Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 6 : Perbincangan di Meja Makan


__ADS_3

"Baiklah kita pisah mulai dari sekarang! Dan berhati-hatilah kalian bertiga!" pesan Aaron.


"Baik!" jawab Kiaro, Caterina dan David yang bersamaan.


Sedangkan Aaron, Ricky dan Melani melangkahkan kaki menuju ke garasi dan mulai mengeluarkan mobil dari garasi tersebut.


Kedua mobil itu keluar dari rumah kosong itu berlain arah.


Mobil yang dikendarai Kiaro belok ke kanan, sedangkan mobil yang di kendarai Ricky belok ke kiri.


Dengan arah yang berbeda, kedua mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.


🗓️Flashback off


"Jadi begitu ya ceritanya, terus bagaimana kejadian pada saat kalian berpisah itu?" tanya Kirana yang penasaran.


"Kami melajukan mobil sampai di perbatasan hutan dan hari menjelang pagi, karena itulah si Kunti menghilang dan kami beristirahat di pinggir sungai untuk sekedar sarapan dan membasuh muka." jelas Aaron.


"Terus apa kejadian setelah kalian masuk ke dalam hutan? apa kalian bisa menemukan jasad Melani?" tanya Maggie yang penasaran.


"Kami bisa menemukan jasad Melani, tapi sebelumnya kami harus berjuang terlebih dahulu melawan siluman serigala dan kegelapan" jawab Aaron seraya menghabiskan air minum yang ada dihadapannya.


"Siluman serigala dan siluman kegelapan?" tanya Dicky yang penasaran.


"Iya,siluman serigala waktu itu mampu aku musnahkan, sementara siluman kegelapan melarikan diri dan mengejar Samantha yang membawa bayinya si Kunti Melina. Aku dan Ricky mengejarnya setelah kami memindahkan jasad Melina dari gudang ke mobilnya Ricky." jelas Aaron.


"Sudah kan yah? sekarang giliran Kiaro yang bercerita!" seru Kiaro yang bersemangat.


"Iya sudah, sekarang giliran kamu!" balas Aaron seraya mengulas senyumnya.


"Ceritalah putraku, Ibunda penasaran apa saja yang kamu alami disana? " tanya Kirana seraya memandang putra semata wayangnya, Kiaro.


"Waktu kami sudah sampai di panti asuhan Bahagia, aku dan Caterina menangkap sesosok laki-laki tua yang berpakaian serba putih, memakai ikat kepala yang juga putih dan membawa tongkat bambu kuning.


"Siapa laki-laki tua itu?" tanya Tony yang penasaran.


"Dia adalah kakek Bongol, jin pengikut pemilik panti sebelumnya dan dia jin yang baik, karena melindungi semua penghuni panti termasuk Samantha." jawab Kiaro.

__ADS_1


"Tapi kami tak menemuinya terlebih dulu, karena kami menemui pemilik panti yang baru dan juga kami menemui Samantha di dalam panti Asuhan Bahagia itu." kata Caterina yang ikut juga dalam bincang-bincang itu.


"Waktu itu Samantha cerita apa saja?" tanya Kelly yang ikut penasaran.


"Waktu itu Samantha menggendo seorang bayi, yaitu bayinya Melina dan juga Ricky. Dan dia bercerita kalau da'i dan Melina dianiaya di sebuah rumah tua." jawab Caterina.


"Kenapa mereka bisa sampai di rumah tua itu?" tanya Jimmy yang ikut dalam perbincangan itu.


"Waktu itu Samantha dan Melina pergi ke rumah kedua orang tua kekasih Melani. Mereka hendak menanyakan kabar tentang kekasih Melina pada orang tua kekasih Melina yang bernama Ricky itu." jelas Caterina.


"Terus mereka diajak ke sebuah hutan karet yang ada dua bangunan yang salah satunya seperti rumah ya. Dan mereka di sekap di tempat yang berbeda." ucap Kiaro yang bergantian menjawab rasa penasaran keluarganya


"Perlu kalian ketahui kalau Samantha adiknya David yang juga adalah gadis indigo yang mampu melihat makhluk tak kasat mata.


"Bagaimana Samantha bisa selamat dari penjahat dan para siluman dan juga bisa menyelamatkan bayi Melani?" tanya Maggie yang penasaran.


Sedangkan yang lainnya juga menyimak obrolan itu.


"Waktu itu Samantha sama halnya dengan Melani yang disekap disebuah gudang. Pada waktu itu orang yang membawa mereka ke rumah tua itu berniat kurang ajar pada Samantha " ucap mengingat peristiwa itu.


"Berniat kurang ajar? maksud kamu apa mau memperkosa mereka begitu?" tanya Kelly yang tambah penasaran.


"Terus apa yang terjadi selanjutnya? apa kalian melawan siluman kegelapan itu?" tanya Tony yang mencoba menebak.


"Iya, tapi sebelumnya aku mendapat telepon dari ayah. Jadi aku, Caterina serta kakek Bongol berusaha untuk lebih waspada dalam menghadapi situasi itu" jelas Kiaro.


"Putra kita bersama Kakek bongol melawan para pengikut siluman kegelapan dan juga para kuntilanak selain Melina." sahut Aaron.


"Terus Caterina, apa yang kamu alami?" tanya Adelia yang penasaran


"Aku berusaha melindungi Samantha dan juga bayi Melina. Dan aku melawan siluman kegelapan, walaupun akhirnya aku tak mampu melawan siluman kegelapan itu." jawab Caterina yang sebenarnya.


"Yang jelas Siluman kegelapan bisa di musnahkan oleh Kiaro dan Si Kunti Melina bisa musnah sempurna setelah kejadian itu. Dia mempercayakan bayinya pada Samantha dan Rikcy." jelas Aaron.


"Syukurlah, yang terpenting kalian tidak terluka begitu parah dan bisa pulang dengan selamat." ucap Kirana yang bangga dengan putranya, karena berhasil dalam misi pertamanya.


"Kalian juga harus tahu, sejak kalian tinggalkan Kirana sendirian di ruko, ada kawanan perampok yang menyatroni ruko" ucap Tony yang memberitahukan kejadian di ruko.

__ADS_1


"A..apa benar begitu sayang?" tanya Aaron yang penasaran, kemudian dia bangkit dari duduknya dan mendekati istrinya, Kirana.


"Iya, ada empat orang perampok dan untungnya Tony datang tepat pada waktunya." jawab Kirana seraya menatap suaminya dan putranya yang nampak begitu khawatir.


"Waktu itu aku dapat feeling, kalau terjadi sesuatu dengan Kirana. Aku pulang lebih awal dan mampir ke ruko untuk memastikan perasaanku itu. Dan ternyata benar, aku melihat tiga perampok di ruko lantai bawah yang hendak menggasak barang-barang milik ruko. Setelah aku membereskan mereka, aku mendengar Kirana yang meminta tolong." jelas Tony.


"Ibu minta tolong? memangnya apa yang terjadi denganmu ibu?" tanya Kiaro yang penasaran.


"Waktu itu.." Kirana tak sanggup nafasnya terasa sesak untuk menceritakan kejadian itu pada keluarganya.


"Apa? apa yang terjadi padamu sayang?" tanya Aaron yang menghampiri Kirana.


"Perampok yang ke empat berusaha menodai Kirana!" jawab Tony.


"A..apa!" seru semuanya terkejut.


"Kamu kan punya pedang awan? kenapa tidak memakainya untuk melawan mereka?" tanya Aaron yang penasaran.


"Pada awalnya aku berpikir begitu, tapi aku mengingat kalau yang aku hadapi ini adalah manusia bukan siluman dan makhluk tak kasat mata lainnya. Karena jika terjadi sesuatu pada mereka, maka aku jugalah yang harus berurusan dengan para polisi" jelas Kirana seraya menatap Aaron ya yang sedang mengusap kepalanya kasar.


"Iya, tapi ibu kan dalam bahaya! Seharusnya ibu bisa pakai pedang Awan" ucap Kiaro yang kecewa dengan tindakan ibunya yang membahayakan dirinya sendiri.


"Iya ibu mengerti tapi kan ada paman Tony yang menolong ibu" ucap Kirana yang berusaha menenangkan putranya.


"Iya karena pas kebetulan paman Tony mampir karena ada feeling tidak enak yang menimpa ibu. Kalau pas tidak ada bantuan siapa pun! apa ibu rela begitu saja dianiaya penjahat itu? Kalau Kiaro tidak rela Bu!" seru Kiaro yang mengepalkan tangannya.


Buru-buru Caterina menggenggam tangan Kiaro seraya memandang kekasihnya itu, untuk sekedar mengurangi emosi di dada Kiaro.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2