Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mutiara siluman pelangi


__ADS_3

Siluman kura-kura itu mengeluarkan serulingnya.


"Berikanlah seruling ini untuk suamimu, karena hanya laki-lakilah yang bisa meniup seruling ini!" kata Siluman kura-kura yang menyerahkan serulingnya yang tadi di gunakan untuk melawan ratu siluman ular.


"I..iya terima kasih siluman kura-kura!" balas Kirana yang menerima seruling itu dari tangan siluman Kura-kura dan kemudian menyimpannya dalam tasnya.


"Sa..satu lagi, tanda di tubuh kamu itu akan hilang jika kamu menelan setiap hari mutiara siluman pelangi selama tujuh hari berturut-turut. Bila sampai telat sehari, maka kau harus mengulanginya kembali dari awal." pesan siluman kura-kura.


"Ha..setiap hari? mutiara siluman pelangi, bukannya itu mutiara yang langka?" tanya Kirana yang khawatir.


"Karena langka itulah, khasiatnya mumpuni..!!" ucap siluman kura-kura itu lirih.


"Aku sudah punya empat mutiara siluman pelangi..." sahut Aaron yang mencari mutiara siluman pelangi diantara mutiara-mutiara yang sudah dia dapatkan.


"Empat, berarti masih kurang tiga lagi..!!' seru Kirana yang melihat mutiara siluman pelangi yang di tunjukkan oleh Aaron.


"Mau tak mau, kita harus berburu siluman lagi dan kali ini kita mencari tiga mutiara siluman warna pelangi, warna putih dan juga warna hitam ..!!" kata Ekin yang di ikuti anggukan kepala oleh semua yang mendengarkan kata Ekin.


"Ekin, walaupun kamu bukan cucuku, kamu sudah aku anggap cucuku sendiri. Carilah cucuku yang juga siluman ular kobra , tolong berikan tongkat ini padanya. Di dalam tongkat ini ada kalung mutiara yang aku rangkai sendiri khusus untuk cucuku yang cantik itu, namanya Ginna" ucap siluman kura-kura itu, yang beberapa menit kemudian siluman kura-kura itu menghembuskan nafas terakhirnya.


"Siluman kura-kura ..!!" seru semuanya yang bersedih.


Dan keluarlah mutiara siluman dari dalam tubuh siluman siluman kura-kura itu.


Mutiara siluman kura-kura itu berwarna pelangi. Kirana segera mengambilnya.


Semua orang yang berada di sekitar siluman kura-kura, meneteskan air mata karena kepergian siluman kura-kura itu.


Tak berapa lama kemudian mereka menguburkan jasad siluman kura-kura.


Setelah itu, siluman rajawali mengajak semuanya berkeliling dan kemudian mengajak mereka beristirahat.


Ekin dan Aaron beristirahat dalam satu kamar yang istana tersebut.


Demikian juga Kirana dan luna, mereka pun beristirahat di kamar samping kamar Aaron dan Ekin.


Setelah cukup beristirahat, mereka pun menghadiri acara perjamuan yang di gelar oleh siluman rajawali dan siluman Merak.


"Jadi, kalian belum bisa menggunakan Mustika siluman ular itu..?" tanya siluman rajawali.


"Iya, ada kemungkinan kami berada di sini sampai kami mendapatkan beberapa mutiara Siluman berwarna pelangi." jelas Aaron.

__ADS_1


"Oh baiklah, kalau ada kesulitan hubungi kami." ucap Siluman merak yang sedari tadi diam dan memperhatikan.


"Apa sebaiknya kita mencari mutiara siluman berpelangi itu di pasar siluman lebih dulu ..? siapa tahu di sana ada mutiara siluman berpelangi..!" usul Luna yang sedari tadi diam saja.


"Ah, iya benar juga. Siapa tahu di sana ada mutiara siluman berpelangi itu...! jadi kita tak perlu membunuh lagi para siluman..!" ucap Kirana yang menyetujui usul Luna.


Dan semuanya juga demikian, menyetujui usul Luna.


Aaron, Ekin, Kirana dan Luna, mohon undur diri pada Siluman rajawali dan Siluman Merak.


"Maaf Raja dan ratu siluman, kami harus undur diri. Kami akan ke pasar siluman, karena lebih cepat kami mendapatkannya, maka akan lebih cepat kami pulang ke dunia kami." ucap pamit Aaron yang di ikuti anggukan oleh Kirana, Luna dan Ekin.


"Baiklah kalau itu memang mau kalian. Aku tidak menghalanginya. Tapi maaf aku tidak bisa membantu kalian untuk jalan kesananya. Karena kalian tahu sendiri, aku masih harus berbenah diri. Mengatur istana sesuai keinginanku kembali" kata siluman Rajawali.


"Iya, kami mengerti Raja!" ucap Ekin seraya menepuk pundak yang sebelumnya dia sering tumpangi itu.


Dan keempat anak manusia itu pun keluar dari istana, berjalan melewati hutan dan bukit bebatuan dimana patung batu Dusame masih berdiri dengan kokohnya.


Perjalanan ke pasar siluman kurang lebih memakan waktu setengah hari.


Kabar tewasnya Ratu siluman ular kobra, siluman naga laut dan siluman Dusame yang menjadi patung, tersebar cepat di perkampungan siluman dan sampai di pasar siluman juga.


Semua siluman pun memberi jalan pada ke empat anak muda yang sedang mencari mutiara siluman berpelangi.


"Kami mencari mutiara siluman berpelangi, apakah kau punya mutiara itu..?" tanya Aaron pada pedagang itu.


"Mutiara siluman berpelangi ya?" tanya pedagang itu menyakinkan dirinya sendiri.


"Iya, apa kamu punya?" tanya Aaron yang melihat-lihat dagangan yang di gelar oleh siluman pedagang barang tentang siluman itu.


"Ada..tapi maaf, harganya sangat mahal. Mengingat mendapatkannya yang susah..!!" kata siluman itu pada Aaron dan menatap yang lainnya.


"Berapa yang harus kami bayarkan..??" tanya Aaron.


"Satu mutiara siluman berpelangi sama dengan lima puluh mutiara siluman putih!!" jawab siluman pedagang itu.


"A..apa..? apa tidak bisa kurang?" Kirana mencoba menawar dan yang lainnya diam.


"Maaf nona, tidak bisa. Mengingat cara mendapatkannya yang sulit." jawab siluman pedagang itu.


"Seharusnya lima puluh mutiara siluman putih itu dapat Dua mutiara siluman berpelangi!" tawar kirana lagi.

__ADS_1


"Tidak bisa nona!!" kata pedagang itu yang masih kokoh dengan harga yang di patoknya.


"Brakkk...!!"


Tiba-tiba Luna menghentakkan pedangnya di atas meja pedagang itu.


"Anda ingat dengan pedang ini tuan..?" tanya Luna seraya menatap mata pedagang itu tajam.


"Pedang ini yang kami beli dari anda waktu itu, dengan pedang ini saya bisa menjadikan anda mutiara sekarang juga..!!" seru Luna yang geram.


"Wah, Luna kalau marah seram juga ya..?" batin Aaron, Kirana dan Ekin bersamaan yang terkejut dengan sikap Luna.


"Ba..baik..Lima puluh mutiara siluman putih dapat dua mutiara siluman berpelangi...!!" jawab siluman pedagang itu dengan gemetaran.


"Wah, garang juga kamu Na..!" seru Kirana pada Luna.


"Ternyata pedagang di dunia kita dan dunia siluman sama saja, cara nawarnya kita harus keras kalau ingin dapat harga murah..!" gumam Luna seraya tersenyum.


"He..he..bisa saja kamu..!!" ucap Kirana sambil tersenyum.


Aaron dan Kirana pun menghitung semua mutiara putihnya, dan di tukarkannya dengan mutiara siluman berpelangi.


Akhirnya mereka pun mendapatkan dua mutiara siluman berpelangi itu, walaupun harus merelakan lima puluh mutiara warna putih.


"Kini hanya ada beberapa mutiara siluman warna putih dan hitam serta di tambah enam mutiara siluman berpelangi..!!" kata Aaron karena Kirana sudah menelan satu mutiara berpelangi yang sebelumnya keluar dari jasad siluman kura-kura.


"Ayo sebaiknya kita cepat kembali ke istana dan kita segera pulang..!!" ucap Ekin dan semuanya mengangguk dan menjawab "Ya" dengan semangat.


Dua pasang anak manuasia dan dewa itu pun melangkahkan kakinya kembali ke istana.Dan hari pun mulai gelap.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2