
Setelah selesai, Asia bergegas mendatangi sel tahanan ayahandanya.
"Ayah...! ayahanda...!" panggil Asia yang bersemangat.
"Asia..Asia...! kau kah itu?" tanya suara laki-laki dengan suara berat dari dalam tahanan.
"Ayahanda!" seru Asia yang kemudian menghampiri suara yang sangat dikenalnya.
"Asia, benar kamu Asia?" tanya suara laki-laki paruh baya itu walaupun lemah namun sangat didengar oleh Asia dan Adelia.
"Benar, ini Asia ayahanda!" ucap Asia yang kemudian menghampiri lelaki setengah baya yang saat ini bertubuh sangat kurus dan lemah itu.
"Putriku!" seru Federin yang kemudian menerima pelukan dari putrinya.
"Sebaiknya kita bawa keluar sekarang juga Asia!" seru Adelia yang mengingatkan asia untuk keluar dari ruang tahanan itu.
"Ibunda kamu, dimana Ibunda kamu?" tanya Federin yang terdengar oleh Asia dan juga Adelia.
"Oiya ibunda, kita akan mencari Ibunda ayah." ucap Asia yang kemudian menyerahkan ayahnya pada prajurit kerajaannya yang masih setia.
Asia dan Adelia mencari keberadaan dimana Ibunda Asia di tahan.
Mereka memasuki tiap-tiap tahanan dan tak menemukannya, dan pada saat mereka hampir putus asa karena tak juga menemukan dimana Ariel Ibunda Asia dan Wallache.
Tiba satu ruang tahanan yang tersisa dan mereka kemudian mendekatinya.
Adelia merusak gembok dengan kekuatannya seperti sebelumnya.
"Blakk!" pintu tahanan itu terbuka dan terlihat seorang duyung wanita dan terlihat sangat pucat dan kurus.
"Ibunda!" seru Asia yang kemudian memeluk duyung wanita.
"Apakah kamu putriku?" tanya Ibunda Asia yang bernama Ariel itu.
"Iya ini saya Asia bunda!" jawab Asia yang kemudian memeluk Ariel dengan erat.
"Dan ini siapa?"tanya Ariel yang penasaran.
"Oiya, dia teman Asia dari dunia manusia bunda" jawab Asia.
"Saya Adelia yang mulia Ratu" jawab Adelia dengan sopan.
"Adelia, terima kasih ya!": seru Ariel.
"Tidak apa-apa Bu, ini juga sudah menjadi kewajiban kami." ucap Adelia dengan mengulas senyumnya.
"Ayo Bu, kira bergabung dengan ayahanda dan yang lainnya" ajak
__ADS_1
Setelah lepas kangen itu,ketiganya keluar dari tahanan dan bergabung dengan yang lainnya.
"Istriku!" panggil Federin dan keduanya langsung berpelukkan untuk melepas kangen keduanya.
"Ibunda dan ayahanda, kami akan ke kerajaan para Siren untuk membebaskan kakak Wallache" ucap Asia seraya menatap kedua orang tuanya.
"Bawalah sebagian pengawal putriku!" saran Fedderin yang khawatir akan putrinya.
"Maaf ayahanda, bukannya kami menolaknya kami sudah berempat dan kami mau menyelinap. Jadi tak perlu banyak duyung dalam isi kami ini.
"Kalau begitu, terserah kamu sajalah, ayahanda dan Ibunda menyarankan agar kamu berhati-hati!" ucap Ariel yang khawatir.
"Iya ibunda, jangan khawatir kan itu, kami akan selalu ingat itu!" ucap Asia seraya memeluk kedua orang tuanya satu persatu dan setelah itu mereka berpamitan.
Tak berapa lama Kirana dan Ruby yang telah menyelesaikan pasukan Hibrida luar, bergabung dengan mereka yang kemudian mereka pergi meninggalkan kerajaan Blue Minch.
🗓️Flashback off.
"Dan kami melanjutkan perjalanan kami ke kerajaan Siren" ucap Adelia yang mengakhiri ceritanya.
"Oh jadi begitu ceritanya ya" ucap Wallache yang kemudian menggandeng Adelia dan dia mengajak Adelia menyelam lebih cepat, agar cepat sampai di kerajaan Blue Minch.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di pintu gerbang kerajaan Blue Minch.
Setelah para prajurit membukakan pintu gerbang, keduanya masuk ke dalam istana namun sebelumnya melewati halaman dan taman laut di istana Blue Minch itu.
Keduanya sampai di depan istana dan masuk ke dalam aula kerajaan.
"Ayahanda, ibunda kami menghadap" ucap sapa Wallache seraya menundukkan kepalanya dan demikian juga dengan Adelia yang menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Adelia!" panggil permaisuri Ariel pada saat melihat Adelia yang bersama putranya.
"Yang mulia raja Federin dan yang mulia permaisuri Ariel, hamba menghadap." sapa Adelia seraya mengulas senyumnya.
Tak berapa lama Asia juga datang menghadap Raja Federin dan juga Permaisuri Ariel.
"Ayahanda dan Ibunda, Asia menghadap" ucap salam Asia yang gelas selesai dalam belajarnya.
"Asia, jangan lupa salam juga pada kakak dan calon kakak ipar kamu" ucap Ratu Ariel seraya menunjuk pada Wallache dan juga Adelia.
"Eh, Kak Adelia, Apa kabar?" ucap sapa Asia yang memeluk Adelia dengan eratnya.
Temu kangen itu pun terjadi dengan mereka kembali mengingat pada awal perjumpaan mereka.
"Baik-baik saja Asia, Aku tidak menyangka, kejadian itu cepat berlalu" ucap Adelia setelah mengenang masa lalu mereka.
"Iya, ayo kita makan bersama!" ajak Permaisuri Ariel yang melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan dan semuanya mengikuti Permaisuri Ariel tanpa kecuali
__ADS_1
Sesampainya di ruang makan, mereka menyantap hidangan keluarga istana.
Acara makan bersama itu disertai dengan canda dan cerita diantara mereka.
"Kalian harus tahu, kalau aku sudah punya satu orang putri, dan dia kurang lebih berusia sama seperti Asia. Sebentar lagi dia juga akan menikah" ucap Adelia yang membuat Asia terheran dengan ucapan calon kakak iparnya Adelia itu.
"Putri kakak seumuran dengan aku? tapi kakak kok kelihatan masih muda?" tanya Asia yang penasaran.
"Iya karena aku menikahnya masih diusia muda pada waktu itu.Dan kakak dalam pengaruh sihir suami kakak yang dulu." jelas Adelia uang sebenarnya.
"Oh begitu ya ceritanya, sekarang kamininhin kalau kalian berdua segera menikah dan bangun kerajaan Siren sesuai keinginan kalian dan tentunya buat kerajaan para Siren itu lebih maju dan sejahtera." pesan raja Federin.
"Baik ayahanda, hamba mengerti." ucap Walllache.
Wallache kemudian memandang Adelia dalam-dalam.
"Adelia, kita kan sudah mengenal satu dan lainnya, bagaimana kalau pernikahan kita bulan depan?" yanya Wallache sembari mengulas senyumnya.
"Minggu depan?" tanya Adelia yang sanngat terkejut.
"Iya kamu kenapa?" tanya Wallache yang penasaran.
"Ng...Ng...nggak apa-apa kok, iya aku juga setuju saja kalau kita menikah di bulan depan" jawab Adelia yang mengulas senyumnya.
"Nah, kalian sudah kompakan bukan? rasanya tidak sabar melihat kalian ke Pelaminan." ucap Federin yang mengulas senyum bahagia.
"Aku akan punya kakak dan keponakan yang seumuran, he..he..!" ucap Asia seraya mengulas senyumnya.
Dan semuanya tertawa dengan suka Cita.
Dan tiba-tiba Wallache mengatakan sesuatu.
"Ayahanda, bolehkan kalau Wallache mengajak Adelia ke istana aku?" tanya Wallache pada Ayahandanya. Federin memberikan ijin pada Wallache dan Adelia untuk mengunjungi kerajaan Siren
Federin kemudian memberikan ijin pada keduanya.
"Aku mengijinkan kalian untuk ke sana, tapi kalian juga harus tetap berhati-hati ya!" pesan Federin sambil melihat sepasang sejoli itu satu persatu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...