Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Perjalanan Ovinnix)


__ADS_3

Setelah sampai di luar pintu gerbang itu, mereka melangkahkan kaki menuju ke mobil sport merah yang masih terparkir di samping pintu gerbang dunia kucing tersebut.


Kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan Andy menjalankan mobil sport merah itu perlahan-lahan keluar dari hutan dan menuju ke jalan raya yang mengarah ke kota Ghuangzhou.


...****...


Sementara itu di Guangzhou, walaupun ada perasaan was-was dihati Kirana dan yang lainnya, mereka tetap melakukan aktifitas seperti biasanya.


Kirana melakukan bisnis dan usaha real estatenya di rumah, sedangkan usaha jasa Sealth Hunternya, untuk sementara waktu diliburkan.


Tony dan Jimmy bekerja seperti biasanya, sedangkan Kelly membantu Maggie menjaga Kios Bunga Rose dan Caterina pun ikut menjaga Kios bunga Rose.


Sedangkan Kiaro dan Dicky kuliah seperti biasanya.


"Kelly, kamu dan Caterina buat bibit yang baru ya?" pinta Maggie yang sedang menggendong segepok bunga mawar yang akan dia gunakan untuk membuat hand bucket.


"Iya Kak" jawab Kelly.


"Iya Bu" ucap Caterina.


Dan mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Sementara itu Ovinnx yang telah melakukan perjalanannya, dia merubah dirinya menjadi seorang wanita baya untuk melancarkan perjalanannya.


"Mohon ma'af Cu, bisa antarkan saya ke kota Ghuangzhou?" tanya Ovinnix yang menyamar menjadi wanita setengah baya itu.


"Oh, baik Nek. Mari saya antarkan, kebetulan saya mau ke Ghuangzhou. Menjenguk kerabat yang sedang sakit" ucap pemuda yang membawa mobil mewah warna hitam itu.


Kemudian pemuda itu keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu untuk Ovinnix.


"Terima kasih Cu!" ucap Ovinnix yang kemudian masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang mobil yang di kendarai pemuda itu.


Setelah Ovinnix masuk, pemuda itu menutup pintu mobil dan kemudian berjalan kembali menuju kursi kemudinya.


Kemudian pemuda itu menyalakan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menusuri jalan raya yang mengarah ke kota Ghuangzhou.


"Nenek mau ke Ghuangzhou, ketempatnya siapa nek?" tanya pemuda itu dengan tetap mengarahkan pandangannya ke depan jalan raya.


"Saudara, sayangnya nenek lupa alamatnya. Bagaimana ya cu?" jawab sekalian tanya Ovinnix yang bingung mau jawab yang bagaimana.


Karena informasi yang diterimanya dari ibundanya Valery hanya kota Ghuanzhou tanpa memberitahu alamat lengkapnya.

__ADS_1


"Wah, bisa repot dong nek! kalau begitu kita jalan saja dulu, semoga saja nenek ingat dengan jalan yang menuju ke rumah Saudara nenek" ucap pemuda itu yang sebenarnya dia juga bingung mau menolong cara yang bagaimana kalau tak punya alamatnya.


"Ah, lebih baik aku bawa ke kantor polisi saja, bisa biar diurus sama para polisi!" gumam dalam hati pemuda itu.


Mobil itu terus melaju menyusuri jalan raya dan telah melewati beberapa lampu lalu lintas.


"Nek, kita makan dulu sebentar ya!" ucap Pemuda itu yang kemudian menepikan kendaraannya dan kemudian memarkirkannya di depan sebuah restoran.


"Tapi aku tak punya uang Cu?" kata Ovinnix yang betul-betul tak bawa mata uang manusia.


"Biar saya yang bayarkan Nek, anggap saja hadiah dari cucu nenek" ucap Pemuda itu yang kemudian keluar dari mobil dan membukakan pintu buat Ovinnix yang menyamar menjadi seorang wanita tua itu.


"Terima kasih ya Cu, kamu memang cucu yang baik hati" ucap kata Ovinnix yang melihat pemuda itu selain tampan juga baik hati.


"Oiya nek, nama aku Yibo. Nama nenek siapa?" tanya pemuda yang memperkenalkan dirinya bernama Yibo itu.


"Oh, nama nenek Ovi" jawab Ovinnix saat mereka sudah berada di depan restoran yang di tuju.


"Oh, kita duduk di bangku yang kosong itu ya nek!":seru Yibo seraya menunjuk kursi yang masih kosong.


"Iya, ayo kita kesana!" balas Ovinnix yang kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju ke kursi dengan bangku kosong itu.


Datanglah seorang pelayan restoran yang membawa daftar menu makanan yang mereka sediakan.


Keduanya memesan makanan dan minuman sesuai selera mereka.


"Nak Yibo ini kerja atau masih sekolah?" tanya Ovinnix yang penasaran.


"Saya mahasiswa kedokteran, mau magang di rumah sakit dimana saudara Yibo dirawat." jelas Yibo.


Tak berapa lama pelayan restoran datang dan membawakan pesanan mereka.


"Terima kasih!" ucap Yibo saat menerima makanan dan minuman dari pelayan restoran itu dan juga demikian dengan Ovinnix yang menerima minuman dan makanan itu.


"Mari nek dimakan, mumpung masih panas. Kalau sudah dingin akan lain rasanya." ucap Yibo sembari tersenyum.


"Degh..!" ada perasaan nyaman di hati Ovinnix saat melihat senyum manis dari pemuda yang ada dihadapannya itu.


"I-iya, ayo kita makan. Selamat makan!" balas Ovinnix dan mereka berdua makan dan menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh pelayan restoran itu.


"Ternyata enak sekali masakan manusia! kalau begini aku betah tinggal di dunia manusia!" gumam dalam hati Ovinnix.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka telah menghabiskan makanan dan minuman yang ada dihadapan mereka itu.


"Lumayan juga masakan restoran" ucap Yibo yang kemudian memanggil pelayan restoran.


Pelayan itu telah datang dan memberikan nota berapa banyak uang yang Yibo bayarkan.


Setelah memberikan uang sesuai yang tertera di nota yang diberikan oleh si pelayan itu, Yibo dan Ovinnix berjalan keluar dari restoran dan melangkahkan kaki mereka menuju ke tempat parkir mobil Yibo yang tadi


terparkir di tempat parkir yang tersedia untuk para pelanggan restoran itu.


Setelah sampai ditempat parkir dan mereka menemukan mobil Yibo, keduanya masuk ke mobil mewah itu.


Kemudian Yibo mengemudikan mobil itu perlahan keluar dari restoran dan menyusuri jalan raya yang menuju ke kota Ghuanzhou.


Perjalanan mereka telah melewati perbatasan kota.


"Nah kita sudah sampai di kota Ghuangzhou, Nenek bisa lihat-lihat jalan atau gedung-gedung yang mungkin nenek masih ingat saat berkunjung ke rumah saudara nenek!" ucap Yibo yang sesekali melihat ke arah Ovinnix.


"Iya, tapi sejauh ini nenek belum melihat tanda-tanda menuju ke rumah saudara nenek itu!" ucap Ovinnix yang terus melihat keluar jendela mobil.


"Bagaimana aku bisa mengetahui jalan ke tempat Caty, kalau aku baru sekali ini menginjakkan kaki di kota Ghuangzhou ini." ucap dalam hati Ovinnix.


"Sebelum ke rumah sakit, Yibo mau membeli hand buket terlebih dahulu di kios bunga langganan keluarga Yibo" ucap Yibo sambil melihat ke tepi jalan, dimana jalan itu terdapat sederet kios bunga dengan nama yang seolah saling berebut pelanggan.


"Nenek ikut saja Cu" ucap Ovinnix.


Yibo perlahan-lahan menepikan mobilnya tepat di depan Kios Bunga Rose, kios dimana Caterina sedang membantu Maggie dan Kelly dalam menjaga dan melayani pembeli.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2