Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Meneror Gadis yang dilindungi Pedang Awan


__ADS_3

Setelah tenaganya pulih kembali, Ginna dan Teivel bermaksud meneror lagi.


"Kita pergi ke kios itu sekarang juga, untuk memastikan kalau ada kesempatan kita bisa serang mereka." ucap Teivel dengan yakin.


"Iya kak El, Ginna juga tak sabar untuk menghabisi mereka satu persatu." Ucap Ginna.


Mereka kemudian melesat menuju ke kios bunga Rose.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di tempat biasa mereka mengintai pergerakan manusia penghuni kios bunga Rose.


Mereka melihat gadis yang mereka incar sedang sendirian.


"Dia akan masuk ke kios, cepat kamu oerdayai dia!" seru Teivel pada Ginna yang melihat adanya kesempatan.


"Baiklah kak El!" ucap Ginna yang kemudian menirukan suara dan mengubah wujudnya sama persis dengan Aaron yang memanggil Kirana.


"Kirana, sayang!" suara itu tak asing di telinga Kirana.


"Aaron? apa benar itu suara Aaron?" kata dalam hati Kirana yang kemudian membalikkan badannya.


Terlihat sesosok pria tampan dengan tubuh tegap, sama persis dengan kekasihnya.


Kirana berada di kios sendirian.


Saat hendak masuk ke dalam kios, tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"A..Aaron, ka..aku kah itu?" tanya Kirana yang tak percaya apa yang di lihatnya.


"Iya, ini aku sayang!" ucap sesosok Aaron itu.


"Bu..bukankan ka..kamu sudah kembali ke istana langit?" tanya Kirana yang masih belum percaya.


"Kamu tak percaya padaku, sayang?" tanya sesosok Aaron itu yang kemudian mendekati Kirana.


"Belum, ceritakan bagaimana kisah kita saat saling bertemu?" tanya Kirana yang hendak menguji.


"Sial, gadis ini pintar juga!" gumam Ginna kesal namun dia tetap berusaha untuk tenang.


"Kita pertama kali bertemu saat wujudku menjadi seekor kucing berwarna Oranye. Saat itu aku terserempet sebuah mobil dan kamu menolongku" jelas Ginna uang memang sedikit tahu tentang Kirana, karena sering mengintai gadis kekasih Aaron itu.


Kemudian Ginna menceritakan secara detail saat mereka di dunia siluman.


"Ceritanya sama persis, tapi aku belum yakin. Mengingat apa yang terjadi dengan Luna kemarin. Siluman Ular Kobra merubah dirinya sebagai Ekin dan Luna Terpedaya!" Kirana yang membatin dan terus mencari sesuatu yang membuat orang yang ada di hadapannya itu bukan Aaron.


"Bisakah kamu ceritakan, siluman apa yang pertama kali kamu binasakan saat menjadi Oyen?" tanya Kirana penasaran.


"Siluman yang pertama aku binasakan adalah..!!" Ginna menatap Kirana seolah membaca pikiran Kirana.


"Siluman tikus! siluman tikuslah siluman yang Oyen binasakan pertama kalinya." ucap sesok yang mirip Aaron itu.


"Apa? itu juga benar?" kata dalam hati Kirana yang bingung.


"Nona beri pertanyaan lagi, dan jangan kamu membatin jawabannya!" suara dari dalam tubuh Kirana yang memberitahu sesuatu.

__ADS_1


"Ba..baik akan saya coba!' kata dalam hati Kirana.


"Bagaimana? masih belum percaya kalau aku Aaron?" tanya Ginna yang menyerupai Aaron itu.


"Aku masih ada satu pertanyaan, siapakah gadis yang mencintai kamu sebelum aku?" tanya Kirana yang dalam hatinya selalu menyebut Luna.


Pria itu menatap Kirana tajam dan kemudian dia menyebutkan sebuah nama.


"Hah, pertanyaan yang sangat mudah" kata dalam hati Ginna.


"Luna! dialah yang pertama kali mencintaiku!" jawab Ginna yakin.


Kirana sedikit tersenyum namun juga terbesit ketakutan.


"Senyum gadis itu sangatlah aneh! apa aku salah menerkanya?" gumam Ginna penasaran.


"Tak lama kemudian terdengar suara lantang dari Kirana.


"Pergi kau..!" hardik Kirana dengan mengeluarkan keberaniannya.


"Kau mengusirku?" tanya Ginna yang menyerupai Aaron itu.


"Iya, aku mengusirmu siluman!" seru Kirana dengan penuh keyakinan.


"Aku bukan siluman, aku kekasihmu?" tanya Ginna yang menyerupai Aaron itu yang tak mau diremehkan.


"Kalau kau kekasihku, seharusnya jawaban kamu tadi itu bukan Luna!" seru Kirana yang menatap Ginna penuh selidik.


"Apa maksudmu? Gadis yang mencintai ku sebelum kamu adalah Luna, karena kau telah menyebutkannya tadi!" seru Ginna yang tanpa sadar itu dengan geram.


"Kurang ajar, kau menjebakku!" umpat Ginna yang masih menyerupai Aaron itu yang kemudian sedikit demi sedikit berubah menjadi seekor ular kobra.


"Benar dugaanku, kau siluman ular kobra!" seru Kirana yang mulai membuat dirinya dalam posisi siaga.


"Haah..! rasakan ini!" seru siluman ular kobra itu yang siap mematuk Kirana.


Kirana mundur, mengelak menyamping untuk menghindari serangan siluman ular kobra itu.


Karena merasa tak bisa mengalahkan lawannya, Siluman itu kemudian dia menyemburkan bisa racun ke arah Kirana.


Tiba-tiba saja tubuh Kirana terlindung gelembung cahaya yang berwarna biru, dan pedang Awan keluar dari tubuh Kirana tanpa di panggil gadis itu.


"Sialan, pedang apa yang melindungimu itu!" seru Siluman ular kobra itu yang kini berubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik, yang tak lain adalah Ginna putri ratu siluman ular kobra.


"Hei, kau siluman! berlagak menyerupai Aaron kekasihku, tapi tak tahu pedang yang ada di tanganku! he..he!" seru Kirana yang terkekeh.


"Kurang ajar kau..!" umpat Ginna yang kini menyerang Kirana dengan Sinar laser di matanya.


"Serrttt...!"


"Ting..!"


"Seerrrt..!"

__ADS_1


"Ting...!"


Berkali-kali sinar merah itu menyerang Kirana, dan berkali-kali pula pedang Awan menangkis sinar merah itu.


"Sial..!" umpat Ginna yang semakin geram.


Ginna si gadis ular itu kemudian mengeluarkan tongkatnya dan menyerang Kirana dengan membabi buta, mengakibatkan hampir seluruh tanaman di kios bunga Rose itu porak poranda.


Ayunan tongkat Ginna beradu dengan pedang Awan, dan menimbulkan bunyi yang nyaring.


"Ting..! Ting...! Ting ...!"


Kemudian pedang awan dengan sendirinya melawan dan melukai lengan Ginna.


"Sreet..!" lengan Ginna terluka karena tersayat pedang Awan.


"Aaaghh...! sial...! Tunggulah pembalasanku!" umpat Ginna yang kemudian putri siluman ular itu membuat dirinya menjadi asap hitam dan pada akhirnya menghilang dari pandangan Kirana.


"Hei, main kabur saja dia!" seru Kirana yang geregetan karena lawannya melarikan diri.


Pedang Awan itu kemudian masuk kembali ke tubuh kekasih Aaron.


Ginna kabur ke tempat semula dia mengintai bersama Teivel.


"Aarghh...! kak El kenapa tak membantuku?" keluh Ginna yang menahan rasa sakit akibat luka goresan yang dialaminya.


"Kau lihat disana, semua teman-temannya berdatangan. Aku sendirian tak akan mampu melawan beberapa dewa di sana!" jelas Teivel.


"Terus apa kita menunggu lagi?" tanya Ginna penasaran.


"Dengan terpaksa iya, kita tak boleh gegabah!" seru Teivel seraya menatap Ginna.


Ginna pun mengangguk pelan.


"Aku akan kembali ke kerajaan petir untuk menambah energy dan bila perlu minta bantuan yang mulia Black Shadow!" ucap Teivel untuk meyakinkan Ginna.


"Katanya kak El mau bersamaku selamanya?" tanya rengek Ginna.


"Iya Ginna, kak El mau saja bersama denganmu selamanya. Tapi kak El adalah prajurit kerajaan petir, jika kak El terlalu lama di bumi, bisa jadi kakak akan kembali menjadi manusia yang tak mempunyai kemampuan."ucap Teivel yang berusaha meyakinkan Ginna.


Dan Ginna berusaha untuk mengerti.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2