kakek Bongol itu menyetujuinya.


Mereka melangkahkan kaki menuju ke pintu dan Kiaro membuka pintu itu, kemudian mereka keluar dan berada di teras panti asuhan itu.


Dan mereka melihat siluman kegelapan dan para pengikutnya keluar dari persembunyian mereka.


Sementara itu di pihak siluman kegelapan, mereka terkejut saat melihat dua orang yang keluar dari panti dan langsung menatap dirinya dan para pengikutnya itu.


"Mereka rupanya mengetahui keberadaan kita rupanya!" seru Siluman Kegelapan yang melihat Kiaro dan Kakek Bongol keluar dari pintu Panti asuhan Bahagia itu.


"Iya yang mulia!":jawab salah satu pengikut siluman kegelapan itu yang menatap Kiaro dan juga Kakek Bongol itu dengan serius.


"Kalian...! mau apa kemari!" seru Kiaro yang menatap para pengikut siluman kegelapan itu satu persatu.


"Serahkan bayi itu, dan kami akan pergi dari sini!" seru siluman kegelapan yang maju untuk menunjukkan dirinya.


"Bayi? bayi siapa?" ucap Kakek Bongol yang pura-pura tidak tahu.


"Dasar tua bangka! berlagak pikun kau!" seru salah satu pengikut siluman kegelapan yang memang sudah mengikuti kakek Bongol yang menolong Samantha di markas mereka.


"Ha..ha...! tidak akan aku biarkan kalian menyentuhnya!" seru kakek Bongol itu dengan tertawa khasnya.


"Kurang ajar!" umpat siluman kegelapan itu yang kemudian mengeluarkan gumpalan sinar hitam dari telapak tangannya dan dia mengarahkannya pada pagar gaib yang dibuat kakek Bongol itu.


Dan dalam sekejap pagar gaib itu hilang tak berbekas.


"Apa! dia bisa membuka pagar gaib yang aku buat!" seru kakek Bongol dengan geram.


"Kita tetap maju dan hadapi mereka kek!" seru Kiaro yang merasa tak terpengaruh dengan pudarnya pagar gaib itu.


"Iya, kau bena!" seru si kakek Bongol itu yang kemudian bersiap untuk melawan para makhluk kasat mata yang ada dihadapannya itu


"Kalian bisa menyerang dua makhluk tak berguna itu! aku akan mencari sendiri bayi itu!" seru siluman kegelapan itu.


"Baik yang mulia!" sahut para pengikut siluman kegelapan yang bersiap menyerang Kiaro dan juga kakek Bongol.


Sementara Siluman kegelapan itu merubah dirinya menjadi bayangan dan melesat masuk ke panti.


"Kurang ajar, mereka menyerang bersamaan kakek!" seru Kiaro yang kedua tangannya sudah mengeluarkan bola-bola cahaya.


"Ayo kita serang mereka!" balas seru kakek bongol yang tongkatnya juga mengeluarkan sinar yang berwarna putih.


"Boumm... boummm... boumm!"


Bunyi ledakan demi ledakan dari bola-bola cahaya Kiaro dan sinar putih kakek bongol yang menghantam para pengikut siluman kegelapan.


"Boumm... boummm... boumm!"

__ADS_1


"Boumm... boummm... boumm!"


Serangan-serangan terus diluncurkan oleh Kiaro dan juga kakek Bongol, dan hal itu membuat para pengikut siluman kegelapan itu perlahan-lahan tumbang dan mereka berubah menjadi abu.


Kiaro dan kakek Bongol belum sempat merasakan kemenangannya, muncul para Kuntilanak pengikut siluman kegelapan.


Para Kuntilanak itu mulai yang memakai pakaian serba putih, merah hingga biru yang jumlahnya puluhan itu, menyerang Kiaro dan kakek Bongol dengan suara mereka yang melengking.


"Hi....hi...hi...hi....!"


Hi....hi...hi...hi....!"


Hal itu sempat membuat Kiaro dan kakek Bongol kehilangan konsentrasinya.


"Sial! mengapa mereka berdatangan!" ucap Kiaro dengan geram.


"Ha..ha..! ini sudah malam, ya bereati mereka keluar mencari mangsa lah!" seru si kakek Bongol itu seraya terkekeh.


"Ayo kita serang mereka lagi kek!" seru Kiaro yang merubah jurusnya menjadi bola cahaya besar.


"Siap anak muda!" seru kakek Bongol itu yang sudah bersiap dengan sinar putih yang ada di tongkatnya.


Dan kembali pertempuran itu kembali terjadi.


"Boumm... boummm... boumm!"


"Boumm... boummm... boumm!"


"Klek..!" suara patah tongkat yang dimiliki kakek Bongol .


"Aaaghhh...!" seru kakek Bongol itu pada saat tongkatnya patah menjadi dua.


Kakek Bongol kemudian mengumpulkan energinya yang kemudian diarahkannya ke arah dimana para Kuntilanak yang ada dihadapannya itu.


"Boumm... boummm... boumm!"


"Boumm... boummm... boumm!"


Kembali para kuntilanak itu terbakar dan menjadi asap lalu menghilang.


Perlawanan itu berlangsung dengan sengitnya, dan berkali-kali suara tawa yang melengking serta dentuman ledakkan jurus dari Kiaro dan kakek Bongol mewarnai pertempuran itu.


Selesai sudah perlawanan itu yang di menangkan oleh kakek Bongol dan Kiaro.


"Akhirnya selesai juga ya kek!" seru Kiaro yang terengah-engah dan kemudian mengatur nafasnya.


Demikian pula dengan kakek Bongol yang mengatur pernafasannya.


"Iya, akhirnya!" balas kakek Bongol seraya melihat banyak abu dan asap di sekitar mereka saat ini.

__ADS_1


Tak berapa lama, datanglah mobil sedan mewah yang kemudian berhenti tepat dihadapan Kiaro dan juga kakek Bongol.


"Ayah!" panggil Kiaro yang bersuka cita, karena ayahnya bisa melihat hasil pertempurannya dengan para pengikut siluman kegelapan dan juga para kuntilanak itu.


"Hm..lumayan juga kemampuan kamu putraku!" seru Aaron yang keluar dari mobil.


"Iya yah, semuanya berkat ajaran ayah!" ucap Kiaro sembari mengulas senyumnya.


"Kakek ini siapa ya?" ucap Aaron pada saat melukat kakek Bongol.


"Kakek? bukankah Kiaro sendirian?" tanya Ricky yang menghampiri Aaron dan juga Kiaro.


"Kiaro bersama seorang kakek yang pakaiannya seba outih dengan ikat kepala yang juga berwarna putih" jelas Aaron.


"Masak sih?" ucap Ricky yang belum percaya


"Saya Kakek Bongol pengikut sekaligus penjaga panti asuhan ini" ucap Kakek Bongol itu yang memperkenalkan diri.


"Eh, maaf seharusnya aku lebih dulu yang memperkenalkan diri, he..he..!" ucap Aaron yang terkekeh dan menerima anggukan kepala si kakek Bongol itu.


"Nama saya Aaron kek!" ucap Aaron sembari membalas anggukan kepala si kakek Bongol yang ada di samping Kiaro itu


"Bayiku...!" tiba-tiba suara perempuan muncul dari dalam mobil dan keluarlah sesosok wanita yang memakai pakaian warna merah yang melayang melesat masuk ke dalam panti asuhan Bahagia itu.


"Melani!" panggil Ricky yang mengejar si Kunti merah Melani itu.


"Ayo kita ikuti mereka!" seru Aaron yang bergegas menyusul si Kunti merah Melani dan juga Ricky itu.


"Aku disini saja menjaga mayat yang ada didalam mobil itu!" ucap Kakek Bongol yang tahu ada mayat Melani di dalam mobil yang ditumpangi Ricky dan Aaron tadi.


"Oh, baiklah! kalau ada apa-apa beri tahu saya ya kek!" seru Kiaro seraya menatap kakek Bongol.


"Iya" jawab kakek Bongol.


Kiaro bergegas berlari masuk ke dalam panti asuhan Bahagia menyusul si Kunti merah Melani, Ricky dan Aaron ayahnya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2