Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Berpamitan)


__ADS_3

Aaron melesat dengan awan putih kecil itu, Kity dan Archie juga melesat dengan gelembung cahaya mereka.


Sementara Rosa dan Andy sudah menghilang dari pandangan mata, dan terlihat cahaya putih yang juga melesat ke bumi.


Dan mereka mulai dalam perjalanan ke bumi.


Tak berapa lama mereka telah sampai ke bumi, tepatnya di depan Kios Bunga Rose.


Maggie yang sedang melayani pembeli, terkejut dengan kehadiran Aaron dan kedua kucing yang berwarna hitam dan putih itu.


"Eh Aaron, kucing itu?" tanya Maggi setelah para pembeli selesai membayar dan pergi meninggalkan Kios Bunga Rose.


"Kucing hitam bernama Archie dan yang putih bernama Kity" jawab Aaron yang memperkenalkan dua kucing langit itu.


"Archie, dia kucing yang mengutuk kamu itu?" tanya Maggie yang sedikit takut.


"Iya, jangan khawatir nyonya, aku sekarang tak lagi sembarangan mengutuk." ucap Archie yang mengulas senyum.


"Kalau si kucing putih itu?" tanya Maggie yang penasaran.


"Dia kucing penjaga pusaka istana Langit" jawab Aaron.


Dan tak berapa lama, Rosa dan Andy muncul dari dalam Kios bunga Rose


Ayah, ibu kalian sudah sampai?" ucap Aaron saat melihat kedua orang tuanya yang sudah datang dan menghampiri dirinya dan yang lainnya.


Iya, sebaiknya kita berkumpul di rumah. Kita bahas rencana kita!" kata Andy.


"Iya, lagi pula aku juga sangat rindu dengan cucu-cucu kita!" ucap Rosa yang segera melangkahkan kaki menuju ke rumahnya yang sekarang di tempati oleh putranya beserta keluarganya itu.


Dan semuanya selain Maggie ikut melangkahkan kaki menuju ke rumah yang sederhana, namun terlihat megah itu


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di teras rumah dan Aaron mengetuk pintu rumah itu.


"Tok..tok..tok...!"'


"Siapa?" terdengar suara dari dalam rumah yang bertanya siapa yang mengetuk pintu.


"Ini kami dari Istana langit!" jawab Aaron.


Dan beberapa detik kemudian terdengar orang yang membuka pintu.


"Klek..klek...ceklek!" suara pintu yang dibuka seseorang.


"Eh, kalian semua. Ayo masuk!" ucap Kirana yang mempersilahkan semuanya untuk masuk.


"Kirana, apa kabar kamu sayang?" tanya yang kemudian memeluk Kirana, mendahului Aaron yang sudah bersiap memeluk isterinya itu.

__ADS_1


"Ah, ibu nggak tahu apa anaknya ini sudah kangen sama ibu dari cucumu Kiaro?" gerutu Aaron sedikit kesal.


"Kirana dan semuanya baik-baik saja Ibunda!" jawab Kirana yang membalas pelukan mertuanya itu.


Kemudian mereka melangkahkan kaki


menuju ke ruang tamu, dimana Kiaro, Caterina, Dicky, Tony, Jimmy ,Kelly dan Vivian berada di ruang tamu.


Mereka sedang bercengkerama untuk mengakrabkan diri dengan Caterina.


"Paman Archie!" panggil Caterina pada saat melihat Archie yang melangkahkan kaki menghampiri mereka.


Dan semuanya menoleh melihat siapa yang datang.


Sementara itu Kiaro dan Vivian saling mendahului untuk menyambut kedua kakek dan neneknya.


Vivian walaupun bukan dari darah daging mereka, namun Andy dan Rosa sudah menganggapnya seperti cucu mereka sendiri.


Keduanya memeluk Andy dan Rosa secara bergantian.


Kemudian mereka duduk untuk membahas rencana mereka untuk masuk ke dunia kucing.


"Sesuai dengan rencana kita, saat ini kita sudah berkumpul. Ayo kita mulai rencana kita untuk ke dunia kucing." ucap Aaron pada saat mereka sudah berkumpul di ruang tamu.


"Jadi apakah ada perubahan siapa saja yang akan ke dunia kucing?" tanya Kirana yang penasaran.


"Terus Caterina bagaimana?" tanya Kiaro yang juga ikut dalam perundingan itu.


"Oiya keponakanku Caterina, sebaiknya kamu di sini saja. Minggu ini akan ada bulan purnama dan ini tepat dua puluh tahun tewasnya Penyihir Kadabra. takutnya akan terjadi sesuatu pada ibu kamu!" ucap Archie.


"Jadi Caterina tetap di sini?";ucap Kiaro yang berbinar.


"Hm..hm..!" Kirana yang berdehem seolah memberi kode pada Kiaro putranya untuk tidak menunjukkan sikapnya.


Kiaro menyadari dan mengerti maksud dari deheman ibunya, merubah raut wajahnya.


"Baiklah kita mulai berangkat sekarang, kita pakai mobil sport ayah saja Aaron!" ucap Andy pada putra ya.


"Baik yah, akan saya keluarkan mobilnya" ucap Aaron yang kemudian menuju ke garasi dimana dia mengeluarkan mobil sport ayahnya yang sering dia gunakan untuk beraktivitas.



Setelah berpamitan dengan yang lainnya, Kity, Archie, Andy dan Rosa melangkahkan kaki keluar dari rumah dan menuju ke halaman dan mendapati Aaron yang sudah duduk di belakang kemudi.


Aaron turun dari mobil dan menghampiri istri dan putranya, dia memeluk dan menciumi istrinya.


"Sayang jaga diri kamu baik-baik di rumah ya!" ucap Aaron dan Kirana mengangguk

__ADS_1


"Iya sayang, saya akan jaga anak dan keluarga kita." jawab Kirana saat menerima kecupan Aaron di keningnya.


Setelah itu Aaron memeluk putranya dengan kasih sayangnya dan Kairo pun menerimanya dengan senang hati pelukan hangat sang ayah.


"Jaga ibu kamu ya, jangan Bandel!" pesan Aaron pada putranya.


" Iya Ayah, Kiaro akan ingat itu!" ucap Kiaro pada saat melepas pelukan mereka.


"Paman Vian juga mau di peluk sama paman!" celoteh Vivian dengan yang diiringi wajah imutnya yang membuat Aaron dan yang lainnya gemas.


Aaron kemudian memposisikan dirinya sejajar dengan keponakannya yang masih kecil itu.


Vivian kemudian memeluk Aaron dengan eratnya.


"Keponakan paman ini ya, maunya sama paman saja. Beda sama papa kamu yang selalu memusuhi paman! he..he..!" ucap Aaron sembari tertawa.


"Kak Aaron!" panggil Jimmy yang merasa dirinya disinggung Aaron dan mereka tersenyum karena mengingat masa lalu mereka berdua pada saat awal berjumpa.


"Sampai kapan kamu pamitannya Aaron!" celetuk Andy yang sudah berada diatas mobil bersama Rosa, Kity dan juga Archie.


"Iya, yah!" balas Aaron.


"Daa semuanya!" ucap Aaron dan dia menyempatkan diri mencium kembali kening Istrinya.


Dan kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke mobil sport merah itu.


Mobil itu melaju dengan perlahan-lahan menuju jalan raya.


Andy dan Rosa menyempatkan melambaikan tangan mereka pada keluarga yang di tinggalkannya sebelum mobil itu melaju menuju ke jalan raya.


Sedangkan Kirana dan yang lainnya pun ikut melambaikan tangan sebagai balasan mereka.


Setelah mobil menjauh dan hilang dari pandangan mata Kirana dan yang lainnya, mereka masuk kembali ke rumah dan melanjutkan perbincangan mereka.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2