
"Priiit.....!!!"
Aaron meniup peluit dan dalam hitungan detik, datanglah awan kecil dan putih menghampiri Aaron.
"Apa kamu bisa di naiki dua orang?" tanya Aaron pada awan kecil dan putih itu.
Seakan mengerti bahasa Aaron, awan itu mengangguk sesudah Aaron berbicara.
Aaron kemudian mengajak Kirana naik dan mereka terbang berputar-putar mengelilingi kota.
Posisi Kirana di depan dengan kedua tangan merentang dan Aaron di belakang mengaitkan tangan kanannya pada perut Kirana .
Dan tangan kiri memegang tangan kiri Kekasihnya yang merentang, menikmati semilir angin yang menerpa seluruh tubuh mereka berdua di atas awan putih kecil itu.
Keduanya mengabaikan pandangan semua orang, yang penasaran adanya awan yang bisa di tumpangi.
Tak jauh berbeda dengan Maggie, rasa penasarannya yang semakin bertambah.
"Wah, andai saja Tony mengajakku seperti itu!" seru Maggie yang terus melihat ke arah terbangnya awan putih kecil yang membawa Kirana dan Aaron.
"Hmm...hmm..! aku dengar Maggie" ucap suara laki-laki di belakang Maggie. Dan Meggie pun menoleh.
"Tony..!!" panggil Maggie yang baru menyadari kalau Tony sudah berada di belakangnya.
"Sejak kapan di sini?" lanjut tanya Maggie penasaran.
"Sejak tadi" jawab Tony seraya mengulas senyum.
"Maggie aku ada sesuatu untuk kamu!" lanjut kata Tony seraya mengeluarkan tangannya yang sejak tadi di sembunyikan di balik punggungnya.
"Apa? A..ada acara apa ya?" tanya Maggie yang penasaran ketika melihat apa yang di berikan Tony padanya, sebuah boneka beruang berwarna coklat.
Tiba-tiba Tony duduk berlutut menghadap ke arah Maggie, dengan tangan kanan membawa kotak perhiasan kecil berwarna merah.
Kemudian tangan kiri Tony membuka kotak perhiasan itu dan terlihatlah dua buah cincin emas yang berkilau.
"Will you Marry Me?" ucap Tony seraya memandang Maggie dengan sangat berharap.
"A..apa kamu serius?" tanya Maggie yang tak percaya.
"Iya saya serius, saya ingin hidup bersamamu Maggie!" ucap Tony yang memang dengan wajah yang serius.
"Duh, dewa Halilintar! kamu romantis sekali?" gumam Luna yang sedari tadi berada di dekat Maggie bersama Kelly.
"Jimmy apa akan begitu juga ya?" gumam Kelly yang tak mau kalah.
Luna merangkul Kelly dan mereka tersenyum bersama.
Maggie menganggukkan kepala dan Tony menyematkan cincin ke jari manis sebelah Kiri Maggie.
Demikian pula Maggie yang menyematkan cincin ke jari Tony.
"Wah selamat ya buat kalian berdua, kapan kalian nikahnya?" tanya Bocan yang keluar dari dalam kios diikuti Andy dan siluman Harimau.
"Kalau sebulan lagi bagaimana?" tanya Tony pada Maggie, yang nampak kedua pipi Maggie merah merona.
"Tapi, nanti kita akan menikah di mana? aku tak punya orang tua dan juga rumah tetap?" tanya Maggie yang bingung.
"Jangan khawatirkan masalah itu, kamu sudah aku anggap putriku sendiri. Jadi kami berdua akan menikahkan kamu Maggie." ucap Dona mamanya Kirana yang ternyata juga ada diantara mereka.
"Terima kasih bibi Dona!" ucap maggie seraya memeluk Dona.
__ADS_1
"Dan Tony, kami akan mewakili kedua orang tuamu." ucap Andy yang menepuk pundak Tony.
"Terima kasih paman Andy" ucap Tony dengan mengulas senyum bahagia.
"Ayo sebaiknya kita bicarakan di dalam sama-sama!" ajak Dona dan yang Lainnya setuju.
Sementara yang lainnya sedang berdiskusi tentang pernikahan Maggie dan Tony, Aaron dan Kirana pun turun dari awan putih kecil pada saat awan itu terbang merendah.
"Kok sepi lagi? semua orang kemana?" tanya Kirana pada Kelly yang sedang melayani pembeli.
"Ada di dalam kak! semua sedang berdiskusi!" jawab Kelly seraya berbisik.
"Berdiskusi! tentang apa?" tanya Aaron yang penasaran.
"Kak Maggie dan kak Tony mau menikah!" jawab Kelly yang membuat sepasang kekasih itu terkejut sekaligus gembira.
Kirana langsung berlari kecil menuju kedalam kios. Dan memang seperti apa yang di bilang oleh Kelly, kalau semua ada di dalam kios.
Aaron pun mengikuti Kirana di belakangnya.
"Wah, pada kumpul? ada apa ya?" tanya Kirana yang penasaran.
"Eh Kirana..! sini putriku, Tony melamar Maggie." jawab Dona yang mengulas senyum.
"Betulkah itu? Maggie..Tony?" tanya Kirana yang terkejut.
"Iya, dan sebulan lagi kami akan menikah!" jawab Tony dan Kirana langsung memeluk Maggie.
"Selamat ya sahabatku!" ucap Kirana yang kini dalam bayangannya mengingat masa lalu dimana saat-saat pertama kali bertemu dengan Maggie.
📆Flassback On
Kirana tak mau berharap yang muluk-muluk untuk melamar kerja di kantor, mengingat dia yang hanya lulusan SMA.
Tiba-tiba Kirana melihat seorang gadis yang kerepotan membawa banyak buket bunga dan hampir jatuh
Kirana pun segera menolongnya.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Kirana pada gadis yang kurang lebih seumurannya saat memegangi sepeda gadis itu.
"Aku tidak apa-apa. Syukurlah bunganya tidak rusak..! bisa-bisa gajiku di potong kalau sampai rusak..!" jawab gadis itu sambil memeriksa bunga-bunga yang di bawanya.
"Bisa saya bantu? taruh sebagian di keranjang saya ya..!" kata Kirana mengulurkan tangannya mengambil beberapa buket untuk di pindahkan ke keranjang sepedanya.
"Ohw, makasih ya...! apa kamu nggak keberatan bantu aku antar bunga-bunga ini?" tanya gadis itu memohon minta bantuan pada Kirana.
"Ohw .tidak, saya tidak berkeberatan, sekalian saya juga mau cari kerjaan." Kirana yang menata beberapa buket bunga yang tadi di letakkan di keranjangnya.
Kemudian mereka dengan berjalan kaki menuntun sepeda menuju ke tempat para pemesan buket- buket bunga itu.
Di sepanjang jalan mereka saling tanya dan bercerita.
"Kamu mau cari kerja ya..? nanti biar aku bilang sama si bos. Masak kios baru ramai-ramainya nggak mau nambah karyawan? bisa-bisa pelanggan yang kecewa karena keterlambatan mengantar pesanannya." kata gadis itu.
"Iya...! Makasih ya..!" sahut Kirana.
"Oiya aku Kirana..!" kata Kirana yang kemudian berhenti dan mengulurkan tangannya pada gadis itu untuk berkenalan.
Dan uluran tangannya pun di sambut oleh gadis itu.
"Aku Maggie, sudah setahun lulus SMA..!" kata gadis itu yang ternyata namanya Maggie.
__ADS_1
"Sama donk..!! aku juga lulus SMA setahun kemarin." kata Kirana sambil tersenyum.
"Berhenti dulu, kayaknya di sinilah alamatnya..!" kata Maggie yangd kemudian membuka buku catatan pemesan buket bunga yang telah dibawanya.
"Iya benar, tunggu sebentar ya..!" kata Maggie mengambil satu buket dan sebuah buku untuk tanda terima di bawanya masuk ke halaman sebuah rumah yang tak terlalu mewah namun teihat asri.
Setelah memberikan bunga dan meminta tanda tangannya, Maggie pun kembali menghampiri Kirana dan sepedanya.
Mereka berdua mengantar buket bunga itu ketempat selanjutnya.
Dan tak terasa sudah sampai lima pemesan.
"Akhirnya selesai juga, ayo kita balik ke kios bunga Rose. Nanti aku kenalkan sama si BoCan." kata Maggie sambil mengkayuh sepeda ya.
Kali ini mereka mengkayuh sepeda masing-masing karena semua buket telah sampai ke pemesannya.
"BoCan..? siapa itu.?" tanya Kirana penasaran.
"Bos Cantik, karena memang pemilik kios bunga ini memang cantik seperti namanya Rosa, he..he..!" kata Maggie yang memuji bosnya.
"Jadi penasaran nih...!" kata Kirana. Dan mereka terus mengayunkan sepedanya menuju sebuah kios bunga di pinggir jalan.
Di setiap deret, terdapat beberapa deret kios bunga,
Maggie mengajak Kirana menuju sebuah kios dengan papan nama KIOS BUNGA ROSE.
Setelah sampai, mereka pun memarkirkan sepeda mereka di samping kios.
Kirana melihat bermacam-.macam jenis bunga di hadapannya.
Ada bunga untuk ditanam untuk tanaman hias, ada yang papan bunga yaitu berupa ucapan dan karangan atau buket.
"Maggie, apa toko segini besarnya, hanya kamu saja karyawannya?" tanya Kirana yang matanya terus memandang bunga-bunga yang cantik dan indah itu.
"Iya, nggak tahu tuh si bos..!" ucap Maggie yang sambil melayani pembeli yang kebetulan agak ramai pengunjung.
"Maggie ada yang tanya harga tuh..disana..!" seru Kirana sambil menunjuk pada pembeli yang letaknya agak jauh dari tempat Maggie berdiri
"Ini si BoCan kemana sih...!!" kata Maggie sedikit kesal sama bosnya, namun tetap menghampiri pengunjung yang bertanya tadi.
Setelah minat, para pembeli kemudian bertransaksi untuk membeli beberapa bunga untuk ditanam.
Kirana pun membantu mengemas bunga-bunga yang bersama dengan potnya tersebut.
📆Flasback Off.
Kirana dan Maggie saling melepaskan pelukan mereka dan mengulas senyum bahagia mereka.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1